Tvberita.co.id

Call Directions Website

Tvberita.co.id Portal berita paling terpercaya dan paling update di wilayah Karawang, Purwakarta, Subang dan Bekasi.

KARAWANG – Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Jenal Aripin buka suara usai namanya disinggung Gubernur Jawa Barat (Jabar), ...
16/09/2026

KARAWANG – Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Jenal Aripin buka suara usai namanya disinggung Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi lantaran terlibat mengangkut material tambang menuju PT Jui Shin Indonesia (Jui Shin) dan merusak ruas Jalan Badami-Loji, Karawang, Rabu (16/9).

Jenal mengakui PT Cipagamas (CPM) yang disebut Dedi Mulyadi merupakan perusahaan miliknya. Namun, ia membantah jika perusahaannya memiliki kontrak kerja sama dengan PT Jui Shin Indonesia.

“Kalau Cipagamas maksud Pak Gubernur, betul itu punya saya, kalau dianggap punya kontrak dengan Jui Shin, sama sekali tidak. Tidak ada, boleh dicek,” terang Jenal, Rabu (16/9).

Menurut Jenal, persoalan aktivitas angkutan material tidak semestinya hanya diarahkan kepada pemilik armada. Ia menilai keberadaan kendaraan angkutan berkaitan langsung dengan aktivitas pertambangan yang diperbolehkan beroperasi.

“Jangan cuci tangan, jangan mencari kambing hitam. Siapapun yang punya armada, dia akan terlibat di dalam pengusahaan ini sepanjang izin tambangnya dibuka,” kata Jenal.

Ia mempertanyakan pihak yang memiliki kewenangan untuk membuka maupun menghentikan aktivitas pertambangan. Sebab, menurutnya, selama lokasi tambang beroperasi, aktivitas pengangkutan material juga dapat berjalan.

“Angkutan material itu bisa berjalan dikarenakan tambangnya buka. Kalau tambangnya ditutup, mungkin nggak mobil itu bisa ngangkut?” tanya Jenal.

Terkait armada miliknya yang disebut berada dalam kegiatan pengangkutan material menuju Jui Shin, Jenal mengatakan sebagian kendaraan memang sempat disewakan kepada perusahaan tersebut.

Namun, menurut keterangannya, penggunaan armada tersebut berlangsung tanpa sepengetahuannya. Setelah mengetahui adanya penggunaan unit kendaraan miliknya, Jenal mengaku langsung menghentikan kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Jenal meminta persoalan legalitas aktivitas pertambangan juga diperjelas. Menurutnya, ketika sebuah aktivitas tambang dibuka, terdapat aspek legalitas dan perizinan yang menjadi dasar berlangsungnya kegiatan tersebut.

“Yang pasti kita sederhana, ketika itu dibuka berarti kan legal standing-nya sudah beres, legalitasnya sudah selesai. Yang tahu tentang legalitas selesai itu adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang dalam ini di bawah komando Pak Gubernur,” ujarnya.

Jenal pun mempertanyakan alasan aktivitas pertambangan yang sebelumnya ditutup kemudian kembali dibuka. Menurutnya, penjelasan mengenai keputusan tersebut penting agar persoalan aktivitas angkutan material dan kerusakan Jalan Badami-Loji tidak hanya diarahkan kepada pemilik kendaraan.

“Awalnya itu ditutup, tiba-tiba dibuka. Kita malah nggak tahu alasan dibukanya kenapa, alasan ditutup juga kenapa. Jangan dibilang kemudian armada itu menjadi bagian kontribusi kerusakan jalan. Tidak akan ada armada kalau tambangnya tidak dibuka,” katanya. (*)

16/09/2026

Sebuah cuplikan video yang menampilkan perselisihan antara seorang waria dan pria lanjut usia mendadak bikin geger jagat maya.

Dalam video tersebut, keduanya nampak cekcok di tempat umum. Diduga kuat keributan itu lantaran kakek tersebut diduga enggan membayar setelah sesi "kikuk-kikuk".

"Mana bayar! Bayar nggak?" tanya sang waria sambil memegang erat jaket pria lansia tersebut.

Orang-orang dalam video pun bukannya memisahkan, tapi malah tertawa lepas menikmati cekcok tersebut.

