Prokompim Pemkab Lembata

Directions

Prokompim Pemkab Lembata Informasi Seputar Kegiatan Pemda Kabupaten Lembata

Bupati Lembata Serahkan SK Penataan Kepala Sekolah, Tekankan Kepemimpinan Profesional dan IntegritasLEWOLEBA, 28 Agustus...
29/08/2026

Bupati Lembata Serahkan SK Penataan Kepala Sekolah, Tekankan Kepemimpinan Profesional dan Integritas

LEWOLEBA, 28 Agustus 2026 — Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P. bersama Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, S.Sos. menghadiri penyerahan Surat Keputusan (SK) Bupati tentang Pengangkatan, Pemberhentian, dan Mutasi Guru sebagai Kepala Sekolah pada satuan pendidikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lembata.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula St. Don Bosco Lewoleba, Jumat (28/8/2026), dan menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lembata memperkuat tata kelola serta kepemimpinan satuan pendidikan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata (Asisten III), Yohanes Berchmans Daniel Dai, S.IP., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Wenseslaus Ose, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Ansel Bahy, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Lukman Suksin, Sekretaris Inspektorat serta Staf Ahli Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata.

Penyerahan SK dilakukan secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Lembata kepada enam orang penerima. Dalam kesempatan yang sama, para penerima juga menandatangani Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional, berintegritas, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Wenseslausus Ose, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penataan kepala sekolah dilakukan dalam rangka memperkuat tata kelola dan kepemimpinan pada setiap satuan pendidikan.

Penataan tersebut mengacu pada Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

“Penataan terhadap guru yang ditugaskan sebagai kepala sekolah ini dilakukan untuk memastikan setiap satuan pendidikan dipimpin oleh kepala sekolah yang memiliki kompetensi, integritas, komitmen, dan kemampuan manajerial sesuai dengan kebutuhan sekolah,” jelas Wenseslaus.

Secara keseluruhan, terdapat 90 kepala sekolah yang menjadi bagian dari penataan pada jenjang PAUD, SD, dan SMP. Berdasarkan jenjang pendidikan, terdiri dari PAUD sebanyak 14 orang, SD sebanyak 62 orang, dan SMP sebanyak 14 orang.

Sementara berdasarkan kategori penugasan, terdiri atas: Pengangkatan baru/tetap sebanyak 30 orang, Pemindahan/mutasi/rotasi sebanyak 45 orang, dan Pemberhentian dari jabatan sebanyak 15 orang.

Menurut Wenseslaus, penataan tersebut bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Lembata melalui Dinas Pendidikan untuk menghadirkan kepemimpinan sekolah yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan di daerah.

Ia menegaskan bahwa penyerahan SK oleh Bupati hendaknya dimaknai sebagai penyerahan amanah, bukan sekadar penyerahan dokumen kepegawaian.

Karena itu, kepala sekolah yang menerima amanah tersebut diharapkan mampu menerjemahkan tugas dan tanggung jawabnya ke dalam perubahan nyata di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq terlebih dahulu menyampaikan empati dan keprihatinan atas musibah gempa bumi yang dialami kabupaten tetangga serta bencana yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lembata.

Bupati juga mengajak seluruh peserta untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul dalam kegiatan tersebut.

Berkenaan dengan penataan kepala sekolah, Bupati menekankan pentingnya menjaga 10 poin Pakta Integritas yang telah ditandatangani.

Menurutnya, komitmen tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah yang baru menerima SK, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan.

Bupati menjelaskan bahwa pembebasan tugas kepala sekolah dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan mengenai periodesasi penugasan kepala sekolah yang maksimal dua periode.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut tidak semata-mata dimaknai sebagai pemberhentian, tetapi juga sebagai bagian dari proses penyegaran melalui rotasi atau mutasi kepala sekolah antarsatuan pendidikan.

“Jabatan boleh berhenti, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti,” tegas Bupati.

P. Kanisius Tuaq juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para kepala sekolah yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Menurutnya, berakhirnya tugas sebagai kepala sekolah tidak berarti berakhir p**a pengabdian seseorang dalam dunia pendidikan.

Para guru tetap memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi muda dan membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Lembata. Lebih lanjut, Bupati mengingatkan para kepala sekolah agar memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajemen yang kuat dalam mengelola satuan pendidikan.

