09/09/2026
CATATAN ARNOLD RIVAI #014
*Peta Dunia Berubah, Afrika Sedang Memperkuat Posisi*
Sejak kecil kita mungkin sudah sangat akrab dengan peta dunia. Kita mengenal bentuk Afrika, Eropa, Asia, Amerika, Australia, dan berbagai negara melalui gambar yang hampir selalu sama. Tanpa banyak bertanya, kita menerima bahwa seperti itulah dunia terlihat. Tetapi beberapa hari terakhir, dunia kembali membicarakan sesuatu yang selama ini mungkin tidak pernah kita pikirkan: bagaimana jika kita memetakan dunia dengan cara berbeda?
Ternyata bentuk dan ukuran Greenland yang selama ini kita lihat pada peta Mercator tidak menggambarkan ukuran sebenarnya. Luas Greenland hanya sekitar 1/14 luas Benua Afrika. Namun pada peta Mercator, Greenland terlihat seolah-olah memiliki ukuran yang hampir sebanding dengan Afrika.
Pada 4 September 2026, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi “Correct the Map” dengan dukungan 164 negara. Resolusi tersebut mendorong penggunaan proyeksi peta yang lebih mampu menggambarkan luas wilayah secara proporsional dan secara khusus menyebut Equal Earth sebagai salah satu alternatif.
Tentu saja, ini bukan berarti PBB melarang peta Mercator atau secara hukum menggantinya dengan Equal Earth. Mercator tetap sangat berguna untuk navigasi karena memang sejak awal dirancang untuk tujuan tersebut. Equal Earth mempunyai tujuan berbeda: menjaga perbandingan luas wilayah agar lebih mendekati kenyataan.
Bumi tidak berubah. Yang berubah adalah cara kita menggambarkan bumi.
Pada peta Mercator, wilayah yang semakin jauh dari garis khatulistiwa terlihat semakin besar. Karena itu Greenland tampak sangat besar, begitu p**a wilayah-wilayah di Eropa Utara, Kanada, dan Rusia.
Padahal kenyataannya Afrika jauh lebih luas daripada Greenland. Afrika juga lebih luas daripada Rusia. Brazil jauh lebih luas daripada Alaska. Afrika tidak menjadi lebih besar karena Equal Earth. Afrika memang sudah sebesar itu. Greenland tidak menjadi lebih kecil karena Equal Earth. Greenland memang sudah sekecil itu dibandingkan Afrika.
Yang berubah adalah representasi visualnya.
Setiap proyeksi peta mempunyai tujuan dan keterbatasan. Mercator sangat berguna untuk navigasi. Equal Earth lebih baik untuk membandingkan luas wilayah. Tidak ada peta datar yang mampu menggambarkan seluruh permukaan bumi tanpa distorsi bentuk, jarak, arah, atau luas.
Lalu mengapa perubahan seperti ini bisa menjadi sebuah agenda internasional?
Karena peta bukan hanya gambar. Peta adalah informasi visual. Peta membantu manusia memahami ruang, mengenali wilayah, membandingkan ukuran, menentukan posisi, merencanakan perjalanan, mengelola wilayah, bahkan membangun cara kita membayangkan dunia.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menyimpan apa yang disebut sebagai “mental map”—gambaran dunia yang terbentuk di dalam pikiran kita. Gambaran itu tidak selalu sama dengan kenyataan geografis.
Perubahan peta tentu tidak otomatis mengubah cara berpikir manusia. Tetapi perubahan peta dapat mengubah apa yang lebih mudah kita lihat dan pahami dari sebuah informasi.
Dan ketika sebuah representasi visual digunakan terus-menerus dalam pendidikan, media, buku, pemerintahan, dan berbagai platform digital, representasi tersebut menjadi bagian dari lingkungan informasi yang membentuk cara sebuah generasi memahami dunia.
