21/03/2026
Selamat Lebaran bagi yang merayakan. Mari kita saling memaafkan sambil tetap berlawan.
PEMBEBABASAN adalah organisasi mahasiswa berkarakter kerakyatan, mandiri, demokratis, feminis, dan e
21/03/2026
Selamat Lebaran bagi yang merayakan. Mari kita saling memaafkan sambil tetap berlawan.
13/03/2026
Usut Tuntas Pelaku Penyiraman Air Keras, terhadap Andrie Yunus
13/03/2026
Usut Tuntas Pelaku Penyiraman air keras, Andrei Yunus
12/03/2026
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Tapol
Bebaskan Tahanan Politik! Stop Perburuan Aktivis!Lawan Ketakutan! Penjarakan Pelanggar HAM!
Perlawanan Agustus menunjukkan dengan jelas bahwa rakyat tidak akan tinggal diam ketika hak-haknya diinjak dan ruang demokrasinya dipersempit. Ledakan demonstrasi itu adalah wujud nyata bahwa kekuatan rakyat masih hidup. Demikian p**a Perlawanan Agustus menghasilkan kemenangan dengan dibatalkannya kenaikan pajak di beberapa daerah.
Rezim Prabowo-Gibran merespons gelombang aksi tersebut dengan represi brutal secara sistematis. Represi ini membuat perlawanan mereda bukan karena gagalnya gerakan rakyat, melainkan karena kekerasan, intimidasi, dan kriminalisasi yang dilakukan negara
dengan skala besar. Sejarah mencatat bahwa sejak Reformasi 1998, belum pernah terjadi penangkapan dan kriminalisasi terhadap rakyat dalam jumlah sebesar ini. Rezim menetapkan lebih dari 700 orang menjadi tahanan dan/atau terpidana politik.
Hampir semuanya merupakan anak muda. Sebagian besar dari mereka telah diputus bersalah dan hanya segelintir yang diputus bebas. Di tanggal 6 Maret 2026, Delpedro, Muzaffar, Khariq, dan Syahdan diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Mereka dibebaskan dari tuduhan penghasutan yang disematkan oleh polisi dan jaksa. Di dalam pertimbangan, hakim menyatakan bahwa
mereka berempat murni melakukan kerja-kerja yang diatur dalam undang-undang mengenai kebebasan berekspresi. Suatu tindakan yang tidak bisa disamakan dengan penyebaran berita bohong.
Di saat bersamaan, para penghasut sebenarnya yang berselancar dalam gelombang demonstrasi tidak ditangkap, diusut, atau diadili. Dari hasil penelusuran tim Komisi Pencari
Untuk itu, kami yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Untul Pembebasan Tahanan Politik menyatakan Sikap:
1. Bebaskan seluruh tahanan politik! Bersihkan nama baik, harkat, dan martabatnya!
2. Penjarakan para pelaku pelanggar HAM!
3. Usut tuntas operasi keterlibatan polisi dan militer!
4. Hentikan perburuan dan operasi penghancuran gerakan rakyat!
Jakarta, 12 Maret 2026
Solidaritas Tahanan Politik
11/03/2026
[STOP PEMBURUAN AKTIVIS: LAWAN KETAKUTAN!]
SOLIDARITAS TANPA BATAS! 🌏
Kami mengundang seluruh elemen rakyat untuk merapatkan barisan dalam Aksi Nasional & Internasional Serentak demi keadilan bagi kawan-kawan kita yang dirampas kebebasannya.
Gerakan ini tidak hanya terjadi di sini, tapi bergema secara nasional dan internasional. Kami menuntut penghentian segala bentuk pemburuan aktivis dan segera bebaskan Tapol!
This is a call for justice. We demand the release of political prisoners and an end to the criminalization of activists.
🗓 Thursday, 12 March 2026
⏰ 14.30 WIB
📍 Mabes Polri (Jakarta)
Narahubung: +62 853 3926 1431 (WA)
08/03/2026
Jakarta, 08 Maret 2026.
Aksi GEBRAK, international Women's Day (IWD)
"Perempuan Memimpin Perlawanan Buruh, Petani, Mahasiswa, Nelayan, Masyarakat Adat, dan Kaum Miskin Kota, Bersatu Melawan Kapitalisme"
Aksi long mars Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), memperingati international women's day, dari titik kumpul depan kedubes AS menujuh titik aksi "patung kuda" Massa aksi di hadang pihak kepolisian di jln.Medan Merdeka, masa aksi tetap melanjutkan acara diskusi publik dan panggung budaya.
❤️
08/03/2026
Jakarta, 08 Maret 2026.
Aksi GEBRAK, International Women's Day.
Team: Perempuan Memimpin Perlawanan Buruh, Petani, Mahasiswa, Nelayan, Masyarakat Adat, dan Kaum Muslim Kota, Bersatu Melawan Kapitalisme.
Memperingati international women's day, GEBRAK melakuka aksi long mars dari titik kumpul kedubes AS menujuh titik aksi, "Patung Kuda" masa aksi kemudian di hadang pihak kepolisian, jln Medan Merdeka.
