Satpel LH Kecamatan Makasar

Satpel LH Kecamatan Makasar

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Satpel LH Kecamatan Makasar, Government Organization, Jalan Pinang Ranti II No. 56 Makasar, Jakarta Timur, Jakarta.

Photos from Satpel LH Kecamatan Makasar's post 07/09/2022

, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup Prov. DKI Jakarta melakukan kunjungan ke TPST Bantar Gebang.

Peserta wisata edukasi yang terdiri dari para kartini ini terlihat sangat antusias dalam mengikuti explorasi. Antara Miris, sedih dan senang secara bersamaan saat melihat langsung situasi dan kondisi tempat dimana sampah yang kita produksi sehari-hari dibuang, telah menjelma menjadi Hamparan dan Pegunungan Sampah.

Dalam Kesempatan kali ini, Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Bantar Gabeng, Agung Pujowinarko, menyambut kedatangan rombongan dharma Wanita. Dalam Sambutannya, dirinya menjelaskan informasi darimana saja asal sampah-sampah yang masuk, jumlah truk yang masuk, luas dan ketinggian pegunungan Sampah, jumlah tonase sampah yang masuk, dan juga jenis-jenis sampah tercampur yang tak dipilah oleh warga.

" Candi -candi Sampah dengan ketinggian 50m yang berada di TPST ini berasal dari Jakarta termasuk dari rumah kita, yang jumlahnya mencapai 7600 Ton/hari. Truk yang membawa sampah tersebut saja sekitar 1200 truk. Jadi perlu perhatian dan langkah extra untuk menanganinya" Ujar Agung

Dia pun mnjelaskan pengelolaan apa saja yang ada di TPST Bantar Gebang

" Untuk Mengatasi permasalahan ini, Dari hulu sampai ke Hilir harus berjalan selaras. Di Hulu,pemilahan sampah di sumber, sedangkan di Hilir (TPST Bantar Gebang) pun, kami melakukan pengolahan sampah. Dari pengolahan sampah komposting hasil dari pengerukan gunung sampah, Landfill Mining, Refuse Derived fuel (RDF) yang memanfaatkan sampah menjadi bahan baku semen, serta teknologi Pembangkit Listrik tenaga Sampah " tambahnya

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Lingkungan Hidup Prov. DKI Jakarta, Dian Purnamasari, menuturkan kegelisahannya setelah melihat tingginya gundukan sampah yang menjelma menjadi gunung

" Dengan melihat kondisi TPST Bantar gebang yang seperti ini, semoga memotivasi kita semua untuk lebih meningkatkan kepedulian, lebih meningkatkan pemilahan sampah dari rumah sehingga mengurangi timbulan sampah dan sekaligus memudahkan pengelolaan sampah di sini " Ujarnya

29/05/2021

🍛
Hai Sahabat Lingkungan

Penggunaan styrofoam sebagai wadah makanan sudah tidak asing lagi bagi kita semua. Sangat mudah menemukannya dimana mana. Mulai dari Produk ternama, restoran, sampai pedagang kaki lima pun menggunakan styrofoam untuk membungkus makanan mereka. Bahkan, banyak dari kita yang sengaja menyimpan dan menggunakannya untuk keperluan sehari hari. Alasannya tak bukan dan tak lain, yaitu ingin praktis, tampil lebih baik dan pastinya murah.

Tau ga sih kalau styrofoam sebenarnya hanya digunakan sebagai bahan peredam di dalam bisnis Industri bukan sebagai wadah makanan. Bahan ini memang bisa menahan suhu, sehingga benda di dalamnya tetap dingin atau hangat lebih lama dari pada kertas atau bahan lainnya. Karena bisa menahan suhu itulah, akhirnya banyak yang menggunakannya sebagai gelas minuman dan wadah makanan.

Padahal di balik kemasan yang terlihat bersih itu ada bahaya yang mengancam lho. Styrofoam mengandung bahan berbahaya untuk kesehatan yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

Selain berbahaya bagi kesehatan, styrofoam juga berbahaya bagi lingkungan. Dari proses pembuatannya hingga sampahnya, mempunyai dampak yang tidak bisa kita remehkan. Bahan pembuatan styrofoam dapat merusak Lapisan Ozon (next kita bahas ya🤗).

Sampah Styrofoam tidak bisa terurai lho sahabat. Tanah serta air bisa tercermar karenanya, ekosistem di dalamnya pun ikut terancam. Dan di berbagai lokasi banjir disebutkan, sampah styrofoam merupakan salah satu penyebab banjir.

Bagaimana sahabat, masih tertarik menggunakan styrofoam?

