18/09/2026
๐๐ช๐๐๐ง๐ฃ๐ช๐ง ๐๐ช๐ข๐๐ฉ๐๐ง๐ ๐๐๐ก๐๐ฉ๐๐ฃ ๐ฟ๐ง. ๐. ๐๐๐ง๐ข๐๐ฃ ๐ฟ๐๐ง๐ช ๐๐๐ฃ๐๐ ๐๐ฃ๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐ฃ๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ข๐ฅ๐๐ง๐ ๐ช๐๐ฉ ๐๐๐ง๐๐ฃ ๐๐๐ก๐ช๐๐ง๐๐, ๐๐๐จ๐ฎ๐๐ง๐๐ ๐๐ฉ ๐ฟ๐๐จ๐,๐๐ค๐ ๐ค๐ ๐ผ๐๐๐ข๐, ๐๐๐ฃ ๐๐๐ก๐ช๐ง๐ช๐ ๐๐ก๐๐ข๐๐ฃ ๐๐๐จ๐ฎ๐๐ง๐๐ ๐๐ฉ ๐ฟ๐๐ก๐๐ข ๐๐ฅ๐๐ฎ๐ ๐๐๐ฃ๐๐๐๐๐ ๐๐๐ง๐ฉ๐ ๐๐๐ข๐ช๐ฉ๐ช๐จ ๐๐๐ฉ๐ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐๐ ๐๐๐ฃ๐ฎ๐๐ก๐๐๐๐ช๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐๐๐ง๐๐ฃ ๐๐๐ง๐ ๐ค๐๐.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Jaringan Internasional Malaysia-Palembang-PALI, berupa sabu seberat 45,5 kilogram, ekstasi sebanyak 9.439 butir, serta etomidate sebanyak 140 cartridge, di halaman Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, Kamis (18/9/2026) siang.
Menurut Herman Deru, upaya pemberantasan narkoba saat ini tidak cukup hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pencegahan harus dilakukan secara berlapis, mulai dari lingkungan keluarga hingga desa dan kelurahan.
Ia menyebutkan, berdasarkan paparan Kepala BNNP Sumsel, sasaran peredaran dan penyalahgunaan narkoba kini juga telah menyentuh wilayah daerah hingga desa.
โJustru sasarannya sekarang ini adalah daerah dan desa. Karena itu, kita perlu memperkuat benteng mulai dari keluarga, lingkungan masyarakat hingga desa,โ kata Herman Deru.
Herman Deru mengingatkan bahwa Sumsel selama ini memiliki berbagai capaian positif, baik di bidang pangan, penanganan stunting maupun sektor pembangunan lainnya. Namun, berbagai prestasi tersebut harus diimbangi dengan perhatian serius terhadap ancaman narkoba yang dapat merusak kualitas sumber daya manusia.