BRMP Nusa Tenggara Barat

Directions Website

BRMP Nusa Tenggara Barat BRMP NTB adalah unit kerja Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kementerian Pertanian

Workshop Pengelolaan Data Perkuat Sinergi Penyuluh Pertanian NTBBadan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tengga...
06/10/2026

Workshop Pengelolaan Data Perkuat Sinergi Penyuluh Pertanian NTB

Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Nusa Tenggara Barat menggelar Workshop Pengelolaan SIMLUHTAN, e-RDKK, eBanper dan Pelaporan Luas Tambah Tanam (LTT) di Balai Guru Tenaga Kependidikan (BGTK) Mataram, 6–7 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat koordinasi penyuluh sekaligus meningkatkan ketertiban dan kualitas pengelolaan data pertanian di NTB.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BRMP NTB, Katimker Kelembagaan Petani Pusluhtan (Yusuf Darwin, ST., M. Kom) Kementerian Pertanian, Penyuluh CWS, Penyuluh BRMP NTB, Ketua Tim Kerja (Katimker) Kabupaten/Kota se-NTB, serta para admin SIMLUHTAN

Melalui workshop tersebut, peserta menyamakan pemahaman dan membahas berbagai kendala dalam pengelolaan serta pelaporan data di lapangan.

Kepala BRMP NTB, Hendro Cahyono, S.Pt., M.M., M.Sc., menekankan pentingnya kolaborasi antarpenyuluh dan pengelola data. Menurutnya, setiap persoalan di lapangan perlu dihadapi bersama dengan mengedepankan koordinasi dan solusi.
“Jangan mencari siapa yang salah. Lihat faktanya, cari solusinya, dan bergerak bersama,” ungkap Ka BB

Dalam workshop, peserta membahas pengelolaan dan pemutakhiran SIMLUHTAN, e-RDKK, eBanper, CPCL eBanper, serta pelaporan LTT. Ketelitian dalam input, verifikasi, dan pemutakhiran data menjadi perhatian agar informasi yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

“You are not alone. Kita tidak sendiri. Kita adalah satu tim,” menjadi pesan yang menguatkan semangat kebersamaan seluruh jajaran penyuluhan pertanian NTB.

Melalui kegiatan ini, pengelolaan data diharapkan semakin tertib, akurat, dan terintegrasi sehingga dapat mendukung pemantauan program, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan pembangunan pertanian yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Antisipasi Kekeringan, BRMP NTB dan BBWS NT I Bersinergi Jaga Pertanian Tetap BerproduksiMusim kemarau mulai berdampak p...
06/10/2026

Antisipasi Kekeringan, BRMP NTB dan BBWS NT I Bersinergi Jaga Pertanian Tetap Berproduksi

Musim kemarau mulai berdampak pada ketersediaan air untuk pertanian di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Berkurangnya pasokan air, terutama dari sumber air permukaan, menjadi tantangan bagi petani dalam mempertahankan pertanaman yang sedang berjalan. Kondisi ini apabila tidak segera diantisipasi berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen.
Di wilayah tersebut, sekitar 170 hektare lahan pertanian berpotensi terdampak kekeringan akibat keterbatasan pasokan air. Kondisi ini mendorong perlunya langkah cepat untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi, sekaligus menjaga pertanaman agar dapat terus tumbuh dan berproduksi.

Merespons kondisi tersebut, BRMP NTB bersama Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara I (BBWS NT I) bersinergi melakukan identifikasi kondisi dan kebutuhan air di lapangan. Sinergi ini dilakukan untuk mencari alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam mendukung pengairan lahan pertanian selama periode kekeringan.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa pemanfaatan air bawah permukaan melalui sumur bor dangkal menjadi salah satu alternatif yang dapat dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian. Sumber air ini diharapkan dapat menjadi dukungan bagi lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air dari sumber permukaan.

Untuk mendukung upaya tersebut, diperlukan enam sumur bor dangkal pada lokasi yang telah diidentifikasi. Penyediaan sumber air ini diharapkan dapat membantu mempertahankan pertanaman pada areal terdampak sekaligus mengurangi risiko kehilangan hasil akibat kekurangan air.

Dalam pelaksanaannya, BBWS NT I mendukung pembiayaan penggalian sumur bor, sementara BRMP NTB berperan dalam menggerakkan mobilisasi p***a antar kelompok tani sesuai kebutuhan di lapangan. Pembagian peran tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mempercepat penanganan keterbatasan air dan memastikan sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani sehingga proses produksi tetap berjalan.

