16/05/2020
Studi Terbaru, Mayoritas Muslim Indonesia Mendukung Pemimpin Non-Muslim dan Menolak Khilafah
Muslim Indonesia Kebanyakan Menolak Khilafah dan Mendukung Pemimpin Non-Muslim
Agama adalah elemen penting dalam kehidupan dan kehidupan masyarakat Indonesia. Bagi kebanyakan orang di negara ini, agama adalah pijakan utama dalam kehidupan. Itu sebabnya orang Indonesia dikenal sangat religius.
Sebagai negara dengan pop**asi Muslim terbesar di dunia, di mana 87% pop**asi Indonesia adalah Muslim, semangat keagamaan, praktik keagamaan, dan pandangan Muslim Indonesia selalu menarik untuk dipelajari.
Muslim Indonesia Kebanyakan Menolak Khilafah dan Mendukung Pemimpin Non-Muslim
Studi Terbaru, Mayoritas Muslim Indonesia Mendukung Pemimpin Non-Muslim dan Menolak Khilafah Muslim Indonesia Kebanyakan Menolak Khilafah dan Mendukung Pemimpin Non-Muslim
25/12/2019
Ketika NU Muhammadiyah FPI Persis dan PUI Berkumpul
Suatu ketika, Ketua-Ketua Ormas Islam di Kab. Tasikmalaya berkumpul di Kantor PCNU Kab. Tasikmalaya. Ada dari Muhammadiyah, Persis, PUI dan dari FPI.
Rasanya adem
Sumber :
https://asslamualaikum-warohmatullah.blogspot.com/2019/12/ketika-nu-muhammadiyah-fpi-persis-dan-pui-berkumpul.html
12/12/2019
https://asslamualaikum-warohmatullah.blogspot.com/2019/12/bibib-dan-kadrun-yang-penting-bukan-nu.html
Bibib dan Kadrun, Yang Penting Bukan NU
KadRun : "Bib, Bahaya ini bib, ada ustadz yang nyebut Nabi lahir dalam kesesatan." Bibib : " Kurang ajar..! Ini pasti ustadz dari NU." KadRun : "Bukan Bib, Dia bukan NU." Bibib : "Ooo, kalau bukan NU, nggak apa-apa."
11/12/2019
VIDEO BANSER DIKAFIRKAN KARENA DIPAKSA MENGUCAPKAN TAKBIR
Assalamu'alaikum...
Beredar sebuah video pendek di media sosial platform Instagram. Dalam video yang beredar diposting oleh akun Instagram resmi Nahdlatul Ulama.
Dalam video tersebut terlihat, seorang Banser NU yang di maki-maki oleh orang tersebut. Diketahui Nama Anggota Banser tersebut adalah Eko sebagai kader Banser Kota Depok. Kejadian tersebut diketahui lokasinya di Pd. Pinang Jakarta Selatan.
Sejauh ini belum diketahui pelaku yang memaki-maki Banser tersebut. Pasalnya orang tersebut memaki-maki lantaran Anggota Banser tersebut dipaksa untuk mengucapkan Takbir.
Yang menjadi aneh dalam video, orang tersebut memaki-maki banser karena dipaksa mengucapkan kalimat Takbir (Allahu Akbar). Bahkan dalam video sudah jelas orang tersebut mengeluarkan kata-kata yang tidak terpuji.
Mari kita berfikir bersama, disuruh paksa mengucapkan takbir, tapi dirinya saja mengeluarkan kata-kata tercela. Lantas untuk apa takbir tapi untuk mencela?
Apakah pantas kalimat Suci di sandingkan dengan kalimat kotor?
Bahkan orang tersebut mengatakan kafir kepada Anggota Banser yang jelas-jelas agamanya sesama Islam.
Sesuci apakah orang tersebut mengatakan kafir terhadap seorang hamba muslim yang hanya karena tidak mengucapkan takbir?
Orang tersebut mungkin harus belajar lagi kafir itu apa? Sebabnya kenapa?
Video Banser Dikafirkan Karena Dipaksa Mengucakan Takbir
Dalam video tersebut terlihat, seorang Banser NU yang di maki-maki oleh orang tersebut. Diketahui Nama Anggota Banser tersebut adalah Eko sebagai kader Banser Kota Depok. Kejadian tersebut diketahui lokasinya di Pd. Pinang Jakarta Selatan.
06/12/2019
Beberapa hari belakangan kita disuguhkan potongan video yang kalau dibuka, sang penceramah menyatakan yang intinya Nabi Muhammad itu waktu kecil biasa saja, tidak ada cahaya yang memancar seperti yang banyak digambarkan, dan juga "rembes".
Padahal, jika disimak keseluruhan videonya malah menggambarkan kecintaan beliau dan ajakan untuk mencintai Kanjeng Nabi Muhammad SAW.
