17/12/2024
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐-๐๐๐๐๐ & ๐
๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
Halo, Sahabat Budaya!
Penyambutan Pelayaran Perahu Sandeq mengawali rangkaian Festival Lipu Celebes 2024 yang diselenggarakan pada tanggal 11-15 Desember 2024 di Luwuk, Banggai.
Setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer selama 17 Hari, dua perahu tradisional Sandeq telah berlayar dari Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dan akhirnya tiba di RTH Teluk Lalong, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (11/12).
Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan RI menggelar Festival Lipu Celebes 2024 yang dibuka secara resmi pada malam hari di RTH Teluk Lalong, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Tabuhan gendang secara simbolis oleh Perwakilan Bupati Banggai bersama Perwakilan Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan RI, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, menandai dimulainya rangkaian kegiatan festival. Beragam acara menarik ditampilkan dalam Festival Lipu Celebes 2024, termasuk pertunjukan seni tradisional, pameran sama-bajau, dan bazar produk lokal.
Selain itu, pada tanggal 12-14 Desember 2024, dilaksanakan Kongres Nasional Sama-Bajau di Hotel Estrella, Luwuk. Kongres ini mengumpulkan perwakilan dari komunitas Sama-Bajau dari 14 Provinsi di Indonesia serta perwakilan Asia Tenggara untuk membahas pelestarian budaya maritim, penguatan identitas suku laut, dan keberlanjutan lingkungan pesisir.
Diskusi ini difasilitasi oleh Kementerian Kebudayaan dengan dukungan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), komunitas Sama-Bajau, akademisi, peneliti, NGO, serta tokoh-tokoh dari Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
Bagian dari rangkaian acara, delegasi kongres mengunjungi Kampung Jayabakti untuk memahami kehidupan sehari-hari komunitas Sama-Bajau, mempererat ikatan kekeluargaan, dan mengenal tradisi lokal yang terjaga hingga kini.
Kongres ini menghasilkan output deklarasi Luwuk, dan juga kolaborasi lintas negara untuk memperkuat penghargaan atas budaya Sama-Bajau sebagai warisan budaya takbenda bersama di Asia Tenggara.
03/12/2024
INTERNATIONAL SYMPOSIUM OF SEA NOMADS
We are delighted to invite you to the First International Symposium on Sea Nomads in Southeast Asia, featuring a keynote address by Indonesiaโs Minister of Culture, along with esteemed international and national experts.
This symposium will delve into the pivotal role of Sea Nomads in regional maritime trade, their connections to global networks, and the challenges they face due to climate change, coastal development, and globalizationโfactors that threaten their traditional and cultural identities.
๐
: Monday, December 9, 2024
๐: 09:00 - 17:30 ICT
๐ Free Certificate of Participation for All Attendees!
โฌ๏ธ Register now for FREE through the link below โฌ๏ธ
https://bit.ly/FirstInternationalSymposiumOnSeaNomadsInSoutheastAsia
Thank you, and we look forward to your participation! ๐
28/10/2024
[SEMINAR & GRAND CLOSING HISTORY FAIR UI 2024]
Halo kawan-kawan Sejarah!๐๐ป
History Fair UI 2024 sudah mau selesai nih, tapi tenang History Fair ada acara puncaknya loh!
Acaranya dihadiri oleh pembicara-pembicara hebat dan insightful!ย
Pssst... bakal ada free lunch dan banyak benefit menarik lainnya loh!
Jadi, jangan lupa untuk hadir di acara puncak History Fair UI 2024 yang akan diselenggarakan pada:
๐๏ธ: Selasa, 29 Oktober 2024
๐: 13.00 - 17.00
๐: Auditorium Gedung I FIB UI
Ayo segera daftar, kuotanya terbatas loh!
https://bit.ly/RSVPSEMINARDANGRANDCLOSINGHFUI2024
Terus pantau lini masa kami untuk mengetahui informasi terbaru dan nantikan keseruan History Fair UI tahun ini!
Instagram:
X: historyfair_ui
TikTok:
Narahubung: Aqila (083890346699) II johnjae0214
04/09/2024
๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ - ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐
Layar pada kapal termasuk dalam kategori peralatan paling awal yang digunakan manusia untuk melakukan penjelajahan mengelilingi dunia. Selain upaya dalam penghematan modal, penggunaan layar dapat menjadi pengganti bahan bakar yang lebih ramah lingkungan ketika melaut.
