Diskominfoss Sulawesi Barat

Directions Website

Diskominfoss Sulawesi Barat Akun Resmi Milik Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Sulawesi Barat

IG: .sulbar
YT: DiskominfoSS
WA: 0821 5691 4270

Hai Sobat Digital Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengucapkan Selamat Hari Dokter Nasional kepada seluruh dokter di I...
24/10/2026

Hai Sobat Digital

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengucapkan Selamat Hari Dokter Nasional kepada seluruh dokter di Indonesia, khususnya para dokter yang mengabdi di Sulawesi Barat.
Terima kasih atas dedikasi, ketulusan, dan pengabdian para dokter dalam menjaga kesehatan masyarakat, menyelamatkan kehidupan, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Mari terus perkuat kolaborasi dan semangat kemanusiaan untuk mewujudkan Sulawesi Barat yang lebih sehat, maju, dan sejahtera.
“IDI Berkemajuan Berbakti untuk Bangsa”

Dokter hebat, masyarakat sehat, Sulbar semakin kuat!


24/10/2026

AKTIVITAS DISKOMINFOSS SULBAR SEPEKAN 19-24 OKTOBER 2026

Kadis KominfoSS, Muhammad Ridwan Djafar melakukan Koordinasi tindaklanjut permohonan pembangunan infrastruktur jaringan ...
24/10/2026

Kadis KominfoSS, Muhammad Ridwan Djafar melakukan Koordinasi tindaklanjut permohonan pembangunan infrastruktur jaringan 4G seluler di desa blanskpot Sulawesi Barat pada Direktorat Akselerasi Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI serta Telkomsel Smart Office di Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026

Sulbar Masuk Lima Besar SDGs Award 2026, Junda Maulana Paparkan Inovasi PastipaduTangani Stunting hingga Anak Tidak Seko...
24/10/2026

Sulbar Masuk Lima Besar SDGs Award 2026, Junda Maulana Paparkan Inovasi Pastipadu

Tangani Stunting hingga Anak Tidak Sekolah, Inovasi Pastipadu Bawa Sulbar ke Lima Besar SDGs Award

Lima Besar SDGs Action Award 2026, Sulbar Berharap Pastipadu Dapat Dukungan Pusat

Mamuju - Penanganan stunting dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan sektor kesehatan. Kemiskinan, anak tidak sekolah, hingga perkawinan anak juga menjadi persoalan yang saling berkaitan dan perlu ditangani secara bersamaan.

Pendekatan inilah yang dibawa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui inovasi Pastipadu dalam ajang SDGs Action Award 2026.

Sulbar Masuk Lima Besar SDGs Award 2026, Junda Maulana Paparkan Inovasi PastipaduTangani Stunting hingga Anak Tidak Seko...
24/10/2026

Sulbar Masuk Lima Besar SDGs Award 2026, Junda Maulana Paparkan Inovasi Pastipadu

Tangani Stunting hingga Anak Tidak Sekolah, Inovasi Pastipadu Bawa Sulbar ke Lima Besar SDGs Award

Lima Besar SDGs Action Award 2026, Sulbar Berharap Pastipadu Dapat Dukungan Pusat

Mamuju - Penanganan stunting dinilai tidak cukup jika hanya mengandalkan sektor kesehatan. Kemiskinan, anak tidak sekolah, hingga perkawinan anak juga menjadi persoalan yang saling berkaitan dan perlu ditangani secara bersamaan.

Pendekatan inilah yang dibawa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui inovasi Pastipadu dalam ajang SDGs Action Award 2026.

Sulawesi Barat saat ini masuk lima besar Indonesia Sustainable Development Goals (SDGs) Action Award 2026 kategori pemerintah provinsi yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas RI.

Dalam tahap penilaian tersebut, Sekretaris Daerah Sulbar Junda Maulana bersama empat kepala organisasi perangkat daerah (OPD) memaparkan program Pastipadu atau Pencegahan dan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Terpadu di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Tim Pemprov Sulbar turut melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nehru Masagena, Kepala Bapperida Amujib, Kepala DKPPKB Nursyamsi, serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Darmawaty.

Junda mengatakan, Sulbar bersaing dalam lima besar bersama Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Nusa Tenggara Barat. Kelima provinsi memaparkan inovasi masing-masing di hadapan tim juri yang terdiri atas unsur kelembagaan, perguruan tinggi, serta kementerian dan lembaga terkait.

