Halal Watch Indonesia

Halal Watch Indonesia

Share

Halal Watch adlh lembaga nirlaba yang mengamati, mengontrol perkembangan dan industri pangan halal. Karena masalah Halal adlh masalah utama utk umat Islam.

Pembela Makanan Haram Bangga, kenapa Pembela Halal Kita Cela? - Hidayatullah 05/02/2014

Yang haram saja begitu bangga, bahkan berencana mendanai/memodali dan menyebarkan seluas-luasnya, bagaimana mungkin kita umat Islam bisa-bisanya ‘menggembosi’ LPPOM atau lembaga yang concern urusan kehalalan yang dampaknya hingga ke akhirat?

Pembela Makanan Haram Bangga, kenapa Pembela Halal Kita Cela? - Hidayatullah Lho yang haram saja begitu bangga dan berencana menyebarkan seluas-luasnya keharamannya, bagaimana mungkin kita umat Islam ‘menggembosi’ LPPOM

Halal Watch : Makanan Haram Membuat Doa tidak Diijabah Allah 20/12/2013

Kajian Bincang Halal (Bilal) yang diselenggarakan oleh MKPD Al-Ridho bekerjasama dengan LAZIS (Lembaga Amil Zakat, Infak, Sedekah) dan Dewan Da’wah. Semoga sosialisasi halal makin menyebar ke tengah umat..

Halal Watch : Makanan Haram Membuat Doa tidak Diijabah Allah Jakarta (SI Online) - Bertempat di Masjid Al-Ridho Perumahan Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Ahad, 15 Deesember lalu, Halal Watch menggugah Jamaah MKPD (Majelis Kajian dan Pengembangan Dakwah) Al-Ridho untuk meningkatkan kepedulian terhadap aspek kehalalan barang konsumsi. Sebab, men...

JPNN.COM : Obat Berkatalisator Babi Tetap Haram 09/12/2013

MUI menegaskan sesuai dengan kaidah ushuliah, sesuatu yang haram awalnya meski diproses sedemikian rupa, hasil akhirnya tetap haram. Meski hasil akhirnya sudah tidak terdeteksi.
Rilis resmi MUI (7/12)

JPNN.COM : Obat Berkatalisator Babi Tetap Haram JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya angkat bicara mengenai pernyataan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi soal halal/haramnya suatu obat dengan menggunakan katalisator berbahan babi. MUI menegaskan, hal itu tetap haram meski hasil akhir ...

08/12/2013

Racun-racun Hati : Racun Perut
Ditulis oleh Muhammad Shaleh Drehem, Lc.

Setelah racun lisan dan racun mata, yang juga sangat berbahaya bagi kesehatan hati kita adalah racun perut. Seperti apakah racun perut itu?

Racun perut adalah racun yang datang dari makanan atau minuman yang kita masukkan kedalam perut kita. Namun pengertian racun disini bukanlah sebagaimana yang biasa kita pahami. Racun perut yang dimaksud disini meliputi dua hal.

Pertama, segala jenis makanan yang haram. Meskipun sedikit, makanan yang haram akan meracuni hati kita. Makanan yang haram bisa dibedakan menjadi dua. Yang pertama, makanan yang secara dzatnya memang sudah haram, seperti daging babi, bangkai, darah, minuman keras, dan sebagainya. Yang kedua, makanan yang haram karena didapatkan dengan cara yang haram seperti mencuri, merampok, menipu, dan sebagainya. Semua jenis makanan yang haram ini akan menyebabkan hati kita menjadi keras. Jangankan makanan yang haram, makanan yang syubhat (yang masih belum jelas kehalalannya) pun bisa mengurangi kekhusyukan dan kenikmatan seseorang dalam beribadah.

Adapun racun perut yang kedua adalah makanan-makanan yang dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, meskipun makanan tersebut halal. Imam Ahmad dan Turmudzi meriwayatkan sebuah hadits dari Al-Miqdan bin Ma’ad Yakrib bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Tidak ada ‘bejana’ anak cucu Adam yang lebih berbahaya daripada perut mereka (yakni ketika biasa diisi dengan makanan secara berlebihan). Cukuplah bagi seorang manusia beberapa suapan makanan yang bisa mengokohkan otot-otot dan persendiannya. Jika tidak bisa demikian, hendaknya ia mengisi sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga lagi untuk minuman, dan sepertiga yang lainnya untuk nafasnya.”

Kedua jenis racun perut diatas bisa mengakibatkan berbagai dampak buruk pada diri seseorang, antara lain: 1) membuat orang tersebut gampang berbuat maksiat, 2) membuat orang tersebut berat dan malas untuk beribadah dan melakukan ketaatan kepada Allah, 3) mengeraskan hati, 4) melemahkan pemahaman dan kecerdasan, 5) menguatkan nafsu seksual, dan 6) menggelorakan emosi. Dari sini tampak jelas betapa racun perut benar-benar berbahaya bagi kualitas ruhani seorang manusia. Dan ini tentunya bisa kita saksikan dengan mata kepala kita sendiri. Betapa banyak orang melakukan kemaksiatan seperti mencuri, korupsi, merampok, menipu dan sebagainya, hanya karena ingin memenuhi hasrat perutnya. Betapa banyak p**a orang menjadi malas beribadah dan luntur komitmennya pada agama karena ia terbiasa memuaskan hasrat perutnya tanpa kenal batas.

