Membaca buku, Lentera Kalbu

Membaca buku, Lentera Kalbu

Share

Tempat sederhana. Tempat membaca buku dan mencari lentera kalbu. Koleksi dengan pemahaman pribadi. Membaca mencari pintu-pintu hikmah.

Photos from Membaca buku, Lentera Kalbu's post 15/03/2021

Alhamdulilah, sedikit demi sedikit tulisan dari bimbingan skripsi bisa muncul ke publikasi Internasional.

Setelah tiga tahun lalu mengikuti Internasional Conference yang dilaksanakan di Universitas Islam Indonesia Hmja Komisi FE Uii . Akhirnya, penelitian skripsi ini bisa tampil dalam sebuah publikasi international.

Proses penulisan dan konferensinya menjadi catatan penting bagi saya, karena :

1. Elisa adalah anak bimbingan skripsi saya yang pertama kali di Himhi Binus . Dari awal proses penyusunan skripsi, kita sudah sepakat untuk menggunakan data primer. Alias Elisa harus turun lapangan melakukan pengump**an data. Selain supaya dia lebih memahami kondisi lapangan, tujuan kita adalah mengetahui dampak sebuah investasi sebuah MNC terhadap lingkungan Ekonomi dan sosial disekitar operasional perusahaan. Sehingga pemahaman Sustainable Development bukan hanya sekedar konsep tetapi memang aktual dan mampu dibumikan oleh stakeholders yang terlibat.

2. Konferensi ini merupakan kerjasama akademik yg pertama yang saya lakukan dengan almameter saya UII. Selain ada nuansa emosional yang sedang dijalin lagi, ternyata yang lebih penting adalah ikhtiar untuk merangkai jejak langkah intelektual dengan pihak-pihak dan Institusi yang pernah menjadi teman dan tempat belajar kita. Semoga bisa menjadi kado ulang tahun UII yang ke 78.

Maturnuwun supportnya Suhu Aditya Permana, maturnuwun juga untuk motivasi yang jyoshh selalu serta bimbinganya kangmas Prof Tirta N. Mursitama

https://www.atlantis-press.com/proceedings/seaafsid-18/125953600

28/01/2020

My piece on the sustainable development goals (SDGs) by integrating social capital theory and Value chain Management.

The cases of villages tourism in Jogja Area (Sleman-Gunung Kidul-Bantul).

journal.binus.ac.id

28/10/2019

Simpen untuk tambah2x bacaan.

Watyutink - Trade War USA vs China, Krisis 1998 Bakal Berulang? (Bagian-1) 01/11/2018

Sedikit oleh-oleh dari International Conference on Business, International Relations and Diplomacy September 5-6, 2018 (ICOBIRDS) at Alam Sutra Binus University

Watyutink - Trade War USA vs China, Krisis 1998 Bakal Berulang? (Bagian-1) Satu sisi kapitalisme mendorong terciptanya kreativitas dan inovasi, di sisi lain kreativitas juga memiliki ancaman yang destruktif.

Kontraktor Swasta Tumbal Infrastruktur (?) 19/03/2018

Menyenangkan bisa bersanding sebagai penalar dengan penulis dan peneliti favorit saat kuliah dulu Christanto Wibisono, mantan Wartawan dan Kolumnis Tempo.

Kontraktor Swasta Tumbal Infrastruktur (?) ::

Kontraktor Swasta Tumbal Infrastruktur (?) Kebijakan memberikan pekerjaan infrastruktur dan konstruksi hanya kepada BUMN terbukti kontraproduktif kepada sektor swasta yang seharusnya juga ikut berkembang, bukannya seolah menjadi ‘tumbal’.

02/03/2018

Filsafat Sejarah Ibn Khaldun
(Dr. Zainab Al-Khudhairi)
Penerbit Pustaka 1995

Sebuah buku yang berkisah tentang sumbangsih pemikiran Ibn Khaldun yang tak kalah menarik dan pentingnya bagi dunia Ilmu pengetahuan. Khususnya filsafat sejarah dan Sosiologi.Di awali, dengan asal muasal cerita ditemukanya sebuah mutiara pemikiran dari belahan dunia Timur yang otentik. Baik ditinjau melalui ilmu filsafat, sosial, sejarah, politik, ekonomi dan pemerintahan. Beberapa scholar barat telah memaparkan betapa pentingnya pemikiran Ibn khaldun terhadap khazanah ilmu pengetahuan.

Seperti Yves Lacoste ( https://en.wikipedia.org/wiki/Jean-Yves_Lacoste), seorang Filsuf berasal dari Prancis, Lacoste menaruh perhatian tema-tema Postmodern. Dalam bukunya Ibn Khaldoun-naissance de I’histoire passe du tiers monde(Ibnu Khaldun-kelahiran Ilmu sejarah dari dunia ketiga). Dianggap sebagai salah satu buku yang terbaik dalam menjelaskan pemikiran Ibn Khaldun, buku yang mencoba melakukan tinjauan pemikiran kontemporer dengan pemikiran Ibn Khaldun., buku ini diterbitkan pada 1966.

G.H Bousquet( https://fr.wikipedia.org/wiki/Georges-Henri_Bousquet ), seorang Ahli Hukum dan Sosiologi Perancis yang kemudian Bergelar Profesor dari Universitas Aljazair dan sosilog spesialis Afrika Utara. Bukunya Ibn Khaldoun , les textes sociologique et economique de la Mouqaddima(Ibnu Khaldoun, teks sosiologis dan ekonomi Mouqaddima) terbit pada 1965.

Dibandingkan scholar dari timur, ternyata lebih banyak para cendikiawan berasal dari barat yang melakukan kajian pemikiran ibn Khaldun. Perdebatan yang dimunclukan dalam buku ini adalah, apakah Ibn Khaldun seorang Pemikir di bidang Filsafat Sejarah ataukah beliau seorang pemikir Sosiologi. Beberapa tokoh berpendapat bahwasanya Ibn Kholdun pemikir Filsafat Sejarah yang memiliki pemikiran sosiologis yang menarik dan penting.

Terdapat beberapa prinsip penting pemikiran Ibn Khaldun, bahwa perjalanan sejarah pada dasarnya tunduk pada faktor ekonomi. Ekonomi dan alam merupakan faktor utama yang mengendalikan perjalanan sejarah dan mengarahkanya. Distribusi kekayaan alam yang adil merupakan hasil kebijakan ekonomi yang akan merubah wajah sejarah sebuah bangsa. Kemampuan membangkitkan produktivitas dengan membuka kesempatan bekerja, yang kemudian meningkatkan inovasi dalam bekerja dan akhirnya membentuk sebuah industri merupakan salah satu tema yang di pikirkan oleh Ibn Khaldun jauh sebelum Thomas Mun, John Locke, David Hume, Adam Smith bahkan Karl Max pikirkan.