Hmmm..Pasti sahabat bertanya, apakah ada alternatif pengganti styrofoam untuk wadah makanan?

coba kita flashback di jaman negara api belum menyerang🤣. Pada dasarnya, dahulu kita selalu menggunakan kemasan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu, rotan, daun pisang dan lain lain. Namun, seiring bergesernya jaman bergeser p**a pola pikir dan sudut pandang kita.

Yuk kurangi penggunaan styrofoam untuk wadah makanan, beralih ke wadah ramah lingkungan.🤗

Repost from

Photos from Satpel LH Kecamatan Makasar's post 28/05/2021

monitoring dan Evaluasi lapangan Tindaklanjut Penerapan Sanksi Administrasi Teguran Tertulis atas Ketidaktaatan dalam pengelolaan Lingkungan terhadap usaha dan/atau Kegiatan.

Repost from

28/05/2021

🔄
Hai Sahabat Lingkungan

Di rumah, pasti sahabat ga asing kan makanan goreng gorengan. Dari tempe, tahu, pisang bahkan singkong goreng pun sahabat pasti pernah mencicipinya🤤🤭

Tapi, sahabat kemanakan minyak bekas menggorengnya?? Apa untuk menggoreng kembali makanan atau dibuang di selokan???

Naah..naaah..naaah...minyak bekas menggoreng atau yg biasa kita kenal dengan minyak jelantah itu ga bagus lho untuk menggoreng makanan kembali..bisa menyebabkan berbagai macam penyakit yang tidak bisa kita anggap remeh. Seperti hipertensi, kanker, jantung dan lain sebagainya.

Dibuang keselokan pun juga bahaya untuk lingkungan..air selokan menjadi kotor dan berbau menyengat. Dan pastinya menyebabkan pencemaran air yang serius. Minyak jelantah yang mengapung di permukaan dapat menghalangi sinar matahari, menyebabkan tumbuhan di air tidak bisa berfotosintesis. Pada akhirnya, mengancam kelangsungan ekosistem didalamnya...

Trus kita harus gimana nih???

Tenang...banyak jalan menuju roma, banyak cara mengolah minyak jelantah..🤣🤣🤣

Minyak jelantah bisa kita olah atau digunakan kembali menjadi :

● Bahan bakar lampu minyak
Jika mati lampu, dan ga ada lilin..minyak jelantah bisa menjadi alternatif untuk penerangan. Pernah lihat kan sahabat di tukang sate, bahkan di restoran sekalipun yang menggunakan minyak jelantah untuk penerangan 🤗

● Sabun cuci
Minyak jelantah dicampur dengan jahe dan soda api lalu diracik, kemudian didiamkan beberapa hari hingga mengering...sabun siap dipakai

● Aroma terapi
Rendam minyak jelantah bersama ampas tebu selama beberapa hari. kemudian campur dengan bubuk jeli dan tambahkan aroma kesukaan kalian seperti vanila, jeruk, kopi dan lain lain

● Bahan bakar bio diesel
Campurkan air dengan soda api dan metanol lalu masukan minyak jelantah, aduk hingga rata. Kemudian panaskan hingga beberapa saat. Setelah dipanaskan diamkan beberapa saat hingga dingin, lalu pisahkan air dengan biodiesel yg sudah jadi.

Masih banyak lagi lho manfaat minyak jelantah..🤗

Yuk manfaatkan minyak jelantah dirumah🤗

Nb : cara lebih detail sudah banyak di google dan youtube yaaaa...🤗

Repost from

28/05/2021

Miladuki saidah, Barakallahu fii umrik Bapak Muhammad Anwar, Walikota Kota Administrasi Jakarta Timur.

Semoga diberikan Kelancaran dalam melaksanakan tugas kedepan, tetap amanah dan tetap semangat memimpin kolaborasi membangun kota Jakarta Timur.

"Matahari selalu Terbit dari Timur"

Repost from

13/05/2021

Kami segenap Keluarga besar Suku Dinas Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Timur Mengucapkan...

Selamat Hari Raya Idul fitri 1 Syawal 1442 Hijriah

Ja'alanallahu waiyakum Minal Aidin Wal faidzin.
Taqobalallahu Minna Wa Minkum Takobbal Ya Karim .
Mohon maaf lahir dan bathin.

Semoga Hari Raya ini menjadi awal baru bagi kita menuju pribadi pribadi yang lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan hidup yang ada.

