Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak

Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak

Share

Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak
Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan
Kementerian Pertanian

Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan penyediaan benih dan bibit ternak serta produksi ternak.

01/06/2026

Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila
1 Juni 2026

Pancasila adalah pemersatu bangsa dan fondasi dalam mewujudkan Indonesia yang damai, adil, dan maju.

Mari terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan dan keberagaman.

Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia

01/06/2026

Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan hewan kurban. Berdasarkan proyeksi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, total ketersediaan hewan kurban nasional mencapai 3,24 juta ekor, sementara kebutuhan diperkirakan sekitar 2,35 juta ekor. Artinya, Indonesia surplus sekitar 891 ribu ekor hewan kurban.

Ketersediaan ternak nasional tersebar di berbagai daerah dengan kondisi pasokan yang aman dan mencukupi, mulai dari sapi, kambing, domba hingga kerbau. Kementerian Pertanian terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan, distribusi ternak, dan kesiapan daerah agar masyarakat dapat menjalankan ibadah kurban dengan aman, nyaman, dan tenang.

01/06/2026

Hallo ...
Susu merupakan sumber gizi penting yang berperan dalam mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kualitas hidup masyarakat. Momentum Hari Susu Nusantara menjadi pengingat akan pentingnya konsumsi susu serta peran strategis peternak dalam menyediakan pangan bergizi bagi bangsa.

Mari tingkatkan kebiasaan minum susu, dukung produk peternakan dalam negeri, dan bersama wujudkan generasi Indonesia yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Selamat Hari Susu Nusantara
1 Juni 2026

31/05/2026

Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE

Semoga momen suci Waisak menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa menumbuhkan cinta kasih, kebijaksanaan, dan kedamaian dalam setiap langkah kehidupan.

Mari menjernihkan hati, menenangkan pikiran, serta memperkuat semangat toleransi dan persaudaraan demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh keberkahan.

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia.

31/05/2026
31/05/2026

Kementan Kawal Harga Ayam, Peternak Rakyat Jadi Prioritas

Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah stabilisasi harga ayam hidup (live bird) di tingkat peternak menyusul masih ditemukannya harga jual yang berada di bawah harga acuan pemerintah di sejumlah daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk melindungi keberlanjutan usaha peternak rakyat sekaligus menjaga keseimbangan industri perunggasan nasional.

Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Kementan menggelar rapat koordinasi bersama Asosiasi Rumah Potong Unggas Indonesia (ARPHUIN) dan pelaku rumah potong hewan unggas (RPHU) guna memperkuat komitmen seluruh rantai usaha perunggasan dalam menjaga stabilitas harga di tingkat peternak.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH, I Ketut Wirata, mengatakan pemerintah menerima laporan bahwa harga ayam hidup di beberapa wilayah masih berada di bawah harga acuan pemerintah sebesar Rp19.500 per kilogram.

“Informasi yang kami dapat, khususnya di Jawa Tengah, ada live bird dijual di harga Rp15 ribu. Kondisi ini sangat berat bagi peternak mandiri atau peternak skala kecil,” kata Ketut dalam rapat koordinasi tersebut, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ketut, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena peternak rakyat merupakan pihak yang paling terdampak ketika harga turun di bawah biaya produksi.

“Peternak besar mungkin masih bisa bertahan karena ditopang modal yang kuat. Tapi bagi peternak mandiri, kondisi ini bisa mempercepat proses gulung tikar,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah mengajak seluruh pelaku industri memperkuat kolaborasi menjaga keseimbangan pasar, termasuk melalui pola pembelian yang tidak memperburuk tekanan harga di tingkat peternak.

“Kami mengimbau dan mengharapkan komitmen bersama agar RPHU jangan sampai membeli ayam di bawah harga acuan yang telah disepakati,” kata dia.

Ketut menegaskan rumah potong hewan unggas memiliki peran strategis dalam rantai pasok perunggasan nasional karena menjadi salah satu instrumen penting dalam penyerapan produksi peternak dan pengendalian pasokan di pasar.

Sebagai bagian dari upaya stabilisasi, Ditjen PKH juga mengambil langkah pengendalian dengan menunda sementara rekomendasi usaha tertentu di sektor perunggasan hingga harga kembali sesuai dengan acuan pemerintah.

“Selama harga belum sesuai acuan pemerintah, seluruh rekomendasi terkait pelaku usaha terkait perunggasan di Ditjen PKH diminta untuk ditunda sementara,” kata Ketut.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH, Hary Suhada, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga harga ayam hidup tetap berada pada level yang menguntungkan peternak.

“Kami tadi sudah sepakat semua rekomendasi terkait perunggasan sementara kita tunda dulu sampai tercapai harga yang telah ditentukan pemerintah. Saya mohon sekali kolaborasinya untuk tidak berkontribusi dalam penurunan harga,” kata Hary.

Di sisi lain, pelaku industri menyampaikan bahwa mereka juga menghadapi tekanan pasar akibat melemahnya permintaan dan tingginya pasokan ayam hidup di lapangan.

Ketua ARPHUIN, Sigit Pambudi, mengatakan rumah potong hewan unggas tetap berupaya menyerap produksi peternak untuk membantu menjaga keseimbangan pasar.

“Situasi yang kami hadapi memang sama-sama sulit. Jadi bukan sesuatu yang kemudian euforia kami mengambil untung atau mengambil kesempatan,” kata Sigit.

Menurut dia, rumah potong hewan unggas tetap menjalankan kegiatan pemotongan secara maksimal, termasuk selama masa libur panjang, untuk membantu penyerapan ayam hidup dari peternak.

“Meskipun tanggal merah kami tetap gaspol melakukan pemotongan untuk menyerap ayam. Jadi kalau kami menekan harga itu tidak ada,” kata Sigit.

Hal senada disampaikan Keenan Pardede yang mewakili RPHU PT Charoen Pokphand Indonesia. Ia mengatakan pelaku usaha telah memaksimalkan kapasitas pemotongan untuk membantu penyerapan produksi peternak di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

“Kami di RPHU sudah memaksimalkan pemotongan, hampir 400 truk dipotong tiap harinya,” kata Keenan.

Menurut dia, pelaku usaha juga berupaya mengikuti arahan pemerintah terkait harga pembelian ayam hidup meskipun menghadapi tantangan biaya produksi yang meningkat.

“Kami juga sudah mengikuti arahan Rp19.500 dan itu menjadi beban produksi yang cukup berat. Karena itu kami berharap lewat forum ini kita bisa kompak,” ujarnya.

Kementan menegaskan stabilitas harga ayam hidup menjadi kunci menjaga keberlanjutan usaha jutaan peternak rakyat sekaligus memastikan industri perunggasan nasional tumbuh sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan. Karena itu, sinergi antara pemerintah, peternak, rumah potong hewan unggas, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan pasar dan ketahanan pangan nasional. (*)

Photos from Ditjen PKH Kementan RI's post 31/05/2026
Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Jalan Harsono RM. No. 3, Ragunan-Jakarta, Gedung C/Lantai 8
Jakarta
12550

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00