03/02/2022
TITIK TEMU NASAB
Usai mendampingi TGH Patompo Adnan dan Prof. Gatot Dwi Hendro berdiskusi dengan Norviadi Setio Husodo KaBid Perlindungan Kebudayaan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dalam rangka penyusunan Rancangan Perda C***r Budaya. Kami berkeliling melihat koleksi Museum Gedung Djoeang ‘45 di Jalan Menteng 31 Jakarta Pusat.
Saat berkeliling di Museum tersebut, terbayang suasana paikologis B**g Karno dan B**g Hatta ketika melihat mobil dinas yang tersimpan apik di sebuah ruang.
Mobil pertama adalah mobil bernomor plat Rep 1, yang merupakan mobil sedan hitam mewah jenis Buick seri 8, yang dikeluarkan oleh Buick Motor Division dan rilis pada tahun 1939 dengan kapasitas mesin 5247 cc.
Sedan bermoncong panjang ini adalah mobil kepresidenan pertama yang dimiliki pemerintah Indonesia dan digunakan oleh Ir. Soekarno dalam menjalankan tugas sebagai presiden, di tahun 1945-1949.
Kedua adalah Mobil Rep 2. Berwarna putih dan hasil keluaran DeSoto Cabriolet. Digunakan sebagai mobil dinas Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Mobil mewah ini dibuat pada tahun 1938, yang awalnya adalah kepemilikan dari seorang pengusaha di Jakarta yang juga merupakan paman dari Mohammad Hatta.
Terasa kenyal empuk besi per lingkar yang dibalaut kulit coklat sebagai kursinya. Stang setir unik berwarna coklat muda dengan diameter 15 inci ditambah panel manual penunjuk kecepatan dan bahan bakar, kian memperkuat imajinasi masa lalu tentang kokohnya mobil “tempoe doeloe”
01/02/2022
TANGIS DAN TAWA
Dalam sebuah pertemuan kelas dunia, Abu Bongoh menjelaskan makna tangis dan tawa manusia saat menyambut kelahiran dan menghadapi kematian.
“Dalam teori Asbuntoha alias Asal Bunyi Tolol tapi Hangat, bahwa manusia itu selalu tertawa saat menyambut kelahiran bayi sedangkan bayi yang dilahirkan justru menangis,” jelasnya memulai.
“Mengapa demikian..?’
“Itu disebabkan karena perseteruan antar sel sperma,”
“Maksudnya…?”
“Sel sperma yang jadi bayi itu bukan sel pemenang melainkan sel yang dibuly oleh sel lainnya dan disudutkan menjadi sel telur agar keluar ke dunia untuk menjalani beratnya kehidupan,”
“Oiya…?”
“Itulah sebabnya bayi lahir itu selalu menangis karena kaget melihat beratnya hidup dan keluarga yang menyambutnya justru tertawa karena bertambah teman senasib,.”
“Mengapa ada yang menangis disaat anggota keluarganya meninggal, sedangkan tang meninggal justru tersenyum..?”
“Yang senyum disaat meninggal itu karena telah terbebas dari beratnya kehidupan dan telah memiliki amal baik menghadapi kehidupan abadi. Sedangkan yang menangis itu bukan karena sedih atau merasa kehilangan, tapi karena ia masih harus berhadapan dengan beratnya kehidupan tanpa tahu kapan meninggal.”
Hadirin yang mendengarkan semua tepuk tangan bukan karena hebatnya penjelasan, tapi karena kesal dengan faham Abu Bongoh yang ngawur.
26/01/2022
DULU & SEKARANG
Dulu s**a menggoreng
Sekarang giliran ente digoreng
Dulu s**a menggiring
Sekarang giliran ente digiring
Dulu s**a menggarong
Sekarang giliran ente digarong
Dulu tampil garang
Sekarang ente ketakutan ngeliat orang garang
Dulu kalau berargumen selalu garing
Sekarang ente dijawab dengan argumen garing
Dulu ente s**a ngeles
Sekarang ente dibalas ngeles
Dulu mulut ente s**a ngelos
Sekarang disahutin p**a dengan ngelos
Dulu ente s**a memaki
Sekarang giliran ente dicaci
Dulu ente sering menuding orang sesat
Sekarang malah ente yang tersesat
Ayolah kawan sudahilah….
