02/10/2026
KPU Mengajar Hadir di SMK NU Kesesi, Tanamkan Kesadaran Demokrasi Sejak di Bangku Sekolah
, Kesesi, 2 Oktober 2026 | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pekalongan kembali menghadirkan program KPU Mengajar sebagai ruang edukasi demokrasi bagi generasi muda. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMK NU Kesesi pada Jumat, 2 Oktober 2026, pukul 09.30 WIB, dengan menghadirkan Fatkhuddin, Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Pekalongan, sebagai narasumber.
Kegiatan KPU Mengajar kali ini memiliki suasana yang berbeda karena bertepatan dengan Hari Batik Nasional. Batik tidak hanya menjadi bagian dari identitas budaya Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman yang membutuhkan sikap saling menghargai, menghormati perbedaan, dan menjaga persatuan.
Di hadapan 100 siswa, KPU mengajak generasi muda untuk memahami demokrasi tidak hanya sebagai kegiatan memilih dalam pemilu. Demokrasi juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menghargai pendapat orang lain, berani menyampaikan gagasan, menerima perbedaan, menaati aturan, serta bertanggung jawab atas pilihan dan tindakannya.
Melalui KPU Mengajar, siswa mendapatkan pengetahuan mengenai kepemiluan sekaligus pemahaman tentang pentingnya menjadi warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya. Edukasi semacam ini penting karena generasi muda merupakan bagian dari masyarakat yang akan menentukan arah kehidupan demokrasi pada masa mendatang. Selain itu pengetahuan Pengetahuan tentang demokrasi dapat bergerak dari sekolah menuju keluarga, kemudian berkembang ke lingkungan masyarakat.
Demokrasi tidak lahir hanya di bilik suara. Demokrasi tumbuh dari ruang-ruang kecil ketika seorang anak berani bertanya, ketika seorang siswa mau mendengar pendapat yang berbeda, dan ketika setiap orang belajar menghargai pilihan orang lain.
Hari ini mereka mungkin hanya duduk sebagai siswa di bangku sekolah. Namun suatu hari, merekalah yang akan berdiri sebagai pemilih, pemimpin, penggerak masyarakat, dan penjaga masa depan bangsa. Karena itu, KPU Mengajar bukan sekadar mengajarkan tentang pemilu, tapi menanamkan kesadaran bahwa setiap suara memiliki arti, setiap pilihan memiliki tanggung jawab, dan setiap generasi memiliki tugas untuk menjaga demokrasi tetap hidup.