22/02/2024
Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Bengkulu Prof. Dr. Irfan Gustian, S.Si, M.Si hadiri acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diselenggarakan di hari Selasa, 20 Februari 2024 bertempat di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara penandatanganan dilakukan secara bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan 4 Perguruan Tinggi lainnya yaitu Institut Teknologi Sumatera, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman dan Universitas Tanjungpura.
Nota Kesepahaman antara KLHK dengan Universitas Bengkulu merupakan kerja sama baru yang dimaksudkan untuk menjalin hubungan kerja sama pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mempertimbangkan tugas dan fungsi serta keperluan para pihak. Melalui MoU ini Para Pihak sepakat untuk meningkatkan sinergitas dalam dalam pelaksanaan Program Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
22/02/2024
Rektor Institut Teknologi Sumatera Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada saat pertemuan yang diselenggarakan di hari Selasa, 20 Februari 2024 bertempat di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara penandatanganan dilakukan secara bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan 4 Perguruan Tinggi lainnya yaitu Universitas Bengkulu, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman dan Universitas Tanjungpura.
Nota Kesepahaman antara KLHK dan Institut Teknologi Sumatera merupakan kerja sama baru yang dimaksudkan untuk menjalin hubungan kerja sama pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mempertimbangkan tugas dan fungsi serta keperluan para pihak. Melalui MoU ini Para Pihak sepakat untuk meningkatkan sinergitas dalam dalam pelaksanaan Program Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
22/02/2024
Rektor Universitas Lambung Mangkurat Prof. Dr. Ahmad, S.E., M.Si telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada saat pertemuan yang diselenggarakan di hari Selasa, 20 Februari 2024 bertempat di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara penandatanganan dilakukan secara bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan 4 Perguruan Tinggi lainnya yaitu Institut Teknologi Sumatera, Universitas Bengkulu, Universitas Mulawarman dan Universitas Tanjungpura.
Nota Kesepahaman antara KLHK dengan Universitas Lambung Mangkurat merupakan perpanjangan dari Perjanjian Kerja Sama yang telah ada sebelumnya dan dimaksudkan untuk terus menjalin dan meningkatkan hubungan kerja sama pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mempertimbangkan tugas dan fungsi serta keperluan para pihak. Melalui MoU ini Para Pihak sepakat untuk meningkatkan sinergitas dalam dalam pelaksanaan Program Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
22/02/2024
Rektor Universitas Tanjungpura Prof. Dr. H. Garuda Wiko S.H., M.Si. telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM tentang Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada saat pertemuan yang diselenggarakan pada hari Selasa, 20 Februari 2024 bertempat di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara penandatanganan dilakukan secara bersamaan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan 4 Perguruan Tinggi lainnya yaitu Institut Teknologi Sumatera, Universitas Bengkulu, Universitas Lambung Mangkurat, dan Universitas Mulawarman.
Nota Kesepahaman antara KLHK dan Universitas Tanjungpura merupakan perpanjangan dari Perjanjian Kerja Sama yang telah ada sebelumnya dan dimaksudkan untuk terus menjalin dan meningkatkan hubungan kerja sama pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan mempertimbangkan tugas dan fungsi serta keperluan para pihak. Melalui MoU ini Para Pihak sepakat untuk meningkatkan sinergitas dalam dalam pelaksanaan Program Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
21/11/2023
Halo, selamat malam sobat SDGs!
Ada 2 hal yang mau admin umumkan nih.
1. Pengumuman pemenang lomba diundur yaa karena antusiasme peserta yang luar biasa sehingga proses penilaian oleh Dewan Juri masih berlangsung. Waktu pengumuman pemenang akan diinfokan kemudian.
2. Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat apresiasi yaaa.. mohon maaf, kami belum mengunggah seluruh karya karena keterbatasan pengunggahan jumlah file. Jangan khawatir, kami akan mengunggah seluruh karya.
Sekian info dari admin.
Selamat malam. Selamat beristirahat sobat SDGs!
14/11/2023
"[Lomba Infografis KLHK]
[Lomba Infografis KLHK]
“Kontribusi Para Pihak dalam Mendukung Capaian TPB/SDGs pada Pilar Lingkungan”
Salam Lestari!
Halo semua, perkenalan saya Widya dan Yozhi dari SMA Negeri 1 Singaraja, kali ini kami akan membahas tentang salah satu pilar lingkungan SDGs yakni Ekosistem Laut dengan karya berjudul “Hidup Lestari Lewat Alam Bahari”.
Sebelumnya, SDGs (Sustainable Development Goals) merupakan sebuah program pembangunan berkelanjutan dimana didalamnya terdapat 17 tujuan dengan 169 target yang terukur dengan tenggat waktu yang ditentukan. SDGs adalah agenda pembangunan dunia yang bertujuan untuk kesejahteraan manusia dan planet bumi.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia telah membuka secara umum kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam penerapan SDGs dengan diadakannya lomba infografis ini.
Sesuai dengan tema, kata kunci “kontribusi” sendiri berarti lebih menekankan bagaimana keikutsertaan dan keaktifan kita dalam menjaga bumi dan mewujudkan tujuan serta target untuk kesejahteraan bersama.
Salah satu lingkungan yang paling dekat dan menarik untuk kami bahas adalah Alam Bahari/Ekosistem Laut. Tentunya tak asing jika laut sering dijadikan tempat pariwisata dan seiring berjalannya waktu, ekosistem laut semakin terancam rusak akibat ulah manusia.
Untuk itu, sahabat Indonesia bisa menyimak dan menangkap informasi yang kami berikan melalui infografis di atas. Semoga dapat membantu dan bermanfaat.
