PEDaMaRaN

Directions

PEDaMaRaN 27022011 tempat bebage lokak lemak
be kelakar
nambah kanco
dan sebagai nyo.

Tidak semua orang yang menjauh sedang tidak membutuhkan siapa-siapa. Sebagian justru sedang berjuang menghadapi sesuatu ...
02/09/2026

Tidak semua orang yang menjauh sedang tidak membutuhkan siapa-siapa. Sebagian justru sedang berjuang menghadapi sesuatu yang tidak sanggup mereka ceritakan. Mereka tidak tahu bagaimana mengatakan bahwa dirinya lelah, tidak tahu bagaimana meminta pertolongan, atau terlalu terbiasa menyelesaikan semuanya sendiri. Akhirnya, ketika hidup mulai terasa berat, mereka memilih menghilang. Bukan karena tidak menghargai orang-orang di sekitarnya, tetapi karena mereka tidak ingin terlihat rapuh atau merasa menjadi beban bagi siapa pun.

Kita sering mengira seseorang yang tiba-tiba berhenti berkabar sedang berubah, tidak peduli, atau sengaja menjauh. Padahal bisa saja ia sedang berusaha mengumpulkan dirinya yang berantakan. Ada orang yang ketika menghadapi masalah justru semakin banyak bicara, tetapi ada p**a yang memilih diam dan mengasingkan diri. Ia membutuhkan waktu untuk berpikir, menata kembali hidupnya, dan mencari jalan keluar dengan caranya sendiri. Dalam kesunyian itulah ia mungkin sedang bertarung dengan ketakutan, kegagalan, tekanan, dan berbagai hal yang tidak pernah terlihat oleh orang lain.

Barangkali karena itulah kita perlu belajar untuk tidak terlalu cepat mengambil kesimp**an atas kepergian seseorang. Tidak semua jarak adalah bentuk penolakan, dan tidak semua diam berarti tidak peduli. Ada orang yang pergi bukan karena tidak menganggap kita penting, tetapi karena belum mampu hadir sebagai dirinya sendiri. Ia merasa tidak punya sesuatu yang baik untuk dibagikan selain kekacauan yang sedang dialaminya. Maka ia memilih menyembuhkan dirinya terlebih dahulu, sampai suatu hari ia memiliki cukup tenaga untuk kembali.

Ketika hidupnya perlahan membaik, ia mungkin kembali seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Datang membawa cerita baru, senyum yang lebih tenang, dan energi yang sebelumnya hilang. Kita mungkin tidak pernah tahu seberapa berat perjalanan yang telah ia lalui selama menghilang. Karena itu, jika seseorang yang kita sayangi tiba-tiba mengambil jarak, mungkin yang ia butuhkan bukan tuntutan untuk segera menjelaskan, melainkan ruang yang tetap menyisakan pintu untuk p**ang. Tidak perlu selalu mengejar, tetapi biarkan ia tahu bahwa ketika sudah siap, masih ada tempat untuknya.

Sebab tidak semua orang pandai mengatakan, “Aku sedang tidak baik-baik saja.” Sebagian hanya mampu mengatakan itu melalui keheningan, jarak, dan ketidakhadiran. Maka jika suatu hari mereka kembali, jangan buru-buru bertanya ke mana mereka selama ini sebelum memastikan bahwa mereka sudah cukup kuat untuk bercerita. Bisa jadi, selama kita mengira mereka meninggalkan kita, mereka sebenarnya sedang berusaha menyelamatkan dirinya sendiri. Dan terkadang, bentuk kasih sayang yang paling dewasa adalah tetap menyediakan ruang bagi seseorang untuk kembali tanpa membuatnya merasa bersalah karena pernah pergi.

“Kenapa pepatahnya berbunyi tuntutlah ilmu sampai ke negeri China… bukan ke Barat?”Karena jauh sebelum Barat menguasai d...
22/05/2026

“Kenapa pepatahnya berbunyi tuntutlah ilmu sampai ke negeri China… bukan ke Barat?”

Karena jauh sebelum Barat menguasai dunia… Timur sudah lebih dulu menjadi pusat peradaban.

Ketika Marco Polo datang ke Tiongkok, dia bukan melihat negeri miskin yang butuh bantuan…

Dia melihat “Kerajaan Tengah” — negeri yang teknologinya membuat bangsa Barat tercengang.

Konon saat menghadap Maharaja Tiongkok…

🤴 “Apa tujuan kalian datang?”

👦🏼 “Kami ingin berdagang.”