08/03/2026
Seruan Aksi Gerakan Buruh Bersama Rakyat, Hari Perempuan Internasional.
Perempuan Memimpin Perlawanan Buruh, Petani, Mahasiswa, Nelayan, Masyarakat Adat dan Kaum Miskin Kota Bersatu Melawan Kapitalisme dan Imperalisme
05/03/2026
❗️❗️SERUAN AKSI SERENTAK NASIONAL❗️❗️
Solidaritas Rakyat untuk Pembebasan Tapol menyerukan kepada seluruh unsur gerakan rakyat untuk terlibat dalam Aksi Serentak Nasional yang akan dilaksanakan pada:
🗓️ Kamis, 12 Maret 2026
⏰09.00
📢Bebaskan tahan politik seluruh Indonesia, Stop Perburuan Aktivis, Lawan Ketakutan dan adili pelaku pelanggar HAM
Penangkapan ribuan aktivis dengan pasal karet adalah bukti bahwa pembungkaman rezim hari ini semakin liar terjadi. Menurut data terakhir, masih terdapat sebanyak 703 tahanan politik pasca gelombang aksi Agustus 2025. Penangkapan massal yang semakin masif ini merupakan bukti rezim militer yang menggunakan berbagai cara untuk memukul mundur gerakan rakyat dan membungkam demokrasi.
Rezim militer Prabowo ingin kita takut. Mereka ingin kita bungkam. Tapi mereka lupa, bahwa setiap tekanan hanya akan melahirkan perlawanan yang lebih besar.
Mari bersolidaritas untuk pembebasan tapol di seluruh Indonesia di masing-masing basis perlawanan daerahmu 👊
SEMAKIN DITEKAN, SEMAKIN MELAWAN!
BebaskanSeluruhTapolTanpaSyarat
05/03/2026
[Panggilan Penuhi Ruang Sidang Putusan! Solidaritas untuk Delpedro, Syahdan, Muzaffar, dan Khariq✊]
Setelah Jaksa Penuntut Umum menuntut hukuman 2 tahun penjara, Delpedro, Muzaffar, Syahdan, dan Khariq kini akan menghadapi sidang pembacaan putusan. Sebelumnya, Senin lalu, mereka membacakan pledoi masing-masing.
Dalam pledoinya yang berjudul “Membela Mereka di Agustus”, Delpedro menegaskan bahwa aksinya adalah kewajiban moral sebagai pembela HAM, bukan hasutan. Ia membela hak pelajar untuk berdemonstrasi serta mengkritik tuntutan jaksa yang mengabaikan fakta persidangan. Di bagian penutup, ia mengingatkan agar hukum tidak mereduksi manusia menjadi sekadar angka. Di balik 700 penangkapan dan berbagai label seperti “massa”, “kerusuhan”, atau “tersangka”, ada nama, wajah, dan kehidupan yang tak boleh dihapus dari nurani keadilan.
Melalui pledoi tersebut, mereka ingin menegaskan bahwa negara tidak boleh mengkriminalisasi kritik warga dan menyoroti bahwa pelaku kerusuhan yang sesungguhnya-termasuk dugaan provokasi aparat-belum diadili. Sementara ratusan orang dikambinghitamkan.
Sidang pembacaan putusan ini menjadi ujian nyata bagi ruang demokrasi dan kebebasan berekspresi generasi muda.
📢 Mari hadir dan bersolidaritas dalam Sidang Putusan:
🗓 Jumat, 6 Maret 2026
⏰ pukul: 14.00.WIB
📍 PN Jakarta Pusat, Ruang Sidang Kusuma Admaja 4
Bersama Solidaritas untuk Pembebasan Tahanan Politik dan Gerakan Muda Lawan Kriminalisasi, kita penuhi ruang sidang!
Bebaskan Kawan Kami! Penjarakan Pelanggar HAM!
MakinDitekanMakinMelawan
02/03/2026
Jakarta, 02 Maret 2026
Sidang Pledoi Pedro dkk.
Ada yang dibunuh
Ada peraturan
Ada undang-undang
Ada pembesar, polisi, dan militer
Hanya satu yang tidak ada: keadilan
(Pramoedya Ananta Toer)
Dok:Beni.
01/03/2026
Minggu lalu, Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan tuntutan 2 tahun penjara terhadap Delpedro, Muzaffar, Khariq, dan Syahdan. Tuntutan ini termasuk yang tertinggi dalam perjalanan kriminalisasi pasca Perlawanan Agustus.
Tingginya tuntutan berbanding terbalik dengan proses pembuktian. Pembuktian di pengadilan menunjukkan bahwa mereka bukanlah penghasut kerusuhan selama 25 - 31 Agustus 2025. Menunjukkan sesatnya peradilan di Indonesia untuk memuluskan pengkambing hitaman para aktivis bersamaan dengan mengabaikan kompleksitas aktor dan kepentingan yang ada di lapangan.
Kami mengajak kalian semua untuk memenuhi ruang sidang! Kami mengajak kalian semua untuk bersama-sama meneriakkan: Bebaskan Kawan Kami! Penjarakan Pelanggar HAM!