Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan

Direktorat Pencegahan Dampak Lingkungan Usaha dan Kegiatan

Share

Dit.

PDLUK di bawah Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, bimbingan teknis dan evaluasi bimbingan
teknis di bidang kajian dampak lingkungan usaha dan kegiatan

14/05/2026

Mangrove bukan sekadar pohon di tepi laut.
Di pesisir Riau, mangrove adalah benteng kehidupan melindungi desa, pelabuhan, kawasan industri, pulau-pulau kecil, hingga sumber penghidupan masyarakat dari abrasi, gelombang, dan krisis ekosistem pesisir.

Namun hari ini, benteng itu terus tertekan oleh alih fungsi lahan, ekspansi industri, tambak, sawit, hingga abrasi yang semakin parah.

Data menunjukkan mangrove Riau membentang dalam tiga Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM) besar dan terhubung dengan 297 desa pesisir. Ini bukan ruang pinggiran. Ini adalah sistem kehidupan yang menjaga keseimbangan pesisir Riau.

Menjaga mangrove berarti menjaga garis pantai, menjaga ekonomi pesisir, menjaga cadangan karbon biru, dan menjaga masa depan masyarakat.

Kita tidak punya waktu untuk menunda.
Lindungi mangrove yang masih baik.
Pulihkan kawasan yang rusak.
Bangun pesisir tanpa merusak daya dukung ekologinya.

Karena saat mangrove hilang, yang ikut hilang bukan hanya hutan tetapi perlindungan, kehidupan, dan masa depan pesisir kita.

06/05/2026

🌏✨ D3TLH: Kompas Menjaga Bumi Indonesia ✨🌏

Sobat Tata Lingkungan, sudahkah kita benar-benar memahami seberapa besar kemampuan alam Indonesia menopang kehidupan kita? 🌱💧

Melalui Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH), kita diajak melihat kondisi nyata bumi kita—mulai dari air, lahan, laut, udara, keanekaragaman hayati, hingga perilaku kita sehari-hari 🌿

📊 Data 2025 menunjukkan Indonesia berada di kategori sedang (0,58), namun dengan kesenjangan yang besar antar pulau. Ini menjadi pengingat bahwa setiap wilayah punya tantangan dan peran masing-masing 🌍

💡 Pesannya jelas:
Jaga yang masih kuat 💚
Pulihkan yang tertekan 🔄
Dan ubah kebiasaan kita jadi lebih berkelanjutan ♻️
Karena menjaga lingkungan bukan hanya tugas satu pihak—ini adalah gerakan bersama 🤝

Mari jadi generasi yang tidak hanya menikmati bumi, tapi juga merawatnya untuk masa depan 🌿✨

GoGreen SaveOurEarth 🌏

05/05/2026

Membangun kembali pascabencana bukan sekadar membangun rumah baru, tapi memastikan tempat tinggal yang aman untuk ke depan.

Pasca Siklon Senyar di Sumatera, penentuan lokasi hunian kini berbasis data. Melalui Rapid Environmental Assessment dan analisis geospasial (SMCE), setiap lokasi dikaji dari risiko banjir, longsor, hingga jarak aman dari sesar aktif. Tidak hanya itu, akses air bersih, kualitas udara, dan dukungan terhadap kemandirian pangan juga jadi pertimbangan.

Bersama para ahli dan universitas, setiap titik dianalisis secara menyeluruh. Hasilnya, ada lokasi yang direkomendasikan karena aman dan layak, dan ada yang tidak karena berisiko tinggi. Di sini, keputusan diambil berdasarkan data, bukan perkiraan.

Saatnya kita ikut berperan.
Kawal pemulihan pascabencana yang berkelanjutan dan pastikan pembangunan tetap menjaga keseimbangan alam.

02/05/2026

🌿 Kota Tebing Tinggi membuktikan bahwa pengelolaan sampah yang baik itu bisa diwujudkan.

Dari 128 ton sampah per hari, sebanyak 96,91% atau 124 ton telah berhasil dikelola—bahkan melampaui target nasional! ♻️
Tak hanya itu, praktik open dumping sudah 0%, dan TPA Baja kini bertransformasi menjadi controlled landfill.

Capaian ini didukung oleh anggaran, kebijakan, 8 fasilitas pengelolaan, serta 19 sektor informal aktif yang berperan dari hulu hingga hilir. 💪

Ke depan, Tebing Tinggi menargetkan 100% pengelolaan sampah pada 2029 melalui penguatan pemilahan dari sumber dan kolaborasi berbagai pihak.

✨ Pembelajaran berharganya satu:
Ketika anggaran, kebijakan, fasilitas, dan partisipasi sektor informal berjalan beriringan, maka transformasi nyata dapat diwujudkan.

🤝 Yuk mulai dari rumah: pilah sampah, kurangi beban lingkungan!