Robert Flint ( https://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Flint) dalam bukunya History of philosphy of history in France, Belgium and Swiztzerland (1894). Menuliskan “ Muqadimah dari Ibn Khaldun, patut dikagumi karena keaslian dan kedalamanya, keluasan dan kekuatan pikiranya. Dia Unik untuk orang dari daerahnya pada jamanya untuk penguasaan ilmu Filsafat Sejarahnya , seperti Dante dalam Syair dan Roger Bacon dalam ilmu pasti.

Sebagai seorang yang berasal dari keluarga politisi, akan tetapi di tengah masyarakat kelaurga dan leluhur Ibn Khaldun sudah terkenal sebagai politisi yang sekaligus seorang Ilmuwan. Setalah berbagai pemerintahan dia ikutin, beberapa konflik kenegraan dia alami. Akhirnya, Ibn Khaldun menyatakan mundur dari dunia politik untuk kembali Fokus menjadi seorang Ilmuwan.

Hal ini diawali saat Ibn Khaldun mendapatkan privalage untuk khusus menulis buku yang difasilitasi oleh Banu Arif di Benteng Salamah pada 776h, di Tilimsan. Selama empat tahun full dalam usia sekitar 45-50 tahun beliau menuliskan Muqadimah. Setelah selesai, buku ini sebagian dia Hadiahkan kepada Sultan negri ini yang kemudian dikenal sebagai naskah Tunis. Kemudian dia mohon ijin untuk diperbolehkan menunaikann Haji dan diberikan ijin oleh sultan. Saat perjalanan, dia tidak melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci untuk ibadah Haji. Justru beliau berhenti di Iskandariah dan kemudian hidup di Kairo selama 20th.

Saat itu Mesir sedang di bawah kesultanan Al-Zahir Barquq. Sultan yang terkenal dengan perhatianya kepada ilmu pengetahuan, menyambut kedatangan Ibn Khaldun dengan sangat baik. Ibn Khaldun saat itu telah termasyhur namanya sebagai seorang cendekiwan terkemuka. Ibn Khaldun kemudian diangkat sebagai Guru Besar dan setiap kuliahnya selalu dihadiri oleh ribuan mahasiswa. Selain wawasan, ilmu, pengalamannya, Ibn Khaldun juga sangat menguasai teknik retorika. Sehingga ilmunya dan caranya menyampaikan sangat menarik banyak orang.

Pada suatu saat, Ibn Khaldun sempat diangkat oleh Sultan untuk menggantikian pejabat Hakim Agung yang dipecat. Jabtan ini sangat prestigous dan banyak dikejar oleh petinggi-petinggi kesultanan. Selama satu tahun, Ibn Khaldun menjabat, banyak hal teroboson, integritas dan kedalaman ilmunya mendapatkan apresiasi yang sangat baik oleh sultan dan masyarakat. dampaknya, para petinggi yang asli dari Mesir merasa tidak s**a, karena sebuah jabatan prestisius dipegang oleh bukan warga asli Mesir. Akhirnya Ibn Khaldun berhenti dan kembali fokus melanjutkan penulisan dan pengajaran.

Selama sekitar 20 tahun Ibn Khaldun mengabdi sebagai ilmuwan dan pengajar, dia sempat dua kali menjabat sebagai Hakim, pertama saat Sultan Al-Zahir Barquq selama satu tahun, kemudian setelah Sultan wafat dan digantikan oleh anaknya Sultan Al Nashir, sebagai ahli hukum Mazhab Maliki, Ibn Khaldun diminta untuk kembali menduduki jabatan sebagai Hakim Agung. Kemudian dia di geser kembali, dan sebetulnya mendapat kesempatan yang ketiga untuk menduduki jabatan itu akan tetapi usia tidak mampu memberikan kesempatanya. Dia wafat pada usia 74 tahun pada bulan Ramadhan, hari ke 25 pada tahun 808 (19 Maret 1406)

Pada masa 20 tahun tinggal di Kairo, Ibn Khaldun melakukan beberapa kali perbaikan, penambahan dan akhirnya kitab Al-Muqaddimah bisa dipersembahkan kepada sultan Mesir, dan satu naskah lainya dikirimkan ke Sultan Maghrib Jauh, Abu Faris ‘Ab al Aziz. Naskah ini disebut Naskah Faris, dan Naskah ini dijadikan babon semua cetakan Al Muqaddimah di dunia Arab.

Buku ini memiliki kajian menarik berkaitan dengan :
Metode Sejarah Ibn Khaldun.
Filsafat Sejarah dan Ibn Khaldun
Faktor-Faktor yang mempengaruhi perjalanan sejarah dan perkembanganya
Hukum-Hukum Determinasi Sejarah
Ekonomi dan signifikansinya dengan perkembangan Sejarah
Hukum-Hukum Perkembangan Ekonomi
Ibn Khaldun dan Ekonomi Liberal sebelum Adam smith
Masyarakat Ekonomi menurut Ibn Khaldun
Filsafat Sejarah menuju Filsafat Politik
Peran Politisi “ashabiah” dan Peran Sosial “Ashabiah”
Daur-daur Perkembangan Negara dan tinjauan kontemporernya

05/02/2018

usaha para ahli sejarah dan penelitian masih sangat kurang perhatian terhadap karya dari dunia islam. padahal banyak tersimpan karya-karya yang sangat berharga di bidang bahasa, filsafat dan ilmu-ilmu agama.

penulis buku ini, mengajak para intelektual mulai melakukan pengkajian dan menghidupkan kembali warisan pendagogi islam dari karya para imam dan filsof muslim. kita diajak penulis untuk lebih menggali buah pikiran mereka, yang ternyata memiliki kecerdasan, kedalaman dan luasnya wawasan tentang tabiat manusia dan psikis para pelajar.

salah satu kajianya, penulis memulai dengan menggali seorang pemikir masyhur dari abad 16, seorang ahli sejarah dan sosiologi yang memiliki pengalaman hidup mulai dari afrika utara, andalusia, mesir dan syam.
perhatianya sangat besar terhadap pendidikan dan ilmu.

