Galeri Buku Karo

Galeri Buku Karo

Share

Buku dan media Karo

14/05/2026

Selamat memperingati Kenaikan Yesus ke Surga.

14/05/2026

Penggemar lagu rohani Karo tahun 2000- an awal barangkali dulu memiliki koleksi kaset ini. Meski zaman nao sulit ditemukan barangnya, lagunya masih tetap populer sampai sekarang, salah satu "Jahwe" yang dinyanyikan abang Jhon Keke Ginting Saragih.

Photos from Galeri Buku Karo's post 13/05/2026

Inisiasi Pendirian RS Kusta Lau Simomo

Pendirian RS Kusta Lau Simomo salah satu untuk menanggulangi wabah kusta yg banyak menyerang di dataran tinggi Karo masa lalu.

Inisiasi awal diusulkan oleh kontelir khusus orang Batak, Carel Westernberg, pejabat setingkat bupati. Ia menikahi putri dari Sibayak Lingga.

Sibayak Pa Pelita seorang tokoh di Kabanjahe menghibahkan sebidang tanahnya di desa Singa untuk tempat pendirian rumah sakit.

Serta Pdt. E.J Van den Berg pimpinan RS Lau Simomo yang banyak mengobati pengidap kusta dari dataran tinggi Karo dan juga dari daerah-daerah di luar Karo.

12/05/2026

Rumah Sakit Kusta Lau Simomo

Misi kolonial dan zending dua hal berbeda, sehingga di awal masa pelayanan H.C Kruyt meninggalkan pelayanan di Buluh Awar sebelum ada yg menjadi Kristen. Ditengarai ada tekanan dari pihak tuan kebun.

Zending selain mengajarkan injil juga menyiapkan sarana pendidikan dan kesehatan dgn membangun sekolah-sekolah, rumah sakit juga meningkatkan perekonomian dgn mengajarkan pertanian moderen melalui tanaman holtikultura.

Rumah sakit Kusta Lau Simomo salah satunya untuk menanggulangi wabah kusta yg banyak menyerang di dataran tinggi Karo masa itu.

11/05/2026

Riwayat Keturunan Guru Patimpus

Guru Patimpus Sembiring Pelawi lahir di Desa Ajijahe Rumah Meseng pada tahun 1540 di dataran tinggi Karo. Ia Membuka lahan belantara menjadi barung ( bahasa Karo rumah sapo- sapo di tengah hutan) Pembuka awal/mendirikan desa untuk tempat Pengobatan. Ia kemudian mendiri Kuta Madan ( Kota Medan) pada tahun 1590 dan meninggal dunia pd tahun 1611 yg di kebumikan di desa Lama Amparen Pirak (Hamparan Perak) daerah wilayah di bawah Kedatukan Sepuluh Dua Kuta yg dia dirikan dengan sangat sederhana pada awal nya, sebelum beliau bersama Istri nya yg ke 4 membuka hutan lahan baru hutan belantara dekat 2 sungai yg subur karena air cukup dan bisa digunakan juga untuk transportasi naik sampan kayu yg di bantu Putranya Si Bagelit Pelawi yg datang menyusul ayah nya dari desa Ajijahe Rumah Meseng ke Kuta Madan.

Sementara Putra yg satu lagi Jendalit Pelawi (Tetap di Ajijahe Rumah Meseng Memelihara Ternak Kuda dan Kerbau ).

Si Kecik( Hafidz Tua) dan Si Kolok( Hafidz Muda) yg mulai tidak pakai marga Pelawi lagi saat itu di sekolahkan ke Aceh atas saran Datuk Bangun Guru Spiritual Islam nya , dan mereka ber 2 beristrikan Putri Aceh, yg kemudian kembali dari Aceh di percayakan meneruskan untuk Mengurus Rumah Besar Kedatuken Sepuluh Dua Kuta !!!

*** Catatan Khusus Semua Marga Pelawi Garis Keturunan Guru Patimpus adalah ( Ajijahe Pelawi Rumah Tanduk Tanah Karo Sekitar nya dari Istri pertama br Sinuhaji Rumah Julu Ajijahe mempunyai 12 anak laki-laki hanya 1 perempuan yg menikah dgn Raja Tengging Ginting Munte - Ajijahe Pelawi Rumah Tersek dari Istri ke dua br Sinuhaji Rumah Jahe Ajijahe mempunyai 2 anak laki-laki bernama Si Jendalit Pelawi dan Si Bagelit Pelawi - Perbaji Batu Karang Pernampen Kandibata Sekitarnya Sampai Ke Langkat dari Istri III br Bangun mempunyai 1 anak laki bernama Si Aji Pelawi yg mempunyai keturunan cukup banyak.