Hingga kini belum diketahui pasti di mana dan kapan cekcok itu terjadi. Namun rekaman video tersebut pun menuai beragam reaksi dari netizen. Ada yang menyayangkan, ada p**a yang mendukung aksi waria tersebut. (*)

Wamena - Sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Tasya tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) alias Organi...
16/09/2026

Wamena - Sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Tasya tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) alias Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban ditemukan dalam mobil yang terbakar.

"Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya," kata Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna dalam keterangannya, dilansir detikSulsel, Rabu (16/9/2026).

Saat ini proses evakuasi jenazah berlangsung sembari mempertimbangkan keamanan di lokasi. Informasi yang diterima, korban diduga dibunuh oleh OPM sebelum mayatnya ditemukan dalam mobil.

"Aris Sanda alias bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap II Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Prajurit TNI masih melakukan penyelidikan untuk mengejar para pelaku. TNI mengecam aksi kekerasan pelaku yang mengakibatkan korban meninggal saat sedang bekerja.

"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman," paparnya. (*)

KARAWANG — Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM), membeberkan pemicu utama kerusakan parah yang terjadi di rua...
16/09/2026

KARAWANG — Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM), membeberkan pemicu utama kerusakan parah yang terjadi di ruas Jalan Badami-Loji, Kabupaten Karawang.

Tak hanya armada pabrik semen, lalu lalang truk pengangkut bahan tambang milik pengusaha lokal Karawang disebutnya turut andil besar dalam mempercepat kerusakan ruas jalan.

KDM mengungkap, berdasarkan data dan catatan dari pihak perusahaan semen PT Jui Shin Indonesia, terdapat tiga perusahaan angkutan asal Kabupaten Karawang yang menjalin kerja sama operasional pengangkutan bahan tambang.

“Saya menyampaikan informasi ini sebagai bentuk keterbukaan publik. Kerusakan jalan Badami-Loji selain oleh truk pengangkut semen PT Jui Shin Indonesia, juga disebabkan oleh armada pengangkut bahan tambang," ujar KDM dalam video yang diunggah di akun instagram pribadinya, dikutip Rabu (16/9).

"Truk pengangkut bahan tambang itu yang memiliki kerja sama dengan PT Jui Shin yang ada catatan di saya, berdasarkan informasi dari pihak perusahaan, ada tiga yang berasal dari pengusaha Kabupaten Karawang," tambahnya.

Perusahaan pertama adalah PT Cipagamas (CPM) milik H. Zaenal Arifin yang mengerahkan 4 unit armada. Namun, armada tersebut diketahui telah berhenti beroperasi sejak satu bulan terakhir.

Dalam penjelasannya, KDM sempat penasaran soal sosok pemilik perusahaan tersebut. Pasalnya, nama H. Zaenal Arifin identik dengan nama anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang selama ini dikenal vokal menyuarakan isu kerusakan jalan di wilayah Karawang.

“Saya tidak tahu apakah H. Zaenal Arifin yang dimaksud adalah orang yang sama dengan anggota DPRD Jawa Barat. Karena beliau yang paling aktif menyuarakan soal jalan rusak, bahkan hadir saat aksi demonstrasi masyarakat,” tuturnya.

Perusahaan kedua yakni PT Enggal Family milik H. Enda. Berdasarkan catatan KDM, armada dari PT Enggal Family saat ini sudah tidak lagi beroperasi selama kurang lebih empat bulan.

Sementara itu, perusahaan ketiga yang masih aktif melintas hingga saat ini adalah PT JSM milik pengusaha lokal bernama Bapak Tino.

"Tino ini memiliki 10 unit alat transportasi truk pengangkut bahan tambang dan masih beroperasi. Ini barangkali dan nama perusahaannya JSM," jelasnya. (*)

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Wamena, Papua dengan mengeksekusi seorang sopir travel setelah seb...
16/09/2026

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Wamena, Papua dengan mengeksekusi seorang sopir travel setelah sebelumnya dipaksa mengakui kemerdekaan Papua di bawah todongan senjata api.

Aksi keji ini dilakukan KKB untuk menebarkan teror di Papua terhadap warga sipil. Untuk melegitimasi pembunuhan warga sipil yang tidak bersalah, KKB kerap menuding korbannya sebagai intelijen.

Korban diketahui bernama Aris Sanda, warga perantau asal Toraja.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun dia belum menjelaskan lebih jauh karena pihaknya saat ini masih dalam perjalanan ke lokasi.

