Pemkab Timor Tengah Utara

Call Directions Website Contact the organization

Pemkab Timor Tengah Utara Akun resmi dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara. Dikelola oleh Dinas Kominfotik Kab.TTU

Insana Tekankan Disiplin Aparatur Desa, Kebersihan Lingkungan, dan Ketuntasan PBB 2026KEFAMENANU NEWS – Camat Insana, Yu...
22/10/2026

Insana Tekankan Disiplin Aparatur Desa, Kebersihan Lingkungan, dan Ketuntasan PBB 2026

KEFAMENANU NEWS – Camat Insana, Yustinus Binsasi, S.H., menegaskan pentingnya disiplin aparatur pemerintahan, menjaga kebersihan lingkungan, mengembangkan tanaman hortikultura, serta menuntaskan penyetoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Camat Insana saat bertindak sebagai pembina upacara dalam kegiatan Upacara Kesadaran yang berlangsung di halaman Kantor Desa Keun, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Senin, 19 Oktober 2026.

Upacara tersebut diikuti oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Insana, para kepala desa bersama perangkat desa, ketua dan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), unsur lintas sektor Kecamatan Insana, serta Kepala SD Negeri Keun bersama para guru dan murid.

Dalam amanatnya, Yustinus Binsasi mengingatkan seluruh peserta upacara agar terus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Ia menekankan bahwa disiplin harus dimulai dari hal-hal mendasar, seperti menaati waktu membuka dan menutup kantor, serta mengikuti upacara kesadaran yang dilaksanakan satu kali setiap bulan.

Menurutnya, upacara kesadaran bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, tanggung jawab, dan semangat pengabdian dalam melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Selain disiplin kerja, Camat Insana juga mengajak seluruh aparatur pemerintah desa dan masyarakat untuk senantiasa menjaga sikap serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia turut menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar kantor pemerintahan dan wilayah desa masing-masing.

Kebersihan, menurutnya, harus menjadi tanggung jawab bersama dan diwujudkan melalui tindakan nyata secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Yustinus juga mendorong pemerintah desa untuk menggalakkan kegiatan penanaman tanaman hortikultura. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan lahan yang tersedia sekaligus mendukung produktivitas masyarakat.

Terkait kewajiban perpajakan daerah, ia meminta seluruh pemerintah desa agar memberikan perhatian serius terhadap penyetoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tahun 2026 sehingga dapat dituntaskan sesuai dengan ketentuan dan target yang telah ditetapkan.

Evaluasi Berkala Perkuat Kinerja Pemerintahan Desa
Usai pelaksanaan Upacara Kesadaran, kegiatan dilanjutkan dengan rapat evaluasi berkala bulanan. Rapat tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk mengevaluasi pelaksanaan program,
mengidentifikasi kendala, serta memperkuat koordinasi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan upacara kesadaran dan rapat evaluasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Insana berharap kedisiplinan aparatur semakin meningkat, kebersihan lingkungan terus terjaga, kegiatan penanaman hortikultura semakin digalakkan, serta kewajiban penyetoran PBB Tahun 2026 dapat diselesaikan dengan baik.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga BPD, sektor pendidikan, dan unsur lintas sektor demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang tertib, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Penulis: Manto Manu / Diskominfotik / Kab. TTU
Editor: Frumentus Bana / Diskominfotik / Kab. TTU

Pemberkatan Kantor Bupati TTU Dirangkai Penyerahan Kunci ATM CenterKEFAMENANU, NEWS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah ...
22/10/2026

Pemberkatan Kantor Bupati TTU Dirangkai Penyerahan Kunci ATM Center

KEFAMENANU, NEWS – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menggelar misa syukur dan pemberkatan Gedung Kantor Bupati TTU setelah renovasi, yang dirangkaikan dengan penyerahan kunci ruangan ATM Center dari Bank NTT Cabang Kefamenanu, Rabu (21/10).

Kegiatan yang berlangsung di lobi Kantor Bupati TTU itu dihadiri Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo, Wakil Bupati Kamillus Elu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah, serta jajaran Pemerintah Kabupaten TTU.