Ilmu dan pendidikan merupakan ciri khas masyarakat yang maju. pandanganya tentang ilmu dan pendidikan didasari dengan filsafat yang jelas dan realistis. kebutuhan masyarakat dan perkembanganya akan ilmu dan pendidikan menjadi salah satu perhatianya. menjadikan realita kebutuhan masyarakat dan kedalaman falsafah akan ilmu dengan pendidikan mengalir dengan pemahaman yang menyeluruh.

Ibn Khaldun berasal dari keluarga yang kakek-kakeknya adalah para pejabat tinggi di kesultanan. kakeknya abu bakar muhammad ditunjuk menjadi kepala negara oleh bani hafash. bahkan kakek sebelumnya, telah menjadi petinggi di kantor kepegawaian istana.

Dan kemudian pada usia 18th, Ibn Khaldun ditunjuk menjadi salah satu juri tulis atau skretaris( kitabul allamah di istana.
Ibn Khaldun besar dan terdidijk dalam lingkungan politik. pengalamanya berpindah-pindah jabatan dari rezim kesultanan satu ke yang lainya menjadikan penguatan ilmu-ilmu politik dan sosiologinya berdasarkan kondisi yang ada dilapangan.
ibn khaldun sebenarnya lebih menyukai dunia keilmuan dan pendidikan. berbeda dengan pendahulu-pendahulunya yang lebih fokus sebagai pejabat kesultanan.
sehingga kombinasi pejabat dan ilmuwan ini menjadikan bani khaldun dikenal sebagai keluarga politikus dan ilmuwan sekaligus.
sebagai ilmuwan, dari kecil Ibn Khaldun sudah dikagumi kecerdasanya oleh guru-gurunya sebagai ahli syair, retorika, filsafat dan mantiq(logika).

Pada usia 45th ibn khaldun telah memiliki pengalaman dan ilmu yang mumpuni dengan berbagi aspek-apeknya. pada usia inilah beliau mulai menulis dan menyusun buku sosiology history nya yang tersohor “Muqaddimah”. hanya dalam waktu 5 bulan buku ini diselesaikanya. kemudian dilanjutkan dengan tulisan-tulisan berikutnya, ada yang menjadi pelengkap “muqaddmah atau tulisan-tulisan lainya.

Kemudian perjalanan berikutnya beliau menuju ke Kairo. Kairo saat itu menjadi pusat budaya Islam di Arab. Pemerintahan Kairo saat itu sangat mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan seni. salah satunya adalah Universitas Al-Azhar yang dibangun pada dinasti Fatimiyah.
kemudian dia diterima dengan penuh s**a cita oleh Al -Azhar, karena Ibn Khaldun sudah termasyhur sebagai cendekia dan penulis. kuliah-kuliahnya selalu dipenuhi oleh ribuan mahasiswa.

ilmunya yang mendalam, analisanya yang tajam dan cara bicaranya yang menarik menjadikan dirinya benar-benar diterima oleh civitas al-azhar. Beberapa murid-muridnya menjadi pemikir dan penulis kitab-kitab penting dalam khazanah ilmu sejarah. seperti Taqiyuddin Al-Aqrizi penulis kitab-kitab as-suluk hingham.

Kemasyuranya menjadikan beliau diangkat menjadi hakim tinggi kerajaan oleh raja mesir Az-Zhatir.
selama 1 tahun menjadi hakim. kemudian dia memutuska meletakan jabatan dan ingin kembali menjadi penulis, ilmuwan dan pengajar. apalagi setelah keluarganya tenggelam dilautan iskandaria.

beberapa catatan yang menjadikan Ibn Khaldun sebagai seorang ilmuwan termuka adalah : 1. secara fitriah beliau memang memiliki anugrah kecerdasan yang luar biasa. 2. ketajamnay dalam melakukan analisa, mengamati dan mengajukan satu fenomena dengan fenomena lainya untuk ditendang sebap musababnya. 3. pengalamanya yang panjangmu dalam dunia politik yang penuh dengan kegoncangan dan revolusi. 4.memiliki kesempatanipun keliling si berbagi wilayah dunia dari barat ke timur, selatan ke utara sehingga wawasanya sangat luas dalam memahami kondisi dan budaya suatu negara.5.

Dengan berbagi latar belakang tersebut. Ibn Khaldun dianggap sebagai perintis ilmu filsafat dalam bidang masyarakat dan sejarahnya.

Muqaddimah terbagi dalam beberapa juzz. juzz pertama dan keempat dipaparkan secara mendalam tentang filosofi sosiologi yaitutentang "gejala sosial". Penjelasan interaksi antara undang-undang negara dengan gejala sosial. UU bisa berdampak terhadap masyarakat dan masyarakat mampu mendorong terbentuknya UU. Gejala sosial masyarakat tergantung dari pola-pola interaksi anggota masyarakat itu sendiri, faktor geografis juga memiliki peran terhadap gejala sosial.
pada juzz ketiga dan kelimal, diterangkan perbedaan gejala sosial masyarakat primitif dan masyarakat yang maju. pada juzz kedua dijelaskan tentang sistem pemerintahan, politik dan ekonomi di tengah masyarakat. pada juzz ke enam secara khusus ibn khaldun menjelaskan tentang gejala pendagogi, ilmu, pendidikan dan perangkatnya yang mempengaruhi dan membedakan gejala masyarakat primitif dan maju.
muqaddimah juga dipandang sebagai buku pengantar sejarah bangsa dan negara. sejarah sebagai modal masa depan. sejarah bukan sekedar mengajukan fakta-fakta jaman lampau tetapi sekaligus sebagai pertalian menuju masa yang akan datang. sejarah masyarakat, politik, ekonomi, ilmu, pendidikan pendagogi menjadi sangat penting untuk menjadikan masyarakat lepas dari lingkungan primitif menuju masyarakat maju.

masyarakat yang maju dilihat seberapa besar derajad kebudayaan tentang politik, ekonomi, ilmu, kesenian, perindustrian dan pemerintahan.

Ilmu dan pendidikan merupakan tabiat dari masyarakat, dengan ilmu dan pendidikan masyarakat akan mampu menciptakan peradaban. Baik kehidupan masyarakat dengan pemerintahanya, dengan politiknya, dengan perdagangan, perindustrian dan masyarakat ekonominya.

Ibn Khaldun menjadikan Ilmu sebagai sebuah pendekatan yang filosofis dan praktis. Baik Ilmu Naqilyah maupun Aqliyyah.

Beliau juga merupakan pelopor Taksonomi Ilmu. Ilmu Berbasis dari Ketuhanan dan Ilmu Berbasis pada rasionalistas manusia.

29/08/2017

Sufieme Jawa
Merupakan Karya Dr.Simuh mantan Rektor IAIN Sunan Kalijogo Yogyakarta.

