Kanwil Kemenag Sulut

Call Directions Website Contact the organization

Kanwil Kemenag Sulut Facebook Resmi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut Website: http://sulut.kemenag.go.id Misi Kementerian Agama :
1.

Visi Kementerian Agama tahun 2020-2024.

“Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong". meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama;
2. memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama;
3. meningkatkan layanan keagamaan yang adil, mudah dan merata;
4. meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu;
5. meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan;
6. memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).

 Kemenag memanggil para Guru Madrasah!Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) resmi dibuka pada...
23/10/2026



Kemenag memanggil para Guru Madrasah!

Pendaftaran Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) resmi dibuka pada 21–27 Oktober 2026. Segera daftarkan dirimu dan lakukan proses verval (21–29 Oktober 2026) melalui akun masing-masing di laman https://emisgtk.kemenag.go.id/.

Pastikan seluruh syarat utamanya terpenuhi dan jangan sampai terlewat ya! ✨

Kakanwil: Penyuluh Agama Harus Adaptif di Era DigitalMINAHASA SELATAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi...
22/10/2026

Kakanwil: Penyuluh Agama Harus Adaptif di Era Digital

MINAHASA SELATAN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., menegaskan pentingnya kemampuan adaptasi dan penguasaan teknologi digital bagi penyuluh agama dalam menghadapi dinamika masyarakat modern. Penyuluh agama dituntut mampu menghadirkan pesan keagamaan yang relevan, membangun karakter generasi muda, serta menjadi berkat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Ulyas Taha dalam Pertemuan dan Rapat Koordinasi Penyuluh Agama Kristen se-Sulawesi Utara di Aula Waleta, Kantor Bupati Minahasa Selatan, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Minahasa Selatan, Brigjen TNI (Purn) Theodorus Kawatu, S.IP., dan dihadiri para Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen, serta sekitar 150 penyuluh agama Kristen dari berbagai wilayah di Sulawesi Utara.

Dalam sambutannya, Ulyas menyoroti tantangan penyuluhan agama di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, kemudahan akses terhadap ilmu pengetahuan melalui ruang digital membawa peluang sekaligus tantangan bagi pembentukan karakter generasi muda.

Karena itu, penyuluh agama tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga harus berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral, membangun karakter, dan membentuk generasi yang memiliki akhlak baik.

Ia menekankan bahwa metode penyuluhan perlu terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Pendekatan konvensional yang selama ini digunakan harus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana penyampaian pesan keagamaan yang efektif.

Selain kemampuan beradaptasi, Ulyas mengingatkan pentingnya semangat moderasi beragama. Dalam masyarakat Sulawesi Utara yang majemuk, penyuluh agama Kristen diharapkan mampu membangun dialog, memperkuat toleransi, dan menjaga kerukunan antarumat beragama.

Menurutnya, kehadiran penyuluh agama harus membawa manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi umat Kristen, melainkan juga bagi masyarakat secara keseluruhan. Nilai-nilai kasih, kepedulian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

Pada kesempatan tersebut, Ulyas juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Minahasa Selatan, Pdt. Archilaus Egeten, bersama seluruh jajaran yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Pertemuan dan rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kompetensi, serta menyatukan langkah para penyuluh agama Kristen dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, adaptif, dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat.

Di tengah perubahan zaman, penyuluh agama diharapkan tidak sekadar menjadi penyampai pesan keagamaan, tetapi juga menjadi pembawa nilai-nilai kemanusiaan, penjaga kerukunan, dan pelayan masyarakat yang mampu menghadirkan berkat bagi semua. (*)

Humas dan Komunikasi Publik

Siaran PersKementerian AgamaKemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan PesantrenKementerian Agama ...
22/10/2026

Siaran Pers
Kementerian Agama

Kemenag Siapkan Lima Program untuk Perkuat Masa Depan Santri dan Pesantren

Kementerian Agama mempersiapkan lima program untuk memperkuat masa depan santri dan pesantren. Lima program ini disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar pada upacara Peringatan Hari Santri 2026 di halaman kantor pusat Kementerian Agama, Jakarta yang mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas".

Sejak ditetapkan pada 2015, Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober. Momen ini digelar untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Delapan puluh satu tahun yang lalu, tepatnya pada 22 Oktober 1945, Hadratusy Syeikh KH. Hasyim Asy’ari mewakili seluruh warga pesantren mengumandangkan Resolusi Jihad. Sebuah fatwa monumental yang menegaskan bahwa membela NKRI adalah fardhu 'ain dan mempertahankan kemerdekaan adalah ibadah tertinggi.