Dalam sambutannya, Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan gedung kantor bupati telah digunakan sejak 2006 dan menjadi pusat penyelenggaraan pemerintahan daerah selama hampir dua dekade.

Ia menjelaskan renovasi gedung tersebut tidak sekadar bertujuan memperbarui tampilan fisik bangunan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih representatif, nyaman, dan tertib guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Renovasi gedung ini bukan semata-mata untuk memperindah tampilan fisik bangunan, melainkan bagian dari upaya membangun lingkungan kerja pemerintahan yang lebih representatif, nyaman, dan tertib guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik,” kata Bupati.

Ia menegaskan, pembaruan sarana dan prasarana pemerintahan harus diikuti dengan perubahan pola pikir, peningkatan kedisiplinan, serta kualitas kerja aparatur sipil negara (ASN).

“Gedung ini harus menjadi titik tolak bagi lahirnya budaya kerja yang lebih disiplin, responsif, inovatif, dan berorientasi pada hasil. Kita berada di sini bukan untuk dilayani oleh rakyat, melainkan untuk melayani rakyat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Kantor Bupati TTU merupakan rumah bersama bagi seluruh masyarakat. Karena itu, setiap warga yang datang harus mendapatkan pelayanan yang baik, adil, dan tanpa diskriminasi.

Menurut dia, kantor pemerintahan harus menjadi tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, memperoleh pelayanan, serta mendapatkan solusi atas persoalan yang dihadapi.

Dalam sambutannya, Bupati turut menjelaskan makna filosofis kawasan Kantor Bupati TTU yang mencakup gedung utama sebagai Sonaf Besi, gapura bersayap, serta Taman Doa Santo Antonius Padua yang memiliki Hau Monef sebagai simbol harmonisasi antara manusia, alam atau leluhur, dan Tuhan.

Ia mengatakan unsur-unsur tersebut mencerminkan keterkaitan antara pemerintah, adat, dan gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Nilai tersebut, katanya, sejalan dengan semangat Nekaf Mese, Ansaof Mese.

Bupati berharap gedung yang telah direnovasi dapat menjadi simbol pembaruan birokrasi sekaligus mendukung lahirnya kebijakan dan program pembangunan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kemegahan sebuah kantor tidak diukur dari indahnya bangunan, tetapi dari besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjaga kebersihan, fasilitas, dan aset kantor, serta memelihara nilai kejujuran, kedisiplinan, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada kontraktor pelaksana dan seluruh tenaga kerja yang telah menyelesaikan renovasi gedung tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Bank NTT Cabang Kefamenanu menyerahkan kunci ruangan ATM Center yang turut direnovasi di kawasan pintu gerbang Kantor Bupati TTU.

Renovasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi ruangan yang sebelumnya kurang terawat sekaligus meningkatkan kenyamanan nasabah saat melakukan transaksi perbankan.

Pimpinan Bank NTT Cabang Kefamenanu, Jorsalino Reynaldi Seran mengatakan ruangan tersebut kini dilengkapi toilet dan pos penjagaan bagi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mendukung kebersihan dan pemeliharaan fasilitas.

“Sekarang ruangan ATM Center sudah dilengkapi toilet dan pos jaga bagi teman-teman Satpol PP sehingga diharapkan kebersihan dan perawatannya lebih terjamin,” ujarnya.

Pemberkatan gedung dan penyerahan ruangan ATM Center tersebut diharapkan mendukung kelancaran aktivitas pemerintahan serta meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengakses pelayanan publik dan layanan perbankan.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2026Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara mengucapkan **Selamat Hari Santri Nasional Tahu...
22/10/2026

SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2026

Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara mengucapkan **Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026.**

Dengan semangat *“Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”*, mari kita jadikan momentum Hari Santri sebagai pengingat akan pentingnya ilmu pengetahuan, akhlak mulia, serta semangat pengabdian dalam membangun bangsa dan negara.

Santri adalah generasi penerus yang berperan penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat persatuan, menebarkan kedamaian, serta membangun Indonesia yang berkarakter dan bermartabat.

Teruslah menjadi cahaya ilmu, teladan dalam akhlak, dan garda terdepan dalam menjaga persatuan bangsa.