IndonesiaBersih

01/05/2026

Di ujung barat Aceh, sebuah kabupaten sedang menata langkah baru dalam pengelolaan sampah — Aceh Barat Daya. 🌿

📊 Potret hari ini
• 9 kecamatan, 156 ribu jiwa
• Timbulan sampah 77 ton/hari
• Terkelola 11 ton/hari (14%)
• Komposisi terbesar: plastik, kertas-karton, dan sisa makanan

🌱 Yang sudah berjalan
• TPA Iku Lhung menuju controlled landfill
• Mesin pencacah untuk paving block
• 8 sektor informal aktif
• KBA Padang Panjang & Sekolah Adiwiyata

🤝 Mari bersama
✅ Hentikan open dumping
✅ Pilah sampah dari sumber
✅ Penghasil sampah kawasan kelola mandiri

Setiap pilahan kecil dari rumah kita adalah langkah besar menuju kabupaten yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. 💚

BergerakBersama

30/04/2026

Kabupaten Aceh Barat mulai menunjukkan perbaikan dalam pengelolaan sampah. TPA Gunong Mata Ie kini menerapkan controlled landfill, menandakan pergeseran dari open dumping ke sistem yang lebih terkelola. Di hulu, TPS3R Kerandang Jaya mendorong pemilahan dan pengolahan dari sumber.

Pengelolaan juga diperkuat melalui penataan angkutan dan pemanfaatan teknologi, sehingga lebih efisien dan terukur.

Komposisi sampah didominasi organik, sementara plastik juga memiliki nilai ekonomi jika didaur ulang. Ini menunjukkan bahwa sampah bisa dimanfaatkan jika dikelola dengan baik.

Namun, kunci utamanya tetap pada kita semua. Tanpa pemilahan dari rumah, sistem tidak akan berjalan optimal.

Yuk, mulai dari hal sederhana:
Pilah sampah dari rumah
Kurangi plastik sekali pakai
Dukung pengelolaan di lingkungan

Mari kita jaga lingkungan bersama. Karena lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua. Mulai hari ini, mulai dari diri sendiri. 🌱

29/04/2026

Apa yang pertama kali kita tanyakan saat merencanakan pembangunan?
Berapa kawasan industri? Berapa luas permumahan? Di mana jalan tol dibangun?

Pertanyaan itu penting. Tapi ada satu yang lebih mendasar: berapa kapasitas lingkungan untuk menanggung semuanya?

Di situlah tiga instrumen ini bekerja sebagai satu sistem:

🌿 RPPLH menetapkan batas
🧭 KLHS menjaga arah
⚖️ AMDAL menguji realitas

RPPLH memastikan pembangunan tidak melampaui daya dukung lingkungan.
KLHS memastikan kebijakan sejak awal tidak salah arah.
AMDAL memastikan setiap proyek nyata tetap berada dalam koridor yang aman.

Ini bukan tiga dokumen yang berdiri sendiri. Ini adalah arsitektur keputusan lingkungan hidup.

Tanpa batas, pembangunan bisa melampaui kapasitas.
Tanpa arah, kebijakan bisa keliru sejak awal.
Tanpa pengujian, semua hanya berhenti di atas kertas.

Karena pada akhirnya, pembangunan berkelanjutan bukan soal membangun sebanyak mungkin—
tetapi membangun sejauh yang mampu ditanggung lingkungan.

RPPLH menetapkan batas. KLHS menjaga arah. AMDAL menguji realitas.
Integrasi sistematis untuk pembangunan berkelanjutan.

EnvironmentalGovernance TataRuang SustainableDevelopment LingkunganHidup IndonesiaHijau

28/04/2026

Sobat Tata Lingkungan, mari sejenak menengok Danau Limboto di Gorontalo. Danau ini bukan hanya bentang air, tetapi pengendali banjir, sumber penghidupan, dan rumah bagi satwa endemik.

Kini kondisinya terus menyusut dan dangkal. Jika tidak segera ditangani, Danau Limboto berisiko hilang dalam waktu dekat. Ini adalah panggilan untuk bertindak.

Bersama masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, kita bisa memulihkan danau ini. Mulai dari menjaga sempadan hingga mengendalikan sedimentasi. Waktunya sekarang. Jangan biarkan Danau Limboto hanya menjadi cerita. Jadikan ia kisah pemulihan untuk masa depan.

27/04/2026

Danau Sipin — “ginjal” alami Kota Jambi seluas 117 hektare — sedang menghadapi tantangan yang perlu kita sikapi bersama. 💧
Dari dinamika alih fungsi lahan di daerah tangkapan air hingga beban pencemaran perkotaan, setiap data menjadi pijakan untuk melangkah, bukan vonis untuk menyerah.
Bersama pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat, mari kita kembalikan napasnya. Karena transformasi nyata selalu dimulai dari kolaborasi. 🌿
BergerakBersama

26/04/2026

RPPLH (Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) adalah rencana jangka panjang 30 tahun untuk menghadapi tiga krisis utama: perubahan iklim, pencemaran, dan hilangnya keanekaragaman hayati.

Melalui proses yang ilmiah, partisipatif, dan terukur, RPPLH menjaga arah kebijakan lingkungan tetap adaptif dan akuntabel.

Ini bukan hanya tugas pemerintah—kita semua punya peran.

Mari jaga bumi, mulai dari sekarang 🌱

🌎

24/04/2026

Di balik hamparan hijau Kalimantan Tengah, ada ekosistem yang menjaga kehidupan: gambut.

Berbagai daerah bergerak dengan caranya masing-masing—melindungi air, memulihkan alam, dan melibatkan masyarakat.

Satu tujuan yang sama:
menjaga gambut, menjaga masa depan.

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Manggala Wanabakti Blok IV Lantai 6 Wing C, Jalan Jend. Gatot Subroto
Jakarta
12710

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00
Saturday 07:00 - 17:00
Sunday 07:00 - 12:00