“Kita berharap Sulawesi Barat bisa menjadi yang terbaik melalui program inovasi Pastipadu ini,” kata Junda.

Namun, menurut dia, keikutsertaan dalam ajang tersebut tidak semata-mata mengejar penghargaan. Pemprov Sulbar juga berharap inovasi Pastipadu semakin dikenal dan memperoleh dukungan pemerintah pusat agar pelaksanaannya dapat diperluas.

Dalam pemaparan di hadapan juri, Junda menjelaskan bahwa Pastipadu dibangun dengan tiga prinsip utama, yakni berpikir holistik, kolaborasi lintas sektor, dan digitalisasi.

Prinsip holistik menempatkan stunting sebagai persoalan yang tidak berdiri sendiri. Kondisi gizi anak, misalnya, dapat berkaitan dengan kemiskinan dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. Persoalan pendidikan dan perkawinan anak juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan stunting.

Karena itu, penanganan tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu instansi saja. Berbagai persoalan yang saling berkaitan perlu dipetakan dan ditangani secara terpadu.

“Permasalahan di daerah tidak bisa kita lihat secara parsial atau sektoral, tetapi harus secara holistik. Stunting, misalnya, juga dipengaruhi oleh kemiskinan, perkawinan anak, dan masalah pendidikan, termasuk anak-anak yang tidak bersekolah,” jelasnya.

Prinsip kedua adalah kolaborasi. Penanganan stunting dan kemiskinan, menurut Junda, membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pekerjaan umum, pendidikan, hingga sosial.

Kolaborasi juga tidak hanya melibatkan pemerintah. Pihak swasta, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), masyarakat, perguruan tinggi, organisasi nonpemerintah, serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) turut didorong mengambil peran.

Pendekatan tersebut mengedepankan kerja bersama atau pentahelix agar penanganan masalah dapat menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

Prinsip ketiga adalah digitalisasi. Pemprov Sulbar menggunakan dashboard Pastipadu untuk mengintegrasikan dan memverifikasi data sasaran, sekaligus membantu penyusunan program penanganan.

Melalui sistem tersebut, perkembangan sasaran dapat dipantau secara berkala sehingga intervensi diharapkan lebih terarah berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Dalam pemaparannya, Junda turut menyampaikan sejumlah perkembangan yang dicatat selama sekitar dua tahun pelaksanaan program.

Ia menyebut angka kemiskinan Sulbar turun dari 10,18 persen menjadi 10 persen. Sementara itu, untuk stunting, ia menjelaskan bahwa angka sebelumnya sebesar 35 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Karena belum tersedia hasil survei nasional terbaru selama dua tahun, Pemprov Sulbar menggunakan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), yang dihimpun melalui layanan kesehatan dan Posyandu.

Berdasarkan data e-PPGBM yang dipaparkan Junda, angka stunting tercatat sekitar 26 persen. Angka tersebut menggunakan sumber data dan metode berbeda dari SSGI sehingga perlu dibaca dengan memperhatikan perbedaan basis pengukurannya.

Untuk persoalan anak tidak sekolah (ATS), Junda menyebut jumlah yang sebelumnya lebih dari 37 ribu anak kini diperkirakan tersisa sekitar 22 ribu anak.

Sementara itu, perkawinan anak juga menjadi sasaran penanganan Pastipadu. Junda mengakui persoalan tersebut masih membutuhkan perhatian karena intervensi khusus terhadap perkawinan anak baru mulai dilakukan pada tahun ini.

“Ini menjadi bagian dari inovasi Pastipadu. Kita berupaya menyelesaikan persoalan secara terpadu, dan hasilnya mulai terlihat pada sejumlah indikator,” ujarnya.

Junda mengatakan, salah satu tantangan pelaksanaan Pastipadu adalah keterbatasan kemampuan fiskal daerah. Kondisi tersebut membuat cakupan sasaran atau proyek percontohan yang dapat ditangani belum terlalu luas.

Karena itu, Pemprov Sulbar berharap partisipasi dalam SDGs Action Award dapat membuka peluang dukungan lebih besar dari pemerintah pusat, selain memperoleh penilaian terbaik dalam kompetisi tersebut.