“Sejarah mencatat dengan tinta emas bahwa ketika kedaulatan bangsa terancam, seruan perlawanan sangat dahsyat lahir dari dinding-dinding pesantren, digelorakan oleh kaum sarungan, dan dihidupi oleh jiwa para santri,” tegas Menag di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurut Menag, semangat itu turut menggerakkan perlawanan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa tersebut mengajarkan kepada warga bangsa bahwa santri bukan hanya penjaga nilai-nilai agama, melainkan juga bagian penting dari perjalanan bangsa.

“Tugas kita, melanjutkan perjuangan para kyai dan pahlawan bangsa melalui pengabdian, karya, dan kontribusi nyata bagi Indonesia,” sebut Menag.

Sejalan dengan itu, Kemenag terus memperkuat ekosistem pendidikan pesantren. Langkah ini diambil untuk memperluas peran pesantren, sekaligus mempersiapkan para santri untuk berkontribusi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Lima Program Pesantren

Menag menjelaskan bahwa ada lima program yang disiapkan pasca-terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 Tahun 2026 yang menandai pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren). Regulasi ini menjadi bentuk rekognisi, afirmasi, dan pelembagaan komitmen negara kepada pesantren, sehingga santri mendapatkan ruang fasilitasi penuh untuk tumbuh berdaya.

Pertama, SAFESANTRI. Pesantren adalah lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah. SAFESANTRI hadir dalam rangka menguatkan eksistensi pesantren sebagai lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah. “Citra pesantren aman dan nyaman harus dikawal agar tidak tercoreng oleh laku oknum yang tidak sejalan dengan semangat pesantren,” tegas Menag.

Kementerian Agama telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) SAFESANTRI yang dirilis Menag Nasaruddin Umar pada momen Upacara Peringatan Hari Santri Tahun 2026. "Bertepatan peringatan Hari Santri Tahun 2026 ini, dengan mengucapkan _bismillahirrahmanirrahim_, saya luncurkan Satuan Tugas SAFESANTRI. Semoga langkah ini menjadi ikhtiar nyata untuk menjaga eksistensi pesantren sebagai lembaga pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri," ujar Menag.

Melalui pembentukan Satuan Tugas SAFESANTRI, Kemenag menyiapkan mekanisme pencegahan, pengaduan, pendampingan, serta respons cepat terhadap persoalan kekerasan di lingkungan pesantren. Sejumlah tokoh pesantren telah menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam satuan tugas tersebut, salah satunya Gus Kautsar.

“Keterlibatan unsur masyarakat pesantren diharapkan memperkuat kolaborasi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah bagi santri,” harap Menag.

Kedua, penguatan Rekognisi Ijazah. Program ini bertujuan menguatkan pengakuan atas pendidikan pesantren, sekaligus memperluas akses para santri untuk melanjutkan pendidikan di berbagai bidang.

Penguatan rekognisi juga diharapkan memperbesar peluang kerja dan pengembangan karier lulusan pesantren. Dengan demikian, capaian pendidikan dan kompetensi santri dapat memperoleh pengakuan yang lebih luas dalam sistem pendidikan maupun dunia kerja.

“Program ini sekaligus menjawab kebutuhan agar masa depan santri tidak terhambat bukan karena kurangnya kemampuan atau kedalaman ilmu, melainkan karena keterbatasan pengakuan terhadap pendidikan yang telah ditempuh,” ujar Menag.

Ketiga, program Pesantren Adaptif dan Mandiri. Program ini berfokus pada penguasaan teknologi serta kemandirian ekonomi. Pesantren masa kini dihadapkan pada tantangan AI dan perkembangan Science, Technology, Engineering & Mathematics.

Selain penguatan teknologi, program ini mencakup modernisasi tata kelola kelembagaan dan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Melalui pendekatan tersebut, pesantren didorong tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pengembangan keilmuan Islam, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

“Program ini juga akan mengawal kemandirian ekonomi Pesantren,” ucap Menag.

Keempat, Santri 5.0. Program ini bertujuan mencetak santri yang tidak hanya memahami khazanah keilmuan Islam, tetapi juga memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang terus berkembang. Untuk itu, penguatan keterampilan, literasi teknologi, kemampuan beradaptasi, serta karakter keagamaan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi santri yang mampu menghadapi tantangan masa depan.