Buku ini merupakan koleksi lama saya sewaktu masih kuliah di Yogya. Tetapi sempat menghilang sesaat saya mulai bekerja ke luar kota. Setelah hilang lebih dari 20 tahun, akhirnya bisa berjumpa lagi dengan adanya cetakan barunya. Saya membeli melalui para pedagang buku online. Terima Kasih berkat facebook saya bisa bertemu dengan buku ini lagi.

Pertemuan pertamakali saya dengan karya Dr Simuh ini sebetulnya berlangsung tidak sengaja. Waktu saya sedang kost di daerah Papringan Yogyakarta, yang berseberangan dengan kampus IAIN Sunan Kalijogo sekitar 1992an . Saya sedang mengikuti Sholat Jumat atau Lohor saya lupa tepatnya, di masjid besar IAIN. Setelah selesai Sholat diumumkan oleh takmir Masjid bahwa akan dilangsungkan diskusi buku berjudul Sufisme Jawa karya Dr.Simuh. Daripada tidur di kost dan kebetulan kuliah sedang kosong, saya putuskan untuk mengikuti acara bedah buku ini. Selang beberapa waktu kita tunggu-tunggu, Dr Simuh belum muncul-muncul juga. Kemudian beberapa saat diumumkan bahwa Dr Simuh sudah hadir sedang memasuki area kampus dan berjalan menuju Masjid. Bapak Takmir sambil mengangkat tanganya untuk menunjukan pintu masuk parkiran Masjid di samping parkiran mobil dosen. Otomatis mata kita tertuju ke area parkiran masjid. Tak ada mobil yang masuk hanya terlihat seseorang yang berjalan masuk menggunakan sepeda kebo( sepeda model lama) dengan dituntun pelan memasuki parkir sepeda samping masjid. Dan ternyata beliau adalah Dr.Simuh rektor IAIN pada saat itu dan sang Penulis Buku Sufisme Jawa. Di antara mobil-mobil pengurus dan dosen-dosen IAIN lainya bapak Rektor justru hadir dengan Ilmunya(buku karyanya) dan mencukupkan diri dengan Sepeda Onthelnya. Sebuah penyaksian antara Ilmu dan amal yang menurut saya sangat nyata. Menjadikan moment ini merupakan salah satu yang menyebabkan mengapa buku ini memiliki nilai kenangan tertentu bagi saya.

Buku berukuran 14x18cm dengan 322 halaman ini merupakan kump**an beberapa tulisan-tulisan dan bahan sebagai narasumber di berbagai seminar-seminar yang Dr Simuh lakukan.

Bagi saya sebagai pemula yang tertarik dengan tema-tema budaya, mistik dan sufisme jawa. Buku ini cukup membantu saya untuk membuka pintu pemahaman peta-peta sejarah perkembangan Islam di Nusantara dan Jawa khususnya. Walaupun buku ini berasal dari kajian Ilmia, buku ini disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh awam seperti saya. Mulai menjelaskan proses awal perkawinan Islam dengan budaya jawa kuno yang sudah kental dengan ajaran Hindu dan Budha.

Dijelaskan p**a perbedaan era Kerajaan Jawa Kuno dan Mataram Islam dalam meletakan agama dan Kebudayaan(memanfaatkan dan memfungsikan) sebagai influence factor untuk memperkuat legitimasi kekuasaan raja pada saat itu.

Sistematika buku ini, nyaman sekali untuk diikuti. Seperti yang tertera di dalam daftar isinya:
Mulai tahap proses perkembangan Islam, dan Tasawuf di Indonesia. Tokoh, Pemikir dan ulama yang mempengaruhi dan menyebarkanya. Sampai pada tahap proses integrasi Tasawuf, Islamisasi kerajaan dan kebudayaan Nusantara.

Sebagai fundamental dari misi penulis. Penulis mengawali dengan tekanan, Bagaimana supaya setiap generasi harus paham sejarah agar supaya tidak lupa akan identitas kita sebagai seorang warga Indonesia yang saat bersamaan beragama Islam.

Dialektika dan interaksi Islam dengan budaya Tradisional dapat dilihat dari sudut pandang metode yang kompromis versus nonkompromis.

Dasar dari metode Nonkompromis adalah Surat AL-Kafirun. Surat ini secara tegas membedakan antara Iman vs Kafir, Tauhid dan Musyrik, Islam vs Jahiliyah dan seterusnya(hal 17). Pendekatan nonkonfromis ini, sangat berpotensi terjadinya gesekan dan perselisihan dengan tradisi lama apabila para dai tidak memiliki kemampuan Ilmu yang mencukupi dan rasionalitas yang tinggi. Disampaikan p**a bahwa Nabi pun memegang prinsip nilai Islam secara teguh, akan tetapi khusus pendekatan bagi pemula yang masih berpegang dengan tradisi lama, metode pendekatanya dengan cara yang kompromis.

Kompromi dilakukan sebagai pintu awal dalam strategi pendekatan.Proses pendekatan yang bertahap merupakan cara kompromi yang dicontohkan oleh Nabi. Sehingga dalam rangka penyebaran agama Islam di Indonesia terutama tanah Jawa. Metode kompromis dengan modifikasi melalui kesenian dan kebudayaan dilakukan oleh para dai saat itu. Karena sastra(mocopat), kethoprak(drama tradisi jawa), merupakan media netral yang dapat digunakan dengan isi nilai-nilai Keislaman. Doktrinisasi dapat dilakukan dengan persuasif melalui media kesenian dan kebudayaan. Semacam karakter dan adab manusia yang jujur, amanah, berani berkorban dll. Pendekatan kompromispun juga harus dilakukan dengan Akhlak dan Adab yang benar. Karena paham ini lebih banyak menggunakan pendekatan pemikiran terutama dalam bidang filsafat dan sufisme. Banyak ditemukan penggunaan rasionalitas yang kebablasen, terutama tercatat golongan Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Maturidiyah yang sangat dominan dalam ilmu kalam dan filsafat Islam saat itu. Bahkan mereka menempatkan dalil akal sebagai qath’i(tak terbantahkan), dalil ini ditempatkan setara dengan nash Quran dan lebih tinggi daripada hadist.

Kombinasi metode non kompromis dan kompromis yang disesuaikan dengan nilai-nilai kemurnian Islam denga rasionalitas yang tidak kebablasen, akan sangat membantu proses perkembangan Islam. Dan pada akkhirnya kehadiran Islam dapat diterima dengan nyaman dan menjadi sebagai faktor penguat kebudayaan lokal yang sudah ada. Misi dan isinya bisa disesuaikan dengan nilai Islam.