“Tujuan utama kami bahwa program ini dikenal, kemudian mendapatkan supporting dari pemerintah pusat. Karena kita dengan keterbatasan fisikal, maka sampling-nya atau pilot project-nya itu juga masih tidak banyak. Sehingga kami mengharapkan tadi, selain kami berharapkan juara tentu kami mengharapkan dukungan,” pungkasnya.

Hai Sobat DigitalTahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan kualitas ...
24/10/2026

Hai Sobat Digital

Tahun 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan daerah. Sepanjang tahun, penanganan jalan mencapai 18,96 kilometer yang tersebar di berbagai wilayah strategis Sulawesi Barat.
Pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan bukan sekadar menghadirkan akses yang lebih baik, tetapi juga membuka konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui pembangunan yang berkelanjutan, Pemprov Sulbar terus berupaya menghadirkan infrastruktur yang mendukung pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jalan semakin baik, konektivitas semakin kuat, Sulbar semakin maju dan sejahtera!


*Pemerintah Terus Perkuat Sinergi Pemadaman, Penegakan Hukum, dan Mitigasi Karhutla*JAKARTA – Pemerintah memaksimalkan p...
24/10/2026

*Pemerintah Terus Perkuat Sinergi Pemadaman, Penegakan Hukum, dan Mitigasi Karhutla*

JAKARTA – Pemerintah memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pengerahan personel, pemadaman darat dan udara, serta penegakan hukum terhadap pelaku.

Hal tersebut terungkap saat Diskusi Redaksi (DIKSI) bertema “Sinergi Kebijakan dan Aksi Cepat Tanggap Bencana Karhutla” di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Hadir dalam diskusi adalah Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI Mar. Kresno Pratowo, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Thomas Nifinluri, serta Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB Nelwan Harahap.

Kresno Pratowo menjelaskan, koordinasi dilakukan melalui Desk Karhutla dengan melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat. Berdasarkan data Kemenko Polkam per 20 Oktober 2026, status keadaan darurat karhutla ditetapkan di delapan provinsi, dengan dukungan 72.303 personel dan 50 unit dukungan udara, terdiri atas 17 pesawat patroli atau operasi modifikasi cuaca serta 33 helikopter water bombing.

*Pemerintah Terus Perkuat Sinergi Pemadaman, Penegakan Hukum, dan Mitigasi Karhutla*JAKARTA – Pemerintah memaksimalkan p...
24/10/2026

*Pemerintah Terus Perkuat Sinergi Pemadaman, Penegakan Hukum, dan Mitigasi Karhutla*

JAKARTA – Pemerintah memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penguatan koordinasi lintas sektor, pengerahan personel, pemadaman darat dan udara, serta penegakan hukum terhadap pelaku.

Hal tersebut terungkap saat Diskusi Redaksi (DIKSI) bertema “Sinergi Kebijakan dan Aksi Cepat Tanggap Bencana Karhutla” di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Hadir dalam diskusi adalah Asisten Deputi Koordinasi Kekuatan, Kemampuan, dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam Brigjen TNI Mar. Kresno Pratowo, Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Thomas Nifinluri, serta Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB Nelwan Harahap.

Kresno Pratowo menjelaskan, koordinasi dilakukan melalui Desk Karhutla dengan melibatkan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat. Berdasarkan data Kemenko Polkam per 20 Oktober 2026, status keadaan darurat karhutla ditetapkan di delapan provinsi, dengan dukungan 72.303 personel dan 50 unit dukungan udara, terdiri atas 17 pesawat patroli atau operasi modifikasi cuaca serta 33 helikopter water bombing.

“Yang kita tekankan adalah bagaimana sinergi dan mitigasi dilakukan secara nyata, sehingga masyarakat merasakan kinerja kita di lapangan,” ujar Kresno.

Dalam penanganan di lapangan, kebakaran di lahan gambut menjadi salah satu tantangan karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Kondisi lahan yang kering, keterbatasan sumber air, dan sulitnya akses juga memperpanjang proses pemadaman.
Thomas Nifinluri mengatakan, penanganan karhutla memerlukan sistem terpadu yang menggabungkan kesiapsiagaan, respons cepat, pencegahan, dan pemulihan. Kerja sama lintas sektor serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.