“Ilmu agama dan keterampilan, keduanya penting sebagai bekal santri menatap masa depan,” papar Menag.
Kelima, Dakwah Digital. Tujuan program ini adalah menyiapkan dai dan daiyah yang menguasai ilmu agama, memahami media sosial, algoritma, AI, dan konten kreatif agar dakwah yang santun dan moderat, menjadi lebih dekat dengan generasi muda. Program ini menjadi respons terhadap perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi dan pengetahuan keagamaan.

Dakwah pesantren diharapkan tidak hanya hadir melalui mimbar dan ruang pengajian konvensional, tetapi juga menjangkau ruang digital yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat. Meski demikian, transformasi dakwah tetap harus berpijak pada kedalaman ilmu agama, moderasi beragama, dan kesinambungan sanad keilmuan pesantren.

“Santri harus juga hadir dalam kreatif dan relevan di ruang digital. Sehingga dakwah yang santun dan moderat, menjadi lebih dekat dengan generasi muda,” tandasnya.

Biro Humas dan Komunikasi Publik

Ulyas Taha: Hari Santri Milik Semua, Semangatnya untuk IndonesiaMANADO — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provins...
22/10/2026

Ulyas Taha: Hari Santri Milik Semua, Semangatnya untuk Indonesia

MANADO — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) meneladani semangat perjuangan santri melalui sikap disiplin, keberanian, dan kecintaan terhadap Tanah Air. Pesan tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di halaman MAN Model 1 Manado, Kamis (22/10/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat itu diikuti ASN Kanwil Kemenag Sulawesi Utara, jajaran Kemenag Kota Manado, para santri, siswa-siswi MAN Model 1 Manado, pejabat administrator di lingkungan Kanwil Kemenag Sulut, Kepala Kantor Kemenag Kota Manado beserta jajaran, serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ulyas Taha membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., yang menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para ulama dan santri melalui pengabdian, karya, serta kontribusi nyata bagi bangsa.

Peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Semangat tersebut menggerakkan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan turut mengobarkan perjuangan rakyat yang mencapai puncaknya dalam peristiwa 10 November 1945.

Usai membacakan amanat Menteri Agama, Ulyas menegaskan bahwa Hari Santri tidak boleh dipahami sebagai perayaan eksklusif milik kelompok tertentu. Menurutnya, nilai perjuangan santri merupakan bagian dari sejarah dan identitas kebangsaan yang patut dihargai seluruh masyarakat Indonesia.

“Hari Santri bukan hanya milik para santri dan bukan hanya milik umat Islam. Hari Santri adalah milik seluruh masyarakat Indonesia karena semangat perjuangan, persatuan, dan cinta Tanah Air yang diwariskan melalui Resolusi Jihad merupakan bagian penting dari sejarah bangsa kita.”

Ia juga mengajak ASN di lingkungan Kementerian Agama menjadikan peringatan Hari Santri sebagai kesempatan untuk memperkuat integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

“Semangat santri harus kita hidupkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. ASN harus disiplin, berani membela kebenaran, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap Tanah Air. Pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar kata-kata,” tegas Ulyas.

Menurutnya, semangat santri pada masa kini tidak lagi diwujudkan melalui perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, melainkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, penguatan karakter, profesionalisme, serta komitmen membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis.

Ia menambahkan, nilai-nilai yang diwariskan para santri harus menjadi inspirasi bagi ASN untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga kejujuran, dan memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun golongan.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menegaskan pentingnya peran generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap persatuan bangsa.

Melalui momentum ini, Ulyas berharap semangat perjuangan para santri dapat terus hidup dalam setiap bentuk pengabdian kepada masyarakat. Sejarah perjuangan santri, menurut pesan yang disampaikannya, tidak cukup hanya dikenang melalui upacara seremonial, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata demi kemajuan Indonesia.

Hari Santri pun menjadi pengingat bahwa cinta Tanah Air, penghormatan terhadap keberagaman, dan semangat gotong royong merupakan tanggung jawab bersama. Dari halaman MAN Model 1 Manado, pesan itu kembali ditegaskan: mengabdi kepada bangsa berarti meneruskan perjuangan para pendahulu melalui kerja yang tulus, disiplin, dan bertanggung jawab. (*)

Humas dan Komunikasi Publik

22/10/2026



Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, mengajak seluruh santri untuk terus meneladani semangat perjuangan para pendahulu yang telah berkontribusi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat santri hari ini diwujudkan melalui penguatan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, cinta Tanah Air, serta komitmen menjaga kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman, khususnya di Sulawesi Utara.