Kepala sekolah diminta menjalankan tugas secara profesional dan independen serta tidak mudah dipengaruhi atau diintervensi oleh kepentingan dari luar sekolah, termasuk kepentingan politik. “Kepala sekolah harus fokus mengelola sekolah secara profesional,” kata Bupati.

Bupati juga meminta kepala sekolah tidak hanya terjebak dalam urusan administratif. Kepala sekolah harus turun langsung melihat proses pembelajaran, mendengarkan guru, mengenal persoalan yang dihadapi siswa, dan bersama-sama mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan di sekolah. Menurutnya, keberadaan kepala sekolah harus benar-benar dirasakan oleh guru maupun peserta didik.

Kepala sekolah juga diminta terus memberdayakan dan membina para guru agar semakin berkualitas. Lingkungan kerja yang dibangun harus sehat, disiplin, tetapi tetap manusiawi, sehingga para guru merasa dihargai sekaligus memiliki ruang untuk berkembang.

Bupati selanjutnya menekankan pentingnya orientasi pada hasil nyata dalam pengelolaan sekolah. Kepala sekolah tidak boleh hanya mengejar terpenuhinya indikator administratif di atas kertas, tetapi harus mampu menunjukkan perubahan dan kemajuan yang dapat dirasakan secara nyata oleh warga sekolah.

Pemerintah Kabupaten Lembata, kata Bupati, akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja kepala sekolah dan guru. Evaluasi tidak harus menunggu adanya laporan formal, tetapi dapat dilakukan berdasarkan pemantauan terhadap kondisi dan perkembangan sekolah.

Dalam pengelolaan sumber daya sekolah, Bupati menegaskan agar dana, aset, program, serta seluruh sumber daya yang dimiliki sekolah dikelola secara terbuka, transparan, dan akuntabel.

Tidak boleh ada pengelolaan anggaran maupun program sekolah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi dari para guru. “Semua harus terbuka. Pengelolaan dana, aset, dan program sekolah harus dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh elemen pendidikan berjalan dalam satu arah dan selaras dengan visi, misi, serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Lembata.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satuan pendidikan yang berjalan sendiri-sendiri tanpa memperhatikan regulasi dan arah kebijakan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Lembata, lanjutnya, tidak akan ragu melakukan evaluasi maupun mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang tidak menjalankan tugas sesuai regulasi dan kebijakan yang telah ditetapkan.

Melalui penataan kepala sekolah tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap tercipta kepemimpinan satuan pendidikan yang semakin profesional, berintegritas, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran serta kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat.

Penyerahan SK ini sekaligus menjadi momentum bagi seluruh kepala sekolah untuk memperkuat komitmen pengabdian dan menghadirkan perubahan nyata bagi sekolah, guru, peserta didik, dan masyarakat Kabupaten Lembata. (ProkompimPemKabLembata)

Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi KekeringanTAGAWITI, ProkompimPemkabLembata —...
28/08/2026

Bupati Lembata Resmikan Pemanfaatan Sumur Bor, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Kekeringan

TAGAWITI, ProkompimPemkabLembata — Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir meresmikan pemakaian sumur bor di Desa Tagawiti, Kamis (27/8/2026) siang, sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lembata memperkuat ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi ancaman kekeringan pada musim kemarau.

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat terhadap akses air bersih yang berkelanjutan.

Kehadiran fasilitas sumur bor diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap potensi bencana kekeringan.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan bahwa persoalan ketersediaan air merupakan salah satu isu strategis yang membutuhkan perhatian serius dan penanganan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pembangunan serta pemanfaatan sumber-sumber air harus diarahkan untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, pemerintah harus terus hadir memastikan masyarakat memiliki akses terhadap sumber air yang layak, terutama di wilayah-wilayah yang rentan mengalami kekeringan,” ujar Bupati Kanis.

Menurut Bupati, pemanfaatan sumur bor tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam memenuhi kebutuhan air, tetapi juga merupakan bagian dari langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim yang semakin berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Ia meminta masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab. Infrastruktur yang telah dibangun, kata Bupati harus dirawat bersama agar dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Karena itu, Bupati ingatkan bahwa ketika menyerahkan sarana air bersih harus juga diikuti dengan penyerahan manajemen pengelolaannya sehingga tidak lagi ada pengeluhan bahwa air bersih tidak tersedia karena pulsa listrik tidak ada atau kendala mesin yang rusak.

