15/03/2017
EMAS Indonesia
Expanding Maternal & Neonatal Survival (EMAS), program USAID untuk mendukung pemerintah Indonesia me
WHO WE ARE
The Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) is a United States Agency for International Development (USAID) program in Indonesia, launched in 2011. The five-year (2011-2016) program supports the Government of Indonesia (GOI) in reducing maternal and newborn mortality in six provinces in Indonesia. EMAS works in partnership with Indonesian government agencies (national, provinci
15/03/2017
01/02/2017
Prioritas Program EMAS (Expanding Maternal and Neonatal Survival) adalah: 1). Membuat rumah sakit dan puskesmas mampu dan bertanggung jawab dalam menyediakan pelayanan berkualitas pada keadaan gawat darurat dan bayi baru lahir, dan 2). Membantu untuk memastikan bahwa dalam keadaan gawat darurat, ibu hamil dan bayi dirujuk ke fasilitas kesehatan yang tepat pada waktu yang cepat serta diberi pelayanan yang tepat, yang dapat menyelamatkan jiwa pada saat dan dalam perjalanan kerumah sakit. Untuk membantu rumah sakit dan puskesmas mampu menyediakan layanan itu, buku-buku panduan dan video tutorial sebagai referensi bapak dan ibu, dapat di unduh di website Program EMAS http://emasindonesia.org/
23/01/2017
Setelah data dari Buku Register dicatat dan dianalisis, data perlu digunakan untuk pengambilan keputusan. Bagaimana proses penggunaan datanya untuk pengambilan keputusan di Rumah Sakit dan Puskesmas dapat dilihat pada tautan berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=pxwHooYkPno&feature=youtu.be
Penggunaan Data untuk Pengambilan Keputusan di RS dan Puskesmas Video tentang penggunaan data untuk pengambilan keputusan baik di tingkat puskesmas maupun di Rumah Sakit.
23/01/2017
Untuk melengkapi dan mempermudah sistem pencatatan di rumah sakit dan puskesmas, telah dikembangkan Buku Register yang panduan pengisiannya dapat bapak dan ibu lihat pada tautan berikut :
https://www.youtube.com/watch?v=b_j0l2gVdns&feature=youtu.be
https://www.youtube.com/watch?v=JvgLYdqTkPY&feature=youtu.be
Tutorial Buku Register di Puskesmas Video ini berisi mengenai tutorial pengisian buku register di Puskesmas.
09/01/2017
Program EMAS (Expanding Maternal Neonatal Survival) di Indonesia telah dilaksanakan sejak bulan September 2011 dan akan berakhir pada bulan Maret 2017 pada 6 Provinsi dan 30 kabupaten/kota di Indonesia. Program EMAS merupakan kegiatan kerjasama USAID dengan Pemerintah Indonesia untuk kesehatan ibu dan bayi baru lahir yang pelaksanaannya secara teknis oleh sebuah konsorsium yang terdiri dari Jhpiego, Yayasan Sayangi Tunas Cilik atau Save the Children Indonesia, Research Triangle Institute (RTfI, Muhammadiyah dan Lembaga Kesehatan Budi Kemuliaan (LKBK) dengan tujuan akhir yaitu memberikan kontribusi terhadap upaya untuk menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia.
|
Berbagai hasil dan data program EMAS serta analisisnya telah menghasilkan beberapa rekomendasi yang dapat lebih mempercepat capaian dampak nasional, khususnya di provinsi intervensi program EMAS. Mengingat pentingnya peran lintas program dan organisasi profesi terkait, maka Direkrut Jenderal Kesehatan Masyarakat - Kementerian Kesehatan RI mengundang berbagai pihak terkait untuk membahas hasil danmempertajam rekomendasipada kegiatan Lokakarya lmplementasi Program EMAS yang dilaksanakan Kamis (22/12) kemarin di Kementerian Kesehatan.
19/12/2016
Sedianya 22 Desember diperingati oleh seluruh ibu, namun ada ibu yang tidak ikut merayakan akibat meninggal saat melahirkan. Data SDKI menyebutkan, setidaknya ada 42 ibu Indonesia yang meninggal setiap hari. Jumlah ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara. Angka ini berbanding lurus dengan tingginya angka kematian bayi baru lahir, yaitu sebanyak 260 bayi per hari. Untuk melihat infografik perbandingan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di negara-negara ASEAN, bisa dilihat di www.emasindonesia.org.