Santri harus terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026.

“Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”

21/10/2026



Santri turut mewarnai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Melalui Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, para ulama menyerukan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, yang membangkitkan semangat santri dan rakyat dalam Pertempuran 10 November di Surabaya.

Semangat perjuangan itu terus hidup dalam pengabdian, ilmu, dan cinta Tanah Air.


Kemenag Sulut Serahkan Aset BMN kepada KemenhajMANADO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara menyera...
21/10/2026

Kemenag Sulut Serahkan Aset BMN kepada Kemenhaj

MANADO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara menyerahkan aset Barang Milik Negara (BMN) kepada Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Utara dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulut, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kanwil Kemenag Sulut, H. Ulyas Taha, serta Kepala Kanwil KPKNL Sulutenggo dan Maluku Utara, Abdul Ghofar. Penyerahan aset secara simbolis dilakukan oleh Ulyas Taha kepada perwakilan Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulut, yakni Kepala Bagian Tata Usaha, Hj. Siti Fauzia Tunai.

Dalam sambutannya, Ulyas Taha menegaskan bahwa penyerahan aset BMN merupakan bagian penting dari penataan administrasi dan pengelolaan kekayaan negara, seiring dengan penyesuaian kelembagaan dan pembagian tugas pemerintahan.

“Penyerahan aset ini bukan sekadar proses administratif, tetapi juga bentuk komitmen kita untuk memastikan bahwa Barang Milik Negara dikelola secara tertib, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aset negara harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelaksanaan tugas dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ulyas Taha.

Ia berharap aset yang diserahkan dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab oleh Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sulut untuk menunjang kelancaran pelaksanaan program dan pelayanan kepada jemaah haji serta masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kanwil KPKNL Sulutenggo dan Maluku Utara, Abdul Ghofar, menekankan pentingnya tata kelola BMN yang tertib dan akuntabel. Menurutnya, pengelolaan aset negara harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan memperhatikan kepastian administrasi, kejelasan status penggunaan, serta optimalisasi manfaat aset.

“BMN merupakan kekayaan negara yang harus dijaga dan dipertanggungjawabkan. Karena itu, setiap proses penyerahan harus dilaksanakan sesuai prosedur, didukung dokumen yang lengkap, dan diikuti dengan pencatatan serta pengawasan yang baik. Dengan demikian, aset negara dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan publik,” kata Abdul Ghofar.

Penyerahan BMN ini diharapkan memperkuat koordinasi antarlembaga serta mendukung kelancaran penyelenggaraan tugas dan fungsi masing-masing instansi di Sulawesi Utara.

Melalui pengelolaan aset yang profesional, tertib, dan transparan, pemerintah diharapkan mampu memastikan bahwa setiap kekayaan negara digunakan secara efektif, efisien, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Humas dan Komunikasi Publik

Kemenag Sulut Lantik Dua Pejabat Pengawas, Dorong Inovasi Pendidikan IslamMANADO — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Aga...
20/10/2026

Kemenag Sulut Lantik Dua Pejabat Pengawas, Dorong Inovasi Pendidikan Islam

MANADO — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, H. Ulyas Taha, melantik dua pejabat pengawas di lingkungan Kementerian Agama, Selasa (20/10/2026). Pelantikan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sulut dan menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan Islam.

Dua pejabat yang dilantik ialah Rahmat Haluti sebagai Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Syarif sebagai Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Kota Bitung.

Dalam arahannya, Ulyas Taha menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh komitmen, bukan sekadar kebanggaan atau atribut sebagai aparatur sipil negara (ASN).

“Jabatan adalah amanah. Saya mengenal saudara berdua, tetapi dengan jabatan yang baru, harus ada sesuatu yang berbeda. Walaupun tugas dan fungsinya sama, model dan cara kerjanya harus menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik,” tegas Ulyas.

Ia menjelaskan, proses pelantikan membutuhkan pertimbangan berjenjang, mulai dari usulan kepala kantor kabupaten/kota, pertimbangan Kanwil Kemenag Sulut, hingga proses penilaian di tingkat pusat. Kedua pejabat dinyatakan memenuhi kriteria dan persyaratan untuk mengemban tanggung jawab tersebut.

Menurutnya, jabatan struktural memiliki tanggung jawab berbeda dari jabatan fungsional, terutama dalam mengelola administrasi, menerjemahkan kebijakan pimpinan, serta memastikan pelaksanaannya berjalan efektif.