"Kita sedang mendalami, anggota sedang menuju TKP," kata Irjen Faizal, mengutip detikcom, Rabu (16/9/2026).

Sementara itu, TPNPB Kodap III Ndugama Darakma mengklaim bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Aksi keji itu dilakukan di jalur Trans Wamena-Nduga pada Selasa (15/9) sekitar pukul 09.25 WIT.

Dalam siaran pers yang disampaikan Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, kelompok tersebut menyebut korban sebagai agen intelijen militer pemerintah Indonesia yang berprofesi sebagai sopir.

Di sisi lain, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan pihaknya telah mengerahkan personel ke lokasi kejadian sejak Selasa (15/9/2026). Proses pencarian sempat terkendala cuaca buruk.

"Anggota kami sudah merespons ke lokasi dan sekitarnya semalam, tapi belum ditemukan. Hari ini akan coba diulangi kembali karena semalam terkendala kabut tebal di lokasi," kata Yusuf saat dihubungi, Rabu (16/9). (*)

Cek video di kolom komentar 👇

Bangga! Desainer Muda asal Karawang Harumkan tanah air di Kancah Internasional 🇮🇩✨Akeyla Naraya berhasil meraih Juara 2 ...
16/09/2026

Bangga! Desainer Muda asal Karawang Harumkan tanah air di Kancah Internasional 🇮🇩✨

Akeyla Naraya berhasil meraih Juara 2 Kategori Urban Nomad dalam ajang World Nomad Games 2026 di Danau Issyk Kul, Kyrgyzstan!

Melalui koleksinya yang bertajuk “Flower of Java”, Akeyla menampilkan tujuh desain busana yang memadukan keindahan kebaya Jawa dan Sunda modern dengan sentuhan batik Karawang serta kain lurik. Spesialnya lagi, karya-karya ini diperagakan langsung oleh model-model asal Kyrgyzstan dan dinilai oleh juri internasional dari berbagai negara!

Nggak cuma mengangkat warisan budaya Nusantara, Akeyla juga membawa pesan penting soal sustainable fashion. Ia memanfaatkan limbah perca batik menjadi detail dekoratif yang cantik dan bernilai tinggi.

Selamat untuk Akeyla Naraya atas prestasinya!

OTT KPK di BPN Bogor: Duit Ratusan Miliar Disita, Bos Summarecon Ikut DicidukKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfi...
15/09/2026

OTT KPK di BPN Bogor: Duit Ratusan Miliar Disita, Bos Summarecon Ikut Diciduk

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) Adrianto Pitojo Adhi menjadi salah satu orang yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin (14/9/2026) malam.

"Benar," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dihubungi melalui pesan tertulis, Selasa (15/9/2026).

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Summarecon.

KPK menangkap total 17 orang dalam operasi senyap tersebut. Selain Adrianto, KPK turut menangkap tangan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor, Sontang Coin Manurung; Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang, Tardi; Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Lampri. Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq dan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto juga menjadi pihak yang terjaring OTT tersebut.

OTT ini berkaitan dengan proses pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di wilayah Kabupaten Bogor dan juga dugaan penerimaan-penerimaan lainnya. Dalam penyelidikan tertutup ini, terang Budi, tim juga mengamankan barang bukti, di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper.

"Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah," ujar Budi, Senin (14/9/2026) malam.

Berdasarkan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang tertangkap tangan tersebut. (*)

Foto: istimewa

KARAWANG – Seorang wanita berinisial W (21), warga Karawang, diduga menjadi korban child grooming ayah kandungnya sejak ...
15/09/2026

KARAWANG – Seorang wanita berinisial W (21), warga Karawang, diduga menjadi korban child grooming ayah kandungnya sejak berusia 9 tahun hingga kini duduk di bangku perkuliahan.

Kasus tersebut terungkap setelah korban mendapatkan pemahaman dari orang-orang terdekat di luar keluarga hingga akhirnya berani menceritakan pengalaman yang dialaminya. Korban saat ini mendapat pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Karawang.

Staf UPTD PPA Karawang, Anis mengatakan, korban datang untuk mendapatkan pendampingan bersama dua dosen dan seorang temannya.

Berdasarkan hasil konseling, kata Anis, proses grooming diduga telah dilakukan sejak korban berusia 9 tahun. Korban juga disebut kerap diberikan konten bermuatan seksual oleh ayahnya.