🤴 “Apa yang kalian bawa?”

👦🏼 “Emas.”

🤴 “Kami punya emas lebih banyak.”

👦🏼 “Senjata perang.”

🤴 “Kami juga punya teknologi perang.”

Mereka kehabisan cara…

Sampai akhirnya Barat membawa sesuatu yang jauh lebih berbahaya daripada pedang.

👦🏼 “Kami punya obat… yang bisa menghilangkan lelah, membuat pekerja lebih rajin, dan membuat pikiran tenang…”

🤴 “Apa nama obat itu?”

👦🏼 “Opium.”

Dan dari situlah bencana dimulai.

Barat sadar…
Mereka tidak bisa mengalahkan Naga Timur dengan kekuatan.

Maka mereka mencoba melumpuhkannya dengan candu.

Sejarah kemudian mencatat bagaimana perang, perdagangan o***m, dan penjajahan perlahan menghancurkan kejayaan negeri besar itu.

Kadang…
Penjajahan tidak selalu datang membawa senjata.

Tapi membawa sesuatu yang membuat bangsa lupa siapa dirinya.

Kalau kamu s**a konten sejarah gelap dan fakta yang jarang dibahas…
FOLLOW sekarang

Ave neohistorian!Adanya Tunjangan Hari Raya (THR) di Indonesia tidak lepas dari advokasi Sentral Organisasi Buruh Seluru...
26/03/2026

Ave neohistorian!

Adanya Tunjangan Hari Raya (THR) di Indonesia tidak lepas dari advokasi Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia (SOBSI), serikat buruh yang berafiliasi kuat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Ketika Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo dari Masyumi mencetuskan "persekot Lebaran" secara eksklusif untuk pegawai negeri pada tahun 1951, ketimpangan ini memicu kemarahan kelompok buruh swasta. Merespons hal tersebut, SOBSI memelopori gelombang protes dan mogok kerja sejak 1952. Puncaknya pada Sidang Dewan Nasional II tahun 1953, sayap buruh PKI ini secara lantang menuntut pemerintah agar seluruh pekerja mendapatkan hak THR sebesar satu bulan gaji penuh, bukan sekadar hadiah s**arela dari pengusaha.

​Tekanan berkesinambungan dari gerakan kiri ini akhirnya memaksa pemerintah perlahan mengakomodasi tuntutan buruh. Bermula dari Surat Edaran pada 1954, advokasi ini membuahkan hasil mutlak ketika Peraturan Menteri Perburuhan Nomor 1/1961 diterbitkan untuk mewajibkan pembayaran THR bagi pekerja swasta. Meski SOBSI ditumpas pada awal Orde Baru akibat tragedi 1965, langkah berani mereka telah meletakkan fondasi hukum yang menjadikan THR sebagai hak normatif pekerja modern hingga saat ini.

Referensi:

J. Suromenggolo, Politik Perburuhan Era Demokrasi Liberal 1950-an (Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2015)

E.R. Puspapertiwi, 'Sejarah THR: Dicetuskan Menteri Masyumi, Diperjuangkan Buruh PKI', Kompas.com, 17 Mar 2024], diakses pada 26 Maret 2026

11/03/2026

😭

10/03/2026

Sayyidina Husen bin Ali bin Abi Thalib menikah dengan Syahrbanu, putri terakhir kaisar Persia. Dari pernikahan ini lahir Ali Zainal Abidin yang merupakan kakek buyut Sayyid Ayatollah Ali Khamenei.

08/03/2026

Allahumma sholli ala sayyidina muhammad waala ali sayyidina muhammad"

(اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ)

artinya: "Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga junjungan kami Nabi Muhammad

Waris Warisan Kebencian: Ketika Salafi wahabi Merayakan Kematian dan Meniru Jejak Khawarij. ​Dunia Islam hari ini menyak...
06/03/2026

Waris Warisan Kebencian: Ketika Salafi wahabi Merayakan Kematian dan Meniru Jejak Khawarij.