Kekeringan menjadi tantangan, sinergi dan langkah nyata menjadi upaya menjaga pertanian tetap berlanjut.

02/10/2026
Hari Kesaktian Pancasila, BRMP NTB Perkuat Nilai Kebersamaan dan Tanggung JawabPeringatan Hari Kesaktian Pancasila di li...
01/10/2026

Hari Kesaktian Pancasila, BRMP NTB Perkuat Nilai Kebersamaan dan Tanggung Jawab

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB, 1 Oktober 2026, menjadi momentum untuk kembali meneguhkan semangat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas. Upacara berlangsung khidmat dan diikuti pejabat fungsional, Para Penyuluh serta seluruh pegawai BRMP NTB.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala BRMP NTB Hendro Cahyono, S.Pt.,M.M.,M.Sc menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran atas kerja bersama yang telah ditunjukkan dalam mendukung berbagai agenda lembaga. Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut merupakan bagian penting dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kedinasan. Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai nilai yang diperingati setiap tahun, tetapi perlu hadir dalam sikap, cara bekerja, serta tanggung jawab setiap pegawai dalam menjalankan tugas.
“Nilai-nilai luhur Pancasila harus tetap kita pegang dan kita wujudkan dalam setiap aktivitas. Apa yang kita kerjakan, bagaimana kita bekerja sama, dan bagaimana kita memberikan pelayanan, semuanya harus mencerminkan nilai tersebut,” ujarnya.

Memasuki periode kerja dengan agenda yang semakin padat hingga akhir tahun, Kepala balai Besar mengingatkan jajaran Kapoksi, Katimker, dan penanggung jawab kegiatan agar memiliki perencanaan yang matang dan mampu mengambil langkah secara proaktif. Setiap pekerjaan perlu dipersiapkan dan diselesaikan secara optimal tanpa menunggu pihak lain.

Beliau menekankan bahwa kekuatan sebuah organisasi terletak pada kerja bersama, bukan pada ketergantungan terhadap individu tertentu.
“BRMP NTB tidak boleh bertumpu pada satu, dua, atau tiga orang. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab. Karena itu, mari kita bangun organisasi yang bergerak bersama, saling menguatkan, dan tidak saling menunggu,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan seluruh jajaran, termasuk para penyuluh, bahwa peningkatan produksi pertanian menjadi salah satu prioritas Kementerian Pertanian dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang tengah diperkuat adalah penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang membutuhkan pengawalan secara konsisten di lapangan.

“Target PM-AAS harus terus kita kawal. Jangan sampai semangat kita hanya kuat di awal, kemudian melemah di tengah jalan. Sampai akhir tahun harus terus kita gas,” Ungkap beliau.
Di tengah dinamika pekerjaan dan tuntutan pencapaian target, Kepala BRMP NTB juga mengingatkan seluruh pegawai untuk tetap menjaga kesehatan. Menurutnya, semangat menyelesaikan tugas perlu diimbangi dengan pola hidup yang sehat agar produktivitas dan kinerja dapat terjaga secara berkelanjutan.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi keluarga besar BRMP NTB untuk memperkuat semangat kebersamaan, membangun kemandirian dalam bekerja, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan tugas. Dengan semangat tersebut, setiap individu diharapkan mampu mengambil peran dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan organisasi dan pembangunan pertanian.

Belajar Pertanian Sejak Dini, Siswa SDIT Nurul Fikri Selong Kunjungi BRMP NTBMengenalkan pertanian sejak usia sekolah me...
01/10/2026

Belajar Pertanian Sejak Dini, Siswa SDIT Nurul Fikri Selong Kunjungi BRMP NTB

Mengenalkan pertanian sejak usia sekolah menjadi salah satu cara menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap dunia pertanian. Hal tersebut dilakukan melalui kunjungan belajar siswa SDIT Nurul Fikri Selong, Lombok Timur, ke BRMP NTB yang berlangsung selama dua hari.
Kunjungan pertama dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026, dengan peserta sebanyak 122 siswa kelas 3. Kegiatan dilanjutkan pada Kamis, 1 Oktober 2026, dengan melibatkan 111 siswa kelas 4.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala Tata Usaha BRMP NTB, Muhammad Yasin, SP., MM, mewakili Kepala BRMP NTB mengungkapkan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan edukatif tersebut. Menurutnya, pemahaman mengenai sektor pertanian perlu ditanamkan sejak usia sekolah.
"Kunjungan semacam ini sangat baik dalam mengenalkan pertanian sejak dini, sehingga menumbuhkan minat generasi muda akan pertanian," ujar M. Yasin.

