14/06/2024
Salam budaya ✌❤
DAYAK SALAKO/SELAKAU
Merupakan Sub Suku Dayak Rumpun KLEMANTAN yang berbahasa Malayic dan tanah asalnya ( HOME LAND ) diyakini berada di hulu Sungai Salako Kab. SAMBAS KALIMANTAN BARAT tepatnya di sekitaran Bukit Selindung ( SARINAKNG ).
Kini masyarakat tersebar luas di Kab. SAMBAS, Kab. BENGKAYANG, Kota SINGKAWANG dan juga SARAWAK ( MALAYSIA ).
Menurut tradisi lisan, masyarakat Salako masih mendiami perhuluan sungai Salako dan sekitarnya hingga muara Sungai Sambas Besar pada era KERAJAAN SENUJUH ( NE' RIUH ) di SAMBAS...
Namun pola migrasi dan interaksi yang baik dengan tetangganya Dayak Bakati’ di masa lampau, orang Salako dengan bebas berpindah-pindah wilayah untuk mencari daerah adat yang baru hingga kawasan Binua Bantanan (perbatasan Indonesia - Malaysia).
Ditilik dari pola migrasi, Bukit Selindung menjadi pemukiman awal Dayak Salako hingga kelompok pertama migrasi menyusuri sungai sebangkau untuk membangun rumah bantang di Bukit Paranyo/Bukit Pelanjau (Tebas, Kab. Sambas) dan sebagian kecil kembali menyusuri hilir sungai dan membangun pemukiman di Bukit Gajah (Pemangkat, Kab. Sambas).
Dari muara Sungai Sambas Besar (Pemangkat) inilah menjadi titik awal perjalanan Dayak Salako hingga ke Binua Bantanan (Sajingan Besar) dan Lundu Sarawak. Menyusuri sungai Bantanan, mereka bermukim di daerah Tabing Dayak (Teluk Keramat, Sambas) dan menyebar di daerah Kota Lama (Galing, Sambas).
Dari Kota Lama, ada 2 kelompok kecil memisahkan diri lagi dengan menyusuri Sungai Enau dan menetap di Jaranang. Lainnya terus menyusuri hulu sungai dan menetap di Batu Itapm (Sajingan, Sambas). Generasi Salako dari Batu Itapm inilah yang menurunkan Dayak Salako di daerah Sarawak (Lundu)
Sedangkan generasi Salako yang bertahan di Sarinakng, Tabing Daya, Batu Itapm, Kuta Lama, Jaranang telah memeluk agama Islam dan menyebut dirinya suku Sambas (Melayu Sambas). Hal ini juga terjadi dengan generasi Bakati yang ada di sekitaran Senujuh telah memeluk Islam dan mengadopsi budaya Sambas.
Kelompok lainnya yang masih bertahan di Sungai Salako kembali menyusuri hulu sungai dan bermukim di daerah Singkawang Timur (saat ini) dan Samalantan hingga berhulu di Bukit Bawang (Bengkayang) dan Pakana (Kab. Landak).
Menurut Orang Salako, keturunannya yang berada di Pakana inilah yang kemudian menurunkan dayak berbahasa Baahe dan Banana’. Orang Salako sejatinya disebut Dayak Bukit, hal ini masih dipertahankan oleh keturunannya di daerah Sengah Temila (Landak) yang masih mempertahankan gelar Bukit pada identitas sukunya.
Selanjutnya terjadi penyebaran ke berbagai wilayah di Kab. Landak, Kab. Mempawah, hingga Kab. Kubu Raya dengan berbagai macam isolek (dialek dalam bahasa sarumpun).
Selain itu, di Pakana inilah diyakini p**a sebagai puncak migrasi orang dayak Salako yang dikemudian hari suku ini berkembang kedalam berbagai dialeg bahasa. Sebagaimana diketahui bahwa dialeg orang selako meliputi BADAMEO, BADAMEA, dan BAJARE’ termasuk juga BA' AHE dan BANANA’ ...
**aukalimantan

16/12/2022
17/11/2022