Penyebab terbesar kematian ibu adalah komplikasi persalinan seperti perdarahan dan keracunan kehamilan (pre/eklampsia). Komplikasi terjadi akibat keterlambatan penanganan, baik tindakan klinis maupun proses rujukan. Misalnya, minimnya pengetahuan petugas kesehatan intuk melakukan stabilisasi pasien sebelum merujuk dan tidak tertatanya sistem komunikasi antara fasilitas kesehatan yang merujuk (misalnya Puskesmas) dengan fasilitas kesehatan rujukan (rumah sakit).
Sebagai upaya untuk mencegah keterlambatan penanganan tersebut, bersama canangkan Program Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir pada 2012 lalu. Program ini merupakan kerjasama dari lima organisasi, yaitu Muhammadiyah, Jhpiego, LKBK Budi kemuliaan, Save the Children Indonesia dan Riset Triangle Institute. Program ini mendampingi 150 rumah sakit dan 300 Puskesmas yang tersebar di 30 kabupaten/kota yang menjadi penyumbang tertinggi angka kematian di Indonesia, yaitu Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan; untuk meningkatkan pelayanan kegawatdaruratan bagi ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Program ini juga bermitra dengan pemerintah lokal, organisasi kemasyarakatan dan individu, untuk memastikan kontribusi dan peran aktif seluruh pihak dalam ikut mengurangi angka kematian ibu dan bayi di daerahnya masing-masing. Setelah lima tahun masa dampingannya, program EMAS memastikan sebanyak sebanyak 500 ribu ibu hamil telah mendapat layanan kesehatan berkualitas. Usaha kecil ini menjadi harapan besar bagi ibu dan keluarganya agar ibu dan bayi baru lahir dapat hidup selamat.
01/12/2016
Program EMAS membuka stand pada Gebyar Hari Kesehatan Nasional ke 52, di parkir barat Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung pada 27 November 2016.
30/11/2016
Parapihak yang terlibat dalam Program Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (EMAS) di Provinsi Jawa Barat, bertemu dalam agenda dengar pendapat dengan sejumlah pelaku media pada Rabu (30/11) hari ini.
17/11/2016
Komitmen Pemerintah Kab. Tangerang dalam peningkatan kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya pengurangan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir (AKI dan AKB) sangat tinggi.
Kab. Tangerang tercatat sebagai salah satu wilayah penyumbang AKI dan AKB terbesar di Indonesia. “Pemkab Tangerang akan terus berupaya memberi pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat, khususnya untuk penyelamatan ibu dan bayi baru lahir,” jelas Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
Setelah mengeluarkan Peraturan Bupati No 128 Tahun 2014 tentang perubahan atas Peraturan Bupati No 56 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelayanan Rujukan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal di Kab. Tangerang, Bupati ajak berbagai pihak untuk ikut wujudkan cita-cita menurunkan AKI dan AKB. Maka dilakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemkab dengan rumah sakit pemerintah dan swasta, organisasi profesi dan pemangku kepentingan lainnya sebagai wujud komitmen tersebut.
Komitmen bersama ini oleh Pemkab Tangerang diwadahi dalam program “Bergandengan Tangan Menyelamatkan Ibu dan Bayi Baru Lahir”. Program inilah yang membawa Kabupaten Tangerang berhasil menggandeng penghargaan SINOVIK.
Cerita lengkapnya dapat dibaca ditautan berikut:
https://apkasi.org/best-practice/bisa-ditiru-ini-cara-kabupaten-tangerang-tekan-angka-kematian-ibu-bayi-baru-lahir/
Bisa Ditiru! Ini Cara Kabupaten Tangerang Tekan Angka Kematian Ibu & Bayi Baru Lahir - Apkasi Kabupaten Tangerang, merupakan daerah penyumbang tertinggi kematian ibu (karena persalinan) dan bayi baru lahir di Provinsi Banten. Tahun 2015, jumlah kematian ibu mencapai 52 dan 334 kematian bayi. Sedangkan tahun 2016 (hingga September) tercatat 48 kematian ibu dan 209 kematian bayi. “Tingginya k...
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Telephone
Website
Address
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 3-4 Kuningan, Jakarta Selatan
Jakarta
12950
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |
