SS1Cinema

SS1Cinema

Share

Fakta Film, Ulasan Film dan Trivia
๐ŸŽฌ๐ŸŽฅ๐ŸŽž๏ธ

30/03/2024

Fakta Film Titanic yang harus kamu tahu !

Cek video seru lainnya di channel YouTube SS1 Cinema

youtu.be/SwdbaWyJcwQ

29/01/2022

Kabar gembira bagi para pecinta PlayStation, kini telah hadir sewa harian PlayStation 4 di area Jakarta dan sekitarnya.
Nikmati sensasi bermain game2 seru seperti FIFA 22, The Last of Us 2, Red Dead Redemtion 2 dan game2 seru lainya dengan bermain di rumah atau tempat tinggal sendiri.
Tidak usah khawatir kalian kejauhan, karena akan kami antar jemput sampai tujuan.
Dijamin kalian akan nyaman dan puas bermain PlayStation 4 di rumah kalian.

Jadi tunggu apalagi, segera hubungi admin epic games untuk pemesanan sewa harian.

Conntact : 085289389935

07/11/2021

THE NINE GUARDIANS
Author by : Sopyanamir

*(BAB 4)*

**@**

Sir jonas merasa kebingungan untuk sesaat, hingga akhirnya ia sadar kalau ada penghianatan di Pasukan Pengawal kerajaan, di belakangnya lebih dari separuh pasukan pengawal menghunuskan pedang ke arah sesama pasukan lain dan pasukan elite yang dipimpinnya.

Dalam hitungan detik rombongan terbagi menjadi dua kubu, beberapa pasukan penjaga yang bernasib malang tak sempat menyadari keberadaan musuh di sekitar, mereka tak sempat menghindar & membela diri saat beberapa pasukan pengawal yang berkhianat memotong urat leher mereka dengan cepat, atau menusuk perut mereka lalu merobek dan mengoyaknya dengan belati.
Darah dan jeritan memilukan tumpah di mana mana, mereka yang bernasib baik & punya respon cepat langsung melawan, menahan dan menebas serangan dari para pengkhianat yang merupakan teman sesama pasukan pengawal kerajaan beberapa saat yang lalu.
gabungan pasukan penjaga serta anak buah sir jonas yang berhasil bertahan dan selamat bergerak perlahan, mempertahankan posisi & kuda kuda seraya tetap menghunus pedang ataupun tombak. Mereka berdiri mengelilingi kereta kuda yang membawa putri sonia dan pelayannya.
Sir godrick memaksa sir jonas untuk memutar badan, menyaksikan pasukan penjaga saling membantai satu sama lain.

" kenapa kau melakukan ini? " Dengus sir jonas,

" Hidup itu pilihan, jika kau ingin terus hidup maka kau harus memilih pihak yang menguntungkanmu. "

***@***

*(WARNING !!! THIS PART ONLY FOR ADULT) 17+

*(PERINGATAN !!! BAGIAN INI HANYA BOLEH DIBACA OLEH PEMBACA 17 TAHUN KE ATAS)*

" Jadi siapa pihak yang menguntungkan itu? " lirih suara manja seorang wanita muda.

Lord aberdeen tidak lantas menjawab, tatapan dan pikirannya tengah di penuhi pemandangan indah tubuh molek setengah telanjang dihadapannya, dengan hasrat yang menggebu ia menjelajahi setiap lekuk tubuh putih nan mulus wanita muda itu, sesekali ia membenamkan wajahnya pada tubuh montok yang hanya dibalut sehelai gaun tipis, menyapu setiap permukaan kulit tubuhnya dengan bibir, terkadang lidahnya bergerak nakal menjulur membasahi permukaan kulit leher dan p**i wanita muda berambut kemerahan itu.
Ia bergerak naik ke atas dan pandangan sepasang manusia yang tengah berlimpah nafsu itu bertemu.
Lord aberdeen tak sabar untuk meneruskan pemanasan yang sudah ia mulai, namun wanita berambut kemerahan itu menahan bibir liar yang hendak melumatnya dengan tangan.

" Jawab dulu pertanyaanku sayang. " pintanya.

Dengan ekspresi setengah kecewa ia menurut, " Tentu saja pihak yang ku maksud adalah king jordan, tak ada pihak yang lebih menguntungkan selain dia dan antek anteknya saat ini. Semua kekuatan dan keberuntungan berpihak padanya, bahkan alur block kekuasaan politik negeri ini terus bergerak padanya. "

" Saat king jordan benar benar mendapatkan apa yang di inginkannya, aku bisa leluasa memerintah greenhills tanpa terikat otorisasi dewan kerajaan dan seluruh warga. "

" Aku akan menguasai lebih dari seperempat kekayaan kota, dan kau akan jadi salah satu wanita yang paling bahagia di negeri ini. " jawab pria pendek dengan perut besar itu mengakhiri,
" Dasar kau bedebah penjilat yang nakal. " lirih wanita itu seraya mencubit p**i gemuk aberdeen yang tampak seperti balon terisi air.
Tak lagi sabar menunggu ia langsung medesak maju, mengecup bibir tipis menggemaskan milik wanita muda dihadapanya yang diolesi minyak dan madu.
Ia menempelkan bibir besarnya disana cukup lama, menggigit, menghisap dan menjilatinya penuh nafsu.
Lirih dan desahan nikmat keluar bersamaan hembusan nafas mereka yang berpacu.
Ditengah adegan panas tersebut wanita itu menarik tubuhnya dari pelukan dan ciuman bertubi tubi aberdeen, untuk yang kedua kalinya wanita muda itu menahan wajah aberdeen yang terus berusaha menyatu dengannya.
" Bagaimana dengan maester oberon dan para lord yang menolak mendukung raja jordan? Mereka punya pengaruh lebih besar darimu dimata pasukan dan warga kota. " ujar wanita muda itu khawatir.

" Carrie sayang, mereka bukan masalah besar bagiku, aku bisa melenyapkan mereka kapanpun aku inginkan. Kau tidak perlu khawatir. " jawab aberdeen setengah jengkel.

" tapi saat lady sonia terbunuh apa orang orang tidak akan mencurigaimu? Terlebih kau juga mengirim pasukan elite yang ikut mengawal bersama pasukan kerajaan yang berkhianat itu. "

" Itu sebabnya aku memilih sir jonas untuk tugas ini, ia akan dicap sebagai pengkhianat sekaligus membersihkan namaku karena kerenggangan hubunganku dengannya selama ini, itupun kalau ia bisa bertahan hidup, tuduhan itu tidak akan hilang andai dia berhasil selamat dan kembali. Jujur sebenarnya amat disayangkan menyianyiakan bakat dan kemampuannya dalam memimpin pasukan yang aku akui hebat. Orang tua itu punya kemampuan dan pengalaman yang mengagumkan, Tapi aku tidak bisa membiarkan pengganggu bertahan hidup lebih lama. " tuturnya diiringi seringai mengerikan.

Wanita bernama Carrie itu tidak lagi bertanya, puas dengan jawaban yang di dapatkannya.

" Jadi apa ada lagi yang ingin kau tanyakan pel*cur jal*ng ? Sebelum aku kehabisan kesabaran untuk menikamati tubuh indahmu itu. " tukas aberdeen bernada kasar dan penuh nafsu.

Carrie hanya menggeleng pasrah, seolah menyerahkan tubuhnya begitu saja kepada binatang lapar dihadapannya.
Jemarinya bergerak ke arah pundaknya, perlahan ia melepaskan ikat tali yang menahan gaun tipis yang menempel di tubuhnya, kain tipis itu melorot dengan cepat, kini setiap inci dan lekuk tubuh wanita itu dapat dengan jelas dilihat oleh aberdeen, gejolak di kepalanya semakin besar.
" sekarang kau boleh melakukan apapun, aku milikmu seutuhnya tuanku. "

***@***

Lembah datar itu kini dipenuhi tubuh pasukan yang bergelimpangan tak bernyawa. pasukan penjaga yang masih bertahan tetap mengangkat tombak dan pedang, memberi perlawanan singkat yang cukup sengit sehingga pasukan penjaga yang berkhianat akan berpikir dua kali untuk terus mendesak maju, saat beberapa orang dari mereka terlalu dekat dengan jangkauan musuh maka jika tidak sigap dan lincah bergerak, sesaat kemudian sebatang tombak akan menembus dada atau perut mereka.

Selain jumlah mereka yang tak berbeda jauh dengan pasukan lawan, kombinasi pertahanan dan serangan singkat yang di peragakan pasukan kerajaan yang masih setia pada putri sonia berjalan mulus, setidaknya cukup mengulur waktu sampai mereka memulihkan fokus dan menyusun rencana.
Bahkan tak satupun dari penunggang kuda bertudung hitam yang menjadi awal kekacauan ini berani maju menerjang barisan pertahanan pasukan penjaga.
Mereka hanya diam di tempat, menunggu hingga kesempatan yang lebih besar datang.
Kesal dengan sikap pengecut para anak buahnya, sir godrick yang masih mencengkram leher sir jonas berteriak memaki maki mereka.

" Terus serang mereka !!! buat mereka keluar dari formasi, kacaukan konsentrasi mereka. " pekik sir godrick jengkel.
Tanpa sadar sir godrick mengacungkan pedang di tanganya, melepaskan ancaman langsung terhadap nyawa sir jonas, terbawa emosi yang meletup letup. Bagi sir jonas sendiri saat itu adalah kesempatannya untuk melepaskan diri.

Akhirnya dengan memanfaatkan kelengahan pria yang menawannya, sir jonas menggeliat melepaskan diri, kedua tangannya yang bebas sejak tadi bergerak cepat, ia menarik belati dari pinggangnya, sementara tangan kirinya mencengkram tangan kiri sir godrick, dengan satu gerakan kilat pisau sepanjang tujuh inci sudah menembus lengan sir godrick dalam sekejap, menancap tepat melalui celah pada zirah baja di tangannya.

" Aaaaaaaa..!!! " jeritnya kesakitan, darah mengucur melalui celah pakaian besinya, pedang yang ia pegang pun terjatuh ke tanah, dan ia hanya bisa memegangi tangan kirinya yang terluka.

Lolongan kesakitan yang keluar dari mulut sir godrick cukup membuat pasukan pengkhianat teralihkan sejenak.
Sir jonas memacu kudanya seraya mencabut pedang dari sarungnya, ia menerjang barisan pasukan penjaga yang tampak terkejut dengan hentakan kuda perangnya, dengan kecepatan tinggi ia terus menembus barisan penunggang kuda pasukan pengawal kerajaan yang telah berkhianat.
Satu dua ayunan kuat dilancarkan sir jonas, satu dua tubuh pasukan penjaga tumbang setelahnya dengan luka yang parah dan mengerikan.

Sir jonas bergabung dengan pasukan penjaga tuan putri dan anak buahnya.

" buat formasi bertahan !!! "
" Perisai tombak di barisan depan !!!, lindungi kereta kuda lady sonia. " perintah sir jonas lantang.

Seluruh pasukan pulih dari kebingungan dan merespon dengan cepat, membentuk barisan formasi bertahan yang mengagumkan dengan tingkat disiplin yang tinggi, mereka memasang dinding tameng di barisan depan dan mempersenjatainya dengan tombak mengarah tegak ke hadapan lawan.

Bisikan keraguan semakin nampak dari pasukan penjaga yang berkhianat dan para penunggang kuda bertudung hitam setelah melihat kesiapan yang di tunjukan lawannya, alih alih mereka akan menang mudah dan selesai lebih cepat dengan serangan tiba tiba yang mematikan, justru sebaliknya, mereka harus menghadapi pertempuran sengit yang lama dan melelahkan.

" Brengsek!!! Kalau begini kita juga yang harus turun tangan. " dengus salah seorang penunggang kuda bertudung hitam,
" lance, randall alihkan pasukan penjaga, buat mereka menjauh dari kereta puteri, Gnome kau ikut aku, kita akan mendekat dan mengambil alih kereta, lindungi aku dari para penjaga, sisanya tinggal disini dan bidik semua yang mencoba mendekat ke arahku dengan bidikan terbaik kalian. " perintah salah seorang pimpinan mereka diiringi anggukan dari masing masing kepala.

Mereka berpencar setelah satu hentakan yang nyaris berbarengan melecut kuda kuda yang mereka tunggangi agar bergerak melompat menuju kerumunan dua pasukan yang saling berhadapan. Pria yang sebelumnya di panggil randall berkuda ke sebelah kanan, ia menghunus sebuah pedang besar bergerigi sambil mengayun ayunkannya di udara.

" sayap kanan ikuti aku..!!! " Serunya kepada pasukan yang masih berbaris penuh keraguan di depannya, spontan mereka langsung menyerbu mengikuti pria tersebut.

Lalu pria bernama lance berkuda ke arah lain, ia membawa pecahan pasukan ke bagian sisi kiri, sebuah pedang panjang dengan bilah lengkung berkilat di tangannya, bersiap menyasar setiap zirah dan daging musuh.

Pemimpin mereka gray frost menyusul belakangan setelah sedikit berbincang dengan sir godrick yang masih kesakitan setengah mati memegangi luka di tangannya, ia tak lantas menyerang bersama pasukan lainnya, bersama pria besar bertudung hitam bernama gnome, dia menunggu kesempatan dari jarak yang cukup dekat.
Menyaksikan kedua rekannya menyerang pasukan penjaga dari dua arah.

Serangan dari dua arah itu terbukti cukup efektif, pasukan penjaga kehilangan formasi dan konsentrasi, mereka terpaksa terdesak mundur dan terkepung, randall membabi buta dengan pedangnya, ia membabat benda apapun yang ada di depannya dengan ayunan pedang yang berat dan mematikan, bersama pasukan yang dipimpinnya ia mampu membuat pasukan penjaga bagian kiri kewalahan.
Lance juga tak kalah mematikan, beberapa tubuh pasukan penjaga berguguran terkena ayunan lengkung pedangnya.
Sir Jonas dan pasukannya mulai terpojok.

19/06/2021

Most heartbreaking moment ini GHOST OF THUSIMA

Setelah dikhianati teman lamanya Ryuzo, dikecewakan pamannya sendiri lord Shimura, dan ditinggal gugur sahabat sekaligus pengikut setianya Taka, kesedihan Jin sakai tidak berhenti sampai disitu.
Sang Ksatria samurai harus rela kehilangan hewan tunggangan sekaligus sahabat seperjalanan-nya " SORA " dalam menjelajahi p**au thusima, sebagai konsekuensi yang harus ia terima karena memilih melepas jati dirinya sebagai samurai dan memilih jalan sebagai "ghost" untuk memerangi pasukan mongol yang menjajah negerinya.

Source by : ghost of thusima

21/08/2019

THE NINE GUARDIANS
Author : SopyanAmir

*( BAB 3 )*

***@***

Sedikit bergeser dari greenhills, situasi di aerothopia tengah mencekam sejak kematian lord lowton, kondisi di kerajaan mulai tidak kondusif dan di penuhi kebencian, elite dan petinggi kerajaan berusaha saling menjatuhkan dan membela diri.
Banyak lord dan dewan kerajaan yang yakin kalau lord lowton tidak dibunuh karena penghianatan seperti yang dituduhkan king jordan padanya, Melainkan direnggut nyawanya dari belakang secara keji.
king jordan menggunakan cara licik dan kotor yang di tempuh demi menyingkirkan setiap musuh yang menghalanginya untuk melanggengkan tahta yang kini di dudukinya.

Meskipun kebenaran tampak terlihat jelas dan dekat namun dewan dan lord kerajaan yang masih setia pada king adrien dan kerajaan pun tidak bisa berbuat banyak, mereka tidak punya bukti apapun selain kecurigaan kepada king jordan yang sudah lama membenci serta punya perbedaan kepentingan politik dengan lord lowton.

Adanya benturan urusan kekuasaanlah yang disinyalir menjadi sebab terbunuhnya lord lowton, king jordan dan antek anteknya berdalih kalau lord lowton melakukan penghianatan dengan berusaha membocorkan seluruh informasi rahasia kerajaan kepada musuh.

" Bagaimana kabar dari greenhills? " terdengar suara pria dari salah satu ruangan istana tak jauh dari aula utama.
Duduk berhadapan di depan meja semi bundar, enam pria paruh baya dengan pakaian mewah dan mencolok.
Seorang pria berambut cokelat terang & bermata tajam di dandani jubah sutra bermantel wol kualitas tinggi, duduk di ujung meja dengan ekspresi dingin & angkuh, diatas kepalanya diletakan sebuah mahkota emas dengan hiasan batu zamrud & berlian, kedua kepalan tangannya bertemu & menahan dagunya yang mulus tanpa ditumbuhi bulu.
Dua diantara mereka mengenakan zirah pasukan duduk rapih di sebelah kiri pria itu, tiga lainya dengan setelan mewah ala bangsawan duduk berjejer di sebelah kanan.

" Intel kita melaporkan kalau sonia allyster tengah dalam perjalanan p**ang kemari, bersama pasukan elit penjaga dan pasukan bantuan keamanan suruhan lord aberdeen. " jawab salah satu pria bermantel hitam yang duduk diantara dua rekan bangsawan lainya, menjawab pertanyaan dari tuannya barusan.

" Lalu buronan itu? Apa dia berhasil sampai di greenhills.? " tanya king jordan kembali dingin, spontan di susul ekspresi terkejut dari dua pria berzirah diruangan itu.

" ka.. Ka.. kami minta maaf my lord, gray dan anak buahnya sudah saya perintahkan untuk tidak membiarkannya hidup, tatata... Ta..pi pria ini tampaknya agak susah untuk di bunuh. Ia berhasil sampai di greenhills dan bertemu lady sonia. " jawab satu dari dua pria berzirah di samping king jordan dengan terbata bata.
" And ? " tanya king jordan tenang namun tajam mematikan, seolah setiap kabar buruk apapun yang akan diterimanya, maka satu nyawa akan melayang sia sia.
" De..de..de.. Dengan begini te.. Terrpaksa lady sonia sudah mengetahui situasi di aerothopia sekarang. "
" ka..ka.. Kami minta maaf my lord, kami tidak mampu menjalankan tugas dengan baik. " ujar pria berzirah itu kembali kalap.

" Bod*h,.. Bod*h..!!! " dua cawan perak melayang di udara dan jatuh ke lantai usai di sapu tangan murka king jordan.
" Kalian semua tidak bisa di andalkan, mengakhiri hidup seorang buronan saja kalian tidak becus, bod*h...!!! " sembur king jordan berapi api.

" kalian tahu? Akibat kebod*han kalian itu, putri manja itu sekarang semakin jadi ancaman, dia mungkin kita pandang hanya sebagai anak kucing, tapi jika seekor anak kucing dibiarkan hidup terlalu lama, ia akan tumbuh menjadi macan besar, macan betina yang akan mengoyak tenggorokan kalian, mencakar dan mencengkram dengan cepat. " tutur king jordan penuh kebencian.
" Apa aku harus turun tangan juga membereskan gadis kecil ini, seperti halnya menyingkirkan si tua lowton, lalu apa yang bisa kalian lakukan? Kalian semua tidak berguna. "
King jordan terengah engah, butuh tenaga ekstra hanya sekedar untuk menumpahkan emosi, matanya merah dan melotot, seolah hendak melompat dari lubang cangkoknya.
" Kalian memang tidak berguna, apa aku harus menjadi pembunuh keji lagi,? menikam putri mahkota raja dan merampas hak kekuasaan ayahnya, apa yang akan dikatakan oleh rakyatku,? raja macam apa aku ini,?
mereka akan menganggap aku raja berhati moster, ? "

" kalian semua jahat,.!!! hiihihi Kalian semua tidak setia padaku,.!!! Kalian semua hihihihi... Kalian para penjilat,. Hina,." pekik king jordan histeris, entah kegilaan macam apa yang ada di kepalanya, hingga ia tampak tersiksa sekaligus bahagia terhadap semua kejahatan yang dilakukannya, sesaat ia tampak dihantui kesedihan dan ketakutan bagai orang sinting,. lalu ia terkikik dengan senyum licik dan mengerikan hingga membuat ngeri orang di sekitarnya di waktu lain. " Maaf jika saya lancang my lord, saya pikir kali ini lady sonia tidak akan sempat menginjakan kaki di aerothopia, kita memang membuat kesalahan fatal dengan membiarkan informasi terbunuhnya lord lowton sampai ke telinganya.
Tapi di samping itu kita juga mendapatkan satu keuntungan akibat keputusan yang terburu buru dan egonya yang terlampau tinggi, bagaimanapun juga ia hanya seekor anak kucing, anak kucing sombong yang menghampiri kump**an anjing hanya karena ia yakin merupakan keturunan macan.
Anda hanya perlu menunggu kabar kematiannya besok, kami telah perintahkan puluhan pembunuh bayaran paling profesional untuk menyebar di sepanjang jalur yang akan di lewatinya.
Selain itu sir godrick dan pasukan elitenya ada dalam bagian pasukan keamanan yang menjaganya, semua sudah di atur dengan matang yang mulia, anda hanya perlu menunggu sebentar lagi. " Tutur sir rodwell cukup optimis, matanya membayangkan melihat sesosok tubuh anggun lady sonia terkapar bersimbah darah dengan luka menganga pada lehernya bekas gorokan pedang sir godrick.

" Aku tidak mau tahu, pokoknya aku tidak ingin melihat lagi gadis itu hidup hidup. " Sahut king jordan angkuh.

" Dengan segera yang mulia" jawab sir holgate puas.

" Lalu bagaimana kabar dari davos? " kata king jordan lagi, kali ini lebih kepada tiga orang petinggi kerajaan yang duduk di sebelah kanan nya.

" Your grace. " sahut salah satu dari ketiga pejabat kerajaan dengan setelan mantel elegan hitam dan panjang, kedua ujung pergelangan tangan pada baju mereka terlihat lebih longgar, sementara lingkar pinggang pada bagian belakang bajunya di buat meruncing ke bawah, masing masing dari ketiga pria itu mengenakan sebuah gelang perak bermotif akar pada tangan kiri mereka sebagai tanda anggota petinggi kerajaan.

" Lord wagner dan pengawalnya sudah sampai disana dua hari yang lalu, dari kabar yang mereka kirim, rumor tentang kelompok bar bar di wilayah itu memang benar, bahkan pihak kita sudah bertemu salah satu dari mereka, saat ini lord wagner dan yang lainya sedang mencoba berusaha menemui pimpinan mereka, saya yakin ketika kita bisa menjalin kesepakatan dengan mereka, kita akan punya pasukan tambahan yang tangguh dan tak kenal ampun, mereka juga dikenal kejam dan haus darah, reputasi mereka sangatlah baik di seluruh davos, bahkan hingga ke Strugga. " jelas pria berambut pendek dengan gamblang lalu di susul senyum puas dari king jordan.

" Kerja bagus lord wellstrade, aku tidak ingin kalian mengikuti tindakan bod*h para perwira perwira ini, lanjutkan semua yang sudah aku perintahkan, segera berikan kabar saat mereka setuju menjadi anj*ng anj*ng kita. " jawab king jordan bernada pujian sekaligus sinis pada dua kaki tangannya yang berbeda.

***@***

Beralih ke lain tempat, beberapa puluh mil ke selatan kota greenhills arak arakan rombongan kerajaan terus bergerak di bawah langit senja, sejak pergi meninggalkan kota megah greenhills, rombongan itu baru sekali berhenti untuk beristirahat, itupun dengan waktu yang singkat dan atas izin putri sonia.
Tak heran jika kini rombongan tampak sedikit kelelahan, wajah wajah lesu terlukis jelas di raut muka mereka.
Kuda kuda yang ditunggangi sebagian besar rombongan pun nampak sudah ikut kelelahan, beberapa kali terdengar dengusan dan ringkikan pendek dari hewan hewan herbivora itu, seolah tengah memohon mohon untuk di istirahatkan sejenak.

" Apa sebenarnya yang membuat lady sonia terburu buru p**ang ke aerothopia? " tukas seorang anak muda kurus berseragam spearmen bernada mengeluh.
Ketiga orang temannya yang sama sama berseragam spearmen dan berjalan kaki tampak tidak bersemangat untuk menjawab, mereka sedikit lebih senang jika rekannya tidak usah bertanya tentang itu saat ini, karena tanpa di ungkapkan pun, pertanyaan itu sudah terpantul pantul di kepala mereka sejak tadi.
" Ini aneh, padahal tidak biasanya lady sonia bersikap terburu buru seperti ini, apalagi sampai mengabaikan pengawal dan para pelayannya yang kelelahan.
Pasti ada sesuatu, bagaimana menurut kalian.? " tuturnya berusaha melibatkan rekan rekannya untuk ikut berkomentar.
" Menurutmu apa bald? Apa ada sesuatu yang membuatmu merasa aneh? " tanyanya kembali, kali ini kepada salah satu rekan di dekatnya.
" Mungkin lady sonia rindu p**ang." jawab pria bernama baldwin.
" mungkin. " timpalnya
" Aku rasa, ada situasi mendesak di kerajaan. " sahut yang lain, usaha pria kurus bernama jheor tampaknya berhasil, setelah beberapa saat dalam keheningan, satu persatu teman temannya mulai bersuara.

" Tapi bisa jadi lady sonia p**ang hanya untuk mengambil lingerie yang ketinggalan. hahahaha" gelak jheor menertawakan humornya sendiri, ia terpingkal pingkal seolah baru menemukan lelucon paling lucu yang pernah dibuatnya.

" sekali lagi kau menjelekan lady sonia maka akan ku sumpal mulutmu dengan rumput bajing*n!!! " geram pria yang sejak tadi diam, sementara jheor hanya terkekeh, tidak begitu menganggap kemarahan rekannya.
" Mungkin bisa juga lady sonia p**ang karena ada pangeran tampan yang hendak melamarnya." katanya lagi,
" tapi aku tidak yakin pangeran itu mempunyai wajah yang lebih tampan dariku, semua orang telah mengenalku sebagai spearmen rupawan, kelak aku akan jadi perwira paling tampan di altera. "

" sir jheor the beautiful man from kings town." ujar jheor seraya membusungkan dada lalu disusul tawa pecah dari rekan rekannya.
" Aku yakin saat itu tidak akan banyak yang bisa menandingi ketampananmu kawan. " sahut baldwin mengiyakan.
" Terima kasih sobat, aku tau kau selalu sependapat denganku. "
" Bahkan mungkin hanya ada satu yang bisa menyamai rupamu kawan. " sambung baldwin disambut senyum sumringah jheor. " Benarkah? Siapa dia? "
" pangeran wilson? Pangeran Taylor? Lord Dawson? Lord odda? Sir bastian? Sir Claymore? " Tukas jheor menyebutkan orang orang yang ia anggap rupawan.
Sementara baldwin hanya menggeleng.
" Lord Harry? Sir Neville? atau jangan bilang si bed*bah ken, aku tidak sudi di sandingkan dengan kepar*at penggoda janda janda river town itu. "

Baldwin tetap menggeleng, sementara jheor semakin penasaran.
" lalu siapa? " tanyanya tidak sabar.
" kau juga tahu dan sering berjumpa dengannya kawan. " tukas baldwin seraya terseny
"siapa? "

" keledai tua mr kendrick.. Hahahahahahahaa " gelak tawa tumpah dari ketiga orang itu, sementara jheor hanya terdiam mematung, sadar kalau ia baru saja dibodohi teman temannya.
" Ngomong ngomong bagaiman pendapat kalian tentang sir jonas dan pasukannya yang bergabung dengan pasukan kita? " Tanya jheor disusul keheningan dari teman temanya, mereka berhenti terkekeh saat jheor beralih ke topik lain.

" kalau aku sendiri kurang begitu percaya dengannya, aku meragukan kesetiaanya pada tuan putri di tugas pengawalnya ini. " tukas jheor menjawab pertanyaannya sendiri.
" kabarnya ia juga memiliki hubungan yang tidak begitu baik dengan lord aberdeen, walikota greenhills. " sahut yang lain menimpali.
Jheor mendekati pria tinggi kurus yang berkomentar barusan, lalu ia berbisik di dekat wajah pria tinggi itu, namun masih bisa di dengar kedua rekannya yang lain.
" Aku curiga kalau ia adalah bagian dari antek anteknya king jordan. " bisiknya dengan tatapan penuh curiga. " Bisa dibilang ia musuh di dalam selimut, kita harus waspada jika tiba tiba ia membelot."

Seorang perwira dengan zirah baja mengkilat berkuda mendahului barisan rombongan yang mengular, ia memacu kudanya lebih cepat, merangsek ke barisan depan rombongan.
" Situasi aman my lord, rombongan masih dalam keadaan utuh. " lapor sir jonas kepada sir godrick seraya mempertahankan kecepatan kudanya, mengimbangi laju kuda sir godrick dan seluruh iringan konvoi.

" bagaimana keadaan pasukan? " tanya sir godrick singkat.
" mereka semua tampak sedikit kelelahan, tapi mereka masih bisa bertahan dan melanjutkan, selain dari itu tidak ada masalah. " jawab sir jonas.
" kita akan terus bergerak, satu jam lagi aku akan meminta kepada lady sonia untuk berhenti dan beristirahat. Tetap waspada, laporkan apapun yang tampak mencurigakan. " perintah sir godrick dibalas anggukan mantap dari pria yang sedikit lebih muda darinya itu.

Menjelang petang iring iringan pasukan dan kereta tuan putri memasuki sebuah lembah datar yang terhampar luas, langit cerah dengan matahari menuju peraduannya, mereka terus bergerak dengan kecepatan sedang, sore yang damai dan menyejukan, banyak pasukan berharap agar berhenti sejenak dan menikmati hangatnya udara senja, menyantap daging panggang di depan api unggun seraya melonggarkan kaki dan punggung mereka yang pegal.

" Nguuuuungngng..!!! " sebuah suara tiupan terompet bergaung di udara, sumbernya dari barisan paling depan rombongan, dibalas tiupan lain di bagian tengah & belakang rombongan.
Nyaris semua yang memegang tali kekang menariknya setelah tiupan terompet pertama, sontak ringkikan suara kuda bersahut sahutan, seluruh rombongan tiba tiba terhenti.
Sir godrick, sir jonas dan perwira lain berkuda ke depan, mencari tahu penyebab berhentinya arakan.
Berbaris tak jauh di depan rombongan, kurang lebih tiga puluh orang penunggang kuda bersenjata dengan wajah & kepala ditutupi kain & tudung hitam mengepung bagian depan barisan.

Mereka memakai pakaian serba hitam & menghunuskan pedang, bersiap menyerang.

Sir jonas yang berada paling depan mencabut pedang dari sarungnya,
" Siapa kalian semua.? " gertak sir jonas kepada sekelompok orang di depanya.
" Apa yang kalian inginkan ? "
" Menyingkir dari jalan atau kalian akan berhadapan dengan kami. " Ancam sir jonas.

Alih alih menurut sekelompok orang itu justru tak bergeming, tidak mempan dengan ancaman serius sir jonas.
" Ku ulangi siapa kalian? Jawab atau kami akan bertindak. "

" Kami adalah dewa kematian yang di utus untuk mencabut nyawa kalian. " dengan santai salah satu dari mereka maju mendekat dengan kudanya.

Sir jonas hendak maju untuk menebasnya ketika sebuah lengan tiba tiba melingkar di lehernya, sebuah pedang berkilat menempel pada tenggorokannya, dingin dari baja setajam silet itu sampai terasa di kulit lehernya.

" Maafkan saya sir, saya terpaksa melakukan ini. " bisik sir godrick tak terdengar menyesal.

21/08/2019

THE NINE GUARDIANS
Author : SopyanAmir

*( BAB 2 )*

***@***

Malam harinya di sebuah ruangan besar di dalam istana walikota, Putri sonia, Lord Aberdeen walikota greenhills, sir Jonas, maester oberon, maester lefford guru ahli pedang dan memanah, serta lord dan maester yang bisa dipercaya berkumpul atas permintaan putri sonia sendiri, mereka duduk didepan sebuah meja bundar yang memanjang dengan diterangi lampu cerah yang digantung diatas langit langit. Sekitar dua puluh orang berkumpul di ruangan itu dengan penjagaan super ketat di luar ruangan dan sekitar bangunan.

~~Note~~

# Lord : Gelar bangsawan dan kehormatan yang diberikan raja kepada orang orang tertentu di kerajaan, seperti Dewan atau pejabat kerajaan, walikota, Bangsawan, orang kaya atau orang yang berjasa untuk Kerajaan.
# Lady : Sama halnya dengan gelar Lord, hanya saja gelar Lady diberikan kepada wanitq
# Sir : Gelar kemiliteran yang diberikan raja bagi petinggi pasukan kerajaan, serta para ksatria di dalam satuan kemiliteran. Kadang diberikan juga untuk pahlawan pada peperangan atau prajurit yang berjasa besar bagi kerajaan.
# Maester : Gelar yang disematkan untuk setiap pria dengan ilmu dan keahlian tertentu yang terus mereka perdalam dan mengabdikan diri sebagai guru ahli untuk Kerajaan, mereka biasanya di tugaskan di sekolah sekolah kerajaan atau kota kota kerajaan untuk mengajari anak anak, supaya nanti mereka bisa memilih bidang pekerjaan dan di tempatkan sesuai kemampuan dan keahlian mereka masing masing.
# Esteer : Gelar yang sama seperti halnya maester hanya saja gelar ini disematkan kepada wanita, terhitung sedikit jumlahnya wanita yang memiliki gelar tersebut.
lord : panggilan kehormatan untuk raja selain My King atau your majesty (yang mulia), panggilan ini juga digunakan bagi setiap pria yang bergelar lord.
Lady : sama seperti halnya my lord, panggilan ini digunakan kepada setiap wanita bergelar Lady serta keluarga dari raja.

" Bagaimana bisa ? Apa king Jordan sudah tidak waras ? , apalagi jika ia berencana membunuh keponakannya sendiri, dalam hal ini tuan putri Sonia. " Tukas Lord Aberdeen merasa tidak percaya dengan berita yang di dengarnya mengenai keburukan rencana raja mereka.
" Semuanya sudah jelas, tidak perlu ada yang dipertanyakan lagi, Jelas king Jordan ingin menduduki tahta kerajaan tidak dalam waktu singkat atau sementara, ia berusaha mempermanenkan kedudukannya sebagai raja, dan satu satunya jalan adalah melenyapkan seluruh ahli waris kerajaan. " jawab maester lefford berapi api.