Kerja dan proses integrasi Islam dengan budaya lokal ini memerlukan keterlibatan orang terpelajar, kelas menengah yang memiliki pemikiran yang dewasa, wawasan realistis, matang dan ilmiah. Sehingga Islam memiliki pemikiran dan keluwesan sikap dalam interaksi-nya dengan lingkungan sosial di manapun tanpa mengorbankan prinsip-prinsip Ketauhidan dan Syariah. Kunci keberhasilan di Indonesia karena kemampuan para Ulama yang menguasai Ilmu Agama tinggi dengan Kecerdasan Rasionalitasnya. Formulasi mengkobinasikan ke Sufian dan Mistik.

Tokoh Pemikir Islam yang sukses menyatukan pemahaman kemurnian(syariat) dan Mistik(ilmu kasyaf) adalah Al-Ghazali. Beliau dianggap sebagai ulama genius, ahli syari’at dan teolog yang sekaligus penganut dan jadi penyelamat pengembangan ajaran mistik dalam Islam. Melalui bukunya yang monumental IHYA’ ‘ULUMUDDIN”. Tasawuf adalah filsafst kebatinan. Islam adalah agama Iman dan amal shaleh. Islam Mistis inilah yang kemudian menjadi idola seluruh umat Islam di Dunia dan Indonesia pada khususnya. Dimana budaya Hindu dan Budha saat itu sungguh dekat dengan dunia mistis. Ulama-Ulama yang pertamakali masuk ke kerajaan samudra pasai adalah para Sufi. Islam Sufi merupakan Islam yang pertamakali menjejakan kakinya ke bumi nusantara ini. Hal ini dengan adanya prakarsa syair sastra melayu yang terjemahan atau menggubah ajaran Wandat Al-Wujud Ibnu Arabi oleh Sufi terkenal di kala itu (abad 13) Hamzah Al-Fansuri.

Ajaran ini berkembang melalui tarekat Syaththariyah ke area Priyangan dan Cirebon dengan ulamanya Abdul Muhyi. Akhirnya sampai masuk ke dalam sastra Jawa dengan lahirnya sastra suluk. Dilapisan masyarakat bawah tanah jawa, terutama daerah pesisir yang jauh dari kerajaan Majapahit. Justru Islam mendapatkan sambutan yang sangat baik. Islam dianggap mengangkat derajad mereka dari masa Jahiliyah menjadi kaum terpelajar yang alim(ahli kitan). Bahkan Islam mampu membuat sebuah sistem pendidikan yang lebih sistematis dan teratur bahkan jangkauanya lebih luas daripada sistem pendidikan istana jawa kuno saat itu. Yaitu: pesantren. Pesantren memilìki guru-guru yang merupakan tokoh-tokoh suci yang dianggap sebagai Wali Allah. Perintah dan titahnya memiliki nilai kewibawaan di atas kerajaan. Perlahan dengan perkembngan Islam melalui para wali Allah yang terkenal dengan sebutan Walisongo ,pesantren-pesantren berkembang meluas ditanah jawa. Kewibawaan kerajaan jawa kuno Hindu-Budha semakin pudar dan akhirnya bubar.
Salah satu puncaknya adalah pada era kerajaan Mataram Islam dengan Sultan Agung(1613-1645), Sebagai salah satu Sultan terbesar di Tanah Jawa. Memberikan perhatian sebesar-besarnya perkembangan sastra suluk, serat-serat babad, primbon dan cerita-cerita Islam yang digubah untuk menyesuaikan dengan wayang Hindu. Bahkan perhitungan kalender saka pun digubah dengan tata cara perhitungan kalender hijriyah tanpa menghilangkan unsur kejawenanya. Hal ini dilakukan dalam rangka untuk pembaharuan antara tradisi kejawen dengan unsur-unsur Islam(hal 24).

Prestasi terbesar Sufi adalah dalam menyusupkan nilai-nilai Islam tanpa mengorbankan filsafat dan sastra kejawen.

Disampaikan pada paragraph terakhir tentang peluang dan ancaman dengan perkembangan teknologi komunikasi. Menjadi ancaman apabila kita melupakan nilai-nilai budaya dan keimanan. Budaya yang mereduksi keimanan makin mudah mempengaruhi dengan media seperti yang ada pada hari ini. Tetapi juga mengingatkan perlunya menggunakan media sebagai peluang dengan menggunakan media teknologi komunikasi sebagai sarana dakwah. Seperti Surat Kabar, Jurnal Penelitian, Radio, Televisi. Dan Sosial Media pada era sekarang ini.

Pada bagian Pertumbuhan dan perkembangan Tasawuf. Pemahaman bahwa untuk dapat Makrifat langsung dari Allah adalah tujuan utama para pelaku Tasawuf. Jalan atau operasionalisasi untuk mencapai ke tujuan mendapatkan Makrifat disebut Thariqah. Bukan sekedar pengetahuan dan rasionalisasi semata, tetapi ada sebuah pengalaman yang perlu dilakukan. Di Indonesia pintu tarekat ini sering disebut dengan Suluk. Kunci awal pelaku tarekat adalah pensucian hati. Melalui kesadaran dan memusatkan hati dalam Zikir kepada Allah. Dalam kitabnya Al-Munqidz al-dlalal dan Tahafut al Falasifah. AL-Ghazali mengecam para rasionalis legalis. Akibat pencarian formalisme rasionalisme menyebabkan pengalaman agama menjadi kaku dan tak punya ruh. Dengan Taswauf Al Ghazali menghidupkan kegairahan dalam beragama. Dalam dunia sekuler dan materialisme ini. Justru kerinduan akan mereaktualisasikan nilai-nilai dan ajaran Tasawuf semakin semarak dalam tata nilai kehidupan modern.
Seperti yang disampaikan oleh Hamka Kegairahan beragama harus dilembalikan dalam pokok ajaran Al Quran dan Hadist yang pendekatanya disesuaikan dengan zamanya(Tasawuf Modern, Hamka)
Reorientasi Wawasan Kesilaman tanpa diikuti kegiatan renungan konsepsional yang terus-menerus atas pemahaman dan penghayatan ajaran agama, Agama akan segera ditunggalkan orang serta Zamanya.