​Dunia Islam hari ini menyaksikan sebuah kontras yang memuakkan. Di satu sisi, umat Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang waras merundukkan kepala, berduka atas gugurnya Sayyid Ali Khamenei di medan perjuangan—seorang pemimpin yang berdiri membela tanah airnya. Di sisi lain, muncul sorak-sorai dari kaum Salafi-Wahabi yang bersyukur atas kematian sesama Muslim.
​Fenomena ini bukan sekadar perbedaan politik; ini adalah patologi mental dan reproduksi sejarah kelam yang mengerikan.
​1. Reinkarnasi Khawarij di Abad 21
​Sejarah berulang dengan aktor yang berbeda namun naskah yang sama. Dahulu, kaum Khawarij bers**a cita ketika pedang Abdurrahman bin Muljam merobek tubuh Khalifah Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhah saat sujud Subuh. Hari ini, kaum Salafi mengambil peran yang sama.
​Mereka adalah "uswah" (teladan) dalam hal merawat benci hingga mati. Mereka mendoktrin kebencian terhadap Syiah seolah-olah ada dendam pribadi yang belum tuntas, padahal mereka terpaut 16 abad dan tak pernah bertemu head-to-head dalam sejarah awal. Ini adalah kebencian yang dipaksakan, sebuah doktrin yang membuat mereka merasa lebih "Sunnah" hanya dengan cara membenci kelompok lain.
​2. Syahid di Medan Tempur vs. Syahwat Mengkafirkan
​Gugur di medan tempur adalah sebuah kemewahan sejarah yang hanya diberikan kepada mereka yang memiliki keteladanan agung, mewarisi semangat para sahabat dan salaf saleh. Sementara itu, mencela, menyesatkan, dan mengkafirkan sesama mukmin adalah "sunnah" kaum Khawarij yang kini diadopsi dengan bangga oleh kaum Salafi.
​Provokasi kebencian mereka tidak berhenti di Syiah. Daftar "hitam" mereka panjang:
​NU? Dianggap firqah dhallah (golongan sesat).
​Muhammadiyah? Disebut sesat.
​Jamaah Tabligh? Dianggap menyimpang.
​Siapapun yang tidak sepandangan akan di-tahdzir (diperingatkan untuk dijauhi). Mereka membangun tembok eksklusivitas, meninggalkan majelis yang bukan kelompoknya, dan merasa menjadi satu-satunya pemegang kunci surga.
​3. Ironi Dakwah: Mengislamkan Kafir vs. Mengkafirkan Islam
​Benar apa yang disindir oleh para ulama kita. Kyai Hasyim Muzadi pernah berseloroh:
Jika Muhammadiyah datang ke masjid NU, yang hilang hanya bedug dan qunut. Tapi jika Salafi yang datang, masjidnya ikut hilang. Ini adalah kritik pedas terhadap karakter dakwah yang tidak merangkul, melainkan mengusir.
​Gus Mus pun memberikan komparasi yang menohok: Para Wali dahulu datang untuk mengislamkan orang kafir. Ustadz-ustadz masa kini justru sibuk mengkafirkan umat Islam. Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan keberadaan kaum ini. Ketika Khalid bin Walid hendak memenggal seseorang yang berani menggurui Nabi dengan kata "Bertaqwalah pada Allah, wahai Muhammad," Nabi melarangnya namun memberi nubuat pahit:
​Akan lahir dari kaum itu orang-orang yang shalat dan puasanya terlihat lebih hebat dari kalian, membaca Al-Qur'an namun hanya sampai kerongkongan, dan mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya.
​4. Membenci Bid'ah, Bukan Orangnya
​Islam yang diajarkan Nabi adalah Islam yang membedakan antara perbuatan dan personal. Membenci bid'ah bukan berarti harus membenci dan mematikan karakter orangnya. Sikap ekstrim—baik dari sisi Salafi maupun Syiah radikal yang gemar mencaci sahabat—adalah penyakit yang sama.
​Namun, merayakan kematian seorang pemimpin Muslim yang sedang berjuang melawan penindasan adalah puncak dari hilangnya empati kemanusiaan. Jika agama tidak lagi menyisakan rasa duka atas hilangnya nyawa manusia, maka agama itu telah berubah menjadi ideologi kebencian yang kering.
​Kesimp**an
Dunia Islam berduka, namun kaum yang "merasa paling Sunnah" justru berpesta. Inilah saatnya kita sadar bahwa moderasi beragama bukan sekadar slogan, melainkan tameng agar kita tidak menjadi "Rambut yang tercerabut dari tepung"—keluar dari esensi Islam karena kegemaran mengkafirkan sesama saudara sendiri.

​

Bayangkan seorang anak usia 15 tahun melakukan pembvnvh4n lebih banyak dari kebanyakan penj4h4t dewasa… tapi hukum saat ...
12/02/2026

Bayangkan seorang anak usia 15 tahun melakukan pembvnvh4n lebih banyak dari kebanyakan penj4h4t dewasa… tapi hukum saat itu justru tidak punya cara untuk menahannya lama.

