Susunan Kepengurusan PP LP Maarif NU Masa Khidmat 2015-2020
PP LP Maarif NU
Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (PP LP Ma'arif NU) merupakan salah satu aparat departementasi di lingkungan organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Didirikannya lembaga ini di NU bertujuan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan NU
02/07/2014
PEMBERITAHUAN
Diberitahukan kpd seluruh satuan pendidikan di lingkungan LP Ma'arif NU bahwa sistem pendataan online sudah bisa diakses di web utama PP LP Ma'arif NU (www.maarif-nu.or.id).
Cara mlakukan input data sbb berikut:
1. Registrasi dg mengklik tools "Rekap Data";
2. Mengklik tools "Registrasi";
3. Mengisi kolom registrasi kmudian klik "Submit";
4. Kmudian konfirmasi registrasi ke nomor 085711754090 bhwa tlah mlakukan resgistrasi utk diprove.
Stelah user disetujui olh admin PP LP Ma'arif NU maka satpen bersangkutan bsa mlakukan input dta lebih lanjut. Silahkan mecoba, smoga bermanfaat.
Salam hangat,
Admin PP LP Ma'arif NU
Ma'arif Online: Situs Resmi PP LP Ma'arif NU Situs Resmi PP LP Ma'arif NU
Sekolah bagus: (a) berorientasi pasar, (b) membangun internasionalisme dan berarti "pengikisan" nasionalisme; (c) membangun ideologi kompetisi dengan standar kalah-menang; (d) menyesuaikan dengan kepentingan kuasa industri. Setuju?
03/04/2014
Kantongi Izin Dirjen Dikti, STAINU Jakarta Siap Jadi UNU Jakarta, NU OnlineSekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta telah mengantongi izin operasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk bertransformasi menjadi
Penerimaan Proposal Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Pendanaan Tahun 2015 Penerimaan Proposal Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk Pendanaan Tahun 2015Oleh Arianda - 26 March 2014 | 0 View TweetYth. 1. Pemimpin Perguruan Tinggi 2. Koordinator Kopertis Wilayah. I s/d XIV Di Seluruh Indonesia Kami sampaikan dengan hormat bahwa Direktorat Penelitian dan…
Bantuan Pelaksanaan Konferensi Ilmiah Internasional 2014 Bantuan Pelaksanaan Konferensi Ilmiah Internasional 2014Oleh Arianda - 27 March 2014 | 0 View TweetKepada Yth.: Pimpinan Perguruan Tinggi di seluruh IndonesiaDiberitahukan dengan hormat bahwa salah satu program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tin...
31/03/2014
Membaca Kebiasaan Pendiri NU dan Muhammadiyah | Situs Resmi Nahdlatul Ulama | Bahasa Indonesia Tak bisa dipungkiri bahwa KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan merupakan dua tokoh papan atas yang mempunyai peran signifikan dalam sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Keduanya sama-sama berkontribusi penting bagi tegaknya N
SMK NU Mekanika Buntet Pesantren Sabet Website Terbaik Cirebon, NU Online Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) NU Mekanika Buntet Pesantren Cirebon berhasil menyabet penghargaan Media Sekolah Awards 2014. Sekolah tersebut meraih penghargaan pada kategori website sekolah terbaik yang diselenggarakan MadingSeko
30/03/2014
Rapat Bersama PBNU – LP Ma’arif NU Bahas Pengelolaan Pendidikan NU > Ma'arif Online Jakarta, Ma’arif Online – Nasib masa depan satuan pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama menjadi bahasan sengit pada Rapat Bersama Pengurus Pusat LP...
Pendidikan di Nusantara pada abad ke-7 H terkelompokkan ke dalam 2 bentuk; elitis diwakili oleh kekuasaan sriwijaya, sehingga hanya bisa diakses oleh kaum aristorkrat; dan populis, diwakili oleh perkampungan Arab yang ada di wilayah Sumatera bagian Utara. Sejak Islam masuk menggantikan dominasi kultur dan politik Hindu - Budha, akses pendidikan dibuka seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak lama setelah itu kaum imperialis datang dan Islam jadi musuh utama, karena di samping mengeksploitasi kekayaan dan kekuasaan, kaum imperialis penjajah juga punya misi gospel (agama). Strata sosial ala Hindu diadopsi. Masyarakat dikelompokkan secara hierarkis menjadi: kelas satu (Eropa); kelas dua (Timur Asing); dan kelas tiga (Pribumi). Pendidikan oleh kaum imperialis dikembangkan tetapi aksesnya dibatasi disesuaikan dengan kelas. HIS, MULO, AMS, beasiswa dan lain-lain diberikan secara diskriminatif. Pendidikan ala Indonesia bertahan di pesantren-pesantren dan komunitas masyarakat yang anti penjajah. Kasta sosial warisan masa lalu diadopsi oleh kaum imperialis dalam pendidikan dengan mengklasifikasi pendidikan formal dan non formal. Itu diwarisi hingga sekarang. Sekolah formal hanya untuk orang beruang meskipun bodoh, orang miskin harus mengumumkan dirinya miskin dengan melegalisasi dirinya sebagai orang miskin ditambah harus pinter, baru bisa sekolah.... bagaimana menurut Anda?
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Telephone
Website
Address
Jalan Taman Amir Hamzah No. 5
Jakarta
10320
