Tribrata Multimedia

Tribrata Multimedia

Share

Berita Polri dan Kemdagri Tribrata Multimedia adalah Media Informasi dan Edukasi terkait Pelayanan Kepolisian dan Pemerintahan

TRIBRATA MULTIMEDIA | Makassar-
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin, angkat bicara terkait beredarnya surat terbuka dari salah satu orang tua siswa. | Selasa 12 Juli 2022.

Diketahui sebelumnya, sempat beredar surat terbuka dari salah satu calon orang tua siswa yang kecewa dan menduga adanya unsur permainan dalam penerimaan peserta didik baru (ppdb) di kota makassar. Menanggapi hal tersebut Wali Kota Makassar Moh.Ramdhan Pomanto meminta Kadis Pendidikan Makassar Muhyiddin untuk memberikan klarifikasi.

Ditemui diruang kerjanya, muhyiddin menyampaikan kepada awak Tribrata jika hal tersebut hanya miskomunikasi antara orang tua calon siswa dengan salah satu operator. "Tidak ada permainan, kami transparan"

"Jadi ini awalnya orang tua siswa mencoba mendaftarkan anaknya pada jalur zonasi, hingga terjadi miskomunkasi yang membuat anaknya tidak masuk dalam data pendaftaran"ungkapnya.

Muhyiddin menambahan bahwa hasil rekam jejak digital memang orang tua calon siswa yang bersangkutan tidak mendaftarkan anaknya pada jalur zonasi, dimana orang tua calon siswa berharap bahwa anaknya telah didaftarkan oleh salah satu operator. "Ini bapak berharap didaftarkan anaknya, harusnya kalau sudah tahu ada permasalahan miskomunikasi, orang tua bersangkutan daftarkan sendiri anaknya. Ada kolom aduan, atau langsung laporkan ke saya,"tambahnya 

Kadis pendidikan menyayankan hal tersebut, karena orang tua siswa tidak melaporkan dari awal. Pihak orang tua siswa akhirnya diberikan penjelasan langsung dari kadis pendidikan muhyiddin di ruang kerjanya.

"Sudah saya klarifikasi dengan orang tua siswa tersebut. Ini sangat saya sayangkan juga.. kenapa tidak laporkan ke saya bila terjadi permasalahan, kan ada juga kolom aduan. Saya akan evaluasi siapapun yang terbukti bila melakukan permainan, jangan sungkan laporkan langsung ke saya,"

"Sudah yaa... ini permasalahan miskomunikasi, dan sudah selesai. Orang tua siswa juga sudah saya berikan pemahaman". tutup muhyiddin**

•
•

@dpramdhanpomanto @fatmawatirusdi @a.muh_ansar @idinmustakim @disdik63makassar 
----------------------------------------------------------------- 12/07/2022

https://www.instagram.com/p/Cf6KxuRJd3S/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

TRIBRATA MULTIMEDIA | Makassar- Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Muhyiddin, angkat bicara terkait beredarnya surat terbuka dari salah satu orang tua siswa. | Selasa 12 Juli 2022. Diketahui sebelumnya, sempat beredar surat terbuka dari salah satu calon orang tua siswa yang kecewa dan menduga adanya unsur permainan dalam penerimaan peserta didik baru (ppdb) di kota makassar. Menanggapi hal tersebut Wali Kota Makassar Moh.Ramdhan Pomanto meminta Kadis Pendidikan Makassar Muhyiddin untuk memberikan klarifikasi. Ditemui diruang kerjanya, muhyiddin menyampaikan kepada awak Tribrata jika hal tersebut hanya miskomunikasi antara orang tua calon siswa dengan salah satu operator. "Tidak ada permainan, kami transparan" "Jadi ini awalnya orang tua siswa mencoba mendaftarkan anaknya pada jalur zonasi, hingga terjadi miskomunkasi yang membuat anaknya tidak masuk dalam data pendaftaran"ungkapnya. Muhyiddin menambahan bahwa hasil rekam jejak digital memang orang tua calon siswa yang bersangkutan tidak mendaftarkan anaknya pada jalur zonasi, dimana orang tua calon siswa berharap bahwa anaknya telah didaftarkan oleh salah satu operator. "Ini bapak berharap didaftarkan anaknya, harusnya kalau sudah tahu ada permasalahan miskomunikasi, orang tua bersangkutan daftarkan sendiri anaknya. Ada kolom aduan, atau langsung laporkan ke saya,"tambahnya Kadis pendidikan menyayankan hal tersebut, karena orang tua siswa tidak melaporkan dari awal. Pihak orang tua siswa akhirnya diberikan penjelasan langsung dari kadis pendidikan muhyiddin di ruang kerjanya. "Sudah saya klarifikasi dengan orang tua siswa tersebut. Ini sangat saya sayangkan juga.. kenapa tidak laporkan ke saya bila terjadi permasalahan, kan ada juga kolom aduan. Saya akan evaluasi siapapun yang terbukti bila melakukan permainan, jangan sungkan laporkan langsung ke saya," "Sudah yaa... ini permasalahan miskomunikasi, dan sudah selesai. Orang tua siswa juga sudah saya berikan pemahaman". tutup muhyiddin** • • @dpramdhanpomanto @fatmawatirusdi @a.muh_ansar @idinmustakim @disdik63makassar -----------------------------------------------------------------

05/06/2022

TRIBRATA MULTIMEDIA | Makassar- Tersangka Iqbal Asnan (kasatpol pp non aktif) bertemu empat mata dengan tersangka Sulaiman (oknum brimob/pemilik senpi) di ruangannya di Balai Kota Makassar, untuk membicarakan rencana pembunuhan Najamuddin Sewang (pegawai dishub).
Sebagaimana adegan rekonstruksi. Iqbal meminta Sulaiman membunuh korban karena istrinya kerap diganggu.

Sulaiman kemudian menolak namun diminta mencari orang yang berani membunuh korban. Selanjutnya Sulaiman keluar dari ruangan Iqbal dan tersangka Asri masuk ke ruangan Iqbal.

Iqbal kemudian memanggil tersangka Asri (anggota satpol pp), asri adalah orang kepercayaan Iqbal. Asri masuk dalam ruangan, kemudian Iqbal menyerahkan uang Rp.20 Juta kepada Asri yang nantinya akan di serahkan kepada Sulaiman untuk operasional.

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) disebutkan, pada pertengahan bulan Maret sekitar pukul 13.20 wita, Iqbal menyerahkan uang sebesar Rp20 juta di ruangan Kasatpol PP Makassar untuk dipergunakan sebagai operasional kegiatan Satpol PP.

Keesokan harinya, bertempat di Balaikota, Iqbal memerintahkan Asri agar menghubungi Sulaiman untuk menunjukkan rumah korban.

Selanjutnya, Asri tiba di depan Masjid samping Asrama Brimob Pabaeng-baeng kemudian bertemu dengan Chaerul Akmal (oknum brimob/Eksekutor). Asri memperkenalkan dirinya kepada Chaerul bahwa dirinya merupakan teman dari Sulaiman.

Sekitar pukul 20.30 wita, Asri berangkat mengendarai sepeda motornya. Sementara Chaerul dan Sulaiman berboncengan menuju rumah korban.

Usai dari rumah korban, Asri, Chaerul dan Sulaiman ke rumah Iqbal di Jalan Kumala. Disana mereka bertemu dengan Iqbal Asnan lalu kemudian penyerahan uang Rp20 juta dilakukan oleh asri kepada sulaiman.**


multimedia

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jalan Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Jakarta