Sementara, Wakil Bupati Nasir menyebut air bagian dari Ilham. Sebagai sumber kesehatan, sebagai sumber kebersihan. "Seorang ibu akan merasa terganggu ketika mengalami keterbatasan air di rumah," kata Wabup Nasir. Hal ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya air bagi kehidupan keluarga.

Lebih jauh diungkap Wabup, air merupakan bagian dari produktivitas yang mana bersentuhan dengan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.

Karena itu, Wabup secara filosofis tegaskan bahwa masyarakat tidak perlu dibiarkan membangun peradaban terkait dengan air, tetapi pemerintah harus hadir mewujudkan sumber air yang dekat, yang mudah diakses oleh masyarakat itu sendiri.

Kedua pemimpin ini sepakat bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menghadirkan air. Namun demikian, penting dicatat bahwa ketika pemerintah hadir, tidak boleh ada persoalan muncul terutama klaim kepemilikan atas tanah. Selain itu, fasilitas air bersih yang telah dibangun harus terus dijaga dan dirawat agar berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Lembata akan terus berupaya mendorong penguatan sistem kesiapsiagaan bencana, termasuk melalui penyediaan sumber air, pembangunan infrastruktur pendukung, serta peningkatan peran aktif masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana alam.

Dalam konteks kondisi geografis Kabupaten Lembata yang memiliki sejumlah wilayah rentan terhadap kekeringan, keberadaan sumber air alternatif seperti sumur bor menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan ketahanan masyarakat.

Peresmian pemakaian sumur bor ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata untuk terus menghadirkan program pembangunan yang menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap ketersediaan air bersih dapat semakin terjamin dan masyarakat semakin siap menghadapi musim kemarau maupun potensi kekeringan. (ProkompimPemkabLembata)

Bupati Lembata Salurkan Bantuan Beras dan Mesin Nelayan, Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat.KEDANG, 26 Agustus 2026 — B...
27/08/2026

Bupati Lembata Salurkan Bantuan Beras dan Mesin Nelayan, Perkuat Ketahanan Pangan Masyarakat.

KEDANG, 26 Agustus 2026 — Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P. menyerahkan bantuan alat penangkapan ikan berupa mesin nelayan serta bantuan pangan beras kepada masyarakat Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri, Rabu (26/8/2026).

Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas masyarakat pesisir dan nelayan di wilayah Kedang.

Bantuan mesin nelayan disalurkan kepada kelompok nelayan yang berasal dari tiga desa, yakni Desa Kalikur, Desa Mampir, dan Desa Tobotani. Bantuan tersebut merupakan aspirasi anggota DPR RI Ahmad Yohan, Komisi IV, dari Partai Amanat Nasional (PAN).

Sementara itu, bantuan pangan beras periode Juli hingga September diserahkan kepada masyarakat Desa Kalikur sebanyak 340 penerima. Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan selama tiga bulan, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai 10.200 kilogram atau 10,2 ton beras.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Perikanan, Camat Buyasuri, Kepala Desa Kalikur, pengurus Partai Amanat Nasional (PAN), tokoh masyarakat, tokoh adat, serta masyarakat Desa Kalikur.

Dalam sambutannya, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menjelaskan bahwa program bantuan pangan beras telah berjalan sejak dirinya masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian dan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun.

Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan 10 kilogram beras setiap bulan untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September.

Bupati menegaskan, program tersebut tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjaga ketersediaan pasokan dan mengendalikan harga beras, terutama menjelang momentum hari raya keagamaan dan pergantian tahun.

“Bantuan ini kita berikan untuk menjaga pasokan pangan masyarakat sekaligus mengendalikan harga agar tidak melonjak,” kata Bupati.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga terus mengawal stabilitas harga melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Bupati mengingatkan agar beras SPHP yang merupakan beras subsidi dijual sesuai harga yang telah ditetapkan, yakni sekitar Rp13.000 per kilogram, serta dilakukan pengawasan agar tidak terjadi penjualan di atas harga patokan.

Memasuki bulan September yang diharapkan menjadi awal musim hujan, Bupati mengajak masyarakat melakukan persiapan melalui gerakan yang disebut “Gerakan Menanti Hujan.”

Bupati mengingatkan masyarakat agar menyambut datangnya hujan dengan keseriusan yang sama seperti menyambut hari raya keagamaan.

Persiapan dapat dilakukan dengan membersihkan saluran air, got dan selokan, mempersiapkan kebun atau lumar wanang, memastikan ketersediaan stok makanan rumah tangga, serta mempersiapkan armada laut dan kebutuhan nelayan.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat dapat memanfaatkan musim hujan secara optimal sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama musim penghujan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah gagasan strategis terkait pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah Kedang.

Salah satu yang tengah didorong adalah pembangunan Pelabuhan Rakyat (Perla) di Hadingmanuk yang diharapkan dapat membuka konektivitas dengan Pulau Pantar.

Pemerintah daerah juga merencanakan pengembangan akses jalan dari Hadingmanuk menuju Pahengwa dan Baelengang. Rencana pembangunan tersebut ditargetkan masuk dalam agenda APBD 2027.

Bupati menilai pembangunan konektivitas tersebut penting untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Lembata sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di Lewoleba.

Karena itu, Bupati meminta camat dan kepala desa untuk berkoordinasi serta mendukung proses penyiapan lahan dan lokasi yang dibutuhkan sebagai bagian dari fondasi pembangunan ke depan.

Selain konektivitas, Pemerintah Kabupaten Lembata juga menyiapkan wilayah Kedang dalam konsep klaster pariwisata yang mencakup Nuhanera, Lewolein, Tanjung Baja dan Balauring.

Khusus di kawasan Tanjung Baja, terdapat rencana investasi pembangunan lebih dari 100 unit resort. Perizinan pembangunan telah diterbitkan dan investor dijadwalkan mulai mengerjakan akses jalan dari Weilolong menuju Tanjung Baja pada September mendatang.

Bupati menyebut potensi wisata bahari Lembata sangat besar dan strategis untuk dikembangkan sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan timur Nusa Tenggara.

Pengembangan konektivitas antarwilayah juga diharapkan dapat memperkuat hubungan Lembata dengan Alor, Flores Timur dan Adonara, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah penyangga.

Bupati juga mengungkapkan perjuangan Pemerintah Kabupaten Lembata untuk menghadirkan layanan kapal Long Distance Ferry atau kapal roro yang mampu mengangkut kendaraan dan truk logistik dalam rute jarak jauh.

Salah satu rute yang sedang diperjuangkan adalah Surabaya–Lewoleba–Wini. Kehadiran jalur tersebut diharapkan dapat memangkas rantai distribusi barang yang selama ini membutuhkan perjalanan melalui sejumlah daerah dan jalur transit.

Dengan adanya konektivitas langsung, pengiriman barang dan kendaraan logistik diharapkan menjadi lebih efisien, mempercepat distribusi sekaligus menekan biaya angkutan yang pada akhirnya dapat berdampak terhadap harga barang di masyarakat.

Bupati menjelaskan, pembahasan mengenai rencana tersebut telah dilakukan bersama sejumlah kabupaten penyangga dalam pertemuan di Jakarta pada 27 Juli lalu.

Selanjutnya, akan dilakukan pembahasan lanjutan di daratan Timor untuk merumuskan regulasi, kesiapan armada ekspedisi serta dukungan masing-masing daerah.

Enam kabupaten penyangga, termasuk Lembata, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka dan Alor, diharapkan dapat membangun kolaborasi sehingga rencana pengoperasian kapal besar tersebut dapat diwujudkan.

Selain konektivitas laut, Pemerintah Kabupaten Lembata juga terus memikirkan alternatif konektivitas udara untuk mengantisipasi gangguan penerbangan akibat aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok dan Gunung Lewotobi.

Salah satu konsep yang tengah didorong adalah rute penerbangan Kupang–Pantar–Hadingmanuk sebagai jalur alternatif ketika bandara di Lewoleba, Larantuka maupun Maumere mengalami gangguan akibat abu vulkanik. Saat ini, penerbangan perintis Susi Air telah melayani rute Kupang–Pantar setiap hari Rabu.

Menurut Bupati, penguatan konektivitas udara dan laut merupakan bagian penting dari strategi pembangunan daerah kep**auan. Dengan konektivitas yang semakin baik, arus orang dan barang dapat bergerak lebih cepat serta membuka peluang investasi dan perdagangan antardaerah.

Menutup sambutannya, Bupati P. Kanisius Tuaq mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung berbagai program pembangunan yang sedang diperjuangkan pemerintah.

Ia meminta dukungan dan doa masyarakat agar berbagai rencana strategis, mulai dari ketahanan pangan, pemberdayaan nelayan, pembangunan pelabuhan, penguatan konektivitas hingga pengembangan pariwisata, dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lembata.

“Semua ini membutuhkan dukungan dan doa kita bersama. Kalau kita bekerja bersama, maka apa yang kita rencanakan untuk kemajuan daerah dapat kita wujudkan,” pungkasnya.Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat penerima bantuan pangan beras dan kelompok nelayan. (ProkompimPemKabLembata)

Bank NTT Hadir di Wulandoni, Pemerintah Dorong Kawasan Selatan Lembata Tumbuh sebagai Sentra Ekonomi BaruWULANDONI, Prok...
25/08/2026

Bank NTT Hadir di Wulandoni, Pemerintah Dorong Kawasan Selatan Lembata Tumbuh sebagai Sentra Ekonomi Baru

WULANDONI, ProkompimPemkabLembata — Kehadiran layanan perbankan di wilayah pesisir selatan Kabupaten Lembata menjadi penanda baru arah penguatan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lembata menyebut peresmian Kantor Fungsional Bank NTT di Wulandoni sebagai langkah strategis untuk mempercepat akses keuangan, memperkuat sektor produktif, dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.

Dalam sambutan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yohanes Berchmans Daniel Dai, ditegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik, tetapi juga membutuhkan penguatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang mudah, cepat, dan modern.

Menurut Bupati, Wulandoni kini mengalami perkembangan signifikan. Wilayah yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan pesisir ini mulai bergerak menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru Lembata, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan masyarakat serta hadirnya Pelabuhan Perintis yang memperkuat konektivitas antarwilayah.

“Wulandoni bukan lagi sekadar wilayah pesisir di selatan Lembata. Kawasan ini telah tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang memiliki peran penting dalam menggerakkan perdagangan, mobilitas masyarakat, serta distribusi barang dan jasa,” ujar Bupati.

Ia mengatakan, keberadaan pelabuhan perintis telah membuka ruang ekonomi yang lebih luas. Namun, konektivitas tersebut perlu diperkuat dengan dukungan layanan keuangan yang mampu menjangkau masyarakat luas.

“Kehadiran pelabuhan menjadi pendorong arus ekonomi, sementara hadirnya Bank NTT menjadi penguat agar perputaran ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih cepat, aman, dan produktif,” katanya.

Kantor Fungsional Bank NTT Wulandoni diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi mitra strategis bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha.

Nelayan, petani, pedagang, dan pelaku UMKM lokal kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan perbankan untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka.

Pemerintah Kabupaten Lembata juga mendorong masyarakat agar memanfaatkan kehadiran Bank NTT sebagai bagian dari perubahan pola pengelolaan ekonomi keluarga, termasuk membangun budaya menabung dan perencanaan keuangan yang lebih baik.

“Pembangunan ekonomi daerah harus dimulai dari kekuatan ekonomi keluarga. Karena itu, mari kita manfaatkan layanan ini dengan baik dan terus membangun budaya gemar menabung,” pesan Bupati.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Manajemen Bank NTT yang terus memperluas jangkauan pelayanan hingga ke wilayah-wilayah strategis di Kabupaten Lembata. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya pemerintah daerah menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Terima kasih kepada Bank NTT atas komitmen untuk hadir melayani masyarakat. Kehadiran kantor ini menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi harus berjalan bersama melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” ujarnya.

Peresmian Kantor Fungsional Bank NTT Wulandoni menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi lokal.

Dengan dukungan konektivitas, layanan keuangan, dan aktivitas produktif masyarakat, kawasan selatan Lembata diharapkan semakin berkembang sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Bank NTT hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dan memperluas kesempatan tumbuh bagi warga Lembata.

Peresmian Kantor Fungsional Bank NTT Wulandoni dihadiri Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Plt. Camat Wulandoni, unsur TNI-Polri, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kalangan pendidik, serta masyarakat Wulandoni dan sekitarnya. (ProkompimPemkabLembata)

41 Anak Lembata Berangkat Kuliah Sambil Bekerja, Bupati Titip Pesan untuk Berani Bermimpi BesarLembata, 20 Agustus 2026 ...
21/08/2026

41 Anak Lembata Berangkat Kuliah Sambil Bekerja, Bupati Titip Pesan untuk Berani Bermimpi Besar

Lembata, 20 Agustus 2026 — Sebanyak 41 mahasiswa dan mahasiswi asal Kabupaten Lembata resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Kuliah Sambil Bekerja di Universitas Abadi Karya Indonesia (UNAKI) Semarang Tahun Akademik 2026/2027.

Pelepasan calon mahasiswa UNAKI gelombang kedua tersebut dilakukan oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis (20/8), sehari sebelum para mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada 21 Agustus 2026.

Jumlah peserta pada gelombang kedua ini lebih banyak dibandingkan keberangkatan sebelumnya. Mereka berasal dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Lembata, membawa harapan yang sama untuk mendapatkan kesempatan pendidikan sekaligus pengalaman kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lembata, Rafael Betekeneng, SH, menjelaskan bahwa hingga menjelang keberangkatan masih terdapat masyarakat yang mendaftarkan diri. Namun, keberangkatan kali ini harus menyesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan serta jadwal transportasi laut.

“Harapannya, anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalankan mimpi-mimpinya,” ujar Rafael.

Di hadapan para calon mahasiswa dan orang tua yang turut hadir, Bupati Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata akan terus memperhatikan para mahasiswa yang mengikuti program tersebut, termasuk memastikan aspek kesejahteraan dan kesehatan mereka selama menjalani proses pendidikan.

Bupati juga berpesan agar kesempatan kuliah sambil bekerja tidak hanya dimanfaatkan untuk memperoleh gelar, tetapi juga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan mampu menghadapi dunia kerja.

Ia meminta para mahasiswa untuk dapat membagi waktu dengan baik antara belajar dan bekerja. Menurutnya, keduanya harus dijalankan secara beriringan dengan tetap menanamkan rasa tanggung jawab serta fokus terhadap pekerjaan yang dipercayakan.

“Bekerja dan belajar harus berjalan beriringan. Tanamkan rasa tanggung jawab dan tetap fokus pada pekerjaan,” pesan Bupati.

Lebih dari sekadar keberangkatan untuk menempuh pendidikan, Bupati melihat program ini sebagai salah satu jalan untuk mempersiapkan sumber daya manusia Lembata agar mampu tumbuh bersama potensi daerah yang semakin berkembang.

Ia berharap para mahasiswa tidak melupakan daerah asal mereka ketika kelak berhasil meraih cita-cita. Lembata, kata Bupati, harus tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka, sekaligus menjadi tempat untuk kembali membawa pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh.

“Banggalah dengan asal daerah kita, Lembata. Ketika nanti mau menjadi orang besar, harus tetap baik dengan siapa saja,” pesan Petrus.

Pelepasan ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama jajaran, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta para orang tua calon mahasiswa.

Dengan keberangkatan gelombang kedua ini, 41 anak muda Lembata kembali membuka lembaran baru. Mereka tidak hanya membawa koper dan perlengkapan menuju kota tujuan, tetapi juga membawa harapan keluarga serta mimpi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
(ProkompimPemkabLembata)

21/08/2026

41 Anak Lembata Berangkat Kuliah Sambil Bekerja, Bupati Titip Pesan untuk Berani Bermimpi Besar

Lembata, 20 Agustus 2026 — Sebanyak 41 mahasiswa dan mahasiswi asal Kabupaten Lembata resmi dilepas untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Kuliah Sambil Bekerja di Universitas Abadi Karya Indonesia (UNAKI) Semarang Tahun Akademik 2026/2027.

Pelepasan calon mahasiswa UNAKI gelombang kedua tersebut dilakukan oleh Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq di Ruang Rapat Bupati Lembata, Kamis (20/8), sehari sebelum para mahasiswa dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada 21 Agustus 2026.

Jumlah peserta pada gelombang kedua ini lebih banyak dibandingkan keberangkatan sebelumnya. Mereka berasal dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Lembata, membawa harapan yang sama untuk mendapatkan kesempatan pendidikan sekaligus pengalaman kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Lembata, Rafael Betekeneng, SH, menjelaskan bahwa hingga menjelang keberangkatan masih terdapat masyarakat yang mendaftarkan diri. Namun, keberangkatan kali ini harus menyesuaikan dengan kuota yang telah ditetapkan serta jadwal transportasi laut.

“Harapannya, anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan menjalankan mimpi-mimpinya,” ujar Rafael.

Di hadapan para calon mahasiswa dan orang tua yang turut hadir, Bupati Petrus Kanisius Tuaq menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata akan terus memperhatikan para mahasiswa yang mengikuti program tersebut, termasuk memastikan aspek kesejahteraan dan kesehatan mereka selama menjalani proses pendidikan.

Bupati juga berpesan agar kesempatan kuliah sambil bekerja tidak hanya dimanfaatkan untuk memperoleh gelar, tetapi juga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan mampu menghadapi dunia kerja.

Ia meminta para mahasiswa untuk dapat membagi waktu dengan baik antara belajar dan bekerja. Menurutnya, keduanya harus dijalankan secara beriringan dengan tetap menanamkan rasa tanggung jawab serta fokus terhadap pekerjaan yang dipercayakan.

“Bekerja dan belajar harus berjalan beriringan. Tanamkan rasa tanggung jawab dan tetap fokus pada pekerjaan,” pesan Bupati.

Lebih dari sekadar keberangkatan untuk menempuh pendidikan, Bupati melihat program ini sebagai salah satu jalan untuk mempersiapkan sumber daya manusia Lembata agar mampu tumbuh bersama potensi daerah yang semakin berkembang.

Ia berharap para mahasiswa tidak melupakan daerah asal mereka ketika kelak berhasil meraih cita-cita. Lembata, kata Bupati, harus tetap menjadi bagian dari perjalanan mereka, sekaligus menjadi tempat untuk kembali membawa pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh.

“Banggalah dengan asal daerah kita, Lembata. Ketika nanti mau menjadi orang besar, harus tetap baik dengan siapa saja,” pesan Petrus.

Pelepasan ini turut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi bersama jajaran, Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta para orang tua calon mahasiswa.

Dengan keberangkatan gelombang kedua ini, 41 anak muda Lembata kembali membuka lembaran baru. Mereka tidak hanya membawa koper dan perlengkapan menuju kota tujuan, tetapi juga membawa harapan keluarga serta mimpi untuk membangun masa depan yang lebih baik.
(ProkompimPemkabLembata)

Bupati Lembata Pimpin Upacara Pemakaman, Hantarkan Putra Terbaik Lembata Drs. Sinun Petrus Manuk ke Peristirahatan Terak...
19/08/2026

Bupati Lembata Pimpin Upacara Pemakaman, Hantarkan Putra Terbaik Lembata Drs. Sinun Petrus Manuk ke Peristirahatan Terakhir

Kupang, 19 Agustus 2026 — Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk, yang pernah mengemban amanah sebagai Penjabat Bupati Lembata periode 2016–2017. Prosesi pemakaman yang berlangsung di Kota Kupang, Rabu (19/8/2026), dipimpin oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P. selaku Inspektur Upacara.

Upacara pemakaman tersebut berlangsung dalam suasana penuh duka dan penghormatan. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Lembata bersama keluarga, para pejabat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Lembata di Kupang menjadi bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum bagi daerah dan masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir, S.Sos, Bupati Lembata Periode 2021–2022 Thomas Ola Langodai beserta Ibu, Wakil Bupati Lembata periode 2011 - 2016 Viktor Mado Watun, Penjabat Bupati Lembata periode 2022–2023 Marsianus Jawa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dalam kesempatan tersebut mewakili Pemerintah Provinsi NTT, Ketua DPRD Kabupaten Lembata Syafrudin Sira bersama ibu, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Lembata Fransiskus Xaverius B.N., Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lembata Gewura Fransiskus, Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata Paskalis Ola Tapo Bali, A.P., M.T., Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan, S.Pd, ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Ibu Staf Ahli Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, ibu Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lembata.

Selain itu, hadir p**a Wakil Ketua dan jajaran pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang se-NTT, Ikatan Keluarga Lembata (IKL), keluarga besar almarhum, serta para undangan dan pelayat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan besarnya penghormatan terhadap sosok almarhum yang sepanjang hidupnya dikenal sebagai pribadi yang memiliki dedikasi tinggi dalam pengabdian.

Dalam amanatnya, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata dan masyarakat Lembata datang bukan sekadar menghadiri upacara pemakaman, tetapi secara khusus menghantar seorang putra terbaik Lembata yang telah mengabdikan dirinya bagi masyarakat dan daerah.

“Kami datang untuk menghantar seorang pemimpin putra Lembata, sosok pemersatu Lewo, pemersatu lewo auq, pekerja keras, totalitas, dan periang. Dia adalah almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk yang sepanjang hidupnya memilih jalan pengabdian,” ungkap Bupati.

Almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk merupakan birokrat yang mengabdikan diri di Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan dipercaya menduduki berbagai jabatan. Pada periode 2016–2017, almarhum mendapat amanah sebagai Penjabat Bupati Lembata.

Bupati Kanisius menyampaikan penghargaan dan rasa bangga Pemerintah serta masyarakat Lembata atas kepercayaan Pemerintah Provinsi NTT kepada almarhum untuk memimpin Kabupaten Lembata. Salah satu bagian penting dari masa pengabdiannya sebagai Penjabat Bupati adalah penyelenggaraan Hari Nusantara Tahun 2016 di Kabupaten Lembata.

Tidak hanya selama aktif sebagai aparatur sipil negara, semangat pengabdian almarhum juga terus berlanjut setelah memasuki masa pensiun. Almarhum masih dipercaya untuk memimpin Gerakan Pramuka di Provinsi NTT hingga periode 2030.

Menurut Bupati Kanisius, perjalanan tersebut memberikan teladan bahwa berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhirnya pengabdian.

Suasana haru semakin terasa ketika Bupati mengenang masa berakhirnya tugas almarhum sebagai Penjabat Bupati Lembata pada 2016–2017. Bupati Kanisius mengisahkan bahwa dirinya pernah hadir untuk berpamitan ketika almarhum kembali menjalankan tugas pengabdian di tingkat Provinsi NTT. Kini, setelah bertahun-tahun berlalu, dirinya kembali berada dalam suasana yang sama untuk mengantar almarhum, namun kali ini untuk selamanya.

“Sebagai Bupati Lembata, saya merasa terhormat dapat berdiri di sini sebagai Inspektur Upacara, mewakili Pemerintah, baik Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten Lembata maupun masyarakat Ribu Ratu, Lewo Tanah, Leu Auq Lembata,” kata Bupati.

Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Lembata, Bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas seluruh pengabdian almarhum. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada istri dan anak-anak almarhum yang selama ini telah mendampingi serta menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian almarhum.

“Bapak telah meninggalkan jabatan, tetapi tidak meninggalkan jejak. Bapak telah meninggalkan dunia, tetapi tidak meninggalkan kenangan,” ungkapnya.

Bupati menegaskan bahwa meskipun almarhum telah berp**ang, nama, jasa, dan pengabdiannya akan tetap dikenang oleh masyarakat Lembata. Jarak antara Lembata dan Kupang tidak mengurangi rasa kehilangan, karena hati masyarakat Lembata berada bersama keluarga yang sedang berduka.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Pemerintah dan masyarakat Lembata apabila selama kebersamaan dengan almarhum terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan di hati almarhum maupun keluarga.

Ia kemudian mendoakan agar Tuhan menerima seluruh pengabdian dan kebaikan almarhum, mengampuni segala kesalahan, serta menganugerahkan kehidupan kekal. Kepada keluarga yang ditinggalkan, Bupati mendoakan agar senantiasa diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi duka.

Mengakhiri amanatnya, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum. “Selamat jalan, Bapak almarhum Sinun Petrus Manuk. Pana ma’an sare - sare. Beristirahatlah dalam damai. Tuhan memberkati kita semua.”

Pemakaman almarhum Drs. Sinun Petrus Manuk menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat untuk mengenang kembali dedikasi, keteladanan, serta jejak pengabdian seorang putra daerah yang telah memberikan kontribusi bagi Kabupaten Lembata dan Provinsi Nusa Tenggara Timur. (ProkompimPemkabLembata)

Address

Jalan Trans Lembata, Lamahora Timur
Kupang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Prokompim Pemkab Lembata posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share