" Jaga bicara anda maester lefford..! anda tidak memiliki bukti apapun, kata kata Anda bisa dianggap sebagai fitnah dan pengkhianatan kepada raja. " gertak Sir Jonas memberi peringatan.

" Bukti apalagi yang kita perlukan, kita semua tahu bagaimana rakusnya king Jordan, ia pasti sudah merencanakan ini semua, Kyle si pria berjubah itu tidak mungkin rela mempertaruhkan nyawanya demi datang kemari jika ia tidak membawa berita sepenting ini. " balas maester Lefford lebih ngotot.

" Saya mengenal pria itu sebagai salah satu pasukan elite kerajaan, Ada kemungkinan maester Lefford benar, tapi bisa saja ia dibayar oleh orang orang tertentu untuk membuat kekacauan, atau bisa saja ia adalahvseorang mata mata musuh. " potong salah seorang laki laki muda dengan setelan mewah ala bangsawan.
" Saya setuju dengan pendapat Lord Odda, bisa saja orang orang hardhome mengirim orang mereka untuk membuat kerajaan terpecah belah. " ujar pria lain menimpali.

" Omong kosong, jangan bicara seenaknya Lord lewson, saya tahu pria bernama Kyle itu, ia sudah mengabdikan dirinya sangat lama untuk kerajaan, saya juga pernah melatihnya belajar pedang. "

" Lagi p**a jika memang ia berkhianat dan merupakan buronan kerajaan, kenapa para pemburunya tidak mengejarnya hingga kemari, seharusnya mereka sadar kalau tugas mereka akan lebih mudah karena paling tidak mereka akan mendapat bantuan dari anak buah Anda sir Jonas, sebaliknya mereka malah tidak tampak Batang hidungnya sama sekali. mungkin mereka pikir pria yang mereka buru telah mati, dan tugas mereka selesai. Atau mungkin mereka terlanjur melepaskan buruan mereka dan mereka tidak ingin mengambil resiko mengejarnya hingga kemari hanya untuk memastikan hidup dan mati buronannya. " Tutur maester Lefford disusul keheningan sesaat dari orang orang di ruangan itu.

" Terlepas benar atau tidaknya kabar berita yang dibawa pria bernama Kyle itu, sebaiknya kita tidak membuat kesimp**an dan keputusan sembarangan, saat ini kerajaan sedang dalam kondisi memprihatinkan semenjak king Adrien jatuh sakit, kekacauan & gangguan seperti ini jika tidak disikapi dengan baik dapat berakibat fatal bagi kerajaan. " ujar maester oberon berusaha menetralisir keadaan.

" maester oberon benar, kita harus berpikir jernih dalam situasi sulit seperti ini, jangan asal menuduh atau mengambil keputusan, apalagi ini berhubungan dengan king Jordan, bagaimanapun ia adalah raja kita. " kata Lord Aberdeen memandang ke arah semua orang.
Ditengah perdebatan para petinggi dan maester, lady sonia hanya diam membisu tak bergeming, tatapannya kosong, pikirannya melayang layang di tempat lain, sesekali ia tampak gelisah dan memandang lesu semua orang di ruangan itu.
" Aku harus p**ang ke aerothopia, kerajaan pasti membutuhkanku disana. " tukas lady sonia memecah keheningan.

" tapi my lady.., jika berita itu benar, sangat berbahaya jika anda p**ang kembali ke aerothopia, di situasi seperti ini sangat beresiko jika anda mengambil keputusan gegabah." protes maester lefford tanpa mengurangi rasa hormatnya.

" terimakasih maester, aku tahu keputusanku mengandung resiko yang besar bagi keselamatanku, tapi jika aku tidak p**ang, kita tidak akan tahu apa yang sebenarnya terjadi. " sanggah lady sonia berusaha tampak lebih berani.
" kita bisa mengirim utusan atau intel terlatih untuk menyusup kesana, mencari tahu semua informasi dan kebenaran yang anda butuhkan my lady. " tukas maester lefford lagi.
" seseorang akan percaya dengan kebenaran saat ia benar benar melihat dengan mata kepalanya sendiri, jika king jordan memang mengincar nyawaku, maka aku bisa dengan jelas mengetahui fakta itu dengan membuktikannya sendiri. " ujar lady sonia diiringi keheningan.

" Kirim gagak ke aerothopia, kabarkan kepada king jordan aku akan segera p**ang.! " perintah lady sonia kembali mengejutkan semua orang di dalam ruangan.
" tapi my lady? " maester lefford jadi orang pertama yang memprotes keputusan itu.
" itu sama saja membiarkan keselamatan anda terancam. "

" maaf jika saya lancang my lady, tapi jika memang informasi itu benar adanya, maka orang yang berniat membunuh anda bisa mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi anda di tengah jalan. " ujar lord odda setuju.

" saya kira lebih baik anda tidak perlu mengabari kep**angan anda ke aerothopia, hal itu terlalu beresiko. " sahut lord aberdeen senada dengan yang lain.

Lady sonia diam sejenak, mempertimbangkan saran dari para penasihatnya.

" Jika king jordan memang benar mengincarku, pasti ia akan mencegahku sampai di aerothopia, ia kemungkinan akan mengirim pembunuh bayaran untuk membunuhku di perjalanan. Tapi aku dilindungi pasukan penjaga, resikonya memang besar, tapi jika memang itu terjadi kita bisa dengan jelas mengetahui kenyataan sebelum sampai di kerajaan. " tutur lady sonia menimang nimang rencananya.

" keputusanku sudah bulat, tetap kirimkan gagak, sampaikan kep**anganku pada kerajaan. " tambahnya mantap.
" Kalau begitu Saya akan kerahkan pasukan elite untuk mengawal anda ke aerothopia my lady. " tukas lord aberdeen mengajukan penawaran.