Jangan mau dibenturkan hanya dengan rayuan surgawi dan uang receh
Yang wajar saja…
Kalau sakit, berobatlah
Kalau ngantuk, tidurlah
Kalau lapar, makanlah
Kalau salah dan dosa, bertobatlah
Makanya bekerja
Jangan ikut-ikutan menjanjikan janjinya Tuhan
Karena janji Tuhan itu pasti…
Janji kita yang perlu dibuktikan
Cari rezeki yang halal
Bukan menghalalkan segala cara
Agar halal, maka…
Baca Fikir Kerja
Baca nama Tuhan
Fikirkan apa yang dikerjakan
Kerjakan apa yang difikir
Sambil tetap membaca nama Tuhan
19/01/2022
MIMPI
Kata atau kalimat yang diucap maupun ditulis adalah penerjemahan rasa senang, susah, sedih gembira, benci dan rindu.
Maka, cermin rasa itu dapat dilihat dari tindakan yang dilakukan.
Kegembiraan orang jelang PilKades di Desa Nyelekit mulai dirasakan warga. Papan promosi dengan ukuran besar mengisi persimpangan jalan dan sudut keramaian.
Isi atau materi promosi pada umumnya adalah kalimat rayuan dengan pilihan berbeda satu sama lainnya.
Ini menunjukkan warga desa benar-benar menerima perbedaan itu, meski kalimat itu cermin dari tindakan yang sungguhan atau hanya sekadar rayuan gombal.
Ada yang menarik. Maksud hati hendak menarik simpati kaum muda, namun sayang pilihan katanya kurang tepat. Persis anak sekolah yang diminta gurunya untuk bersemangat meraih mimpi. Padahal satu-satunya cara dalam mewujudkan mimpi adalah tidur.
Akibatnya banyak pelajar yang kerjanya justru tidur, dan ketika ditegur oleh ibunya dia menjawab “saya tidur karena disuruh guru untuk bermimpi, sepanjang mimpi belum saya dapatkan maka kerjaan saya hanya tidur… tidur….. dan tidur…”
“Lantas apa d**g yang tepat sebagai pengganti kata mimpi…??”
“Bersemangat atau BerIkhtiar atau Berjuang atau sejenisnya…. Sehingga kerjanya lebih riil dengan konsep yang rasional secara terencana terarah dan terukur.”
“Kalau di Desa Nyelekit saja ada, tentu di kota anda juga ada d**g. Ingetin dia kalau anda menyukainya…. Dan saya menulis ini karena saya s**a konsepnya, itulah sebabnya saya ingatkan…” kata Abu Bongoh.
16/01/2022
SEMAKIN CERDAS.
Salah satu ketahanan sosial masyarakat adalah gotong royong dan menjaga keamanan bersama alias ronda malam. Termasuk juga di Desa Nyelekit yang selalu saling bergotong royong dan membantu atar sesama tanpa melihat suku, agama, ras serta kaya miskin, termasuk melakukan ronda malam.
Suatu malam saat giliran Abu Mardut dan Abu Bongoh ronda malam, mereka asyik saling bertukar cerita di gardu kamling.
Dalam obrolan ringan itu, Abu Mardud bercerita bahwa kecerdasan seorang lelaki dapat dilihat dari ukuran alat reproduksinya.
“Masak sih…?” Sela Bongoh.
"Kalau ukurannya kecil, pertanda dia adalah lelaki bodoh dan kalau besar pertanda lelaki cerdas." Jelas Mardut.
“Pantas saja... semalam saat keliling ronda, kulihat ada lelaki bodoh bercanda dengan janda sebelah rumah di kamarnya, namun lama kelamaan lelaki itu semakin cerdas.” Kata Bongoh.
05/01/2022
JUJUR & CERDAS
"Bu... tadi di sekolah aku bisa jawab pertanyaan Bu Guru loh...!!!" Cerita seorang murid bernama Bongoh.
"Oh ya? Anakku memang cerdas. Emangnya Bu Guru tanya apa?" Tanya Ibunya dengan bangga.
"Bu Guru bertanya siapa yang kentut dan aku jawab, saya Bu Guruuu…" Jawab Bongoh dengan polos.