Selama berada di BRMP NTB, para siswa diajak mengenal pertanian secara lebih dekat melalui pembelajaran yang dikemas dengan suasana edukatif dan menyenangkan. Mereka diperkenalkan pada berbagai aktivitas pertanian, mulai dari mengenal tanaman, proses pembibitan, hingga cara memelihara tanaman agar dapat tumbuh dengan baik.

Tidak hanya menerima penjelasan, siswa juga diajak mengamati dan belajar langsung di lingkungan pertanian BRMP NTB. Cara ini membuat pembelajaran menjadi lebih konkret karena siswa dapat melihat secara langsung apa yang selama ini mereka pelajari di sekolah.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan dan rasa ingin tahu muncul ketika mereka berhadapan langsung dengan tanaman dan aktivitas pertanian yang ada di lingkungan BRMP NTB.

Melalui kunjungan belajar ini, BRMP NTB turut membuka ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk mengenal pertanian sejak dini. Diharapkan pengalaman tersebut tidak hanya menjadi pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menumbuhkan ketertarikan dan kepedulian siswa terhadap pertanian sebagai bagian penting dari kehidupan dan masa depan pangan.

Belajar Pertanian, 137 Siswa SMP Katolik Kesuma Kunjungi BRMP NTBMataram — Belajar tentang pertanian tidak selalu harus ...
01/10/2026

Belajar Pertanian, 137 Siswa SMP Katolik Kesuma Kunjungi BRMP NTB

Mataram — Belajar tentang pertanian tidak selalu harus dilakukan di dalam kelas. Hal itu dirasakan langsung oleh 137 siswa SMP Katolik Kesuma Mataram yang bersama 10 guru pendamping mengikuti kunjungan belajar ke BRMP NTB, Selasa (29/9).

Sejak tiba di lokasi, para siswa diajak mengenal lebih dekat proses pembibitan tanaman sayuran. Tidak hanya mendengarkan penjelasan, mereka juga terlibat langsung dalam praktik, mulai dari menyiapkan media semai, membuat bibit, hingga memindahkan bibit ke dalam polybag.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pemeliharaan bibit. Siswa dikenalkan pada cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik sekaligus memahami bahwa keberhasilan budidaya dimulai dari penanganan bibit yang tepat.
Pengalaman belajar semakin lengkap dengan pengenalan smart farming. Para siswa diperkenalkan pada pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pertanian sebagai gambaran bahwa dunia pertanian terus berkembang dan semakin dekat dengan teknologi.

Antusiasme siswa terlihat selama mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga berkesempatan mencoba langsung setiap tahapan yang diperkenalkan oleh tim BRMP NTB.

Melalui kunjungan belajar tersebut, BRMP NTB membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal pertanian secara lebih dekat. Pembelajaran melalui praktik di lapangan diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus memberikan gambaran bahwa pertanian memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan dengan inovasi dan teknologi.

Kunjungan ini sekaligus menjadi bagian dari layanan BRMP NTB dalam mendukung pembelajaran dan diseminasi pengetahuan pertanian kepada masyarakat, termasuk kepada generasi muda sebagai bagian penting dari masa depan pertanian.

Gerakan Tanam PM-AAS Serentak, NTB Menuju 28.424 HektareKementrian pertanian menggelar gerakan Tanam PM.AAS serentak di ...
01/10/2026

Gerakan Tanam PM-AAS Serentak, NTB Menuju 28.424 Hektare

Kementrian pertanian menggelar gerakan Tanam PM.AAS serentak di 38 provinsi, Untuk Nusa Tenggara Barat dipusatkan Kelompoktani Bangsal Baru Kecamtaan Pemenang Kabupaten Lombok Utara yang dihadiri oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan Sosial Kemasyarakatan, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Lombok Utara, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementan, Kepala BRMP NTB, Kepala Dinas pertanian dan ketahanan Pangan Prov. NTB, Komandan Korem 162 Wira bhakti, Pimpinan Wilayah Perum Bulok Kanwil NTB, BWS NTB, BPS NTB, Jajaran forkompinda Kab. Lombok Utara, Kepala OPTD Kabupaten Lombok Utara, Penyuluh se Kabupaten Lombok Utara, KTNA Kab. Lombok Utara dan kelompoktani se Kecamatan Pemenang Kab. Lombok Utara.