Santri Hebat, Indonesia Kuat!
Bersama santri, kita wujudkan Indonesia yang damai, maju, dan berakhlak mulia.





Tokoh Adat Desa Ponu Minta Keamanan Ditertibkan Sebelum Pasar Bebas Perbatasan DibukaKEFAMENANU NEWS – Rencana pembangun...
22/10/2026

Tokoh Adat Desa Ponu Minta Keamanan Ditertibkan Sebelum Pasar Bebas Perbatasan Dibuka

KEFAMENANU NEWS – Rencana pembangunan dan pengembangan perdagangan pasar bebas di kawasan perbatasan mendapat perhatian dari masyarakat Desa Ponu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Masyarakat

berharap agar aspek keamanan dan ketertiban menjadi prioritas utama sebelum aktivitas perdagangan bebas tersebut dibuka.

Harapan tersebut disampaikan Alfret Monemnasi, selaku tokoh adat Desa Ponu, dalam menanggapi rencana pengembangan kawasan perdagangan bebas di wilayah perbatasan.

Menurut Alfret, kehadiran pasar bebas di kawasan perbatasan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat,

membuka peluang usaha, serta meningkatkan aktivitas perdagangan. Namun, rencana tersebut perlu didukung dengan situasi keamanan yang kondusif agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Ia meminta Pemerintah Daerah Kabupaten TTU, khususnya Bupati, untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan pihak keamanan, termasuk Koramil dan unsur keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), bersama masyarakat setempat guna menjaga situasi tetap tertib.

“Sebelum perdagangan bebas dibuka, keamanan dan ketertiban di kawasan perbatasan perlu dibenahi terlebih dahulu agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” demikian harapan yang disampaikan Alfret.

Ia juga menyoroti kondisi keamanan di kawasan Pantura yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius. Pasalnya, masyarakat disebut telah mengalami sejumlah kehilangan barang berharga.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sehingga diperlukan langkah nyata dari pemerintah dan aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan serta menjaga ketertiban lingkungan.

Alfret berharap pemerintah dan aparat keamanan dapat memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan di titik-titik yang dianggap rawan, serta melibatkan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan demikian, potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, penataan keamanan bukan bertujuan menghambat rencana pengembangan perdagangan bebas, melainkan menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa kegiatan ekonomi nantinya dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan warga.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Desa Ponu pada prinsipnya mengharapkan agar rencana pengembangan perdagangan di kawasan perbatasan dapat membawa manfaat bagi kehidupan masyarakat. Namun, manfaat tersebut perlu ditunjang dengan jaminan keamanan

, ketertiban, dan kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat.

Dengan adanya langkah penertiban dan pengamanan sebelum perdagangan bebas beroperasi, masyarakat berharap kawasan perbatasan dapat berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi yang aman, tertib, dan memberikan peluang kesejahteraan bagi warga setempat

Penulis: Manto Manu/ Diskominfotik/Kab TTU
Editor : Frumentus Bana/Diskominfotik/Kab TTU

Bupati TTU Lepas 112 Anggota Kontingen POPDA VIII NTT 2026, Targetkan Prestasi dan SportivitasKEFAMENANU NEWS,– Bupati T...
22/10/2026

Bupati TTU Lepas 112 Anggota Kontingen POPDA VIII NTT 2026, Targetkan Prestasi dan Sportivitas

KEFAMENANU NEWS,– Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., secara resmi melepas kontingen pelajar Kabupaten TTU untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026. Acara pelepasan berlangsung di Alun-Alun Kantor Bupati TTU, Rabu (21/10/2026).

Kontingen Kabupaten TTU berjumlah 112 orang, terdiri atas atlet, pelatih, tenaga medis, serta wasit dan juri. Mereka akan berpartisipasi dalam tujuh cabang olahraga pada ajang POPDA VIII NTT yang berlangsung di Kupang, 21–27 Oktober 2026.

Keikutsertaan kontingen ini menjadi kesempatan bagi para pelajar TTU untuk menunjukkan kemampuan terbaik, menguji hasil latihan, sekaligus bersaing dengan atlet pelajar dari kabupaten/kota lain di Provinsi NTT.