" sir jonas yang akan memimpin pasukan itu di bawah perintah anda. "
Beranjak dari tempat duduknya lalu melangkah tegap di lapisi zirah baja sir jonas menghadap ke muka hadirin, ia berlutut tepat di depan lady sonia.
" Saya siap menunggu perintah anda my lady. " katanya bersikap formal dan penuh penghormatan.

" besok pagi pagi melaporlah pada sir godrick, bergabunglah bersama pasukan penjaga untuk perjalanan kembali ke aerothopia. "

" yes my lady. " angguk sir jonas seraya kembali beranjak dari hadapan para hadirin.

" Selama aku pergi ke aerothopia, aku ingin semua yang ada disini tetap setia pada kerajaan dan ayahku, lord aberdeen tahu apa yang harus dilakukan andai benar ada penghianatan di kerajaan. " ujar puteri sonia berbicara sedikit lebih lantang agar bisa di dengar oleh semua orang.

" dan... " ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

" jika terjadi sesuatu padaku, aku ingin kalian mempertahankan kerajaan ini dari ancaman luar, aku ingin kalian semua setia dengan kerajaan yang menjadi tanah air dan kelahiran kita. "
" lord aberdeen yang akan memimpin kalian, aku berikan kewenangan kepadanya melebihi jabatan yang ia emban saat ini. " tutur puteri sonia menghimbau kepada seluruh orang diruangan.
" aku akhiri rapat tertutup ini, semua orang bisa kembali ke ruangannya masing masing. " tutupnya diringi keheningan.

Ke esokan harinya, saat sinar fajar pertama menyising dari balik bukit, sebuah rombongan besar telah berkumpul di depan gerbang utama kota greenhill, rombongan itu terdiri dari empat kereta kuda untuk lady sonia dan para pelayannya, dua kereta barang, satu kompi pasukan kavaleri dan beberapa puluh spearman pejalan kaki.
Suasana jalanan kota sudah cukup ramai meskipun hari masih berusia muda, warga kota penasaran dengan adanya romobongan kerajaan yang berkumpul di pusat kota, keramaian orang orang dihadang barisan pasukan penjaga agar tidak terjadi kerusuhan.
Sir jonas bersama pasukan elitenya berada di barisan depan diantara pasukan penjaga kerajaan yang dipimpin sir godrick, diikuti kereta tunggangan dan kereta barang, lalu pasukan spearman pejalan kaki dan di belakangnya pasukan kavaleri lain sebagai pengintai.
Keluar dari aula bangunan walikota, lady sonia yang memakai gaun mewah berwarna biru gelap dengan kepala di tutupi tudung dan cadar, berjalan diringi lord aberdeen dan para bangsawan serta para maester.
romobongan kecil itu berhenti di depan kereta kuda yang paling mencolok dari yang lain, setelah berbincang beberapa saat lady sonia berpamitan kepada para lord dan maester dihadapannya, lantas ia beranjak naik ke atas kereta kuda dibantu seorang pasukan penjaga.

Rombongan pun berangkat atas komando tuan putri, dari atas kereta lady sonia membuka jendela & tirai, para lord & maester melambai ke arahnya, namun tatapan lady sonia hanya tertuju pada satu orang.
Tatapannya tertuju pada sosok pria tua berjubah kelabu dengan ubun ubun botak yang berdiri diantara para bangsawan dan maester, ia melihat maester oberon menggumamkan sesuatu, seperti berusaha menyampaikan sesuatu padanya, saat ia mengamatinya dengan seksama ia menangkap satu kata.
( Waspada )
Rombongan putri bergerak keluar dari kota melalui gerbang utama yang terbuka, arak arakan itu bergerak cepat menyebrangi jembatan diatas sungai, sir godrick, sir jonas dan perwira pasukan lainnya memimpin rombongan bergerak menuju ke selatan, p**ang kembali ke aerothopia.

Sementara itu tak jauh ke arah timur laut, mengintai dari atas bukit landai, tersembunyi diantara semak dan bebatuan tampak sekelompok pasukan bowman dan halbeiders yang ditutupi jubah hitam mengamati iring iringan rombongan itu.
" Seperti dugaan kita, puteri tolol itu dengan angkuhnya p**ang ke aerothopia, tugas kita akan jauh lebih mudah. " dengus salah seorang halberdiers yang merupakan pimpinan di kelompok itu.
" kirimkan pesan pada sir godrick, sampaikan padanya kita akan memulai rencana tepat sebelum matahari tenggelam, beritahu mereka agar bersiap sebelum rencana dimulai. " tambahnya dibalas anggukan mantap halberdiers lain di sampingnya.



Sementara itu sepuluh orang berjubah cokelat berkuda dengan cepat dan gesit, keluar melalui gerbang belakang kota, sesaat setelah rombongan puteri meninggalkan gerbang depan, mereka memacu sembilan kuda yang mereka tunggangi melewati tanah lapang hijau dan memasuki jalan setapak kedalam hutan.
Nyaris tak ada yang melihat mereka selain beberapa penjaga menara dan penjaga gerbang belakang yang sudah diperintahkan salah satu orang penting di kota untuk tutup mulut.

seorang bowman muda turun dari atas menara pengintai dengan terburu buru, setengah berlari ia menuju ke sebuah bangunan di sudut kastil, dengan sigap ia mengubah pergerakanya menjadi langkah biasa, berpura pura tidak sedang menuju ke suatu tempat saat bertemu orang yang di anggap mencurigainya, saat situasi aman ia kembali bergegas, dan setelah sampai di sebuah bangunan semi elite, ia segera masuk kedalam tanpa mengindahkan dua orang spearmen penjaga di depan pintu.

" lapor my lord, mereka sudah pergi dari kota. " kata bowman muda itu sambil berlutut.
" bagus, dengan begini semuanya berjalan seusai dengan rencana. " tukas sosok laki laki dengan setelan bangsawan bernada puas.

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Jakarta