21/08/2026
Info Pesisir Selatan
Jembatan Gantung 100 Meter dengan Anggaran Rp 7,4 Miliar di Pesisir Selatan Rampung, Akses 400 KK Kembali Pulih
Akses 400 kepala keluarga (KK) di Kampung Koto Rawang dan Bukik Sala, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat kembali pulih. Jembatan gantung penghubung antar-kampung yang hancur akibat banjir bandang pada 2024 itu rampung dan dapat dilalui kembali pada Kamis (20/8/2026).
Pembangunan jembatan gantung sepanjang 100 meter ini dikerjakan selama delapan bulan sejak Desember 2025 dengan anggaran Rp 7,4 miliar. Fasilitas baru ini juga dilengkapi jalan akses sepanjang 350 meter beserta lampu penerangan jalan.
Meskipun utamanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua, jembatan ini dirancang agar dapat dilalui kendaraan roda empat dalam kondisi darurat, seperti ambulans.
Kehadiran jembatan gantung ini menyalakan kembali harapan warga setempat yang sebelumnya bergantung pada jembatan darurat.
Endi, salah seorang warga Koto Rawang mengungkapkan rasa leganya karena anak-anak sekolah kini tak perlu lagi mempertaruhkan keselamatan saat menyeberang. Namun, rasa cemas warga belum sepenuhnya hilang.
Endi mengaku selalu waswas setiap kali debit air Sungai Batang Salido meluap pascabanjir bandang 2024 yang mengubah alur sungai dan merusak check dam (bendungan penahan). "Sejak kejadian 2024, hampir setiap air besar datang saya tidak bisa tidur. Jika tidak ada check dam, air besar bisa merusak jembatan lagi. Kami berharap ada normalisasi sungai ke arus semula dan perbaikan dam," ujar Endi. Anggota Komisi VI DPR RI Sumbar, Andre Rosiade menyebut, pengerjaan jembatan ini merupakan usulannya ke Kementerian PU melihat dampak dari bencana. Ia mengaku ada sebanyak lima jembatan dari sejumlah usulannya yang diterima Kementerian PU. “Dari lima jembatan tersebut tiga di antaranya sudah selesai. Sisa dua jembatan lagi. Target kami Desember 2026 juga sudah bisa digunakan,” ujarnya.
Menanggapi keluhan warga terkait check dam dan normalisasi, Andre menyebut akan segera berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai V.