24/02/2023
Tak kenal maka kenalan ✨
Yuk, mengenal lebih dalam dengan transformasi kesehatan
Sebuah inisiasi perubahan dari Kemenkes untuk mewujudkan layanan kesehatan yang adil dan merata
Sistem kesehatan makin kuat, masyarakat kian sehat!
15/02/2023
15 Februari 2023 diperingati sebagai Hari Kanker Anak Sedunia. Tahun ini mengusung tema 'Better Survival' is achievable . Tema tersebut berfokus pemberian penghargaan kepada keluarga dan perawat untuk segala dampak positif yang mereka berikan pada kehidupan anak-anak dan remaja pengidap kanker.
Tak hanya sekedar tema, merupakan kampanye multitahun yang dirancang menggunakan citra universal dari cetakan tangan anak-anak yang dicat warna-warni untuk mewakili tingkat kelangsungan hidup pengidap kanker pada skala nasional, regional dan internasional.
01/02/2023
Mari unduh Buku Saku Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022 pada link berikut :
www.badankebijakan.kemkes.go.id
25/01/2023
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia yang dilaksanakan tahun 2022 diketahui bahwa angka stunting pada balita turun sebesar 2,8% dari 24,4% (tahun 2021) menjadi 21,6% (tahun 2022).
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengingatkan risiko stunting yang erat kaitannya dengan asupan gizi. Asupan gizi harus diperhatikan sejak masih dalam kandungan hingga masa pertumbuhan.
"Penting di sini makanannya protein hewani. Saya dimarahi semua profesor-profesor gizi karena saya kasih biskuit. Salah," kata Menkes dalam peringatan Hari Gizi Nasional 2023 di Jakarta Barat, Rabu (25/1/2023).
Ayo sukseskan percepatan penurunan angka stunting di angka 14% pada tahun 2024.
Selamat Hari Gizi Nasional ke-63
12/01/2023
Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan (Pusjak UK) Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kementerian Kesehatan menggelar Rapat Kerja dan Pengembangan SDM (Capacity Building) Ability to Execute (A2E) di Bandung selama 4 hari (2-5 Desember 2022).
Kepala Pusjak UK BKPK Pretty Multihartina membuka acara dan menyampaikan tujuan rapat kerja ini adalah untuk konsolidasi, untuk guyub, untuk kompak. “Sehingga kita bisa berkonstribusi terhadap apa yang ditugaskan kepada Pusjak UK untuk masyarakat Indonesia melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) dan Kementerian Kesehatan”.
Pertemuan ini dilanjutkan dengan Capacity Building Ability to Excecutive (A2E) Essential guna meningkatkan keterampilan seluruh SDM ASN di Pusjak Upaya Kesehatan dengan kemampuan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan pekerjaan sehari-hari dengan lebih efektif.
18/11/2022
17 November 2022 diperingati sebagai Hari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Dilansir dari situs resmi P2PTM Kemenkes bahwa Penyakit Paru Obstruktif Kronik dahulu disebut dengan Penyakit Paru Obstruktif Menahun. Penyakit ini ditandai dengan adanya perlambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Perlambatan Aliran udara umumnya bersifat progresif dan berkaitan dengan respons inflamasi yang abnormal terhadap partikel atau gas iritan.
Gejala PPOK yaitu:
• Sesak napas
• Batuk-batuk kronis (batuk 2 minggu)
• Sputum yang produktif (batuk berdahak) Pada PPOK eksaserbasi akut terdapat gejala yang bertambah parah seperti:
• Bertambahnya sesak napas
• Kadang-kadang disertai mengi
• Bertambahnya batuk disertai meningkatnya sputum (dahak)
• Sputum menjadi lebih purulen dan berubah warna
• Gejala non-spesifik: lesu, lemas, susah tidur, mudah lelah, depresi
Pengobatan PPOK dapat dilakukan dengan perubahan gaya hidup (menghindari asap rokok, olahraga, mengatur pola makan, dan istirahat cukup). Selain itu pengobatan PPOK dengan terapi oksigen, rehabilitasi paru (pernapasan), dan terapi ventilasi non-invasif di rumah.
15/11/2022
Diabetes ialah penyakit kronis yang terjadi saat kadar gula darah cenderung tidak terkontrol karena kurangnya insulin dari pankreas. Akibatnya, gula darah tidak dapat diolah menjadi energi dan menumpuk di sel-sel tubuh. Diabetes bisa menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, kebutaan, dan gangguan ginjal.
Tanggal 14 November diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia. Pada tahun 2022 ini, mengangkat tema "Access to Diabetes Care" yang artinya akses ke perawatan diabetes.
