(96). Penataan unit organisasi eselon III ke bawah dan pembangunan SDM sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI. Serta pengarahan lanjutan kementrian terkait dan lembaga bersangkutan, serta pengarahan Kadinsos DKI Jakarta.
Klaster 3 optimis menyongsong masa depan ODGJ dan ODMK (PLS Klaster 3) yang lebih baik lagi. Penataan unit organisasi eselon III ke bawah dan pengembangan SDM, membawa konsekuensi evaluasi berorientasi "hasil" serta penguatan di lapisan bawah (ujung tombak) dalam bentuk 'pengembangan SDM'. Selanjutnya peningkatan 'kualitas mental' tetap akan dicanangkan (berkesinambungan) sebagai landasan moral di Klaster 3.
Semoga bermanfaat!
Panti Sosial Binalaras HS 3 - Klaster 3 - #Kudapan
Melayani dengan hati dan memanusiakan manusia
(95). BERBAGAI DISIPLIN ILMU DI KLASTER 3
Tenaga ahli inti yang terlibat dalam pelaksanaan inovasi pelayanan dan penanganan Dinsos DKI Jakarta di Klaster 3 adalah :
🔘 Psikiater
🔘 Psikolog
🔘 Perawat
🔘 Peksos
🔘 SDM terlatih lainnya
Secara ringkas, pelayanan dan penanganan PLS di Klaster 3 melibatkan berbagai disiplin keilmuan, antara lain :
🔘 Ilmu tentang kejiwaan (pikiran, perasaan, dan tingkah laku)
🔘 Ilmu Kedokteran Jiwa
🔘 Ilmu Sosial
🔘 Ilmu Keperawatan Jiwa
🔘 Ilmu-ilmu pendukung lainnya
Masing-masing keilmuan menawarkan solusi untuk kepulihan PLS (ODGJ/ODMK) di Klaster 3. Semua ilmu tersebut di atas diperlukan di Klaster 3, maka inovasi pelayanan dan penanganan yang bersifat massal dari Dinsos DKI Jakarta memerlukan semua disiplin ilmu tersebut di atas.
Dengan demikian, tidak perlu ada yang mengklaim dirinya yang paling penting di antara yang lain karena, untuk kepulihan PLS (relatif jangka-panjang), masing-masing berperan pada domain khususnya.
Semoga bermanfaat!
(94). ODGJ dan ODMK sebagai SESAMA MANUSIA
Sebagai sesama manusia yang melayani dan menangani sesama yang menderita disabilitas mental (ODGJ dan ODMK), tentunya dapat diduga beberapa kemungkinan kebutuhan yang dapat ditinjau dari aspek sesama (kemanusiaan), namun perlu diwaspadai, dengan menganggap bahwa penderita disabilitas mental sebagai sesama, maka terdapat kecenderungan mereka dianggap sama seperti sesama yang tidak menderita disabilitas mental.
Penting : Memperlakukan ODGJ dan ODMK sebagai manusia, namun perlu diingat bahwa mereka adalah manusia yang sedang mengalami gangguan jiwa atau bermasalah kejiwaan.
Semoga bermanfaat!
(93). SEMANGAT PENERAPAN TKT di KLASTER 3
Klaster 3 bukan menjaga penampilan saja, namun selain melengkapi serta menjaga penampilan sarana dan prasarana yang ada, juga menjaga dan mengawal inovasi pelayanan dan penanganan PLS Psikotik Dinsos DKI Jakarta agar terlaksana dengan optimal, sehingga hasil penerapan dan pelaksanaannya juga dapat mencapai kepulihan optimal bagi setiap PLS yang ada di Klaster 3.
Klaster 3 berusaha dan berupaya dengan segenap tenaga agar program dalam bentuk kegiatan apapun senantiasa mengandung "ruh" inovasi pelayanan dan penanganan PLS Psikotik secara massal.
Semoga bermanfaat!
(92). TAHAPAN PELAKSANAAN PELAYANAN ODMK atau ODGJ TERLANTAR SESUAI INOVASI DINSOS DKI JAKARTA di KLASTER 3
I. Sosialiasi dan pelatihan TKT (Terapi Kolaboratif Terintegrasi) berikut segala perangkat terkait
II. Pelaksanaan program TKT secara BAKU dan RIGID
III. Pemantapan program TKT
IV. Pengembangan TKT sesuai kemajuan pengetahuan dan pemahaman Para Pendamping dan PLS
V. Penerapan dan pelatihan lanjutan TKT
VI. Saat ini, masih berlangsung penerapan lanjutan TKT
Selain peningkatan kompetensi, sekaligus juga diberikan pencerahan dan peningkatan kualitas mentalitas Para Pendamping secara berkesinambungan.
Semoga bermanfaat!
(91). PELAYANAN dan PENANGANAN ODMK dan ODGJ TERLANTAR
▪️Pelayanan dan penanganan ODMK dan ODGJ secara individual ......... biasa!
▪️Pelayanan dan penanganan ODMK dan ODGJ secara kelompok ......... biasa!