Dan Gusti Allah menyembunyikan kebesaran dan kehebatan Kanjeng Nabi dengan cara yang secara dhohir tidak pernah terduga oleh semua orang pada masanya.
Jika tidak ada tangan usil memotong videonya dan dibumbui narasi kebencian, kemudian dipaksaviralkan maka tentu akan tenang saja situasinya.
Sayangnya, banyak yang terprovokasi lalu ikut mengeroyok KH Ahmad Muwafiq. Sehingga beliau memberi klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf atas pilihan diksi yang beliau pakai untuk menggambarkan Kanjeng Nabi.
Ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Padahal sudah menjadi rahasia umum, bahwa apapun celahnya, akan dipakai untuk menjelek-jelekkan para Ulama NU, supaya umat menjauhi Ulamanya. Itu poin penting yang wajib ditangkap.
Para Ulama NU terkenal sangat hebat dalam menjelaskan perkara yang sangat sulit dan rumit dimensinya menjadi sebuah kalimat perkalimat yang sederhana dan mudah dicerna oleh umat.
Di sinilah celah akan banyak terbuka. Keberhasilan mereka "menemukan" celah Guru Mulia Kita pastinya akan dibesar-besarkan dan akan digunakan terus untuk membidik para penceramah dari Kyai dan Nyai di NU.
Waspadalah. Masih banyak Ulama berhaluan NU yang belum terbidik. Namun "kemenangan" semu dan "kemampuan" mengobarkan protes dari beberapa kalangan Ulama setelah disodori potongan video jahil ini akan berulang kembali.
Oleh: Shuniyya Ruhama
Pengajar Ponpes Tahfidzul Quran Al Istiqomah Weleri Kendal
Waspada Gerakan Anti NU, Via Tebar Kebencian Pada Ulama NU
Beberapa hari belakangan kita disuguhkan potongan video yang kalau dibuka, sang penceramah menyatakan yang intinya Nabi Muhammad itu waktu kecil biasa saja, tidak ada cahaya yang memancar seperti yang banyak digambarkan, dan juga "rembes".
05/12/2019
https://asslamualaikum-warohmatullah.blogspot.com/2019/12/Soal-gus-muwafiq-bilang-rembes.html
Soal Gus Muwafiq bilang "rembes"
REMBES. Soal Gus Muwafiq bilang "rembes" saat mengilustrasikan kehidupan Nabi di masa kanak-kanak, nggak usah dilebih-lebihkan. Jangan p**a, sedikit-sedikit menuding orang sebagai menistakan agama
04/12/2019
https://asslamualaikum-warohmatullah.blogspot.com/2019/12/Berikut-nash-yang-dimaknai-gus-muwafiq-rembes.html
Berikut Kutipan Nash-Nash Kitab Yang Dimaknai oleh Gus Muwafiq dengan REMBES
Berikut kutipan nash-nash kitab yang menjelaskan bahwa, Nabi Muhammad kecil ketika umur 7 tahun, beliau sempat sakit mata yang sangat amat "Romadun Syadidun", yang dimaknai oleh Gus Muwafiq dengan REMBES.
03/12/2019
https://asslamualaikum-warohmatullah.blogspot.com/2019/12/jangan-fitnah-nu-liberal.html
Jangan Fitnah Nu Liberal
KH. Marzuki Mustamar mengajak umat Islam, khususnya warga NU agar tidak mudah mempercayai berbagai macam propaganda dan fitnah yang menyebutkan bahwa NU sudah berubah liberal.
02/12/2019
Kenapa harus Gus Muwafiq?
Kenapa Harus Gus Muwafiq?
Lantas kenapa harus Gus Muwafiq ? Tentu, karena beliau merupakan bagian orang terpenting dalam menyampaikan persatuan dan kesatuan bangsa-bangsa ini disemua daerah mulai daerah perkotaan hingga pedesaan.
26/11/2019
Pada hari selasa (26/19) Keluarga besar Gen Atta Halilintar berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat.
Dianggap Videonya Melecehkan Islam, Atta Halilintar Berkunjung Ke PBNU KH Said Aqil Siroj
Pada hari selasa (26/19) Keluarga besar Gen Atta Halilintar berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta Pusat.
10/11/2019
Penyebaran buku-buku radikal tersebut dilakukan ke seluruh Indonesia. Ghirah generasi muda yang masih labil tersentak dengan membaca buku-buku tersebut..
Cara Cuci Otak Islam Radikalisme Hanya Bermodalkan Membaca Buku dan Kajian Internet
Distribusi buku-buku radikal ini dilakukan di seluruh Indonesia. Generasi muda Ghirah yang masih labil tersentak dengan membaca buku-buku ini.