14/08/2015
Berfoto dengan koordinator produksi home industry juhi ikan tuna. Semoga produksi bisa tetap terlaksana dan dapat berkontribusi dalam meningkatan ekonomi warga
Juhi Ikan Tuna merupakan kreasi olahan ikan masyarakat dusun Tamban Malang atas inisiasi dari tim PKM-M Universitas Brawijaya Malang
14/08/2015
Berfoto dengan koordinator produksi home industry juhi ikan tuna. Semoga produksi bisa tetap terlaksana dan dapat berkontribusi dalam meningkatan ekonomi warga
laut dan negeri ini sungguh bagaikan konsep Yin-Yang yang saling menyeimbangkan dan tak terpisahkan. nenek moyang kita adalah pelaut ulung. lihat saja kapal Pinisi yang gagah itu. itu adalah artefak nyata peradaban laut kita! namun sungguh sayang semakin kesini nelayan kita semakin terpinggirkan. kesejahteraan merekapun saat ini juga menjadi perbincangan hangat di kalangan atas. permasalahan kesejahteraan ini bak benang kusut yang sulit terurai! dibutuhkan koordinasi dan kerja keras yang luar biasa untuk mengentaskan permasalahan ini. Namun sungguh, tanpa terjun langsung ke lapangan, permasalahan ini hanya akan berakhir di awang-awang. tidak akan ada perubahan hanya dengan berbicara. karena itulah kami mencoba sedikit bergerak memberikan pelatihan kepada masyarakat dusun tamban tentang pengolahan ikan. kami berharap, semoga usaha kecil ini dapat memberi sedikit makna terhadap negeri Permai ini.
11/06/2015
tahap peresmian home Industry Juhi Ikan tuna bersama TIM PKMM Bunderan (Bangun Desa Anti Pengangguran) UB dan Masyarakat Dusun Tamban.
11/06/2015
proses pengepakan dan persiapan penjualan juhi ikan tuna oleh ibu-ibu dusun tamban..
24/05/2015
lihat,, model ganteng kita dengan Juhi Ikan produksi Dusun Tamban :)
24/05/2015
Proses produksi Juhi Ikan bersama Ibu-ibu dusun tamban berlangsung cukup cair. Dengan diselingi candaan ringan yang disusul gelak tawa renyah para peserta pelatihan, proses produksi ini mengalir santai bak gerakan ritmis ombak pantai Tamban. Ini jugalah salah satu resep rahasia yang membuat Juhi Ikan Dusun Tamban cukup layak dicoba :)
21/05/2015
Selain diversifikas bahan baku, Juhi Ikan Tuna Produksi Dusun Tamban Juga mempunyai varian rasa yang cukup beraneka ragam.. Mulai dari Pedas, Original, BBQ, dan Balado..
Apa itu JUHI?
Juhi pada dasarnya merupakan Cumi-cumi yang dikeringkan dan diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan tekstur dan rasa yang cukup nikmat. saat ini, Juhi siap makan masih belum di produksi di dalam negeri, melainkan masih mengimpor dari Thailand.
Atas dasar itulah, kami berkreasi dengan mengubah bahan utama Juhi (Cumi-cumi kering) dengan bahan baku yang lebih mudah didapatkan oleh nelayan Indonesia, berupa ikan tuna, teri, tenggiri bahkan bandeng.
tentunya rasa dari juhi itu juga cukup variatif dan sesuai dengan lidah orang Indonesia :)
21/05/2015
karena banyak orang yang menganggap bahwa mengabdi adalah cara menjadi abadi..
karena mengabdi adalah cara mendapat hidup yang lebih berarti...
karena itulah kami memilih mengabdi :)
21/05/2015
Juhi Ikan Tuna Merupakan produk olahan ikan dari dusun Tamban Malang yang diinisiasi oleh tim PKM-M Universitas Brawijaya Malang. Potensi laut Indonesia, pada umumnya, dan Pantai Tamban khususnya yang luar biasa besar, masih belum dapat dimaksimalkan secara baik. Banyak nelayan yang menjual hasil laut mereka secara langsung (mentah). Hal ini tentunya berdampak pada kondisi Ekonomi Masyarakat pesisir itu sendiri.
Hal ini juga terjadi di Dusun Tamban-Malang. Potensi laut yang dimiliki pantai tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Hal ini diperparah dengan pamor pantai Tamban yang kalah jauh bila dibandingkan dengan Pantai Sendang Biru.
Hal tersebutlah yang mendorong tim PKM-M UB untuk memberikan pelatihan pengolahan Ikan di daerah tersebut. Tim Ini menyasar Ibu-Ibu rumah tangga, serta mereka yang belum mempunyai pekerjaan tetap untuk dilatih cara pengolahan ikan Tuna. Kedepanya, diharapkan produksi Juhi Ikan Tuna ini akan dapat berkembang, dan menjadi salah satu home industry andalan yang berperan untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat Dusun Tamban.