Apakah kita tidak tahu bahwa syetan akan bisa menggoda dan memperdaya kita dengan mudah tatkala kita tidak bisa mengendalikan perut kita? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Sesungguhnya syetan menggoda manusia melalui jalan peredaran darahnya. Oleh karena itu, persempitlah pergerakan syetan dengan banyak berpuasa (karena puasa bisa mempersempit jalan peredaran darah).” (Hadits Muttafaq ‘Alaih dari Ummul Mu’minin Shafiyyah radhiyallahu ‘anha)

Tidak hanya membahayakan kesehatan hati dan ruhani kita, mengkonsumsi makanan yang haram juga membahayakan kesehatan jasmani kita, karena tidaklah Allah mengharamkan suatu makanan kecuali pasti ada banyak madharat didalamnya. Demikian p**a berlebih-lebihan dalam mengkonsumsi makanan juga berbahaya bagi kesehatan jasmani kita. Tidak sedikit bukan berbagai macam penyakit fisik yang timbul karena kelebihan gula, kelebihan kolesterol lemak dan kelebihan zat-zat makanan yang lainnya?

Karena itu wahai saudaraku, marilah kita semua berusaha untuk mengendalikan perut kita. Karena jika tidak, hal ini akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin menghancurkan agama dan umat ini. Lihatlah, betapa negeri kita sudah diserbu oleh berbagai makanan ala fast food dan yang semacamnya, yang seolah-olah siap mengenyangkan perut kita dan memuaskan lidah kita. Kalau kita sudah terlena dengan semua makanan lezat tersebut maka kita tidak akan lagi memiliki kepekaan terhadap berbagai permasalahan yang melanda agama dan umat ini. Kita akan menjadi budak perut, yang tidak lagi memiliki kepekaan hati! Semestinya kita yang mengaku sebagai umat Islam ini mengambil teladan dari Rasulullah, yang keadaannya dinyatakan oleh Ummul Mu’minin Aisyah sebagai berikut: “Belum pernah keluarga Muhammad kenyang dengan roti gandum selama tiga hari berturut-turut, sejak kedatangan beliau ke Madinah sampai dengan beliau wafat.”

Sebagai penutup, marilah kita dengar nasihat seorang ulama dari generasi salaf yang bernama Ibrahim bin Adham. Beliau berkata,”Barangsiapa menjaga perutnya berarti ia menjaga agamanya. Dan barangsiapa bisa menguasai rasa laparnya pastilah ia memiliki akhlaq yang baik. Sesungguhnya maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar dan dekat dengan orang-orang yang terbiasa kenyang.”

http://konsultasisyariah.net/content/view/88/132/

08/12/2013

"Barangsiapa menjaga perutnya berarti ia menjaga agamanya. Dan barangsiapa bisa menguasai rasa laparnya pastilah ia memiliki akhlaq yang baik. Sesungguhnya maksiat kepada Allah itu jauh dari orang-orang yang lapar dan dekat dengan orang-orang yang terbiasa kenyang."

Asosiasi Halal Jepang ingin samai standar MUI - ANTARA News 05/12/2013

Jepang saja sudah bergerak melihat peluang industri halal..

Asosiasi Halal Jepang ingin samai standar MUI - ANTARA News ANTARA News - Yayasan Nippon Asia Halal Association (NAHA) ingin menyamai standar Majelis Ulama Indonesia dalam memberikan sertifikasi halal pada produk makanan di Jepang. Rodiyan Gibran Sentanu dari NAHA mengemukakan upaya NAHA mendapat akreditasi dari MUI dilakukan demi meningkatkan kualitas serti...

Photos 29/11/2013

Jangan sampai kerjasama dengan pihak yg mengatasnamakan syariah, menjadi pernyataan halal akan suatu produk, terutama jika jaminan halalnya lemah.

dr MUI Pusat, diwakili ibu Lia Amalia, Kabid Promosi & Sosialisasi Halal LPPOM MUI, tidak memperpanjang SH. Sementara sertifikasi halal yang jadi acuan untuk kerjasama ini hanya SH untuk supplier bahan baku.

Kemenag-UGM Akan Lakukan Penelitian Produk Halal 25/11/2013

Semoga makin banyak kerjasama-kerjasama serupa di masa depan, untuk kemanfaatan yang lebih luas..

Kemenag-UGM Akan Lakukan Penelitian Produk Halal Hidayatullah.com--Kementerian Agama (Kemenag) akan menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk melakukan penelitian-penelitian dan kampanye produk halal.

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jalan Penjernihan 1 No 29
Jakarta
10210