Dan seperti yang sedang terjadi di Indonesia. Dimana rasionalitas justru dianggap melebihi dari ghirah wahyu agama. Sebaliknya terdapat sebagian kaum melakukan penjabaran operasional agama yang terlalu formalis. Sedangkan di belahan negara-negara Eropah yang secara ekonomi dan pendidikan sudah lebih mapan. Kegairahan akan pemurnian Islam justru sedang semarak dan tumbuh subur. Pemaknaan ghairah islam dengan operasionalisasi dalam kehidupan sehari-hari pada zaman dimana materialisme dan sekulerisme perlu dikembangkan dan disesuakan dengan tantangan zaman tanpa mengurangi prinsip ketauhidannya.

Syariah-tareqat-makrifat dan hakekat adalah proses yang harus dilalui dengan penuh kesadaran dan keyakinan. Kegaiharan yang tanpa mengurangi rasionalitas, tetapi rasionalitas yang tak bebas yang keblinger. Ilmu-pengalaman-dan amalan adalah proses operasional yang harus selalu ditingkatkan. Dalam beragama, Ilmu saja tanpa pengalaman spiritual akan menjadikan agama sekedar bahan pertanyaan, pengalaman tanpa amalan, menjadikan ilmu agama dan pengamalan hanya sekedar bahan diskusi. Amalan tanpa ilmu dan pengalaman, menjadikan pemikiran sempit dan mudah terpancing ke arah kerusakan.

seperti Tisalah Imam Qusyairi:

“Setiap Syari’at yang tidak diperkuat dengan hakikat tidak makbul
Dan
Setiap Hakikat yang tidak terkait syari’at tidak menghasilkan apa-apa”

Seperti Gubahan Ronggowarsito sbb:

Punopo yen wus Kakekat
Estu Lajeng sarengatnya kawuri
Yen saking pemanggih ulun
Tan wonten kang tinilar
Jer muktamar ing kadis ugi kasebut
Kak tanpo sarengat batal
Sarak tanpa Kak tan dadi
Paran Gusti yen kapisah
Temah mangke kakalihira sisip
Kang lempeng taksih ing kawruh
Sakawanira tunggal
Ngelmuning Hyung serengat myang tarekatu
Kakekat miwah makrifat
Puniko kamil apdlol

Empat baris terakhir berarti “ilmu Tuhan adalah syari’at, Tarekat, Hakikst dan Makrifat”.

Utang dan Kedaulatan | Republika Online 25/08/2017

Semoga bermanfaat "http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/17/08/24/ov6gz3396-utang-dan-kedaulatan"

Banyak pihak melupakan salah satu tonggak sejarah yang fundamental tentang beberapa konggres dan pertemuan pemuda sebagai peletak dasar kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pada tahun 1925, terlaksananya sebuah Manifesto Politik yang pertama kali dilakukan oleh pemuda-pemuda seluruh Nusantara. Manifesto Politik ini, kemudian dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan pelengkap dari seluruh rangkaian pehelatan perkump**an pemuda nusantara untuk menyatakan secara lugas sebagai sebuah satu kesatuan Indonesia.

Manifesto Politik ini menghasilkan butir-butir yang lebih tegas tentang cita-cita bersama yaitu Kemerdekaan. Ringkasan dari butir-butir tersebut adalah :
Rakyat Indonesia seharusnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih oleh mereka sendiri.
Dalam memperjuangkan pemerintahan sendiri, tidak diperlukan bantuan dari pihak manapun.
Tanpa persatuan yang kokoh dari seluruh elemen masyarakat, tujuan perjuangan sulit untuk diraih.
Ringkasan dan sejarah Manifesto Politik ini seperti yang disampaikan oleh Almarhum Prof. Dr. Aloysius Sartono Kartodirdjo dalam sebuah Pengantar di buku “Bangsa inlander potret kolonialisme di bumi Nusantara (HM Nasruddin Anshoriy Cb penerbit LKIS)”

Salah satu cara memaknai kemerdekaan yang ke 72 dari bangsa ini adalah membaca sejarah dan menelaah langkah-langkah ke depan. Semakin faham dengan sejarah akan mempermudahkan kita untuk mempertegas cita-cita bersama dalam rumah tangga Indonesia ini. Dengan menelaah masa depan, akan mempermudah kita untuk mengidentifikasi peluang, tantangan, dan hambatan dunia baru. Terutama mengantisipasi tantangan jaman dan memanfaatkanya semaksimal mungkin sesuai dengan cita-cita semua elemen bangsa ini.
Apakah makna dari butir “Dalam memperjuangkan pemerintahan sendiri, tidak diperlukan bantuan dari pihak manapun”?? Apakah mungkin melakukan penyelenggaraan negara tanpa bantuan atau kerjasama dengan pihak luar?? Apa yang dimaksud dengan bantuan dari pihak mananpun?

Terdapat beberapa perspektif untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pertama sejarah politik luar negeri. Pada saat Manifesto Politik tersebut suasana Politik Dunia sedang pada kondisi memanas karena sisa peperangan Dunia I dan sedang Menuju Peperangan Dunia ke II. Munculnya kekuatan politik dan ekonomi baru. Terciptanya blokade barat dan timur. Transisi sistem alat tukar dari standart emas menjadi mata uang. Kedua Perspektif Sejarah Politik Nusantara. Setelah sekitar 15-25 tahun perang jawa antara Diponegoro dengan Belanda. Munculnya semangat melepaskan diri dari penjajahan Belanda. Munculnya perubahan strategi pergerakan. Dengan pendekatan non militer berupa pembentukan organisasi dan komunitas-komunitas pemuda di sebagian besar wilayah Nusantara. Mulai dari Boedhi Oetomo, Sarekat Dagang, Partai Komunis, Jong Java, Jong Celebes dan lain sebagainya. Dari dua persepektif ini bisa kita perhatikan bahwa adanya keinginan para anak bangsa untuk dapat melepaskan diri dari ketergantungan dari pihak Luar Negeri untuk supaya dapat mengatur urusan rumah tangga sendiri. Baik dari segi pemerintahan dan pengaturan sumber-sumber ekonomi. Saat bersamaan konsentrasi kerajaan Belanda yang sedang terpecah dengan panasnya perang dunia di daratan Eropah dengan bersamaan munculnya semangat untuk melepaskan diri dari belenggu pemerintahan kerajaan Belanda di bumi pertiwi. Kedaulatan, merupakan kanta kunci dari ke dua perspektif ini.
Ketiga, perspektif ekonomi dan tantangan globalisasi. Ekonomi makro dan implementasi di ekonomi mikro yang lebih riel adalah indikator bagaimana cita-cita kemerdekaan tentang kesejahteraan dan keadilan tercapai. Mampukah setelah mendapatkan kedaulatanya, Indonesia menjadi negara yang lebih makmur dan merata secara adil?