“Masalah kebakaran bukan hanya persoalan nasional, tetapi juga persoalan global. Kita memiliki pembelajaran penting dari pengalaman mengendalikan kebakaran,” kata Thomas.

Ia menambahkan, kerja sama kawasan dapat dilakukan melalui mekanisme ASEAN, termasuk ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP). Pemerintah juga terus berkomunikasi dengan Malaysia dan Singapura untuk merespons tawaran dukungan penanganan karhutla.

Sementara itu, Nelwan Harahap dari BNPB menjelaskan, penanganan karhutla tidak hanya dilakukan di enam provinsi prioritas (Riau, Sumsel, Jambi, Kalbar, Kalteng, dan Kalsel), tetapi juga di wilayah lain, termasuk Jawa Timur dan Papua. Pemadaman perlu dilakukan sejak titik api masih kecil agar tidak meluas dan semakin sulit dikendalikan.

“Justru kita lakukan penanganan sekarang saat karhutla masih kecil, kalau sudah membesar akan sulit dikendalikan,” ujar Nelwan.
Untuk mendukung penanganan, menurut Nelwan Harahap pemerintah mengoptimalkan pemadaman, pembangunan dan pengelolaan kanal gambut, serta water bombing di wilayah yang membutuhkan. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan dry ice juga dilakukan sesuai kebutuhan untuk mengurai kabut asap dan memperbaiki kondisi Udara agar tidak menggangu kesehatan masyarakat.

Dari sisi penegakan hukum, Kresno Pratowo menyebut Polri mencatat 278 laporan terkait pelaku perorangan dengan 232 tersangka. Untuk dugaan keterlibatan korporasi, terdapat 98 laporan dan sembilan korporasi berstatus tersangka.

Kementerian Lingkungan Hidup juga mencatat 57 badan usaha di delapan provinsi dengan luas lahan terbakar di dalam area konsesi mencapai 33.514,01 hektare. Sementara itu, Kementerian Kehutanan menjatuhkan sanksi administratif terhadap 26 subjek hukum serta menangani perkara pidana pada berbagai tahapan.

“Kita serius. Kita hukum benar pelakunya, supaya masyarakat tahu bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman,” tegas Kresno.

Ia menambahkan, komunikasi publik menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Pemerintah menggelar konferensi pers secara berkala untuk menyampaikan perkembangan penanganan, mitigasi, penegakan hukum, dan pemulihan kepada masyarakat.
Sementara Thomas Nifinluri menambahkan, upaya pengendalian karhutla perlu ditopang tiga pilar utama. “Tiga pilar yang paling penting adalah kolaborasi para pihak, koordinasi dan kepemimpinan yang kuat, serta partisipasi publik,” katanya.

Tembus 6 Besar Nasional, Digitalisasi Data Perlinsos Sulbar Pacu Target 50 Persen PopulasiAkselerasi Pendataan Warga Mis...
24/10/2026

Tembus 6 Besar Nasional, Digitalisasi Data Perlinsos Sulbar Pacu Target 50 Persen Populasi
Akselerasi Pendataan Warga Miskin di Sulbar: Tembus 73 Ribu KK, Polman Teratas

MAMUJU — Langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dalam mempercepat digitalisasi data Perlindungan Sosial (Perlinsos) menunjukkan hasil positif. Berdasarkan pembaruan data dari dashboardPortal Perlinsos, Sulbar kini berhasil menduduki peringkat ke-6 nasional dalam capaian pendaftaran digital warga kurang mampu.

Kepala Dinas Komunkasi Persandian dan Statistik (KominfoSS) Sulbar Muhammad Ridwan Djafar mengemukakan, akselerasi pendataan secara digital ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Gubernur Sulbar,Suhardi Duka, untuk memastikan intervensi program penanganan kemiskinan dan perlindungan sosial dapat tersalurkan secara lebih tepat sasaran serta terintegrasi secara transparan.

Langkah ini menegaskan komitmen daerah agar intervensi penanganan kemiskinan dan penyaluran perlindungan sosial dapat terintegrasi secara transparan serta benar-benar tepat sasaran.