Ulyas juga mendorong kedua pejabat menghadirkan perubahan dan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan Islam. Pelayanan kepada guru dan tenaga kependidikan, termasuk pemenuhan hak-hak mereka secara tepat waktu, harus menjadi perhatian serius.

“Kepercayaan yang diberikan pimpinan harus dibuktikan melalui kerja maksimal. Saudara berdua dinyatakan layak, dan pembuktiannya ada pada kinerja. Karena itu, jagalah amanah dan berikan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, evaluasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi untuk memastikan setiap pejabat bekerja sesuai tuntutan dan kebutuhan institusi.

Pelantikan tersebut disaksikan Kepala Bagian Tata Usaha H. Basri Saenong dan Kepala Bidang Pendidikan Islam H. Ahmad Sholeh. Turut hadir Kepala Kemenag Bolsel Muh. Thaib Mokobombang, Kepala Kemenag Kota Bitung H. Yahya Wahidin Pasiak, serta pejabat administrator dan ASN Kanwil Kemenag Sulut.

Menutup arahannya, Ulyas menyampaikan selamat kepada kedua pejabat yang dilantik dan berharap mereka senantiasa memperoleh bimbingan Allah dalam menjalankan tugas serta membawa kemajuan bagi pendidikan Islam di wilayah masing-masing.

Konvensi Nasional FKUB 2026 Siap Digelar di Sulawesi UtaraManado – Sulawesi Utara bersiap menjadi tuan rumah Konvensi Na...
20/10/2026

Konvensi Nasional FKUB 2026 Siap Digelar di Sulawesi Utara

Manado – Sulawesi Utara bersiap menjadi tuan rumah Konvensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Tahun 2026. Persiapan kegiatan tersebut mulai dimatangkan melalui rapat perdana panitia pelaksana yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (20/10/2026), pukul 10.00 WITA, di Auditorium Kantor Wali Kota Manado.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia (AFKUBI) sebagai momentum memperkuat toleransi, persaudaraan, dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara, Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd., dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Konvensi Nasional FKUB Indonesia 2026.

Konvensi ini dirancang melalui lima rangkaian kegiatan utama, yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKUB se-Indonesia, Sarasehan Nasional Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama, Festival Harmony, Diklat Kepemimpinan Kader Pelopor Kerukunan dan Toleransi, serta Karnaval atau Parade Kerukunan.

Rakernas akan menjadi forum konsolidasi nasional untuk mengevaluasi program, berbagi praktik baik, memperkuat kelembagaan, dan merumuskan rekomendasi bersama. Sementara itu, sarasehan nasional akan menghadirkan berbagai unsur, termasuk tokoh agama, pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda, guna membahas penguatan toleransi, pencegahan konflik, serta tantangan kerukunan di ruang digital.

Festival Harmony akan mengangkat seni, musik, tari, dan budaya sebagai sarana membangun persaudaraan lintas komunitas. Adapun pendidikan kader diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat pemahaman moderasi beragama, serta membekali peserta dengan keterampilan deteksi dini dan penyelesaian konflik. Karnaval kerukunan juga dirancang sebagai ruang partisipasi publik untuk merayakan keberagaman agama, adat, etnis, dan budaya dalam semangat persatuan.

Sebagai Ketua Panitia, Ulyas Taha menegaskan bahwa kerukunan harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan.

“Kerukunan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Konvensi Nasional FKUB Indonesia 2026, kita ingin memperkuat dialog, membangun persaudaraan lintas agama, serta mendorong lahirnya kader-kader pelopor kerukunan yang mampu menjaga toleransi dan perdamaian secara berkelanjutan,” ujar Ulyas Taha.

Penyelenggaraan konvensi ini diharapkan memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai ruang perjumpaan yang harmonis bagi masyarakat majemuk sekaligus menghasilkan rekomendasi dan gerakan bersama untuk merawat persatuan bangsa.

Dengan semangat toleransi, gotong royong, persaudaraan, dan perdamaian, Konvensi Nasional FKUB Indonesia 2026 diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi terwujudnya kehidupan beragama yang rukun dan Indonesia yang semakin damai.

Hadir dalam rapat ini, Sekretaris Panitia Steven Liow, Ketua dan Pengurus FKUB Sulut, FKUB Kabupaten/Kota dan para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara.

Humas dan Publikasi

Address

Jalan 17 Agustus Manado
Manado
95113

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kanwil Kemenag Sulut posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Kanwil Kemenag Sulut:

Share