▪️Pelayanan dan penanganan ODMK dan ODGJ secara massal ........... luar biasa!
Inovasi Pelayanan dan Penanganan ODMK dan ODGJ Terlantar di DKI Jakarta oleh Dinsos Pemprov DKI Jakarta adalah suatu pemikiran terobosan yang seyogianya ditanggapi secara positif dan optimis, serta merupakan tantangan bagi para pihak yang bersangkutan untuk pengembangan selanjutnya.
Semoga bermanfaat!
(90). AKHIRNYA HARUS BERHASIL JUGA
Ketika mendengar seorang pimpinan berkata, kita harus segera bertindak, jangan takut, lakukan saja dengan baik dan benar, saya menilai prosesnya bukan hasil akhirnya. Pernyataan ini membuat orang termotivasi dan berani bertindak. Seperti halnya seorang guru matematika mengatakan ke murid-muridnya saat ujian matematik, saya menilai cara kalian mengerjakan soal, jika hasil akhirnya (jawaban) berbeda saya akan luluskan juga, sekali lagi jika cara atau proses mengerjakannya benar, kalian akan saya luluskan.
Memang benar, bahwa proses yang benar tentu
(umumnya) hasilnya akan baik p**a, namun sebagai bawahan (murid) yang baik, tentunya kita akan berusaha sebaik mungkin untuk tidak sekedar lulus saja.
Dalam hal ini, di Klaster 3, walaupun pimpinan mempunyai toleransi (menilai prosesnya), namun seyogianya kita menanggapi maksud baik pimpinan dengan positif dan proaktif, sekaligus juga berusaha agar hasilnya juga baik dan benar, karena nasib PLS tergantung kepada hasil kerja bukan proses kerja saja.
Jadi, bilamana pimpinan menilai prosesnya, artinya kita diberi kesempatan untuk berusaha sebaik mungkin agar hasilnya baik dan benar, maka berintrospeksilah kita agar tidak terbuai dalam kerja yang berproses tiada hentinya tanpa hasil yang memadai.
Semoga bermanfaat!
(89). BERPIKIR POSITIF dan BERPIKIR WASPADA
Pada dasarnya, manusia dapat berpikir positif, bahkan sebaiknya berpikir positif, dan manusia juga dapat berpikir waspada, bahkan sebaiknya berpikir waspada dan antisipatif juga.
Apakah berpikir positif kontradiktif dengan berpikir waspada?!, atau keduanya dapat selaras?!
Bayangkan, ketika seorang polisi harus berpikir positif, dan seorang rohaniawan harus berpikir waspada, bagaimana dan apa yang akan terjadi?! ..........
Tentunya, masih banyak cara, model dan prinsip berpikir lainnya yang sekilas dapat saja kontradiktif satu dengan yang lainnya.
Semoga bermanfaat!
(88). Tantangan dari Kadinsos DKI Jakarta
Bukan SULIT tetapi TANTANGAN MENARIK.....Lakukan !!!....yang saya nilai PROSESNYA (Kadis, 2019)
Semoga bermanfaat!
.
(87). KEPEDULIAN KADINSOS DKI JAKARTA
Dari berbagai paparan Kadinsos DKI Jakarta, tampak sangat jelas kata "PEDULI" ditekankan berkali-kali. Bahkan Yel-yel khas yang dikumandangkan beliau juga mengandung kata dan makna "PEDULI" yang harus diwujudkan dalam tindakan yang jelas, tegas, dan segera.
Perwujudan kepedulian ini tentunya harus dibarengi dengan ide serta tindakan profesional, inovatif, dan kreatif.
Dinsos DKI Jakarta telah mewujudkan berbagai inovasi dan kreatifitas, tinggal dipatuhi dan dilaksanakan secara baik saja.
Semoga bermanfaat!
(86). PETUGAS PENDAMPING YANG BAIK DI KLASTER 3
Petugas Pendamping yang baik di Klaster 3 adalah mereka yang memiliki kepedulian terhadap setiap PLS, dan mengenali setiap PLS, serta menguasai program TKT (Silabi untuk PLS Klaster 1, 2, dan 3).
Karena "satu dan lain hal" (non-teknis program pelayanan dan penanganan) masih terdapat PLS Klaster 1 dan 2 yang tertinggal di Klaster 3, sehingga dibutuhkan pelayanan dan penanganan yang berbeda-beda sesuai tingkat keparahan gangguan psikologisnya.
Sementara, sebelum terwujud secara baik penempatan PLS sesuai pengklasteran, maka Petugas Pendamping harus bekerja lebih keras dan cerdas, pelayanan dan penanganan PLS Klaster 1 dan 2 di Klaster 3 (walaupun relatif tidak berjumlah banyak) tentunya tidak dapat maksimal, namun karena tanggung jawab moral, mereka tetap harus dilayani dan ditangani secara optimal.
Insya Allah (Puji Tuhan), usaha dan perjuang para Petugas Pendamping mendapat imbalan dari Allah SWT.
Semoga bermanfaat!
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jalan Karya No. 19 Kel. Wijaya Kusuma Jakarta Barat
Jakarta
11436