“Gerakan tanam ini menjadi bagian dari komitmen NTB dalam mempercepat penerapan PM-AAS untuk mencapai target seluas 28.424 hektare.”

Kepala BRMP NTB Hendro Cahyono, S. Pt.,M.M.,M.Sc mengatakan, gerakan tanam serentak menjadi momentum untuk mempercepat penerapan PM-AAS di tingkat petani. Menurutnya, PM-AAS tidak hanya mengandalkan penggunaan alsintan, tetapi juga menekankan ketepatan teknologi, kedisiplinan budidaya, mulai dari penanaman, pengaturan jarak tanam, pemupukan, sistem pengairan dan sebagainya.
Beliau menambahkan, penerapan PM-AAS di NTB dibangun melalui proses pendampingan dan pembuktian langsung di lapangan. Meski pada awalnya sempat menghadapi keraguan petani, hasil yang terlihat kemudian mampu membangun kepercayaan dan mendorong semakin banyak petani untuk menerapkan teknologi tersebut. Pengalaman di Lombok Tengah bahkan berkembang menjadi lokasi percontohan yang dikunjungi Menteri Pertanian serta petani dari berbagai wilayah NTB.

Sementara itu, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Kementerian Pertanian sekaligus Penanggung Jawab LTT Swasembada Pangan Provinsi NTB, Muhammad Idil Fitri, S.E., M.M., mengapresiasi sinergi seluruh pihak dalam mengawal penerapan PM-AAS. Beliau menyebut NTB konsisten berada dalam jajaran 10 besar nasional dan kini mencapai posisi kedua, yang menurutnya merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, penyuluh, TNI, petani, dan berbagai instansi terkait.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan gerakan tanam serentak dan penerapan teknologi pertanian modern di daerah. Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Perekonomian, Pembangunan, Sosial dan Kemasyarakatan Setda NTB Dr. H. Yusron Hadi, ST., MUM, yang mewakili Gubernur NTB, mengatakan penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

Sebagai bagian dari diseminasi Varietas Unggul Baru (VUB), BRMP NTB menyerahkan bantuan benih padi varietas Inpari 49 Jembar kepada lima kelompok tani yang mewakili sejumlah kecamatan di Kabupaten Lombok Utara. Penyerahan benih tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan varietas unggul sekaligus mendukung penerapan teknologi PM-AAS di tingkat petani.

Untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan petani dalam penerapannya, kegiatan dilanjutkan dengan bimbingan teknis Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang membekali penyuluh dan petani dengan pengetahuan teknis budidaya sesuai prinsip pertanian modern.

Gerakan tanam serentak ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih modern, efisien dan produktif. Dengan kolaborasi lintas sektor serta keterlibatan aktif petani dan penyuluh, penerapan PM-AAS diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah gerakan, tetapi terus berkembang menjadi praktik budidaya yang mampu meningkatkan produktivitas dan memperkuat fondasi swasembada pangan di NTB maupun secara nasional.

Belajar Langsung di Lapangan, 11 Mahasiswa UNW Mataram Magang di BRMP NTBMATARAM – Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Nah...
23/09/2026

Belajar Langsung di Lapangan, 11 Mahasiswa UNW Mataram Magang di BRMP NTB

MATARAM – Sebanyak 11 mahasiswa Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram memulai kegiatan magang di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) NTB. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di lapangan sekaligus memperkaya keterampilan sebelum menyelesaikan pendidikan sarjana.

Penerimaan mahasiswa magang tersebut dihadiri Dekan Fakultas Pertanian UNW Mataram, jajaran BRMP NTB, Kapoksi Penerapan, Diseminasi dan Kesesuaian, serta para pejabat fungsional BRMP NTB.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Dr. Sukmawati, SP., M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesempatan yang diberikan BRMP NTB kepada mahasiswa. Program magang dirancang berlangsung selama 4–6 bulan dan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang diarahkan pada penguatan pengalaman mahasiswa di dunia kerja sekaligus mendukung penyusunan karya ilmiah. Beliau juga menyampaikan bahwa pelaksanaan magang tidak semata-mata berorientasi pada penyelesaian kegiatan, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar melakukan pengamatan, mengumpulkan data, hingga mengolahnya menjadi karya ilmiah berbasis jurnal.