Itulah yang terjadi dalam kasus Juan Fernando Hermosa di Ekuador.

Pada tahun 1991 sampai 1992, di kota Quito, Hermosa melakukan serangkaian pembvbvh4n yang mengejutkan negara. Korbannya disebut mencapai setidaknya 22 orang.
Banyak yang menjadi target adalah sopir taksi, dan juga pri4 g4y.

Saat akhirnya ditangk4p, publik Ekuador tidak percaya pel4kunya masih remaja. Kasus ini langsung menjadi salah satu tr4gedi krimin4l paling mengerikan dalam sejarah negara itu.

Masalah terbesar muncul saat masuk ke pengadilan.
Di bawah hukum remaja Ekuador saat itu, siapa pun yang masih di bawah umur hanya bisa dihukum maksimal 4 tahun, tidak peduli seberapa berat kej4h4t4nnya.
Hermosa mengaku, dihukum, dan menjalani hukuman maksimal itu. Tapi setelah 4 tahun, sistem hukum tidak punya celah untuk menahannya lebih lama.
Tidak ada pengecualian. Tidak ada “hukuman khusus” untuk pembvnvh4n berantai.

Pada tahun 1996, Hermosa dibebaskan.
Banyak orang yakin, ancam4n belum selesai—hanya berpindah dari ruang sidang ke jalanan.
Dan ketakutan itu terbukti.
Hanya beberapa hari setelah bebas, Hermosa si Pelaku dicvlik, disiks4, lalu dibvnvh. M4y4tnya ditemukan di pinggiran kota.
Sampai sekarang, tidak ada pel4ku yang benar-benar dihukum secara meyakinkan. Tapi teori paling kuat selalu sama: PEMBALASAN.

Kisah ini bukan cuma soal kej4h4t4n.
Ini tentang saat hukum bekerja persis seperti yang tertulis… tapi tetap gagal melindungi masyarakat, dan akhirnya malah membuka jalan bagi kekerasan berikutnya.
Kadang bagian paling mengerikan bukan hanya pembvnvhnya…
tapi kenyataan bahwa sistem bisa punya batas yang sangat fatal.

Sumber: Wild heart

SIKSA DUNIA SEBELUM DAN SETELAH AJAL MENJEMPUTAnda tahu siapa itu Mustafa Kemal Ataturk ? Dialah Presiden Pertama dari R...
31/01/2026

SIKSA DUNIA SEBELUM DAN SETELAH AJAL MENJEMPUT

Anda tahu siapa itu Mustafa Kemal Ataturk ?
Dialah Presiden Pertama dari Republik Turki Sekuler.

Dia-lah dalang di balik kacaunya Khilafah Utsmani sampai Khilafah Utsmani harus runtuh pada 3 Maret 1924.

Dan ketika Mustafa Kemal Ataturk berkuasa di Turki, dia menjadi diktator pertama dlm dunia Islam. Dia memerintah dgn tangan besi.

Habis semua umat Islam dlm genggaman tangannya. Tangannya berlumuran darah umat Islam yg menghendaki agar Khilafah Utsmani kembali menghiasi bumi Islambul.

Mustafa Kemal juga yg menghapus segala bentuk hukuman syariah. Dia yg menghapus hukum potong tangan bagi pencuri, hukum rajam bagi pezina, hukum qishosh bagi pembunuh, lalu digantinya dgn hukuman penjara.

Tak hanya itu, Mustafa Kemal juga menghapus hukum waris, menyamaratakan ahli waris laki2 dgn ahli waris perempuan, menghapus hukum hijab bagi muslimah, mengubah Masjid Hagia Sofia menjadi museum, kalimat adzan diganti menjadi bahasa Turki, menggalakkan minum minuman khomer di tempat umum, dan menjadikan majelis-majelis ilmu kemudian menggantinya dgn tempat2 lokalisasi pelacuran dan diskotik.

Tak hanya mengubah sistem pemerintahan Turki yg Islami menjadi sekuler, Mustafa Kemal juga memiliki sifat sombong sebagaimana Fir'aun.

Dalam suatu kesempatan, Mustafa Kemal berpidato dihadapan para tentara eks tentara Khilafah.

Dalam pidatonya itu, Mustafa Kemal membanggakan dirinya, dengan berkata
"Kini sekarang siapa yg berkuasa, aku atau Tuhan ?"

Dengan perasaan takut, para tentara itu serentak mengucapkan, "Andalah paduka yg kami takutkan sekarang"

Mendengar jawaban dari para tentara itu, senyum kesombongan mengukir di bibir Mustafa Kemal.