9 Gejala Diabetes yang sering tidak disadari yaitu:
1. Sering buang air kecil
2. Sering haus
3. Pandangan mata terganggu atau mata terasa kabur
4. Berat badan turun drastis
5. Sering mengalami gatal-gatal
6. Kurang bertenaga dan sering merasa lapar
7. Keluar keringat berlebih
8. Kesadaran menurun
9. Urine keruh dan berbau
Lantas bagaimana cara mencegah penyakit diabetes?
1. Rutin melakukan aktivitas fisik 30 menit sehari
2. Mengatur pola makan sehat dan seimbang
3. Hindari penggunaan tembakau (rokok, tembakau kunyah) dan alkohol
4. Pertahankan berat badan ideal
5. Periksa Gula Darah dan Kadar HbA1c secara rutin
11/11/2022
SOSIALISASI FORTIFIKASI UNTUK PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT
Jakarta, 10 November 2022 Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Fortifikasi Pangan untuk Perbaikan Gizi Masyarakat, kegiatan ini hadiri oleh Perwakilan dari Asian Development Bank (ADB), World Food Programme (WFP), SEAMEO REFCON, Ditjen Kesehatan Masyarakat, Ditjen Pelayanan Kesehatan, Ketua Tenaga Ahli, PMO, AKAU, Ketua tim kerja di lingkungan Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK).
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan (Pretty Multihartina, Ph,D) “Kegiatan ini sudah ada dalam perencanaan bersama dengan ADB dan WFP, yang akan menyampaikan kembali sosialisasi didalam Kemenkes sehingga kita bisa melihat apa saja yang sudah dilakukan yang sekiranya yang bisa inline dengan kegiatan yang sedang dilakukan kemenkes atau mungkin kita bisa memberikan inside kepada kawan-kawan bahwa apa yang dilakukan mungkin bisa mengimplementasikan apa yang sudah ada yang menjadi indikator yang disampaikan oleh Bappenas terkait dengan indikator pangan dalam RPJMN 2020-2024 ini,” tutur Petty.
Masalah gizi di Indonesia saat ini tidak saja pada masalah gizi kurang, gizi berlebih, tetapi juga terdapat masalah kekurangan gizi mikro. Hal ini dikenal sebagai 3 masalah gizi (Triple burden malnutrition), secara global terdapat sekitar 2 miliar orang mengalami kekurangan zat gizi mikro. Data tentang kekurangan zat gizi mikro di Indonesia yang tersedia saat ini menggambarkan bahwa angka prevalensi anemia pada ibu hamil karena kekurangan Zat Besi semakin meningkat. Defisiensi zat gizi mikro ini disebabkan karena kekurangan asupan, gangguan penyerapan atau penggunaan yang meningkat pada satu atau lebih vitamin dan mineral. WHO mengindikasikan defisiensi zat besi, vitamin A dan yodium merupakan keadaan yang sering dijumpai pada kelompok anak.
Cara untuk mengatasi masalah kekurangan zat gizi mikro (hidden hunger) dapat berupa supplementasi atau fortifikasi. Strategi untuk mengatasi masalah gizi mikro bergeser dari suplementasi menjadi fortifikasi karena program suplementasi memerlukan biaya besar, sementara fortifikasi melalui bahan pangan yang dikonsumsi masyarakat secara luas terutama penduduk tidak mampu dan biaya yang relatif lebih rendah. Beberapa tantangan dalam pelaksanaan fortifikasi, diantaranya perlunya penerapan teknologi tepat guna terutama dukungan sarana dan prasarana yang mendukung implementasi fortifikasi pangan. Dibutuhkan p**a peningkatan kapasitas produsen dan industri kecil menengah dalam menghasilkan produk pangan sesuai SNI yang berlaku. Selain itu, perlu juga ditetapkan jenis zat gizi yang perlu ditambahkan pada bahan pangan fortifikan. Penetapan ini dengan memperhatikan situasi defisiensi gizi mikro di Indonesia.
Dalam kesempatan ini p**a menurut Chief Expert BKPK (Dr. dr. Anung Sugihantono, M.Kes) menyampaikan “Fortifikasi ini sesungguhnya ada 3 aspek yang harus dibicarakan secara konfrehensif yaitu Pertama terkait dengan Teknologi, kedua adalah yang terkait dengan pemilihan pangan fortifikan, sekaligus juga perhitungan tentang pemilihan dalam melaksanakan fortifikasi, ketiga yang ada dilingkungan kemenkes yakni adalah konsumsi, berkaitan dengan prilaku, ketersediaan, keterjangkauan tapi sekaligus juga berkaitan dengan persepsi dari masyarakat yang menggunakan fortifikasi.”
