07/10/2026
MERAIH MIMPI MENUJU SWASEMBADA PANGAN
Di balik hamparan lahan pertanian, ada harapan yang terus dijaga.
Ketika musim kemarau mulai membatasi ketersediaan air di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 170 ha lahan pertanian berpotensi terdampak kekeringan. Bagi petani, keterbatasan air bukan sekadar persoalan irigasi—tetapi juga menyangkut keberlanjutan pertanaman dan hasil yang mereka nantikan.
Karena itu, langkah nyata terus dilakukan.
BBWS Nusa Tenggara I Mataram bersama BRMP NTB bersinergi mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan air di lapangan, sekaligus mencari alternatif sumber air yang dapat mendukung pertanian selama periode kekeringan. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah pemanfaatan air bawah permukaan melalui sumur bor dangkal.
Di Desa Jaga Raga, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, pembangunan sumur bor dangkal untuk mendukung Daerah Irigasi Gebong menjadi bagian dari ikhtiar tersebut.
Sebab, bagi sebagian orang mungkin ini hanyalah sebuah sumur.
BBWS NT I Mataram membangun sumber air, sementara BRMP NTB mendukung mobilisasi p***a antar kelompok tani sesuai kebutuhan di lapangan. Sebuah sinergi untuk memastikan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan proses produksi pertanian tetap berjalan.
Bersama menjaga air, menjaga pertanian, dan menjaga masa depan.