Kami harap seluruh Warga Negara Indonesia dari berbagai kalangan dan sektor bisa bersatu padu berkerja sama untuk turut serta dalam mewujudkan SDGs.
Salam Lestari!
1. Ni Luh Mang Puspita Widyaningsih_Ketua
2. Yozhia Christian Praditya_Anggota
.acy
Umum"
14/11/2023
[Lomba Infografis KLHK]
“Laut Adalah Sumber Kehidupan Kita!”
Ekosistem laut di Indonesia merupakan keajaiban alam yang kaya dan beragam. Dari perairan pantai hingga laut terbuka, ekosistem ini menyajikan lanskap yang menakjubkan dan mendukung kehidupan yang melimpah. Meski kaya akan sumber daya, ekosistem ini menghadapi tantangan seperti penangkapan ikan berlebihan dan dampak aktivitas manusia lainnya.
Maka dari itu Perlindungan dan pengelolaan yang berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kelestarian kehidupan laut di Indonesia. Target dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ke-14 adalah mencegah dan secara signifikan mengurangi segala jenis polusi kelautan, terutama dari aktivitas daratan dan meningkatkan keuntungan ekonomi bagi negara berkembang kepulauan kecil dan negara kurang berkembang dari penggunaan yang berkelanjutan terhadap sumber daya kelautan.
Adityan Mahendra
Adityan Mahendra
Umum
13/11/2023
[Lomba Infografis KLHK]
Dari sudut pandang lingkungan hidup, dunia saat ini menghadapi tiga tantangan besar, yaitu perubahan iklim, polusi, dan penipisan sumber daya (termasuk tanah dan air). Ketiga hal ini menimbulkan tantangan mendasar dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi (dan juga kesejahteraan sosial). Berfokus pada dimensi lingkungan SDGs/TPB, maka aspek implementasi dan peluang sinergi terdapat pada 6 indikator diantaranya ; Air bersih dan sanitasi layak, kota dan pemukiman yang layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem lautan dan ekosistem daratan.
Pencapaian SDGs/TPB pada dekade mendatang memerlukan ambisi, ketegasan, dan rasa urgensi. Dekade Aksi untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan akan menuntut mobilisasi semua orang, di mana pun, berdasarkan pada tingkat ambisi yang mendorong ide-ide menjadi solusi yang nyata, berani, dan dapat diimplementasikan.
SDGs/TPB memfasilitasi dan mendorong kontribusi para pemangku kepentingan dari berbagai sektor di tingkat global yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan, juga mengembangkan publikasi dan materi serta alat penelitian lainnya serta memberikan peluang peningkatan kapasitas bagi pemerintah pusat dan pemangku kepentingan untuk mendukung pertukaran pengetahuan, mengidentifikasi praktik yang baik, dan memperkuat keterlibatan pemangku kepentingan dalam implementasi Agenda 2030.
Nyoman Aries Setiawati, S.Hut., M.S.E.P.
ariessetiawatinyoman
ASN KLHK
13/11/2023
[Lomba Infografis KLHK]
“Laut Indonesia Itu Kaya”
Alasan saya memilih tema ini karena laut indonesia masih memiliki potensi yang tinggi untuk dikembangkan, dilihat dari luas laut indonesia yang mencapai 5.076.800 km2 Indonesia sampai disebut Negara Maritim.
Dengan begitu indonesia memiliki potensi lebih di bidang perikanan maupun kelautan.
Yuk kita maksimalkan potensinya agar bisa mendukung pembangunan berkelanjutan
Muhammad Luqman Ibrahim
IG: luq1409
U
13/11/2023
[Lomba Infografis KLHK]
[Pembangunan Berkelanjutan untuk Masa Depan]
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan upaya untuk mendorong kemajuan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Konsep Pembangunan berkelanjutan berfokus dan mempertimbangkan dalam empat nilai utama, yaitu ancaman terhadap perubahan iklim yang sangat ekstrim, kekurangan bahan makanan, kerusakan ekosistem, dan ketertinggalan transisi energi. Bukanlah suatu hal yang gampang dalam membuat semua bidang bisa berkesinambungan karena melihat berbagai faktor dengan cara yang bersamaan harus tetap di dalam jalur. Pembangunan berkelanjutan dalam hal ini tentunya menjadi suatu solusi yang bisa sekaligus menjawab permasalahan yang ada, dimana konsep pembangunan berkelanjutan adalah menanamkan nilai-nilai kepada masyarakat berupa pengembangan produktivitas dan pemenuhan kebutuhan yang lebih baik.
Pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pembangunan ekonomi saja, melainkan seluruh aspek pembangunan lainnya yang diasumsikan akan mengalami keberhasilan setelah pembangunan ekonomi berhasil dilakukan. Pembangunan berkelanjutan mencakup beberapa kebijakan penting dalam sebuah elemen yang kokoh dan kuat dengan fokus dalam 4 pilar SDGs, yaitu Pembangunan sosial, Pembangunan lingkungan, Pembangunan ekonomi, serta Pembangunan hukum dan tata kelola.
Dalam mendukung semua hal tersebut, tentunya harus melibatkan berbagai sektor yang ada. Berkaitan akan hal di atas, dimana semua sektor juga dibutuhkan dalam membantu terwujudnya suatu kesinambungan bersama sehingga akan menghasilkan sebuah kekuatan negara dan sekaligus sebagai suatu tanda akan perubahan negara berkembang menjadi negara maju dengan kesejahteraan yang merata.
Febrina Mawarti Andarini_Perhutani
Umum