Narasumber dari SEAMEO menyampaikan materi tentang situasi kekurangan gizi mikro di Indonesia dengan mengambarkan berdasarkan data penelitian mengenai distribusi asupan berdasarkan pop**asi, target pop**asi yang akan disasar dan bagaimana fortifikasi besar dapat mengurangin inadequate intake. Narasumber dari WFP juga menyampaikan Scaling Up Postharvest Rice Fortification for better Nutrition in Indonesia, yaitu jika fortifikasi beras ini bisa dimasukan dalam program bantuan sembako, maka dapat menurunkan keterjangkauan malnutrition. Berdasarkan hasil lesson learned from Bangladesh kita bisa mengikuti sistemnya tetapi di Indonesia kita harus bekerja sama dan komitmen bersama antar lintas sektoral agar kedepannya suistanable.
Diakhir acara dr. Mukhti Eka Rahardian, MARS, MPH selaku moderator menyimpulkan bahwa tujuan kegiatan sosialisasi fortifikasi untuk perbaikan gizi masyarakat sudah tercapai yaitu mendapatkan informasi berdasarkan riset sehingga kita mengetahui zat gizi apa yang harus ditambahkan dalam bahan pangan, mendapatkan informasi target pop**asi, dan mendapatkan informasi pengkayaan kebutuhan bahan/fortifikan yang diperoleh setiap level.
Acara ditutup secara resmi oleh dr. Mukhti, sebagai tindak lanjut agar rencana fortifikasi pangan untuk perbaikan gizi masyarakat dapat terlaksana maka diperlukan dukungan dan kerja sama serta komitmen bersama antar lintas sektor. Sehingga masalah gizi di Indonesia dapat berkurang, dan terwujudnya Indonesia sehat. (penulis:yuliana)
10/11/2022
Selamat Memperingati Hari Pahlawan..
Pada 10 November 2022 ini, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku” yang bermakna teladan dari para Pahlawan Bangsa yang telah merasuk sukma, kiranya menjadi semangat di peringatan Hari Pahlawan tahun ini.
01/11/2022
UJI COBA PENERAPAN LAYANAN JEJARING INTEGRASI
“SI NONA” (SISTIM INFORMASI KNOWLEDGE MANAGEMENT)
Senin, 31 Oktober 2022 Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan menyelenggarakan uji coba aplikasi jejaring integrasi Sistem Informasi Knowledge Management “SI NONA”, tim pembangunan layanan jejaring integrasi sistem informasi knowledge management ini diketuai oleh dr. Mukhti Eka Rahardian, M.Kes sekaligus penggagas terciptanya aplikasi SiNona.
Uji coba ini dilaksanakan secara Hybrid di Ruang Arslonga Percetakan Negara. Acara ini dihadiri oleh Analis Kebijakan Ahli Utama di Lingkungan Kementerian Kesehatan, Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemenkes, Tim kelompok kerja I (bagian tata usaha, perencanaan, penganggaran, sarana dan prasarana), tim kelompok kerja II (teknis, manajemen data, dan instrumentasi), tim kelompok kerja III ( substansi, advokasi dan kemitraan), tim pokja IV (sumber daya manusia) dan tim kelompok kerja V (monitoring dan evaluasi).
SiNoNa merupakan platform dan fitur digital yang menyediakan akses data, informasi dan pengetahuan dalam setiap proses bisnis penyusunan formulasi kebijakan kesehatan secara efisien, efektif dan akuntable untuk membangun budaya kerja baru bagi para pejabat fungsional Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) yang berjejaring dan berintegrasi dalam pengambilan keputusan yang tepat bersama para pemangku kebijakan.
Dalam melaksanakan tugasnya Tim Pembangunan Layanan Jejaring Integrasi Si Nona berkewajiban menyampaikan laporan tertulis hasil pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan melalui Kepala Pusat Kebijakan Upaya Kesehatan.
Pretty Multihartina, Ph.D selaku Kepala Pusjak Upaya Kesehatan memberikan arahan sekaligus membuka acara, beliau berharap sistem ini didesign bersama IT untuk mencapai satu dashboard yang bisa dijadikan informasi up to date atau menyiapkan ruang data dengan cepat. SiNona ini juga terkait dengan penyusunan data rekomendasi kebijakan karena digitalisasi menjadi satu hal wajib untuk kecepatan mendapatkan hasil.
Prahumas
28/10/2022
Selamat Memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2022.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Sekretariat Negara RI, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94 tahun 2022 ini mengusung tema "Bersatu Bangun Bangsa". Tema itu mengajak Pemuda Indonesia untuk menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama serta berbagai kepentingan menjadi faktor penguat dan bukan faktor yang melemahkan.