Sebagai upaya menghidupkan kembali pengetahuan lokal dan budaya maritim yang diwariskan nenek moyang Nusantara sejak masa silam, Kemendikbudristek menggelar Festival Kater Layar di Pantai Burung Mandi, Kecamatan Damar Minggu (1/9/2024).
Kegiatan lomba bekater layar ini menggunakan layar dengan memanfaatkan angin serta dayung sebagai penggerak.
Sebanyak 50 nelayan kater dari seluruh Kabupaten Belitung Timur ikut serta dalam kegiatan lomba bekater layar di Desa Burung Mandi. Perlombaan dibagi ke dalam 3 kloter. Kloter 1 & 2 terdapat 16 perahu, serta kloter 3 dengan 18 perahu. 6 peserta tercepat dari setiap kloter akan masuk ke babak final untuk memperebutkan 6 posisi terbaik.
Masyarakat setempat sangat antusias karena kegiatan ini dapat membantu meningatkan ekonomi masyarakat terutama pelaku ekonomi kreatif. Salah satu masyarakat berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan dapat dilaksanakan di berbagai wilayah lainnya di Belitung Timur.
Kementerian pendidikan dan Kebudayaan sebagai penyelenggara berharap kegiatan ini dapat memotivasi kepada nelayan untuk menghidupkan kembali tradisi penggunaan layar dan meminimalisir dana operasional melaut yang biasanya digunakan untuk membeli bahan bakar, serta menghidupkan wisata laut di wilayah Belitung Timur.
26/07/2024
๐๐๐ญ๐๐ก ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ญ๐๐ฆ ๐๐๐ง ๐๐๐ ๐๐๐ฐ๐๐ซ๐ฎ๐๐ข ๐๐ข ๐๐ข๐ญ๐ข๐ค ๐๐ค๐ก๐ข๐ซ ๐๐๐ค๐๐ซ๐ญ๐!
Jakarta menjadi titik akhir dalam pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024. Setelah menelusuri jejak Jalur Rempah di Lampung pada 11-13 Juli 2024, Laskar Rempah Batch 3 Lada Hitam kembali berlayar bersama KRI Dewaruci untuk menuju titik akhir di Jakarta.
Tiba di Dermaga Kolinlamil Jakarta pada Senin, 15 Juli 2024, peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah bersama KRI Dewaruci disambut oleh Asops Kasal, Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid, Pangkolinlamil, Laksamana Muda TNI Hudiarto Krisno Utomo, Staf Ahli Mendikbudristek, Muhamad Adlin Sila, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan, dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Warsito, serta Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Irini Dewi Wanti. Acara dilanjutkan dengan tari penyambutan Kembang Wayang Cokek di Lapangan Dermaga Kolinlamil Jakarta.
Peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah kemudian menelusuri jejak Jalur Rempah di Jakarta, seperti Pelabuhan Sunda Kelapa dan Museum Bahari Jakarta untuk menghadiri Pameran Jalur Rempah serta welcome dinner.
Selanjutnya, mereka melakukan ekskursi ke Museum Tekstil, Kota Tua, Museum Sejarah Jakarta, serta Museum Seni Rupa dan Keramik. Malam harinya, digelar malam inaugurasi bersama KRI Dewaruci di Hotel Mercure Batavia, sekaligus menandakan berakhirnya Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024.
23/07/2024
๐๐๐ ๐๐๐ฐ๐๐ซ๐ฎ๐๐ข ๐๐๐ง ๐๐๐ญ๐๐ก ๐๐๐๐ ๐๐ข๐ญ๐๐ฆ ๐๐ข ๐๐๐ฆ๐ฉ๐ฎ๐ง๐ !
Halo, Sobat Nusa!
Setelah melewati pelayaran dari Tanjung Uban menuju Lampung selama 4 hari 3 malam, Laskar Rempah dan KRI Dewaruci tiba di Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung, pada Kamis, 11 Juli 2024. Rombongan peserta disambut dengan Tari Khudat dan Tari Nemui Nyimah, serta dikalungkan selendang Tapis dan Kikad, dengan iringan marching band. Penyambutan dihadiri oleh Pj Gubernur Lampung, Samsudin dalam sambutannya diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Ganjar Jationo SE. M.AP, serta Pamong Budaya Ahli Utama, Kemendikbudristek, Drs. Siswanto.
Selama kegiatan di Lampung, 11 Juli-13 Juli 2024, seluruh Laskar Rempah mengikuti rangkaian kegiatan, seperti berkunjung ke Sentra Tapis Desa Negeri Katon Pesawaran, Museum Transmigrasi, Perkebunan Lada Marga Tiga, Museum Negeri Lampung, Situs Taman Purbakala Pugung Raharjo, hingga menghadiri Festival Musik Tradisi Indonesia (FMTI). Seluruh peserta juga menghadiri Gala Dinner di Pondok Rimbawan Guest House yang dibuka dengan laporan dari Kadisdiskbud Prov. Lampung, Drs. Sulpakar, M.M.
Rabu, 14 Juli 2024, seluruh peserta bersama KRI Dewaruci bertolak menuju Jakarta. Pelepasan ini dihadiri oleh Walikota Bandar Lampung, Hj. Eva Dwiana, S.E., M.Si., Perwakilan Kemendikbudristek, Drs. Siswanto, serta Lanal Lampung.
19/07/2024
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐. ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐!
Halo, Sobat Nusa!
Laskar Rempah Batch 3 - Lada Hitam beserta para media, peneliti, penulis, serta influencer melakukan pelayaran bersama KRI Dewaruci dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 dari titik Tanjung Uban. Mereka menelusuri jejak Jalur Rempah di Lampung dan Jakarta.
Turut hadir juga Direktur Pembinaan Tenaga Kerja dan Lembaga Kebudayaan, Dr. Restu Gunawan, M. Hum., Kafasharkan Mentigi, Kolonel Laut (T) Basuki Tri Usodo, S. IP serta Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Dr. Drs. H. M Juramadi Esram, MT yang melepas seluruh peserta dan KRI Dewaruci di Pelabuhan Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Minggu, 7 Juli 2024.
Sebelumnya, seluruh peserta Batch 3 - Lada Hitam tiba di Tanjung Uban untuk mengikuti pembekalan teknis terkait konektivitas Jalur Rempah di setiap titik singgah dari Kemendikbudristek serta pengenalan kapal dan laut dari TNI AL.
11/07/2024
PILAR WASTRA DAN KRIYA LAMPUNG!
Masyarakat adat Lampung secara umum terdiri dua kelompok besar yaitu Saibatin (Peminggir) dan Pepadun. Kelompok Saibatin tinggal di sepanjang pesisir dan menggunakan bahasa Lampung dialek api serta mengembangkan kebudayaan bahari. Sedangkan kelompok Pepadun tinggal di bagian tengah dan utara dan menggunakan bahasa Lampung dialek Ou dan Api serta mengembangkan kebudayaan agraris.
Dua kelompok ini, menurut tradisi lisan tempatan, berasal dari daerah yang sama yakni Sekala Berak yang terletak di kaki selatan Gunung Pesagi, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Utara bagian barat (Hadikusuma, 1989:171). Setelah menyebar ke berbagai daerah di Lampung, mereka mengembangan kebudayaan sesuai kondisi lingkungannya (Julia, 1993:17). Oleh karena asalnya sama dan mendiami satu wilayah, maka dikenal konsep Sang/Sai Bumi Ruwa Jurai (Satu Bumi Dua Keturunan).
Masyarakat adat Saibatin dan Pepadun mendiami daerah Lampung, pintu masuk utama dari pulau Jawa (Jawadvipa) ke pulau Sumatra (Swarnadvipa) atau sebaliknya melintasi Selat Sunda. Jalur bahari ini sudah berlangsung berabad-abad lamanya.
Sumber Gambar: Indonesia Kaya, Medium, 1001 Indonesia
10/07/2024
KRI Dewaruci dan Batch Kayu Manis tiba di Tanjung Uban!
Halo, Sobat Nusa!
Setelah melakukan pelayaran dari Melaka, Laskar Rempah dan KRI Dewaruci tiba di Pelabuhan Fasharkan Mentigi, Tanjung Uban, Kepulauan Riau pada Jumat, 5 Juli 2024. Rombongan peserta disambut dengan tradisi Tepuk Tepung Tawar, silat, dan iringan kompang. Penyambutan ini dihadiri oleh Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Tjatur Soniarto, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Kepri Suhadak, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri Juramadi Esram, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kepri, Sardison, dan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME & Masyarakat Adat, Sjamsul Hadi, S.H., M.M.
Setelah penyambutan usai, peserta ekskursi di Pulau Penyengat hingga 7 Juli 2024. Seluruh Laskar Rempah mengikuti rangkaian Festival Raja Ali Haji, seperti makan berhidang, jelajah Penyengat, serta menghadiri gala dinner sekaligus pembukaan Festival Raja Ali Haji yang dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau, H. Ansar Ahmad S.E., M.M. serta Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Dr. Drs. H. M Juramadi Esram, MT di halaman Balai Adat Indra Perkasa.
06/07/2024
RUNDOWN BATCH 3 MBJR 2024!
Pelayaran Muhibah Budaya Jalur Rempah akan memasuki etape terakhir!
Batch 3 Lada Hitam akan memulai perjalanannya menelusuri jejak jalur rempah melalui rute Tjg. Uban - Lampung - Jakarta yang berlangsung dari tanggal 5 Juni - 17 Juli 2024.
Apa saja kegiatan yang akan mereka lakukan selama pelayaran di Batch 3 dalam MBJR 2024? Simak di postingan ini, ya!
Are you ready ?๐ฅ
06/07/2024
PHOTOSTORY TITIK MELAKA!
Halo, Sobat Nusa!
Melintasi Selat Melaka dari Sabang menuju Melaka, Laskar Rempah dan KRI Dewaruci tiba di Pelabuhan Tanjung Bruas, Melaka, Malaysia pada hari Minggu, 30 Juni 2024. Disambut oleh Parade Tentara Laut Diraja Malaysia dan juga Dubes RI untuk Malaysia Bapak Dato' Indera Hermono, Dirjen Kebudayaan RI Hilmar Farid, Konjen RI Johor Bahru Bapak Sigit Suryantoro Widiyanto, Konjen RI Penang Wanton Saragih, Datuk Abdul Razak Abdul Rahman Exco Pelancongan, Seni Warisan & Budaya Melaka serta Wakil Exco Datuk Zaidi Attan dan jajaran Kemdikbudristek & Perwakilan RI di Malaysia.
Selama kegiatan di Melaka pada tanggal 30 Juni - 2 Juli 2024, seluruh Laskar Rempah mengikuti rangkaian kegiatan seperti Seminar Merawat Kerjasama Budaya Melalui Jalur Rempah di Muzium Rakyat, mengunjungi Pameran Jalur Rempah di pelataran Muzium Rakyat, Malaysia Studio Heritage, Pameran Hang Tuah, Istana Kesultanan Melaka, Muzium Ethnography, dan Museum Samudera. Seluruh peserta juga menghadiri jamuan Welcoming Dinner di Casa Del Rio yang dihadiri oleh Ketua Menteri Melaka YAB Datuk Seri Utama Ab Rauf Bin Yusoh.
Pada hari Rabu, 3 Juli 2024, seluruh peserta bertolak menuju Tanjung Uban, Kepulauan Riau, Indonesia yang dihadiri oleh Direktur PPK Irini Dewi Wanti dan pejabat setempat.
06/07/2024
PILAR SENI BUDAYA KEP. RIAU!
Wilayah Kepulauan Riau, khususnya Pulau Penyengat, berada dalam posisi yang sangat strategis karena letaknya yang tak jauh dari Selat Malaka. Dalam konteks kebudayaan, pulau ini adalah salah satu pusat budaya Melayu, terutama terkait sejarah Kerajaan Melayu Riau Lingga.
Kepulauan Riau memiliki khazanah seni dan budaya yang beraneka ragam. Dalam hal seni tradisi, Kepulauan Riau memiliki beberapa seni tari, seperti Tari Inai, Serampang Dua Belas, Patah Sembilan, Zapin, Joget Dangkong atau Joget Tandak, Joget Lambak, dan masih banyak lagi. Tari tersebut juga telah banyak dikembangkan oleh seniman daerah lokal menjadi tari-tari kreasi yang baru.
Sejumlah c***r budaya dan warisan budaya, seperti kesenian Zapin, Gazal, serta Boria, dapat kita lihat sebagai representasi konektivitas budaya dari Pulau Penyengat Kepulauan Riau.
Sumber Gambar: Kebudayaan Kemendikbud, Warisan Budaya Tak Benda Kemendikbud, Riau Magz.