03/01/2022
Barang siapa diantara kalian menjadi PENGOPI
Maka sesungguhnya dia bukan PENGANGGUR
(Rwayat Abu Bongoh dan Guru Dolle)
16/12/2021
CUH…!!!
He.... waktu macan menguasai hutan,
ente ngapain aja...?
ente sembunyi kan?
hanya kasak kusuk dibelakang saja kan?
itu pengecut namanya...!!!
Sekarang disaat macan sudah tak berkuasa,
dan ente bebas bicara apa saja.
kok ente yang malah jadi macannya.
Memaksakan kehendak seenaknya...
ente ini teriak membenci macan
tapi menyerahkan hidup pada harimau
atau ente pura-pura membenci
agar ente bebas jadi harimau...???
hahahahaha.....
ada udang di balik batu
tapi batunya kekecilan
udangnya keliatan...
Kalau terus saja ente begitu.....
tunggulah...
sebentar lagi ente akan menjadi
Pembuangan Ludah Masa Depan.... Cuh....!!!
12/12/2021
SUDAHILAH…
Ayolah Kawan Sudahilah…..
Alam sudah memberi isyarat
Angin mengirim pesan
Beliung meluluh lantakkan
Air mengirim pesan
Tak terbendung menghanyutkan
Gunung mengirim pesan
Muntah menakutkan
Ayolah Kawan Sudahilah….
Keserakahan nafsu tak terbendung
Korban sudah berjatuhan
Nyawa tak ada arti
Mayat bergeletakan
Luka badan dan luka hati
Terkulai lemah tak bertulang
Ayolah Kawan Sudahilah…
Rintihan tangis mengiris hati
Melihat bayi digend**gan ibunya
Menyaksikan lelaki memeluk anak
Dan kedua orang tuanya
Mencari selamat dan berdoa
Ayolah Kawan Sudahilah…
Pertikaian demi pertikaian
Saling hujat dan memaki
Saling tuding kiri kanan
Saling sikut sana sini
Saling jegal sesama saudara
Saling tikam dari belakang
Atas nama macam macam
Untuk berebut makan dan kuasa
Ayolah Kawan Sudahilah….
Soal kecil jangan dibesarkan
Soal besar jangan diremehkan
Soal remeh jangan disepelakan
Soal sepele jangan diutamakan
Ayolah Kawan Sudahilah….
Kita ini Hamba
Bukan pemilik segalanya…
(07.12.21)
11/12/2021
TAK BERSAMANYA
Ingin rasanya marah dengan mereka
Yang selalu mengatasnamakanMU
Untuk membenarkan perbuatannya
Yang isinya menghina mencaci memaki
Dan merendahkan martabat sesama.
Namun DIA membisikkanku:
“Tak usah hawatir.... AKU tak bersamanya...”
27/11/2021
MOBIL MOGOK
Sudah dua kali berturut-turut mobil milik Abu Mardut mogok. Selalu mogok pada jam sibuk di simpang empat lampu merah. Setiap mogok selalu saja ada sahabat yang membantunya. Itulah arti peresahabatan.
Pagi itu hujan gerimis mengguyur. Mobil Abu Mardut melaju hingga tiba di sebuah persimpangan lampu merah. Tak lama berselang saat lampu hijau menyala, Abu Mardut menginjak pedal gas namun mesin mobil justru mati alias macet bin mogok.
Guru Dolle datang dan membantu mendorong mobil Abu Mardut hingga tepi jalan. Semua pengendara memandang peristiwa itu sambil tersenyum.
“Halo… segera kesini, mobil Abu Mardut mogok.” Kata Guru Dolle menelpon Abu Bongoh yang berprofesi sebagai montir.
Setelah diperiksa dan Abu Bongoh hanya mengencangkan sebuah baut dan mobilpun hidup.
“Berapa ongkosnya?” Tanya Abu Mardut.
“Seratus ribu.” Jawab Bongoh.
“Ha… kok mahal? masak sih hanya mengencangkan sebuah baut saja ongkosnya segitu banyak?” Tanya Abu Mardut.
“Ongkos mengencangkan baut hanya sepuluh ribu, tapi ongkos mencari baut mana yang harus saya kencangkan ongkosnya sembilanpuluh ribu.” Jawab sang Bongoh.