19/10/2026
Suasana khidmat mewarnai pelaksanaan Upacara Peringatan 149 Tahun Karantina Indonesia sekaligus Hari Ulang Tahun ke-3 Badan Karantina Indonesia di Balai Karantina Sulawesi Utara, pada Senin (19/10). Mengusung tema “Dari Penjaga Gerbang ke Diplomasi Ekonomi Menuju Indonesia Emas”, upacara ini menjadi refleksi perjalanan panjang insan karantina dalam mengawal kekayaan alam negeri.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Setyawan Pramularsih membacakan amanat resmi Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding. Dalam pesan yang disampaikan, ditegaskan bahwa karantina bukan sekadar urusan stempel dokumen atau verifikasi administratif di pelabuhan dan bandara, melainkan benteng terdepan pertahanan nonmiliter yang melindungi kedaulatan hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit.
Sejak kelahirannya pada tahun 1877 demi mencegah wabah karat daun kopi (Hemileia vastatrix), institusi karantina terus berevolusi menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Di era modern ini, Barantin mengemban mandat ganda yang harus berjalan seiring: sebagai penjaga pertahanan biosekuriti (biosecurity defense) sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi rakyat dengan membuka jalan bagi produk-produk lokal untuk mendunia.
Melalui momentum peringatan ini, seluruh insan karantina di Sulawesi Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan integritas, profesionalisme, serta memperkuat sinergi dengan instansi terkait di daerah. Harapannya kekayaan alam di bumi nyiur melambai ini tetap terjaga kelestariannya, sementara para pelaku usaha, petani, dan nelayan lokal semakin mudah menembus pasar global demi mendukung ketahanan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas.