14/06/2019
Partai Keadilan Sejahtera Aceh Utara
Menjembatani setiap informasi, harapan dan aspirasi masyarakat Aceh Utara dalam Membangun Aceh Utara Yang lebih baik
#AYTKTM
14/06/2019
25/04/2019
#1 Masyaallah, Merinding dengar Nasyid terbaik ini - Ghuroba (Orang Asing) - Rikhie Asbo Nasyid terbaik - Ghuroba lirik by Syeikh Sa'ad Al Ghamidy Vocal by Rikhie Asbo Untuk Video-video nasyid bagus lainnya, silahkan klik link ini: YT :https://bi...
12/04/2019
Ayuk Ikuti Arahan Ulama Kita
Ulama adalah waratsatul anbiya (pewaris para nabi). Jika nabi Muhammad SAW wajib kita ikuti, maka demikian juga halnya dengan pewarisnya. Mereka wajib kita ikuti, selama tentunya, jika sejalan dengan apa yang beliau ajarkan. Begitu juga dalam memilih pemimpin negara dan para wakil rakyat, seharusnya kita mengikuti ulama. Siapakah ulama yang menjadi kes**aan Anda?? Apakah termasuk mereka yang di bawah ini? Kalau iya, sudah tahukah Anda pilihan atau arahan mereka?
Ayuk kita baca..
1. Ustadz Abdul Shomad, MA
(Da'i Sejuta Viewer)
"Bertengkarlah mereka (anggota DPR) tentang masalah miras di parlemen. Yang sudah disumbat mulutnya dengan uang tak bisa lagi ngomong. Cuma dua yang mempertahankan (tidak mau disogok) atas kasus miras. Siapa yang bertahan? PKS sama PAN. Kita real-real aja, mana yang amar ma'ruf nahi mungkar di parlemen, itulah yang kita pilih"
2. Habib Rizieq Shihab
(Pembina GNPF Ulama, Imam Besar FPI)
"Saya menginstruksikan kepada seluruh pengurus dan jajaran FPI di seluruh Indonesia agar dapat bekerja sama dengan PKS untuk memenangkan pilpres dan pileg 2019. Agar PKS besar di parlemen dan dapat mendukung kebijakan yang membela agama, bangsa dan negara."
3. KH. Abdullah Gymnastiar
(Pimpinan Darut Tauhid Bandung)
"Tak ada partai yang sempurna. Pilihlah yang paling sedikit pelanggarannya, banyak patuhnya dan tak tergantung figur"
4. KH. Shalahudin Wahid (Gus Sholah, adik Gus Dur)
"Dalam pengamatan saya, partai yang manajemen organisasinya bagus itu ada dua. Salah satunya PKS. Kalau partai lainnya menggantungkan ada figur seseorang."
5. KH. Haekal Hasan
(Dai/Mubaligh Kondang)
"PKS MasyaAllah, partai yang tidak abu-abu, memperjuangkan keislaman dari sejak berdiri hingga sekarang. Saya bukan anggota partai manapun, tidak terlibat juga dalam kepengurusan partai apapun, tetapi saya mengajak umat untuk menyatukan suara, mendukung PKS”
6. KH. Bachtiar Nashir
(Dai, Pimpinan AQL)
"S**a tidak s**a, tapi selalu saja teman kita dalam parlemen yang memperjuangkan hal-hal seperti ini (penolakan LGBT dan s*x bebas) ya PKS. Jadi Allah sedang memuliakan PKS.."
7. Dr. Firanda Andirja, MA
(Ulama Salafy, Pengajar Halaqah Ta'lim di Masjid Nabawi)
"Jika tidak kenal caleg, maka pilihlah Partai PKS, Walaupun Kami tetap menyatakan haramnya demokrasi, karena bagaimanapun PKS –dengan segala kekurangannya- masih merupakan partai yang secara umum masih diharapkan bisa memberi kontribusi kepada Islam dan Kaum Muslimin."
8. Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc, MA
(Ketua Umum Wahdah Islamiyah Pusat)
“Umat berharap PKS bisa mengakomodir kepentingannya, sehingga umat bisa full memberi dukungan, agar terpilihnya pemimpin yang membawa ke arah yang lebih baik. Sangat diharapkan PKS yang telah menunjukkan kiprahnya,apalagi di Pilgub DKI yang luar biasa berkorban begitu besar tidak harus ada kadernya yang jadi calon"
9. Dr. Faisol Nasar bin Madi
(Ketua Umum PB Al Irsyad Al Islamiyah)
“Harapan kami besar untuk PKS agar istiqomah mengemban amanah umat ini. Partai Islam yang meninggalkan umat Islam akan ditinggalkan oleh umat. Namun bersama umat akan menjadikan partai ini jauh lebih besar”
10. KH. Yusuf Martak
(Ketua GNPF Ulama pusat)
“Saya yakin PKS mempunyai satu prinsip, satu keyakinan dan satu keberanian untuk di 2019 nantinya, akan menjadi suara yang akan menyalurkan suara dan aspirasi umat Islam. Karena kami ini punya keterbatasan yang sangat besar, kami hanya orang jalanan, kami hanya bisa berjuang di depan pintu. Kami tidak bisa masuk, mempengaruhi maupun berperan dalam pemerintah, eksekutif maupun legislatif”
So, ga perlu pikir panjang lagi, 17 April nanti, pilihlah caleg dari partai yang direkomendasikan ulama-ulama kita..
Dari Abu Musa ra. bahwa Nabi “ﷺ” bersabda:
“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
(HR. Bukhori & Muslim)..
12/04/2019
Jika seorang Ulama,Habaib
yg alim dan Tawadhu..
Memegang dada kiri seseorng sambil membaca sesuatu doa itu tandanya ada keistimewaan terhadap org tersebut..
Krn Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam
Telah dahulu melakukan cara ini kepada
Org pada masa jamanNya.
12/04/2019
*TRANSKIP DIALOG USTADZ ABDUL SOMAD DAN PRABOWO SUBIANTO*
11 April 2019
PS: Terimakasih Ustadz, bisa jumpa dengan saya. Saya mengikuti, ustadz sudah banyak berkeliling di Indonesia. Nah, apa yang ustadz lihat selama keliling di Indonesia, akhir-akhir ini.
UAS: Saya susah saya bilang mengawali ceramah itu. "Mari kita dengar tausiyah dari Al-Mukarram Abdul Somad". Begitu saya naik ke atas, semua orang (mengangkat dua jari simbol Capres 2 sambil bilang): "Ustadz...". Saya bilang; "kalian kan punya jari sepuluh. Kenapa yang diangkat cuman dua".
(PS dan UAS tertawa kecil).
UAS: Itu saya ucapkan untuk menetralisir. Karena ini kan ada Panwaslu, Bawaslu.
(PS: Iya benar)
UAS: Saya tidak ingin Tabligh Akbar itu menjadi politik. Udah turun, sampai protokol bilang; "Jamaah, tolong jangan acungkan jari".
PS: Itu dimana-mana, Ustadz?
UAS: Dimana-mana pak. Bapak bisa lihat rekaman (ceramah saya). Nanti ketika saya sampaikan; "Mari kita bershalawat". Kan untuk merubah suasana. "Shalalahu 'ala Muhammad", umat begini lagi (UAS menunjukkan dengan menggoyangkan tangan dan mengacungkan dua jari).
PS: Rata-rata dimana-mana ya Ustadz?.
UAS: Rata-rata. Dari mulai ujung Aceh sampai ke Pulau Madura, sampai ke Sorong. Jadi, saya melihat ini, umat sedang berharap besar pada bapak. Itu yang saya lihat.
Jadi ada satu keranjang amanah, Ijtima Ulama mengamanahkan ini amanah Allah taala, melalui firasat Ijtihad Ulama. Tapi umat juga. Jadi ada dua dukungan, ulama dengan umat. Mereka berikan.
Dalam keranjang ini, ada pisau, ada bunga, ada buah, ada pena. Maka dua pesan Allah:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
"Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu menyampaikan amanat kepada yang layak menerimanya..." (potongan QS An-Nisa’: 58)
Bapak letakkan amanah ini, yang pisau bapak beri ke anak-anak muda, karena mereka akan pergi ke hutan berburu. Yang buah, bapak berikan ke anak-anak, agar mereka makan buah supaya fresh. Yang bunga bapak berikan kepada anak gadis, agar mereka berikan kepada suaminya yang sudah menikah. Sedangkan pena bapak berikan kepada ulama supaya menulis.
Jangan bapak berikan pisau kepada anak kecil. Dia akan melukai. Letakkan amanah ini sesuai dengan tempatnya.
Dan pesan Allah yang kedua:
وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ
"Dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil..." (sambungan QS An-Nisa’: 58)
Begitu Ijtima Ulama berkumpul dan umat menyambut, ini amanah sedang di pundak bapak, bapak (mesti) adil. Adil. Jangan bapak beri (ke salah satu pihak) terlalu besar, (tapi ke yang lainnya kecil). Bapak lihatlah. Dengan keadilan. Hadits Rasul:
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ...
“Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yang pertama, Imam (pemimpin) yang adil... (Hadits shahih, diriwayatkan salah satunya oleh Bukhari (No. 660, 1423, 6479, 6806))
Mudah-mudahan bapak termasuk (kedalam golongan pemimpin yang adil)
PS: Aamiin. Jadi saran Ustadz, apa yang harus saya lakukan?
UAS: Buah durian, kalau hanya sekedar berputik, orang cuek. Tapi kalau dia sudah berbuah harum ranum, maka ada orang akan melempar, monyet akan naik. Sekarang buahnya sedang harum. Maka bapak (harus) tabah, kuat, serahkan pada Allah. "Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah".
Ini jihad yang paling besar. Jihad menjadi pemimpin. Sampai-sampai kata Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan:
“Seandainya doamu makbul dan doa itu cuma satu, maka mintalah pemimpin yang adil" (tertulis dalam Al-Furu’, 2:120).
PS: Itu doa dari?
UAS: Imam Ahmad bin Hanbal atau Imam Hambali. Seandainya doamu makbul dan doa itu cuma satu, maka mintalah untuk Republik Indonesia itu pemimpin yang adil.
Kalau bapak adil, seluruh negeri ini akan mendapatkan keadilan.
PS: Mungkin ada lagi pesan-pesan atau harapan-harapan perjuangan kita?
UAS: Saya kan dulu selalu mengatakan kalau saya ikut Ijtima Ulama. Lalu setelah ulama berijtima dan berkumpul, jatuh pilihannya kepada bapak. Kemudian (saya) keliling-keliling kemana-mana, saya melihat umat meneriakkan; "Prabowo! Prabowo!".
Tapi saya masih.....(UAS diam tak melanjutkan kalimatnya)
UAS: Karena mata kita kadang tertipu. Di sungai kita lihat ada tongkat bengkok. Tapi ketika kita tarik, ternyata lurus. Mata menipu. Saya khawatir jangan-jangan saya tertipu dengan bapak.
Oleh sebab itu, saya cari ulama yang tidak masyhur, tidak populer. Yang sekarang ini ulama yang masyhur. Yang di Youtube yang di TV.
Tapi ini (yang saya cari), ulama yang tidak dikenal orang. Tapi mata batin (bashirah)nya bersih. Allah bukakan hijab kepada dia. Ini ulama-ulama yang tidak perlu materi. Mungkin bapak tidak kenal mereka.
Dan saya tidak pernah tanya kepada mereka; "kira-kira saya pilih yang mana". Ngga. Saya biarkan dia baca hati saya. Ngerti ngga dia dengan hati saya.
Dan ketika datang, saya dekati telinga saya ke dia. Apa kata dia; "Saya mimpi 5 kali ketemu dia". Saya tanya; "siapa?". Dia jawab; "Prabowo".
Kalau mimpi satu kali, boleh jadi dari Syetan. Lima kali dia mimpi dia lihat bapak. Itu sinyal dari Allah.
Saya jalan lagi, saya cari lagi ke tempat lain. Ketika salaman, dekati telinga saya, dia bisiki; "Prabowo". Nama bapak dia sebut.
Ini ulama-ulama yang tidak dikenal karena hebatnya di tengah masyarakat. Bukan viral seperti saya.
Saya datang ke satu tempat. Ini unik, aneh. Dia tidak mau makan nasi kalau berasnya dibeli di pasar. Berasnya ditanam sendiri. Karena kalau beli di pasar, (khawatir ada unsur) riba. Dia hanya minum kalau sumurnya digali sendiri. Dan tidak mau menerima tamu perempuan. Dan pernah menteri datang, diusir.
Menteri datang, dia usir: "pulang", katanya.
Saya khawatir, begitu datang saya, dianggap niatnya Somad tidak baik, diusir pulang. Malu saya. Tapi saya tetap nekat datang.
Biasanya tamu kalau kesana, dua menit tiga menit, minta doa terus "udah, sana" (disuruh pergi).
Saya datang. Setengah jam, pak. 30 menit, dia bicara empat mata dengan saya. Di akhir pertemuan pas mau pulang dia bilang: "Prabowo".
PS: Dia bilang begitu?
UAS: Dia bilang begitu.
Jadi, saya berpikir lama. Ini kalau saya diamkan (isyarah para ulama) sampai Pilpres usai. Kenapa mereka cerita ke saya, tiap malam saya berpikir, kenapa mereka cerita ke saya. Berarti saya harus sampaikan.
Kalau tidak, ini seumur hidup sampai saya mati dalam penyesalan. Abdul Somad kenapa tidak kau ceritakan?
Setelah ketemu ini, selesai, kuserahkan semuanya kepada Allah SWT. Kuserahkan semuanya kepada Engkau ya Allah, yang penting sudah kusampaikan.
Plong. Malam ini saya bisa tidur lelap.
Hanya saja, tentunya fitnah tentu banyak.
(Prabowo menyeka air matanya. Matanya sembab)
UAS: Kalau bapak memang duduk nanti menjadi Presiden. Terkait dengan saya pribadi, dua saja. Pertama, jangan bapak undang saya ke Istana. Biarkan saya berdakwah masuk ke dalam hutan. Karena memang saya dari awal dari sana. Saya orang kampung. Saya masuk hutan ke hutan.
Yang kedua, jangan bapak beri saya jabatan. Apapun. Saya diantara 40 cucu mbah kakek saya, dia bilang; "cucuku yang ini, satu ini hanya sekolah agama untuk mendidik umat". Sudah. Selesai. Makanya tak pernah sekolah umum.
Jadi biarkanlah saya terbang sejauh mata memandang, saya ceramah.
Setelah bapak jadi nanti, biarlah ulama-ulama yang dekat-dekat di Jakarta ini yang menjadi (pembantu bapak).
Bapak dengarkan cakap ulama, karena ulama berijtima mendukung bapak. Dan ulama yang 'kasyaf' yang tembus mata batinnya yang melihat dalam alam ghaib pun mendukung bapak.
Maka, ini anugrah besar. Tapi juga ujian besar. Saya berharap, Allah menolong bapak dalam setiap gerak dan langkah.
PS: Terima kasih..
UAS: Saya tak bisa, hadits mengatakan:
"Tahadu tahabu". Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencintai. (HR. Imam Bukhari)
Saya tak kaya, tak ada duit saya untuk ngasih apa-apa ke bapak. Saya kasih dua saja. Pertama, minyak wangi Oud. Oud itu kayu gaharu. Simbolnya, supaya bapak menebarkan keharuman di negeri ini.
Yang kedua, tasbih. Oud untuk orang lain bapak harum semerbak. Tasbih, tidak bisa hati bapak kosong. Bapak harus banyak berdzikir. Ini tasbih kesayangan saya. Tasbih dari batu natural stone. Namanya Syah Ma'sud dari Persia. Paling saya sayang. Ini saya beli di Madinah.
Bapak tak perlu pegang ini didepan orang banyak. Nanti disangka orang pencitraan. Bapak cukup (shalat) tahajjud malam, bapak berdzikir, afdhal dzikir (dzikir terbaik) adalah dzikir "Laa Ilaaha Ilallah (Tiada Tuhan selain Allah)".
Laa Ilaaha Ilallah.. Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..Laa Ilaaha Ilallah..
Mulut berdzikir, hati di sebelah kiri (telapak tangan kanan UAS menekan lama dada kiri PS sambil berdzikir).
Dengan "Laa Ilaaha Ilallah", kita hidup. Dengan "Laa Ilaaha Ilallah", kita mati. Dengan "Laa Ilaaha Ilallah" juga kita akan berjumpa bersama Rasulullah SAW.
Ini yang bisa saya sampaikan. Apa yang terjadi setelah ini, kita serahkan sama Allah SWT.
PS: Terimakasih. Terimakasih Ustadz (UAS dan PS saling bersalaman)
UAS: Sama-sama kita berdoa kepada Allah.
Ya Allah, tanaman taufik dan hidayahMu ke dalam hati kami, sehingga kami bisa berjuang menolong agamamu, dengan amal yang Kau cintai dan Kau ridhai.
Jadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia negeri yang aman, damai, tenteram, menjunjung kebhinnekaan, dibawah Panji Pancasila.
Berikan kami pemimpin yang adil dan amanah. Jangan Kau hukum kami karena dosa-dosa kami. Jangan Kau angkat pemimpin pengkhianat yang tak sayang kepada kami dan tak takut padamu ya Allah.
Jadikan negeri ini aman damai, negeri Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Taqabalallahu Minna wa minkum. Minna wa minkum Taqabal yaa Kariim.
(Transkip oleh: Bambang Prayitno)
12/04/2019
Bekerjasama untuk yang kita sepakati dan berlapang dada untuk perbedaan diantara kita selama itu dalam rangka kebaikan untuk agama dan bangsa
Kampanye Akbar, Tgk Ni Sebut Tgk Muhammad Nur Caleg DPR RI Dukungan Ulama dan Partai Aceh MEDIAACEH.CO, Aceh Utara – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) wilayah Samudera Pase, Tgk Zulkarnaini Hamzah memperkenalkan beberapa Calon Legislatif DPR RI, salah satunya ia memperkenalkan Tgk…
10/04/2019
Kenapa Rakyat Menolak Tambang Emas PT EMM? Berikut Penjelasannya ACEHSATU.COM | NAGAN RAYA -- Ratusan masyarakat Beutong Ateuh Banggalang kembali menggelar aksi massa terkait menolak PT. Emas Mineral Murni
10/04/2019
Maju DPR RI, Sejumlah Pimpinan Dayah Peusijuek Tgk Muhammad Nur MEDIAACEH.CO, Bireuen – Calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI nomor urut 2 PKS, Tgk H Muhammad Nur mendapat dukungan dari beberapa pimpinan dayah. Salah satunya dari dayah Darussaadah dan d…
09/04/2019
Indonesiaku | Sahraja, Desa Leubok Pusaka,Langkahan,Aceh Utara Official Youtube Channel: https://www.youtube.com/TRANS7indonesia
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Alue Mudem Lhoksukon
Lhoksukon