Pelepasan Dihadiri Wakil Bupati dan Jajaran Pemerintah Daerah

Turut hadir dalam acara pelepasan tersebut Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, S.H., Plh. Sekretaris Daerah TTU, Kasdim 1618/TTU, para asisten, staf ahli dan staf khusus Bupati, pimpinan perangkat daerah, pengurus cabang olahraga KONI TTU, serta para ofisial dan atlet yang akan mewakili Kabupaten TTU.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap para atlet pelajar yang mengemban tugas membawa nama Kabupaten TTU dalam kompetisi olahraga tingkat provinsi.

Bupati Tekankan Semangat, Disiplin, dan Sportivitas

Pelepasan kontingen ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga merupakan bentuk dukungan dan kepercayaan Pemerintah Kabupaten TTU kepada para pelajar untuk mengembangkan potensi serta menunjukkan kemampuan terbaik di bidang olahraga.

Bupati TTU berpesan agar seluruh atlet bertanding dengan penuh semangat, disiplin, percaya diri, dan pantang menyerah. Para atlet juga diharapkan menjaga kekompakan serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama mengikuti pertandingan.

Kemenangan memang menjadi salah satu target dalam kompetisi. Namun, semangat perjuangan, kerja sama tim, kejujuran, dan sikap sportif merupakan nilai penting yang harus tetap dijunjung tinggi oleh setiap atlet, baik saat meraih kemenangan maupun ketika menghadapi kekalahan.

Momentum Membawa Nama Baik Kabupaten TTU

Melalui keikutsertaan dalam POPDA VIII NTT Tahun 2026, para atlet pelajar diharapkan mampu meraih hasil terbaik sekaligus memperoleh pengalaman berharga untuk mendukung pengembangan prestasi olahraga di masa mendatang.

Selamat berjuang, Kontingen POPDA TTU! Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung tinggi sportivitas, raih prestasi, dan harumkan nama Kabupaten Timor Tengah Utara di tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Bupati dan Wabup TTU Serahkan SK Redistribusi 170 Guru PPPKKEFAMENANU NEWS,– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TT...
22/10/2026

Bupati dan Wabup TTU Serahkan SK Redistribusi 170 Guru PPPK

KEFAMENANU NEWS,– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus memperkuat upaya pemerataan tenaga pendidik melalui kebijakan redistribusi guru. Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., bersama Wakil Bupati TTU, Kamillus Elu, S.H., menyerahkan Surat Keputusan (SK) Penugasan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 170 guru di Kabupaten TTU, Rabu (21/10/2026).

Penyerahan SK berlangsung di lobi Kantor Bupati TTU dan dilakukan secara simbolis kepada dua orang perwakilan guru jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam menata kembali distribusi guru agar lebih merata sesuai kebutuhan satuan pendidikan.

Redistribusi dilakukan menyusul adanya penumpukan tenaga pendidik di sejumlah sekolah negeri, sementara beberapa sekolah swasta masih mengalami kekurangan guru. Melalui kebijakan tersebut, Pemkab TTU berupaya mengisi kekosongan tenaga pengajar sekaligus menata distribusi jam mengajar agar lebih proporsional, efektif, dan sesuai kebutuhan sekolah.

Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan ketersediaan guru antarsekolah, sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal, baik pada satuan pendidikan negeri maupun swasta.

Bupati Tegaskan Redistribusi Berbeda dengan Mutasi

Dalam arahannya, Bupati TTU menegaskan bahwa kebijakan redistribusi guru tersebut telah memperoleh izin dari kementerian terkait dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Ia menjelaskan, redistribusi berbeda dengan mutasi karena penugasan tersebut merupakan bagian dari upaya penataan dan pemerataan tenaga pendidik. Dalam kondisi tertentu, guru yang bersangkutan dapat kembali ke sekolah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bupati berharap para guru yang menerima penugasan di sekolah baru dapat menjalankan tanggung jawab dengan baik serta memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.

“Saya berharap para guru yang mendapat penugasan di sekolah baru benar-benar membawa perubahan. Kehadiran Bapak dan Ibu harus menjadi solusi bagi sekolah yang membutuhkan, bukan justru memperburuk situasi yang ada,” tegas Bupati.

Guru Harus Pastikan Anak Menguasai Kemampuan Dasar

Selain menekankan pemerataan tenaga pendidik, Bupati juga mengingatkan bahwa tanggung jawab guru tidak hanya sebatas hadir di sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Lebih dari itu, guru harus memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan serta mampu menguasai kemampuan dasar sesuai jenjang pendidikannya.

Ia mengingatkan agar jangan sampai anak-anak yang dipercayakan kepada para guru tidak mampu membaca akibat proses pembelajaran yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Karena itu, setiap guru dituntut bekerja secara profesional, bertanggung jawab, dan sungguh-sungguh dalam mendampingi peserta didik. Kehadiran guru harus memberikan dampak nyata terhadap perkembangan kemampuan, pengetahuan, dan masa depan anak-anak.

Wujud Komitmen Pemkab TTU Tingkatkan Mutu Pendidikan

Melalui redistribusi terhadap 170 guru PPPK ini, Pemkab TTU berharap penataan tenaga pendidik dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan dan menjawab kebutuhan sekolah yang selama ini mengalami kekurangan guru.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa setiap anak di Kabupaten TTU berhak memperoleh kesempatan belajar yang layak, didampingi oleh guru yang memiliki dedikasi, kompetensi, dan komitmen untuk memajukan pendidikan.

Redistribusi guru bukan sekadar perubahan tempat penugasan, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap sekolah memiliki tenaga pendidik yang dibutuhkan dan setiap anak mendapatkan haknya untuk belajar.

Penulis: Apson Benu/Diskominfotik TTU Editor: Frumentus Bana/Diskominfotik TTU

Disdikbud TTU Perkuat Literasi dan Numerasi Melalui Program InovasiKEFAMENANU, NEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ka...
22/10/2026

Disdikbud TTU Perkuat Literasi dan Numerasi Melalui Program Inovasi

KEFAMENANU, NEWS – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan Program INOVASI untuk Anak Sekolah Indonesia menggelar kegiatan Refleksi Ekosistem Pendidikan di Hotel Viktory II, Kefamenanu, Rabu (21/10).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTU, Beato Yosep F.X. Omenu, mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan setelah pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan Program INOVASI untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

Ia menjelaskan, program INOVASI di Kabupaten TTU mulai berjalan pada Juli. Setelah itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan sejumlah tahapan seleksi untuk menjaring fasilitator daerah (Fasda) yang akan mendukung pelaksanaan program tersebut.

Dari 95 calon fasilitator daerah yang mengikuti proses seleksi, sebanyak 25 orang dinyatakan terpilih. Meski demikian, pihaknya tetap membuka peluang bagi calon fasilitator yang belum lolos untuk berkontribusi melalui pendampingan dan pengamatan lebih lanjut.

“Untuk mereka yang belum lolos seleksi, kalau bisa kita tetap akomodasi dengan observasi-observasi lebih lanjut sehingga mereka bisa membantu atau membagikan pengetahuan kepada rekan-rekan guru di satuan pendidikan masing-masing. Maksimal, pengetahuan itu bisa dibagikan kepada guru-guru di gugus atau wilayah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S). Di TTU terdapat 24 K3S,” kata Omenu.

Ia menjelaskan, proses perekrutan calon fasilitator daerah dilakukan melalui rapat bersama para pengawas sekolah. Selanjutnya, para pengawas merekomendasikan guru-guru yang dinilai memiliki kompetensi untuk mengikuti seleksi.

Menurut Omenu, para fasilitator daerah terpilih nantinya bertugas menyebarluaskan pengetahuan dan strategi pembelajaran yang diperoleh melalui pendampingan Program INOVASI kepada guru-guru lain di Kabupaten TTU.

Ia berharap kerja sama tersebut dapat memperkenalkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mudah diterapkan untuk meningkatkan minat baca serta kemampuan menulis peserta didik.

“Banyak strategi bagus yang selama ini belum dilakukan. Melalui kerja sama ini, kami memperoleh strategi-strategi yang lebih mudah untuk menstimulasi dan mendorong anak-anak agar memiliki minat membaca dan menulis,” ujarnya.

Omenu menambahkan, Pemerintah Kabupaten TTU juga telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 54 tentang Akselerasi Literasi, Numerasi, dan Pendidikan Karakter.

Salah satu poin dalam instruksi tersebut mewajibkan kegiatan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Kebijakan itu diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.

“Kami berharap pada 2027, hasil asesmen yang dirilis pada 2026 dapat menunjukkan peningkatan kemampuan literasi dibandingkan kondisi saat ini,” katanya.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

SMA Negeri Binino Gelar Bulan Bahasa, Dorong Literasi dan Jiwa Kewirausahaan SiswaKEFAMENANU, NEWS – SMA Negeri Binino, ...
22/10/2026

SMA Negeri Binino Gelar Bulan Bahasa, Dorong Literasi dan Jiwa Kewirausahaan Siswa

KEFAMENANU, NEWS – SMA Negeri Binino, Desa Oenenu Utara, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menggelar kegiatan Bulan Bahasa yang dirangkaikan dengan lomba keterampilan berbahasa, seni, dan pameran produk karya siswa pada 20-22 Oktober 2026.

Kegiatan bertema “Bersatu dalam Bahasa, Berkarya Melalui Seni, Berinovasi Melalui Produk” tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi akademik, membentuk karakter, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik.

Kepala SMA Negeri Binino, Imelda Nenat, S.Pd., mengatakan kegiatan Bulan Bahasa menjadi wadah bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas melalui berbagai perlombaan dan kegiatan kreatif.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkannya. Mereka dilatih agar mampu bersaing dalam kegiatan serupa di tingkat kabupaten maupun jenjang yang lebih tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tersebut meliputi talk show, debat Bahasa Indonesia, pidato Bahasa Inggris, menulis esai, vokal solo, dan Pojok Literasi.

Pada hari pertama, Selasa (20/10), sekolah juga menggelar talk show yang menghadirkan unsur cabang dinas pendidikan, akademisi, pemerintah kecamatan, dan pihak sekolah untuk membahas upaya peningkatan kualitas pendidikan.

Menurut Imelda, kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan membangun dukungan berbagai pihak terhadap program pendidikan, khususnya peningkatan kompetensi akademik, penguatan karakter, dan pengembangan jiwa kewirausahaan siswa.

Ia mengatakan, pihak sekolah turut mendorong pelaksanaan program pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, termasuk Gerakan Belajar Masyarakat sebagaimana diatur dalam Pergub Nomor 23 Tahun 2026 serta program One School One Product (OSOP) atau satu sekolah satu produk.

Selain kegiatan literasi dan kebahasaan, pameran produk menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Bulan Bahasa tersebut. Melalui kegiatan itu, siswa menampilkan hasil karya yang dikembangkan dari proses pembelajaran di sekolah.

Salah satu produk unggulan SMA Negeri Binino adalah minyak serai merah. Produk tersebut dikembangkan menjadi beberapa produk turunan, antara lain lilin aromaterapi berbahan serai merah dan minuman hangat atau wedang serai merah.

“Guru pendamping bersama anak-anak mengembangkan produk tersebut agar potensi yang ada di lingkungan sekolah dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Imelda.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini sehingga siswa mampu mengenali potensi di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal, kemudian mengembangkannya menjadi produk bernilai tambah.

“Dengan demikian, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter, dan kemampuan melihat peluang usaha untuk menunjang kehidupan mereka di masa depan,” katanya.

Sementara itu, akademisi yang menjadi narasumber Bahasa Inggris, Doktor Immanuel Kamlasi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi pelaksanaan Bulan Bahasa di SMA Negeri Binino karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa dan berbicara di depan umum (public speaking).

Ia mengatakan, pada 14 Oktober 2026, dirinya telah memberikan penguatan materi public speaking, khususnya teknik berpidato dalam Bahasa Inggris. Ia juga mengapresiasi antusiasme siswa dan guru dalam mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya melihat pengembangan kompetensi anak-anak dalam public speaking sangat penting. Kemampuan ini dibutuhkan tidak hanya selama menempuh pendidikan, tetapi juga ketika mereka memasuki dunia kerja,” katanya.

Kamlasi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar siswa semakin percaya diri dan terampil berkomunikasi.

Menurut dia, penguasaan Bahasa Inggris juga penting bagi generasi muda di wilayah perbatasan seperti TTU yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste.

“Daerah perbatasan memiliki posisi strategis. Karena itu, penguatan kemampuan Bahasa Inggris bagi generasi muda perlu dilakukan sedini mungkin agar mereka siap menghadapi tantangan ke depan, termasuk berkomunikasi dengan masyarakat dari luar negeri,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan untuk terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk sebagai dewan juri lomba pidato Bahasa Inggris.

Melalui rangkaian Bulan Bahasa dan pameran produk itu, SMA Negeri Binino diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong pengembangan potensi akademik, kreativitas, dan keterampilan kewirausahaan siswa.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Doktor Martinus Lafu Salu Tekankan Pentingnya Dokumentasi Kreatif untuk Tingkatkan Literasi SiswaKEFAMENANU, NEWS – Akad...
22/10/2026

Doktor Martinus Lafu Salu Tekankan Pentingnya Dokumentasi Kreatif untuk Tingkatkan Literasi Siswa

KEFAMENANU, NEWS – Akademisi Doktor Martinus Lafu Salu menekankan pentingnya inovasi dan dokumentasi kreatif dalam kegiatan literasi di sekolah agar tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi menghasilkan karya yang bermanfaat dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Hal tersebut disampaikan Martinus dalam kegiatan Bulan Bahasa yang diselenggarakan SMA Negeri Binino, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, pada 20–22 Oktober 2026.

Dalam pemaparannya, Martinus mengatakan literasi, khususnya membaca dan menulis, merupakan fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Budaya literasi juga berperan dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman.

Menurut dia, kegiatan literasi di lingkungan pendidikan selama ini telah dilaksanakan melalui berbagai program, seperti membaca selama 15 hingga 30 menit sebelum pembelajaran, menulis resensi, serta kegiatan literasi lainnya. Namun, kegiatan tersebut perlu diikuti dengan upaya pendokumentasian dan pengembangan karya agar memberikan dampak yang lebih luas.

Ia menilai, kegiatan literasi yang dilakukan secara berulang tanpa inovasi dan tindak lanjut berisiko menjadi rutinitas yang membosankan, kaku, dan sekadar memenuhi tuntutan program pendidikan.

“Kegiatan literasi jangan hanya menjadi rutinitas tahunan atau sekadar memenuhi tuntutan program pendidikan. Literasi harus dikembangkan melalui inovasi dan kreativitas serta didokumentasikan dengan baik agar menghasilkan karya yang bermanfaat dan berdampak bagi generasi mendatang,” demikian penekanan Martinus dalam pemaparannya.

Ia menjelaskan, dokumentasi literasi menjadi penting karena banyak kegiatan membaca dan menulis yang telah dilakukan siswa maupun guru, tetapi hasilnya belum dikembangkan secara optimal.

“Sudah banyak kegiatan literasi yang dilakukan siswa dan guru, tetapi persoalannya adalah bagaimana karya-karya itu didokumentasikan, dikembangkan, dan diperkenalkan kepada masyarakat. Karena itu, literasi harus memiliki tindak lanjut agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial,” ujarnya.

Martinus menegaskan bahwa menulis tidak hanya bertujuan menghasilkan uang atau mengejar popularitas. Lebih dari itu, tulisan merupakan arsip yang menyimpan pengalaman, pemikiran, dan perjalanan hidup seseorang.

Menurut dia, siswa maupun guru tidak perlu menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menghasilkan karya. Pengalaman sederhana yang dituangkan dalam bentuk cerita pendek, puisi, pantun, resensi, maupun catatan reflektif dapat menjadi bagian penting dari dokumentasi literasi.

“Jangan menunggu menjadi penulis hebat untuk mulai menulis. Mulailah dari pengalaman sederhana, kumpulkan karya yang dihasilkan, publikasikan, dan perkenalkan kepada pembaca. Tulisan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi arsip pengalaman dan pemikiran yang dapat menjadi warisan bagi generasi berikutnya,” katanya.

Ia juga mendorong agar karya-karya yang telah dihasilkan dikumpulkan, diterbitkan, dan diperkenalkan kepada pembaca melalui berbagai media yang tersedia.