“Sejak usia 9 tahun, korban sudah mendapatkan grooming dan sering diberikan konten seksual oleh ayahnya. Saat SMP, kekerasan seksual itu mulai terjadi,” kata Anis.

Menurutnya, dugaan kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama membuat korban kesulitan memahami bahwa tindakan yang dialaminya merupakan perbuatan yang salah.

“Awalnya korban masih bingung karena sudah lama dimanip**asi. Dia salah memaknai rasa sayang sehingga menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang biasa,” ujarnya.

Kesadaran korban mulai muncul setelah W menceritakan pengalaman tersebut kepada pacarnya. Korban kemudian mendapat pemahaman bahwa tindakan yang dilakukan terhadapnya bukan bentuk kasih sayang, melainkan perbuatan yang salah. (*)

15/09/2026

KARAWANG - Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyegel sementara aktivitas pertambangan mineral bukan logam dan batuan milik PT Mas Putih Belitung (MPB) di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Selasa (19/5).

Penutupan ini diambil usai perusahaan dinilai abai terhadap sanksi administratif dan janji perbaikan fasilitas publik sampai batas waktu yang telah ditentukan.

"Hari ini kami kroscek ternyata masih banyak item yang belum lengkap, karena itu kami tutup, dan kita pasang Satpol PP line di pintu gerbang PT MPB. Jadi tidak boleh ada aktivitas sampai semua dilengkapi," ungkap Sekda Jabar, Herman Suryatman dalam video yang diterima Kumparan.

Disegelnya aktivitas pertambangan ini berawal dari penemuan kerusakan jalan dan fasilitas umum di sekitar area operasional. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi sebelumnya telah melayangkan surat sanksi administratif tertanggal 22 Mei 2026 kepada Direktur PT Mas Putih Belitung.

Dalam surat tersebut, pemerintah memberi syarat pencabutan sanksi apabila perusahaan memenuhi lima klausul utama, di antaranya: Penataan Warung & Perbaikan Jalan, memperbaiki akses jalan mulai dari mulut tambang hingga pabrik semen PT Jui Shin Indonesia. Selanjutnya memperbaiki akses jalan dari pabrik semen menuju Gerbang Tol Karawang Barat.

“Revitalisasi Trotoar, memperbaiki sarana pejalan kaki di sepanjang jalur terdampak. Terus Membangun taman dan fasilitas umum di sekitar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan area PT Jui Shin Indonesia untuk pemulihan citra lingkungan,” terangnya.

Namun, berdasarkan evaluasi dan pemantauan ulang di lapangan pada Agustus 2026, pemerintah menemukan belum adanya tindak lanjut maupun realisasi nyata dari pihak perusahaan terkait klausul yang dipersyaratkan. (*)

KARAWANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang t...
15/09/2026

KARAWANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap lembaga keagamaan melalui pemberian hibah yang setiap tahun mengalami peningkatan.

Kepala Kemenag Karawang, H. Sopian, mengatakan hibah untuk lembaga keagamaan sebelumnya berada di angka Rp100 juta, kemudian meningkat menjadi Rp200 juta pada 2026. Pemerintah Kabupaten Karawang juga berencana kembali meningkatkan nominal tersebut menjadi Rp250 juta hingga Rp300 juta per lembaga pada 2027.

Menurutnya, peningkatan hibah tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kehidupan keagamaan di Kabupaten Karawang.

“Yang dulu dari awal saya pernah sering mengawal, awal Rp100 juta, terus saya lihat malam ini yaitu Rp200 juta per lembaga dan insyaallah tahun depan itu Rp250 sampai Rp300 juta. Mudah-mudahan ini terbukti,” ujar Sopian saat menghadiri kegiatan Harmoni Nusantara, Minggu (13/9/2026).

Sopian menilai dukungan tersebut menjadi kebanggaan bagi Kemenag karena turut membantu lembaga-lembaga keagamaan dalam menjalankan berbagai program.

“Alhamdulillah ini bentuk perhatian Bupati Karawang terhadap agama dan keagamaan. Ini kebanggaan bagi saya sebagai Kementerian Agama Kabupaten Karawang, bangga sekali atas perhatian ini,” katanya. (*)

Address

104), , , , Jalan Ahmad Yani No. 19, Tanjungpura, Karawang Barat, Tanjungpura, Kec. Karawang Barat, Kabupaten
Karawang
41314

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Tvberita.co.id posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share