Di Kelurahan Mojonsongo, Kecamatan Jebres, Yatmini menjalankan usaha olahan makanan berupa kremesan. Awalnya, ia hanya bekerja sebagai bagian produksi di usaha kremesan milik tetangganya. Dari pengalaman tersebut, tumbuh keinginan dalam dirinya untuk memiliki usaha sendiri demi membantu perekonomian keluarga.
Sebelum mendapatkan bantuan PPSE, Yatmini hanya mampu memproduksi sekitar 6 kilogram kremesan. Setelah memperoleh bantuan tersebut, kapasitas produksinya meningkat menjadi 12,5 kilogram setiap minggu. Bantuan PPSE sangat membantu dalam penguatan modal usaha sehingga produk kremesannya kini dapat dipasarkan melalui stan di pasar maupun dititipkan ke toko-toko lain. Kremesan buatannya dijual dengan harga Rp1.000, Rp10.000, hingga Rp15.000 dan mampu memberikan keuntungan sekitar Rp2.200.000 per bulan.
Bagi Yatmini, keberhasilan usahanya bukan hanya soal peningkatan penghasilan, Bantuan ini bukan sekadar dukungan usaha tetapi juga menjadi jalan bagi anaknya, Arjuna untuk terus melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta. Dengan semangat baru, Arjuna kembali bersekolah dan mengejar cita-citanya menjadi seorang Hakim.
Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial
Akun resmi Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI
10/05/2026
Dalam mendorong transformasi Bantuan sosial menuju kemandirian melalui program pemberdayaan akurasi dan pemutakhiran data menjadi fondasi utamanya.
Seperti halnya Sekolah rakyat yang merupakan hasil gabungan dari program pemberdayaan.
Kunjungan kerja Mensos di Pamekasan merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat program pemberdayaan sosial di berbagai daerah, termasuk Madura.
09/05/2026
Lembaga Kesejahteraan sosial (LKS) dalam menjalankan layanan sosial harus profesional dan aman bagi masyarakat.
Akreditasi LKS menjadi aspek penting untuk memastikan kualitas layanan sosial berjalan sesuai ketentuan.
Hari ini Sabtu 9 Mei 2026 Kementerian Sosial melakukan langkah awal menggandeng pemerintah Provinsi Jawa Timur agar melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap LKS agar dapat berjalan optimal.
Kisah Nyata Pemberdayaan: Gustianah Tumbuh Bersama Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE)
Ibu Gustianah, warga Kampung Sukamaju RT 02 RW 01, Desa Pagelaran, Ciomas, Kabupaten Bogor, membuktikan bahwa semangat dan kesempatan bisa menghadirkan perubahan nyata.
Melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), Ibu Gustianah mendapatkan dorongan untuk terus mengembangkan usahanya. Dari omzet Rp200 ribu hingga Rp400 ribu per hari, hasil usahanya kini tidak hanya digunakan untuk memutar modal belanja, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan keluarga dan mulai memiliki tabungan.
Sedikit demi sedikit, usaha yang dulu serba terbatas kini semakin berkembang.
PPSE menjadi jalan tumbuh bagi Ibu Gustianah untuk lebih mandiri, percaya diri, dan berdaya secara ekonomi.
“Ayo kita move on dari bansos dan berdaya bersama PPSE. Karena bansos sementara, berdaya selamanya.” Ucap Gustianah
Kisah Ibu Gustianah adalah bukti bahwa pemberdayaan mampu menciptakan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi keluarga.
Bagi petani, ketidakpastian adalah bagian dari hidup. Namun di tengah tantangan, harapan selalu tumbuh.
Di kaki Gunung Rinjani, langkah kecil mulai membawa perubahan. Melalui kolaborasi dan pendampingan, para petani porang di Lombok Utara kini memiliki peluang baru untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Dari belajar bersama hingga terhubung ke pasar, perjalanan ini bukan hanya tentang hasil panen—tetapi tentang masa depan yang lebih pasti.
Simak video selengkapnya dan lihat bagaimana harapan itu tumbuh menjadi nyata.
18/04/2026
Kementerian Sosial RI bersama Universitas Mataram memperkuat kolaborasi program kesejahteraan sosial. Kegiatan ini dihadiri Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bertempat di Auditorium M. Yusuf Abubakar (16/4)
Salah satu langkah nyata adalah penyerahan bantuan pemberdayaan budidaya porang senilai Rp950 juta untuk masyarakat di Lombok Utara. Program ini menyasar ratusan petani dengan dukungan bibit, peralatan, hingga pendampingan.
Dalam momentum ini juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Sosial dan Universitas Mataram terkait Sinergitas Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Selain itu, ditandatangani p**a kerja sama antara Kementerian Sosial, Universitas Mataram, dan PT Sanindo Pangan Rinjani dalam pelaksanaan program pemberdayaan sosial.
Program ini melibatkan kolaborasi kuat antara kemensos, kampus, dan dunia usaha—termasuk PT Astra International dan PT Sanindo Pangan Rinjani sebagai offtaker yang siap menampung hasil produksi hingga ekspor.
Dalam sambutannya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa bantuan sosial bersifat sementara dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar, sementara pemberdayaan menjadi kunci utama untuk mengentaskan kemiskinan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar dampak program semakin luas dan nyata.
Turut mendampingi Mensos, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Direktur Pemberdayaan Masyarakat.