Menanggapi hal tersebut, Kapoksi Penerapan, Diseminasi dan Kesesuaian BRMP NTB mewakili Kepala BRMP NTB Baiq Tri Ratna Erawati.,M.Sc menyampaikan bahwa mahasiswa dipersilakan mengikuti berbagai kegiatan yang ada di BRMP NTB sesuai dengan panduan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung dari berbagai aktivitas penerapan dan pengembangan teknologi pertanian.

BRMP NTB sendiri memiliki pengalaman panjang dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan pertanian. Sebelum berkembang menjadi institusi dengan tugas dan fungsi seperti saat ini, kelembagaan pertanian tersebut memiliki sejarah panjang dalam kegiatan penelitian dan pengkajian teknologi pertanian. Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal dalam memberikan ruang pembelajaran bagi mahasiswa yang melaksanakan PKL maupun magang. Ke depan, pendampingan mahasiswa juga akan diarahkan lebih fokus pada kegiatan penelitian di lapangan. Sebanyak 11 mahasiswa UNW Mataram akan mengembangkan judul yang berbeda sesuai bidang dan minat masing-masing, dengan harapan hasil pengamatan dan penelitian selama magang dapat dipoles menjadi karya tulis ilmiah.

Kolaborasi antara BRMP NTB dan Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram saat ini diharapkan dapat berjalan secara sinergis, sehingga proses pembelajaran mahasiswa tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga mendapatkan pengalaman nyata dari kegiatan pertanian di lapangan.

"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan UNW kepada BRMP NTB. Semoga selama berada di sini, mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga dan dapat membawa pulang pengetahuan yang bermanfaat,” tutup Kapoksi Penerapan Diseminasi dan Kesesuaian.

BRMP NTB Dorong Penguatan Rantai Nilai dan Pascapanen Koperasi di Lombok TengahICARE – Penguatan rantai nilai komoditas ...
23/09/2026

BRMP NTB Dorong Penguatan Rantai Nilai dan Pascapanen Koperasi di Lombok Tengah

ICARE – Penguatan rantai nilai komoditas menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong koperasi agar tidak hanya berperan sebagai wadah ekonomi anggota, tetapi juga mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Hal tersebut menjadi fokus dalam Workshop Peningkatan Kapasitas Pelaku Rantai Nilai Komoditas Jagung dan Ayam yang digelar Koperasi Makmur Aman Sejahtera (MAS) Desa Jago, Kabupaten Lombok Tengah, bersama BRMP NTB.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pengurus dan anggota koperasi dalam mengembangkan usaha yang mengintegrasikan komoditas jagung dan ayam, sekaligus meningkatkan efisiensi produksi dan nilai tambah hasil pertanian maupun peternakan.

Kepala Tata Usaha BRMP NTB, Muhammad Yasin, SP., MM., yang mewakili Kepala BRMP NTB, membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, Yasin menekankan pentingnya membangun keterkaitan usaha antarkomoditas sehingga potensi yang ada di tingkat koperasi dapat dikembangkan menjadi satu ekosistem usaha yang saling mendukung.

Workshop diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Koperasi Makmur Aman Sejahtera (MAS). Materi yang diberikan diarahkan pada kebutuhan praktis di lapangan, terutama terkait penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi produksi serta pemeliharaan mesin penetasan ayam.

Salah satu materi menyoroti pengembangan ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari rantai nilai usaha koperasi. Tidak hanya menghasilkan ayam hidup, pengembangan usaha juga dapat diarahkan pada penanganan pascapanen dan pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Peluang tersebut semakin terbuka dengan berkembangnya sektor pariwisata di NTB. Produk ayam KUB, misalnya, dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kuliner lokal seperti Ayam Taliwang maupun dikembangkan menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, materi pemeliharaan mesin penetasan menekankan pentingnya manajemen operasional dan perawatan secara berkala. Pemeliharaan mesin yang dilakukan secara optimal menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja peralatan, meningkatkan efisiensi biaya, sekaligus mendukung produksi Day Old Chick (DOC) yang berkualitas.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi dapat menerapkan pengetahuan dan teknologi yang diperoleh dalam pengelolaan usaha koperasi. Dengan demikian, penguatan rantai nilai jagung dan ayam dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan bagi koperasi dan anggotanya.

Address

Jalan Raya Peninjauan, Lombok
Mataram
83371

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BRMP Nusa Tenggara Barat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share