Melanjutkan pertanyaan sebelumnya. Apakah kedaulatan harus difahami terbebas dari ketergantungan pihak luar negri? Hubungan luar negri yang seperti apakah? Yang tidak berdampak terhadap berkurangnya kedaulatan sebuah negara?Bagaimana mempertahankan Kedaulatan ekonomi di era globalisasi?

Globalisasi ekonomi adalah suatu era dimana standarisasi dalam aktivitas ekonomi terutama dalam bidang perdagangan International, Keuangan International dan Investasi tanpa melihat batas dan wilayah geografis negara. Kekuatan masing-masing negara dianggap satu level. Satu level dalam suatu sistem global tanpa membedakan perbedaan antara negara yang memiliki teknologi, kekuatan militer, kwalitas SDM dan kekuatan kapital yang canggih dengan yang lemah. Semua kelas kekuatan yang beragam dianggap tidak ada. The bordeless world = globalisasi. Dalam perdagangan international sistem dan standart yang digunakan adalah WTO. Implementasi peraturan dalam WTO merupakan Implementasi dari Globalisasi. Semua negara yang meratifikasi semua aturan yang tercantum dalam WTO bahwa semua hambatan baik tarif dan nontarif harus di laksanakan dengan waktu yang ketat dan sangsi yang berat(Didin s damanhuri 2009).
Peluang Globalisasi bagi Indonesia dan negara-negara Maju adalah besarnya jumlah penduduknya 238juta dengan pendapatan perkapita Rp 17.9jt/tahun( Miyasto 2009). Sebuah potensi pasar yang menarik baik dari market size dan buying power. Besarnya potensi maritim, dan cadangan kekayaan mineral. Dalam sebuah arsitektural global supplya chain Indonesia memiliki potensi baik sebagai resource dan market center. Indonesia dapat difungsikan sebagai expense center, revenue center atau bahkan profit center bagi pemain-pemain ekonomi global.
Tantanganya adalah kesiapan baik dari segi kapital, SDM dan Teknologi. Bahkan Teknologi menjadi ujung tombak dari kesuksesan sebuah negara dan warganya untuk menjadi bagian dari masyarakat dalam sistem globalisasi ini. Technology is a source of domination( Susan Strange, Market and State).