Komitmen tersebut diperkuat melalui penerbitan Surat Edaran (SE) Gubernur Sulbar Nomor 43 Tahun 2026 tentang Optimalisasi Digitalisasi Perlinsos. SE yang ditujukan kepada para bupati serta seluruh kepala desa dan lurah se-Sulbar ini menekankan percepatan integrasi data kependudukan digital.

Dalam edaran tersebut, Gubernur menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan PPPK di lingkungan Pemprov maupun Pemerintah Kabupaten untuk bertindak aktif sebagai Agen Perlinsos. Para ASN diwajibkan mengantongi Identitas Kependudukan Digital (IKD) serta membantu pendataan dan verifikasi warga kurang mampu di lingkungan sekitarnya.

"Hingga saat ini, tercatat sebanyak 73.230 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 16,10 persen dari total 454.859 KK di Sulawesi Barat telah terdata secara digital online pada portal tersebut. Capaian angka 16,1 persen ini menempatkan Sulbar di atas rata-rata nasional yang berada di angka 11,7 persen," terang Ridwan, Kamis 22 Oktober 2026.

Jika ditelisik berdasarkan sebaran wilayah kabupaten di Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali Mandar mencatatkan cakupan tertinggi yakni sebesar 31,6 persen. Peringkat berikutnya disusul oleh Kabupaten Majene sebesar 19,9 persen, Kabupaten Mamasa 7,9 persen, Kabupaten Mamuju 5,8 persen, Kabupaten Mamuju Tengah 4,9 persen, serta Kabupaten Pasangkayu sebesar 3,1 persen.

Meski telah masuk jajaran enam besar tingkat nasional, Pemprov Sulbar terus memacu target yang telah diproyeksikan oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP). Pemprov menargetkan pendataan digital dapat menjangkau minimal 50 persen dari total populasi KK di Sulbar, atau sekitar 227.430 KK.

Untuk memenuhi target ideal tersebut, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (KominfoSS) Sulbar bersama instansi terkait masih harus mengejar pendataan sekitar 154.200 KK lagi hingga batas waktu Desember 2026 mendatang. Pemprov optimistis penguatan koordinasi antar-wilayah akan mampu menggenjot sisa target data tepat waktu. (Rls)

Membedah Efektivitas Komunikasi Publik, DiskominfoSS Sulbar Evaluasi Penilaian Indeks KPIPGenjot Tata Kelola Informasi, ...
22/10/2026

Membedah Efektivitas Komunikasi Publik, DiskominfoSS Sulbar Evaluasi Penilaian Indeks KPIP

Genjot Tata Kelola Informasi, Pemprov Sulbar Matangkan Pemenuhan Indeks KPIP

Mamuju --Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DiskominfoSS) Sulawesi Barat kembali mematangkan pemenuhan Indeks Komunikasi Pembangunan dan Informasi Publik (KPIP) melalui rapat evaluasi di Studio KPM DiskominfoSS Sulbar, Rabu (21/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana efektivitas komunikasi pemerintah dalam menjangkau dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Rapat evaluasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informasi Publik (KPM) DiskominfoSS Sulbar, Dian Afrianty. Ia menjelaskan bahwa Indeks KPIP merupakan instrumen penting untuk menilai kualitas tata kelola informasi publik sekaligus efektivitas penyampaian program pembangunan di lingkup Pemprov Sulbar.

Langkah strategis ini juga menjadi bentuk komitmen Pemprov Sulbar dalam mendukung program prioritas Direktorat Jenderal KPM Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI. Penilaian indeks menitikberatkan pada dampak nyata komunikasi pemerintah terhadap partisipasi aktif masyarakat dan pembangunan daerah. Hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang meminta setiap program pemerintah memberikan manfaat konkret bagi warga.

“Hari ini kita lakukan evaluasi pemenuhan eviden untuk Indeks KPIP, kita ingin mengukur sejauh mana efektivitas penyelenggaraan komunikasi publik, tingkat pelibatan masyarakat, serta dampaknya secara meluas di seluruh wilayah,” ungkap Dian Afrianty.

Hasil pengukuran berkala ini nantinya akan menjadi landasan bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti, sehingga kualitas diseminasi informasi publik terus meningkat. (Rls)


Address

Jalan Abd. Malik Pattana Endeng Area Perkantoran Kantor Gubernur
Mamuju
91511

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Diskominfoss Sulawesi Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share