Repost from

Photos from Satpel LH Kecamatan Makasar's post 12/05/2021

🕋

Suku Dinas Lingkungan hidup Jakarta Timur menggelar apel siaga kebersihan malam takbir Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Apel yang dipimpin oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta di halaman kantor Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur Dihadiri seluruh para kepala satuan pelaksana kecamatan beserta para petugas lapangan.

Pada acara apel tersebut, Bapak Syarifudin selaku Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI jakarta menghimbau agar petugas bisa menjaga kebersihan lingkungan secara optimal di malam takbir hingga menjelang sholat Idul fitri Pagi nanti. Sehingga Masyarakat merasa nyaman dalam menjalankan ibadah.

Pihaknya juga berterima kasih Kepada para petugas yang telah hadir untuk melaksanakan pengamanan kebersihan Malam Takbri Idul Fitri 1442 H. "Semoga kita diberikan kelancaran dalam bertugas hingga pagi nanti, semua Aman terkendali" tutupnya.

Repost From

07/05/2021

Selamat Ulang Tahun Bapak Anies Rasyid Baswedan, Gubernur DKI JAKARTA...

Tetap semangat dalam membangun kota Jakarta🙏

Repost From

Photos from Satpel LH Kecamatan Makasar's post 07/05/2021

Universitas Bakrie berkolaborasi dengan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Masjid Al Falah Bassura City, dan Beli Jelantah mengadakan Sosialisasi "Bersedekah dengan Jelantah" secara daring pada kepada para penghuni Apartemen Bassura City, Jakarta Timur.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari Program Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Bakrie yang bertujuan untuk menyusun tata kelola pengump**an minyak jelantah di apartemen Bassura City. Potensi penghasilan minyak jelantah apartemen ini relatif besar karena tingkat okupansi yang tinggi.

Dalam sosialisasi ini, penghuni Bassura City diajak bergerak bersama untuk mencegah agar minyak jelantah tidak mengganggu kesehatan dan merusak lingkungan dengan cara mengumpulkannya di titik koleksi Mesjid Al Falah Bassura City. Insentif dari pengump**an minyak jelantah dapat disedekahkan untuk pengembangan Masjid Al Falah Bassura City.

Untuk mencapai lebih banyak pengump**an jelantah di apartemen, selain Bassura City sosialisasi kedua akan dilaksanakan di Apartemen Sentra Timur yang berlokasi di Cakung, Jakarta Timur.

Semoga dengan langkah kecil ini, tata kelola minyak jelantah di Apartemen Bassura City dan Apartemen Sentra Timur menjadi lebih baik, lingkungan pun lebih lestari.

Mari bersedekah jelantah
🤗

Repost from

29/04/2021

Sejenak lebih dekat dengan Maggot BSF 🐛

Repost from

Photos from Satpel LH Kecamatan Makasar's post 29/04/2021

Rapat Pembahasan Pemberian Surat Penaatan Sanksi Administrasi Teguran Tertulis, Tindaklanjut Penerapan Sanksi Adminsitrasi Teguran Tertulis atas Ketidaktaatan dalam pengelolaan Lingkungan terhadap usaha dan/atau Kegiatan.

Repost from

Photos from Satpel LH Kecamatan Makasar's post 12/04/2021

Hai Sahabat Lingkungan

Urban Farming merupakan suatu kegiatan pemanfaatan lahan sempit perkotaan untuk mendukung ketahanan pangan. Bukan hanya menitik beratkan ke masyarakat untuk menerapkan Urban Farming, instansi pemerintahan pun juga berpartisipasi di kantor masing masing.

Kegiatan Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur menerapkan Urban Farming di lahan sempit Kantor membuahkan Hasil. Panen pun Kembali dilakukan, dari tanaman sayur dan buah hingga ikan seperti nila dan lele.

Sebanyak 26 kg ikan lele berhasil dipanen pada Hari Senin Ceria ini. sekedar info nih sahabat, pakan yang diberikan untuk budidaya ini pun bukan sembarang pakan lho. Untuk menjaga kualitas, ikan ikan disini diberi pakan Maggot Bsf.

Para Kasie dan Kasatpel Kecamatan ikut menghadiri panen lele kali ini. Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Bpk. herwansyah, meminta kepada para kasatpel Kecamatan agar terus konsisten memanfaatkan lahan sempit/kosong di kantor masing masing untuk kegiatan urban farming dan budidaya ikan. Dan tetap semangat berkolaborasi sinergi agar terwujudnya Jakarta Berbudaya Lingkungan Bersih dan Sehat.

Repost from

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jalan Pinang Ranti II No. 56 Makasar, Jakarta Timur
Jakarta

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30
Saturday 07:30 - 00:00