Ancaman dalam sistem globalisasi bagi Indonesia tidaklah kecil. Beberapa dampaknya pernah kita alami. Luasan dampaknya bisa mencapai pada tahap multidimensi. Baik ekonomi, politik dan sosial.
Pada sebuah sistem keuangan international. Beberapa pengalaman telah membuktikan terutama di awal reformasi dan pada tahun 2008. Sebuah sistem keuangan dalam negeri yang bisa dihancurkan oleh kekuatan dari luar negeri. Mata uang Rupiah jatuh nilainya terhadap dollar Amerika dari Rp 2350 pada pertengahan 1997 menjadi Rp 17000 dan kemudian dikenang sebagai krisis moneter 1998. Krisis minyak bumi pada 2007 yang berdampak pada naiknya harga BBM, Di era tahun 2007, harga minyak awalnya stabil di kisaran 60 sampai 70 dolar AS perbarrel. Namun langsung naik menjadi 147 dolar perbarrel di Juli 2007. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) saat itu Aslim Tadjudin menyampaikan akibat lonjakan harga minyak dunia di harga BBM dalam negeri harus naik hingga 100% ( detik.com). Krisis subprime mortgage, pada 2008 sebuah krisis kredit perumahan yang terjadi di Amerika Serikat berdampak secara serius di pereknonomian Indonesia.
Sebuah krisis di luar negeri, berdampak langsung terhadap ekonomi dalam negeri. Kondisi-kondisi ini menunjukan bahwa rentanya keadaan ekonomi Indonesia terhadap gejolak ekonomi Dunia( Miyasto 2009). Potensial gejolak inilah yang akan bisa berdampak pada gejolak multidimensial. Artinya kedaulatn sebuah bangsa bisa terancam dengan nyata apabila management hubungan ekonomi luar negri dan implementasi kekuatan dalam negri tidak berjalan dengan baik.
Bagaimana sebuah kedaulatan bangsa bisa dipengaruhi oleh utang luar negri?
Berdasarkan dictionary.com kedaulatan atau sovereignty is supreme and independent power or authority in government as possessed or claimed by a state or community. Berdasarkan pengertian tersebut. Terdapat kalimat kunci berupa otoritas pemerintah yang diakui oleh komunitas atau negara. Pemerintah tersebut memiliki kekuasaan secara merdeka dan mandiri. Mandiri dan merdeka artinya tidak bisa dipengaruhi oleh kekuatan di luar itu.
Pada sebuah sistem perdagangan dan keuangan international. Sebuah negara sudah tidak berdiri sendiri, mereka telah mengikatkan dirinya dalam sistem tersebut dan mengurangi independenya terhadap faktor-faktor fluktuasi harga supply/demand dan mobilitas arus moneter.
Arus moneter ini berasal dari negara-negara maju yang telah memiliki cadangan dana-dana menganggur baik dari dana pensiun, asuransi dan tabungan negara yang tersimpan dalam bank sentral. Semakin besar dana yang tersimpan semakin besar kemampuan negara untuk menggerakan pasar keuangan international.
Permasalahan yang muncul adalah besarnya gap antara arus moneter yang jauh lebih besar dibandingkan dengan arus barang dan jasa. Arus barang dan jasa adalah real economy. Aktivitas menciptakan sesuatu yang menghasilkan nilai tambah langsung dalam bentuk produk dan jasa. Secara intrinsik bisa dengan mudah di valuasi nilai dan harganya. Hal ini menurut Peter Drucker ketidak seimbangan arus barang/jasa dengan arus moneter di istilahkan decoupling. Pertumbuhan arus uang yang hampa karena tidak diimbangi dengan arus barang/jasa atau ekonomi rielnya.
Decoupling inilah yang menjadi faktor pengurang nilai kedaulatan sebuah negara.
Sebuah arus modal dan keuanga yang sekedar untuk spekulasi merupakan contoh bagaimana kedaulatan ekonomi dalam bentuk mata uang sangat rentan. Pasar modal, pasar uang merupakan ajang spekulatif dan hukumnya halal dalam era sistem keuangan international seperti saat ini. Kemajuan teknologi internet dan handphone. Menambah semaraknya pelaku bisnis ini. Dari profesional, institusi dengan fund managernya sampai dengan ibu-ibu rumah tangga.
Para spekulan bisa hadir baik dari sisi luar negri maupun dari dalam negri sendiri. Nasionalisme dalam perdagangan valas dan saham bagi pemain-pemain ini masih kalah genting dibandingkan kepentingan untuk mendapatkan profit margin atau mengindari lost.
Padahal decoupling pada tahun 2009 mampu memompa arus dana 100 kali lebih besar daripada arus barang dan jasa. Artinya transaksi yang bubling 100 kali lebih besar dari bisnia riilnya.
Relevansinya terhadap utang bagaimana? Aktor utang dalam sebuah perekonomian adalah swasta dan pemerintah. Swasta dalam berhutang untuk meningkatkan kapasitas ekonominya dan pemerintah untuk membiayai pembangunanya. Selain utang terdapat instrumen lainya yaitu FDI (Foreign Direct Investmen).
Dalam utang dan FDI masing-masing memiliki konskwensi yang berbeda. Utang luar negri tidak jauh beda dengan perilaku dan syarat utang Mikro. Apapun hasil dari program ekspansi atau pembiayaan dengan utang. Utang harus dikembalikan dengan bunga dan utang pokoknya. Sedangkan resiko kegagalan FDI menjadi tanggungan secara kolektive dan proposional diantara para investor dan stakeholdernya.
Utang semakin besar akan memiliki resiko kedaulatan. Baik kedaulatan yang berkurang dari para spekulan mata uang dan saham. Maupun kedaulatan institusional lembaga peminjam dengan berbagai syaratnya. Kegagalan pembangunan berdasarkan utang sudah banyak contoh dan pengalaman yang bisa menjadi bahan pembelajaran. Salah satu yang paling fenomenal adalah krisis moneter 1998. Ketidak hati-hatian atau prudent terhadap management utang dan arus kendali modal yang keluar masuk dalam sebuah negara. Berdampak krisis yang dalam dan menjatuhkan rezim pemerintahan yang sudah bercokol selama 32 tahun. Akibat ketidak hati-hatian dalam menjaga marwah kedaulatan mata uang negara.
Sedangkan FDI lebih efisien berkaitan dengan resiko kedaulatan. FDI hanya membutuhkan tentang kepastian hukum, kestabilan politik, ketersediaan SDM yang kwalitas dan kwantitasnya mencukupi. Kebutuhan FDI dan resiko atas ancaman kedaulatan lebih mudah di kontrol. Dibandingkan dengan Utang, FDI lebih mudah di manage karena kebutuhanya bisa di atur dan dinegoisasikan dari dalam negri. FDI berdampak terhadap arus moneter menuju riil economy. FDI secara langsung membantu pertumbuhan konsumsi dan daya beli masyarakat, karena terbukanya lapangan pekerjaan, FDI lebih pasti kontribusi buat pendapatan negara, transfer teknologi dan bahkan dalam program CSR bisa membantu pengembangan kehiduoan sosial masyarakat.
Informasi yang sampai saat ini menunjukan indikasi pemerintah indonesia untuk meningkatkan utang. Dari data Kementerian Keuangan, jumlah utang pemerintah di akhir 2014 adalah Rp 2.604,93 triliun, dan naik hingga posisi di akhir April 2017 menjadi Rp 3.667,41 triliun(detik.com)
Kemudian di satu sisi gerak ekonomi riil banyak dirasakan mengalami penurunan omset. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengomentari keluhan dari pengusaha ritel yang menilai bahwa daya beli masyarakat saat ini menurun. Melemahnya daya beli tersebut salah satunya terlihat dari laju inflasi pada 2016 yang mencapai titik terendahnya dalam satu dekade terakhir.
Faktor lain adalah tensi politik yang tinggi, beberapa kebijakan pemerintah yang dinilai tidak terorganisasi dengan baik untuk menjaga pertumbuhan, serta iklim pebisnis.
Ternyata masyarakat pebisnis lebih tertarik untuk menyimpan uangnya di bank daripada untuk belanja atau melakukan kegiatan produktif. Buktinya, terdapat kenaikan deposito yang signifikan di perbankan. Deposito yang naik pun justru berjangka 3-6 bulan, bukan lagi yang satu bulan. Masyarakat diprediksi semakin lama menyimpan dananya di bank. (https://m.tempo.co/read/news/2017/07/03/090888544/penjelasan-sri-mulyani).
Pelaku bisnis pada kondisi seperti informasi di atas, jelas lebih percaya kepada faktor moneter daripada economy riil. Karena tingkat kepercayaan masyarakat yang turun. Pengusaha tidak yakin adanya kekuatan daya beli masyarakat. Sehingga kapasitas modal untuk produksi di alihkan ke deposito bank. Dampaknya bagi bank adalah beban biaya bunga deposito yang lebih besar. Di saat untuk pendapatan bunga semakin mengecil karena menurunya faktor riil economy. Untuk menutup kerugian bunga, Kemungkinan besar bank akan melakuakn transaksi di saham atau instrument moneter lainya guna menutupi biaya bunganya. Sehingga arus moneter semakin membesar dan arus ekonomi riil mengecil, pada akhirnya gap arus moneter dengan arus barang dan jasa semakin besar. Sehingga resiko kedaulatan keuangan negara semakin besar.

Seharusnya pemerintah meningkatkan peran FDI. FDI yang langsung memberikan pengaruh kepada kegiatan ekonomi riil dan mendorong terjadinya kerjasama dengan pelaku UKM. FDI yang mampu menyediakan lapangan pekerjaan kepada masyarakt. Sehingga akan mampu mendorong peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat. Portofolio FDI jangan hanya bergantung dengan salah satu negara saja dan hanya pada infrastruktur semata. Perlu diperkuat lagi dengan para pelaku yang FDI yang sudah terbukti memberikan dampak positif kepada negara dan msayrakat.

Pada ulang tahun kemerdekaan yang ke 72 ini, kedaulatan kita sangat tergantung kemampuan leadership yang faham akan struktur global ekonomi dan politik. Seperti yang dikatan oleh Susan Strange “ Competition between states is becoming a competition for leadership in the knowledge structure”.

Roseno Aji Affandi
Dosen Int Political-Economy for.MNC Binus University
Hubungan International

Utang dan Kedaulatan | Republika Online REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Roseno Aji Affandi *)Banyak pihak melupakan salah satu tonggak sejarah yang fundamental tentang beberapa konggres dan pertemuan pemuda sebagai peletak dasar kemerdekaan Republik Indonesia pada 17...

Want your business to be the top-listed Government Service in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jl. Kemanggisan Ilir 3 No. 45, Kemanggisan - Palmerah
Jakarta
11480