Dan Pelawi Amparen Pirak, Rumah Mbacang Pancur Batu , Delitua , Deli Serdang Sampai ke Kuta Madan, Aceh,Serdang Bedagai, Benjei,dan sekitar nya dari Istri ke IV br Tarigan Silangit yg mempunyai 2 anak laki2 Si Kecik( Datuk Hafiz Tua Pelawi ) dan Si Kolok ( Datuk Hafiz Muda Pelawi)yg termasuk yg berassimilasi menjadi Karo Melayu Deli (Karo Melayu Maya Maya) dan sebahagian masuk ke Istana Maimoon (Istana Sultan Deli)

Tahukan anda dan anak generasi Karo bahwa 4 Urung Kedatuken Karo itu yaitu :

- Kedatuken Sepuluh Dua Kuta Sembiring Pelawi,
- Kedatuken Senembah Karo-karo Barus, -
- Kedatuken Sunggal Karo-karo Surbakti
- Kedatuken S**apiring Karo Sekali) yg mengangkat Sultan Deli (berasal dari kata Delhi) Pertama Tuanku Panglima Gojah Pahlawan yg beristrikan Br Surbakti pada tahun 1632. Tetapi SIMANTEK KUTA MADAN adalah hanya Guru Patimpus Sembiring Pelawi (Merga Sembiring Pelawi) . Gambaran Kolaborasi Sesama 4 Kedatuken Karo sudah ada sejak nenek moyang kita. Mari Karo bersatu dimana pun kita berada !!!

Mejuah juah Ahoi Kota Medan.
Sumber: Sidarta Pelawi, keturunan Guru Patimpus.

10/05/2026

Sketsa gedung GBKP runggun Bukit Klasis Sibayak Barus Jahe yg megah dan berasitektur rumah tradisional Karo. Gereja di Bukit unik, jemaat di sana masuk gereja lepas sendal dan sepatu. Seperti org muslim ke mesjid. Di era tahun 80-90an. Di sana hanya ada koperasi, tidak ada warung kopi atau sembako lainnya. Di hari Minggu semua warga ke gereja.

10/05/2026

Catatan Sejarah Penginjilan

Meint Joustra salah seorang missionaris yg banyak menulis ttg Karo. Selain itu ia mendirikan Bataksche Instituut di Leiden.

Dicatat, pada 19 April 1898 bersama Hendrik Pesik, Benyamin Wenas, Tambat ( pengulu Buluhawar), dan dua org lainnya berkunjung ke dataran tinggi Karo melalui rute: Buluhawar - Bukum - Berastagi - Raya - Kabanjahe - Seberaya - S**a Julu - Barus Jahe - Bukit - Buluh Awar.

Joustra mencatat penduduk saat itu di Berastagi 800 org, S**a Julu 1320, Seberaya 2000. Dlm kesempatan itu ia bertemu Sibayak Djendahen, Sibayak Pa Serdung, Jaksa Pa Tetap, Pa Landas, Pa Ngendit, di Barus Jahe bertemu Sibayak Pa Unjuken dan di Bukit dgn Suangmin.

Gbr: Bbrp missionaris yg melayani di suku Karo sejak 1890.

09/05/2026

Tantek.

09/05/2026

Salah satu lembaga terbesar yang ada di tengah masyarakat Karo adalah GBKP. Gereja ini konsisten menggunakan bahasa Karo di sekitar 1000-an gereja di Indonesia. Anak-anaknya diajarkan budaya dan kesenian Karo, sehingga tradisi dan budaya tetap berlangsung dari generasi ke generasi.

Kegiatan ini dilaksanakan Klasis Jakarta Banten.

Photos from Galeri Buku Karo's post 09/05/2026

Majalah Merga si Lima

Majalah Merga si Lima edisi Februari 1927, media ini telah terbit sejak 1925. Semakin banyak lulusan anak sekolah zending sehingga diterbitkan majalah sebagai media komunikasi di jaman kolonial.

07/05/2026

Beda kerja adat sintua, si ntengah ras si nguda versi si Ngalor Lau.

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Cibubur
Jakarta
13000