Karena itu, saya melihat kampanye “Correct the Map” bukan sekadar persoalan kartografi. Di belakangnya terdapat gerakan yang lebih luas tentang bagaimana Afrika ingin direpresentasikan dan bagaimana narasi tentang Afrika dibangun di dunia.
Kampanye ini didorong oleh Speak Up Africa dan Africa No Filter, kemudian mendapat dukungan dari African Union. Togo mengambil peran diplomatik untuk membawa agenda tersebut ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Africa No Filter sendiri memang bergerak dalam isu perubahan narasi tentang Afrika, sementara Speak Up Africa mempunyai pengalaman panjang dalam advokasi dan membangun dukungan terhadap berbagai agenda pembangunan di Afrika.
Artinya, perubahan peta ini tidak berdiri sendirian. Ia berada dalam sebuah ekosistem yang lebih luas: pendidikan, media, diplomasi, komunikasi publik, politik, institusi internasional, dan upaya mengubah cara Afrika dipersepsikan.
Afrika tidak sedang sekadar memperbesar gambarnya di peta. Afrika sedang berusaha memperbesar posisinya di dunia. Afrika adalah benua yang sangat luas, dengan pop**asi yang besar dan terus berkembang, serta memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Afrika memiliki cadangan mineral penting, lahan pertanian yang luas, potensi energi surya yang sangat besar, minyak dan gas di sejumlah negara, serta berbagai sumber daya strategis yang semakin penting bagi ekonomi dunia.
Di masa depan, dunia kemungkinan tidak hanya bersaing untuk mendapatkan pasar. Dunia juga akan bersaing untuk mendapatkan pangan, energi, mineral, dan sumber daya strategis.
Perjuangan Afrika untuk memperbaiki cara dunia melihatnya bukan semata-mata untuk memperbaiki persoalan masa lalu, tetapi juga dapat dilihat sebagai bagian dari persiapan untuk memperjuangkan posisi Afrika di masa depan.
Jika Afrika ingin menjadi kekuatan dunia baru, maka Afrika membutuhkan lebih dari sekadar kekayaan alam. Afrika membutuhkan panggung dunia untuk menunjukkan kemampuannya mengolah sumber dayanya sendiri, membangun industri, meningkatkan ketahanan pangan, mengembangkan energi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan memastikan bahwa kekayaan alam tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat Afrika. Sebab menjadi bangsa yang kuat bukan hanya tentang seberapa besar sumber daya yang dimiliki, tetapi tentang kemampuan mengubah sumber daya menjadi kekuatan ekonomi, teknologi, ketahanan, dan pengaruh.
Sebuah peta dapat mengubah cara kita melihat ukuran sebuah benua. Tetapi “Correct the Map” mungkin hanya salah satu bagian kecil dari perjalanan yang jauh lebih besar: perjalanan Afrika untuk membangun kembali narasinya, memperkuat kapasitasnya, dan pada akhirnya memperjuangkan tempat yang lebih besar dalam percaturan dunia.
Afrika sedang berusaha memperbesar posisinya di dunia.
Bumi tetap sama. Benua-benua tetap berada di tempatnya.
Luas Afrika tidak berubah. Luas Greenland tidak berubah.
Tetapi cara manusia melihatnya bisa berubah.
Afrika sedang berusaha mengubah cara dunia melihat dirinya.
Perubahan peta mungkin bukan tujuan akhirnya, melainkan salah satu bagian dari perjuangan yang lebih besar untuk mendapatkan tempat yang lebih kuat di dunia.
_____
Bagaimana menurut Anda?
Apakah perubahan cara menggambarkan dunia seperti Equal Earth hanya merupakan perkembangan teknologi kartografi, atau sebenarnya merupakan bagian dari perjuangan yang lebih besar untuk mengubah cara sebuah bangsa dipandang dan menempatkan dirinya dalam percaturan dunia?
Silakan berikan komentar Anda. Mari kita berdiskusi dengan santun, saling menghormati, dan saling belajar.
Sehat Selalu,
Arnold Rivai
Ketua DPD Partai Gelora Kabupaten Badung