16/07/2026
Membaca Masa Lalu, Merawat Masa Depan: JARANAN dan Cinta pada Naskah Kuno
Di tengah hiruk-pikuk modernitas, Kota Malang menyapa ingatan kolektif kita melalui program JARANAN. Sebuah akronim yang menyimpan makna dalam: Jaringan Aman dan Humanis Akuisisi Naskah Kuno. Bukan sekadar proyek pelestarian, ia adalah refleksi bahwa sejarah tidak cukup dikenang—ia harus dirawat, dijaga, dan diwariskan.
JARANAN mengingatkan kita bahwa naskah kuno bukan artefak bisu. Ia adalah nyawa yang membisikkan cerita tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana kita melangkah. Melalui program ini, masyarakat diajak menyerahkan naskah-naskah berusia minimal 50 tahun—lontar, kertas, kulit kayu—untuk didokumentasikan, dialihmediakan, dan dicatatkan secara nasional.
Saya mengapresiasi pendekatan yang diusung: aman karena terjamin secara hukum dan institusi; humanis karena membangun kesadaran bukan sekadar kepatuhan; lestari karena dirancang untuk generasi yang belum lahir. Inilah bentuk pengakuan bahwa naskah kuno adalah memori bangsa yang patut diperlakukan dengan hormat dan kehati-hatian.
Semoga JARANAN menjadi inspirasi bagi daerah lain. Karena pada akhirnya, peradaban yang besar adalah peradaban yang tidak melupakan akarnya.