Menurut Martinus, perkembangan teknologi memberikan peluang lebih luas bagi siswa untuk memublikasikan karya. Selain melalui buku, tulisan dapat disebarluaskan melalui blog, media sosial, dan berbagai platform digital lainnya.

“Di era digital, dokumentasi literasi perlu menyesuaikan perkembangan teknologi dan karakter generasi muda. Pemanfaatan media digital dapat memperluas jangkauan karya siswa sekaligus membantu guru mengevaluasi perkembangan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir kritis,” ujarnya.

Dengan demikian, dokumentasi literasi tidak harus terbatas pada penerbitan buku atau penyimpanan hasil karya dalam bentuk fisik. Sekolah dapat memanfaatkan teknologi untuk membangun portofolio digital yang merekam proses belajar, perkembangan kemampuan menulis, dan hasil karya siswa.

Selain mendorong budaya menulis, Martinus menyoroti pentingnya resensi sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan kemampuan membaca kritis dan menulis analitis.

Menurut dia, resensi membantu pembaca memahami isi dan kualitas suatu karya sebelum memutuskan untuk membacanya secara utuh. Ulasan yang menarik dan informatif juga dapat mendorong minat baca serta memperluas jangkauan sebuah karya.

Ia menilai, kegiatan penulisan resensi perlu diintegrasikan dalam pembelajaran di sekolah, khususnya mata pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, agar siswa dapat mengembangkan kemampuan membaca, menulis, menganalisis, dan menyampaikan pendapat secara objektif.

Pemanfaatan media digital, seperti blog, media sosial, dan platform literasi, juga dinilai dapat memperluas penyebaran resensi sekaligus mendekatkan kegiatan literasi dengan kehidupan generasi muda.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan keterampilan menulis resensi, kurangnya akses terhadap buku berkualitas, serta belum meratanya sarana pendukung literasi.

Untuk mengatasinya, diperlukan pelatihan penulisan secara berkelanjutan melalui lokakarya, seminar, dan kursus daring. Selain itu, pengembangan perpustakaan digital dan perluasan akses terhadap buku juga penting untuk mendukung keberlanjutan budaya literasi.

Martinus turut menguraikan sejumlah model dokumentasi literasi yang dapat diterapkan di lingkungan pendidikan, mulai dari portofolio digital, buku elektronik, perpustakaan digital, pohon literasi, pojok baca, hingga majalah dinding sekolah.

Menurut dia, majalah dinding masih memiliki peran penting sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan menulis, menyunting, dan mengelola publikasi. Melalui kegiatan tersebut, siswa dapat belajar menghasilkan karya sekaligus membangun kepercayaan diri untuk menyampaikan gagasan kepada publik.

Di lingkungan perguruan tinggi, dokumentasi kegiatan literasi dan hasil penelitian juga dapat dikembangkan melalui publikasi ilmiah serta jurnal pengabdian kepada masyarakat.

Ia menambahkan, dokumentasi yang baik tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga menjadi instrumen evaluasi untuk mengukur perkembangan dan keberhasilan program literasi.

Melalui dokumentasi digital, guru dapat memantau perkembangan kemampuan siswa, mengevaluasi hasil pembelajaran, serta mendorong penguatan kemampuan berpikir kritis dan kecakapan literasi digital.

Martinus menegaskan, pengembangan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, dan penerbit. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kegiatan membaca, menulis, dan penyebarluasan karya secara berkelanjutan.

Ia berharap momentum Bulan Bahasa dapat menjadi ruang refleksi bagi dunia pendidikan untuk memperkuat budaya literasi melalui pendekatan yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan demikian, literasi tidak hanya dipahami sebagai kegiatan membaca dan menulis untuk memenuhi kewajiban pembelajaran, tetapi juga sebagai proses membangun pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta meninggalkan jejak pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat dan generasi mendatang.

Penulis : Lius Salu

Editor : Frumentus Bana

Address

Jalan Basuki Rahmat, Benpasi, Kabupaten Timor Tengah Utara, Prov.
Kefamenanu
85613

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pemkab Timor Tengah Utara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Pemkab Timor Tengah Utara:

Shortcuts

Share