16/04/2026
Upaya pemberdayaan masyarakat terus diperkuat oleh Kementerian Sosial di lombok utara. (15/4)
kunjungan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial, Mira Riyati Kurniasih, ke Desa Baturakit, Kecamatan Bayan memastikan komitmen kemensos dalam memastikan keberlanjutan program pemberdayaan, khususnya bagi petani porang sebagai bagian dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos.
Dalam dialog bersama kelompok tani, Dirjen Dayasos meninjau langsung aktivitas pertanian, mulai dari proses panen, pengump**an hasil, hingga distribusi ke pabrik pengolahan. mendengarkan berbagai aspirasi petani guna memperkuat kemandirian ekonomi mereka.
Rangkaian kunjungan turut mencakup peninjauan ke fasilitas pengolahan milik PT Sanindo Pangan Rinjani di Lombok Timur, yang berperan sebagai offtaker utama hasil panen porang dari para KPM. Pabrik ini memiliki kapasitas tampung hingga 450 ton dan mampu mengolah sekitar 60 ton porang per hari menjadi produk chips dan tepung berkualitas ekspor.
Sinergi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia, Universitas Mataram, Astra International, serta PT Sanindo Pangan Rinjani menjadi kunci dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kesejahteraan petani para penerima bansos agar lebih mandiri.
15/04/2026
Pembangunan Kampung Sejahtera di Desa Sungai Cambai, Kecamatan Mesuji Timur akan segera terlaksana. Ini akan menjadi titik balik bagi warga Setelah bertahun-tahun hidup dalam ancaman air sungai mesuji yang sering meluap yang mengakibatkan banjir rob selama ini menghantui hidup mereka.
Kabupaten Mesuji telah menyiapkan lahan seluas 5,8 hektare untuk pembangunan 118 unit rumah.
Program kampung sejahtera dari Kemensos ini akan menandai babak baru bagi hidup mereka, seperti yang dikatakan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf pembangunan itu lebih dari sekadar proyek fisik melainkan rumah ini sebagai tempat lahirnya generasi tangguh penerus bangsa.
Untuk informasi dalam program ini Kemensos mengandeng kementerian perumahan dan kawasan permukiman serta dari Badan Amil Zakat Nasional.
14/04/2026
Di kaki Gunung Rinjani, geliat pertanian porang kian terasa. Tanaman umbi bernilai tinggi ini menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang terus menunjukkan potensi ekonomi besar, seiring meningkatnya permintaan ekspor dari tahun ke tahun.
Porang dikenal kaya akan glukomanan, sejenis serat pangan bernilai ekonomis tinggi yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan hingga kesehatan. Tingginya permintaan pasar global membuat komoditas ini semakin diminati oleh petani dan pelaku industri.
Melihat potensi tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan asesmen terpadu sebagai bagian dari Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) di Lombok Utara (12/4). Kegiatan ini menggandeng Astra International dan Universitas Mataram untuk mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat (KPM) bansos.
Sebanyak 265 KPM petani porang dari Kecamatan Bayan dan Gangga, yang tersebar di 9 desa, mengikuti asesmen potensi usaha. Selain itu, dilakukan p**a asesmen terhadap 200 KPM lainnya untuk pembentukan kelompok baru yang akan diberdayakan melalui pelatihan budidaya porang.
Tak hanya fokus pada produksi, Kemensos juga berupaya menghubungkan hasil panen petani dengan offtaker. Salah satunya adalah PT Sanindo Pangan Rinjani, yang memiliki kapasitas pabrik hingga 450 ton dan mampu mengolah sekitar 60 ton porang per hari menjadi chips dan tepung siap ekspor.
Program pemberdayaan ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari teknik pembibitan, persiapan lahan dan penanaman, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga proses panen dan pascapanen.
Salah satu kisah sukses datang dari Rumede, Ketua Kelompok Tani Berkah Bersama di Desa Batu Rakit. Ia merupakan penerima bansos sejak 2012 dan telah graduasi pada 2026. Sejak menekuni porang pada 2019, kehidupannya berubah drastis.
“Tidak menyangka tanaman porang bisa menghasilkan banyak. Dulu hanya cukup untuk makan, sekarang alhamdulillah ada anggota kelompok yang bisa membeli motor. Pendapatan kami bisa mencapai Rp3 juta per bulan,” Cerita Rumede
10/04/2026
Pemerintah resmi menerapkan kebijakan bekerja dari rumah selama satu hari dalam sepekan bagi ASN
Kebijakan tersebut diatur dalam surat edaran (SE) Menteri PANRB nomor 3/SE/2026 tentang Transformasi Budaya Kerja Melalui Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN.
Di hari pertama WFH ini, Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Dirjen Dayasos) memastikan seluruh lalu lintas pekerjaan harus tetap lancar siaga dan produktif.
Seluruh ASN di lingkungan Dayasos tetap menjalankan tugas dari rumah selama WFH, dengan aktivitas kerja yang dipantau melalui Zoom meeting serta sistem absensi yang tetap berjalan.
Untuk informasi pembahasan rapat hari ini, membahas tentang perencanaan program yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan para direktur beserta seluruh ASN yang ada di lingkungan Dayasos. Jumat, 10 April 2026.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the business
Telephone
Website
Address
28, Jalan Salemba Raya
Jakarta
10430
Opening Hours
| Monday | 08:00 - 16:00 |
| Tuesday | 08:00 - 16:00 |
| Wednesday | 08:00 - 16:00 |
| Thursday | 08:00 - 16:00 |
| Friday | 08:00 - 16:00 |