Tapi semua itu berhenti ketika periode akhir Oktober 1938.

Saat itu, Mustafa Kemal awalnya menderita penyakit kulit. Namun, Mustafa Kemal menderita penyakit tambahan yakni malaria, lever, dan penyakit kelamin.

Dokter pribadinya pun memberi salep dan dioleskan di kulitnya yg luka karena garukan dari kukunya.

DR Abdullah 'Azzam dalam bukunya Al Manaratul Mafqudah, menjelaskan prosesi ajal Mustafa Kemal Ataturk yg mengerikan,

Menurut DR Abdullah 'Azzam, sebuah cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti.

Untuk mengeluarkan cairan dalam tubuhnya,
dokterpun menusuk jarum di perutnya, tapi hasilnya perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak.

Wajahnya pun menjadi pucat pasi dan terlihat seperti tengkorak.

Mustafa Kemal, yg sedang sakit menderita itu, kesehariannya dilingkupi rasa panas yg luar biasa.

Bahkan, gatal-gatal dari tubuhnya semakin menjadi-jadi, hingga dia merasa tak tahan lalu menjerit sampai terdengar di seluruh istana.

Para pekerja istana, sangat ketakutan, ketika Mustafa Kemal sudah menjerit karena kesakitan.

Badannya yg panas, hingga melebihi suhu normal, membuatnya tak mau masuk istana.
Dia minta dibawa ke tengah-tengah laut utk menurunkan suhu tubuhnya. Tapi, suhu tubuhnya selalu naik, dan malah panas.

Syaikh DR. Sayyid Husein Al Affani, dlm kitabnya Al Jaza Min Jinsil Amal, mengisahkan bahwa sebenarnya Mustafa Kemal sudah mulai menderita kanker hati pada tahun 1936.

Tapi, anehnya para dokter yg mendiagosa, baru mengetahui Mustafa Kemal terkena kanker hati pada tahun 1938.

Dan puncaknya, pada pagi hari tanggal 10 November 1938, Mustafa Kemal dinyatakan mati oleh tim dokter. Sakaratul maut yg amat mengerikan bagi pengkhianat dan penghancur Khilafah Utsmani.

Bahkan, ketika akan proses pemakaman pun, para ulama Turki menolak utk menyolatkan jenazah busuk Mustafa Kemal.

Baru dihari ke-9, atas desakan dan permintaan dari adik perempuan Mustafa Kemal, barulah para ulama dan rakyat Turki mengkafani, menyolatkan, dan menguburkan Mustafa Kemal.

Tapi, naas, ketika jenazahnya akan dimasukkan ke bumi, jenazahnya terlempar ke atas.

Para peziarah dibuat repot oleh hal ini, utk para ulama sepakat utk menimbun jenazah Mustafa Kemal dengan bebatuan di bukit di Ankara.

Baru setelah 15 tahun matinya Mustafa Kemal, jenazahnya kembali utk dikubur.

Tapi lagi-lagi, bumi menolak jenazah Mustafa Kemal. Hingga akhirnya, jenazah Mustafa Kemal dimasukkan ke dalam museum Etnagrafi di Ankara, Turki.

Jenazahnya ditimbun dengan bebatuan marmer yg bobotnya sampai 44 ton.

Dan, jika Anda pergi ke museum Etnagrafi di Turki utk melihat makam Mustafa Kemal,
para pemandu museum pasti akan menyemprotkan parfum yg paling wangi ke pakaian Anda.

Sebab, jika Anda sudah mendekati makam Mustafa Kemal, pasti akan tercium bau yg lebih busuk dari bangkai.

Pihak museum pun mengakui, jika sumber bau busuk itu bukan dari WC atau septictank yg bocor, melainkan di areal makam Mustafa Kemal Attaturk.

Kisah ini memberikan i'tibar. Seperti kata bbrp ulama, kalau kamu benci dan mencoba , maka kamu akan melawan Allah. Lihat, kematian yg mengerikan menimpa Mustafa Kemal Attaturk, si penjegal dan penghancur Khilafah Utsmani.

Aroma bau yg terus keluar dari makam Mustafa Kemal, adalah cara Allah memperingatkan kepada siapa saja, yang mencoba sombong dengan kekuasaannya dan melawan syariat-Nya, maka dia akan mendapatkan kematian yg terhina !!!

Wallahu'alam bisshowwab

20/01/2026

🐞

Address

Jalan Simpang Kyai Lintas Timur
Kayuagung
30672

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PEDaMaRaN posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share