Disnakkeswan NTB

Directions Website Contact the organization

Disnakkeswan NTB Disnakkeswan NTB : Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.

Upacara Hari Perhubungan Nasional___________Kamis, 17 September 2026 - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provi...
17/09/2026

Upacara Hari Perhubungan Nasional
___________

Kamis, 17 September 2026 - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri Upacara Hari Perhubungan Nasional di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal membacakan sambutan Menteri Perhubungan menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan transportasi, terutama transportasi laut. Keselamatan dan konektivitas disebut harus berjalan beriringan untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga.

Iqbal juga mengatakan keselamatan transportasi tidak boleh berhenti sebagai rutinitas administratif. Standar keselamatan harus benar-benar diterapkan di lapangan dan menjadi tanggung jawab seluruh insan perhubungan.

Menurut Gubernur, tantangan sektor transportasi semakin kompleks, mulai dari bencana alam, erupsi gunung berapi, gangguan penerbangan hingga kecelakaan transportasi. Dalam kondisi tersebut, insan perhubungan dituntut berani menghentikan operasi ketika kondisi tidak aman. Namun alternatif konektivitas juga harus segera disiapkan agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan tidak terputus.

Transportasi bukan sekedar urusan infrastruktur dan perpindahan orang atau barang. Konektivitas transportasi berperan membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, lapangan kerja hingga memperluas aktivitas ekonomi masyarkat. Karena itu pemerintah mendorong penguatan layanan transportasi di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar, peningkatan transportasi publik perkotaan, integrasi antarmoda serta perbaikan sistem logistik.

Hari Perhubungan Nasional Tahun 2026 mengusung tema "Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju" Tema tersebut menegaskan peran transportasi dalam menghubungkan antar pulau, kota dan desa, sentra produksi dengan pasar, serta masyarakat dengan berbagai layanan dasar.

Bimbingan Teknis Pendamping Desa dan Petugas Puskeswan Subsektor Peternakan Tahun 2026______Kepala Dinas Peternakan dan ...
17/09/2026

Bimbingan Teknis Pendamping Desa dan Petugas Puskeswan Subsektor Peternakan Tahun 2026
______

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri sekaligus membuka Bimbingan Teknis Pendamping Desa dan Petugas Puskeswan Subsektor Peternakan Tahun 2026 di Aula Dinas, Rabu (16/09/2026).

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat mencatat 3.417 kepala keluarga memilih sektor peternakan untuk dikembangkan dalam Program Desa Berdaya. Data tersebut sesuai dengan proposal yang dimasukkan oleh setiap kepala keluarga untuk mendapat bantuan pemberdayaan keluarga dalam Program Desa Berdaya Transformatif.

Tiga sektor peternakan yang ingin dikembangkan oleh masyarakat seperti ayam petelur, ayam pedaging dan itik, dimana tiga sektor ini memiliki perputaran ekonomi yang cepat serta bisa dikembangkan pada skala rumah tangga.

Setiap kepala keluarga yang mendapat bantuan tersebut akan diberikan insentif sebesar Rp7 juta untuk dikelola sebagai modal usaha. Selain Desa Berdaya Transformatif, ada juga Desa Berdaya Tematik dimana peternakan menjadi yang paling diminati untuk dikembangkan.

Dari 257 desa yang mengusulkan dalam Program Desa Berdaya Tematik, 146 desa memilih mengusulkan sektor peternakan untuk dikembangkan. Setiap desa nantinya akan mendapatkan bantuan Rp300 juta yang artinya jika 146 desa mengusulkan sektor peternakan untuk dikembangkan maka Pemerintah Provinsi NTB mengucurkan anggaran sebesar Rp43, 8 miliar pada bidang tersebut.

Namun dari ratusan desa yang mengusulkan 85 desa yang dinyatakan layak secara bertahap untuk mengembangkan sektor tersebut. Sementara 61 desa masih membutuhkan penyempurnaan secara administratif maupun substansi pada proposal.

Kegiatan bimbingan teknis ini diikuti oleh Para Petugas Puskeswan secara offline dan Pendamping Desa secara online.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri sekali...
14/09/2026

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev menghadiri sekaligus memimpin rapat Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat khususnya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan Universitas Mataram terkait dengan Pendampingan Desa Berdaya subsektor Peternakan yang dilaksanakan di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Senin (14/09/2026).

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama ini bertujuan untuk (1) Mewujudkan sinergitas antara Pemerintah Provinsi NTB dengan Universitas Mataram dalam pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Program Desa Berdaya sub sektor Peternakan dan (2) Mewujudkan sinergitas antara Desa Berdaya dan Kampus berdampak.

Dengan adanya penandatanganan perjanjian ini diharapkan Program Desa Berdaya ini harus sukses sehingga dapat mengatasi kemiskinan ekstrim di Nusa Tenggara Barat.

πŸ“Š RANGKUMAN PIP KOMODITAS PETERNAKAN NTB(Periode 07 – 13 September 2026)πŸ₯© Daging Sapi MurniProdusen: Rata-rata Rp56.505 ...
14/09/2026

πŸ“Š RANGKUMAN PIP KOMODITAS PETERNAKAN NTB
(Periode 07 – 13 September 2026)

πŸ₯© Daging Sapi Murni
Produsen: Rata-rata Rp56.505 /kg bh
Konsumen:
P. Lombok: Rp140.000 – Rp160.000 /kg
P. Sumbawa: Rp125.000 – Rp130.000 /kg
Rata-rata Provinsi: Rp138.029 /kg

πŸ— Daging Ayam (Karkas Ayam Broiler)
Produsen: Rata-rata Rp26.841 /kg bh
Konsumen: Rata-rata Rp46.671 /kg

πŸ₯š Telur Ayam Ras
Produsen: Rata-rata Rp25.373 /kg
Konsumen: Rata-rata Rp28.933 /kg

Monitoring Desa Berdaya Tematik______________Selasa, 8 September 2026. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provi...
08/09/2026

Monitoring Desa Berdaya Tematik
______________

Selasa, 8 September 2026. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P, M.Ec.Dev melaksanakan monitoring pelaksanaan Program Desa Berdaya Tematik ke Desa Sambelia dan Desa Sugian Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur

Program Desa Berdaya Tematik dihajatkan untuk memperkuat ekonomi desa dan mengentaskan kemiskinan melalui pengembangan potensi lokal berbasis karakteristik wilayah.

Desa Sambelia Kabupaten Lombok Timur mendapatkan anggaran sekitar 300 juta rupiah yang digunakan utk Budidaya Ayam Petelur dengan populasi 1000 ekor dan sudah mulai berproduksi. Budidaya Ayam Petelur dikelola oleh pemerintah desa sendiri bekerjasama dengan salah satu peternak ayam petelur yg sudah profesional. Selain itu budidaya ayam petelur ini juga mendapatkan pendampingan dari petugas UPT Puskeswan Sambelia.

Kepala Desa Sambelia Muhamad Kahar menyampaikan akan fokus pada pemberdayaan kelompok peternak ayam petelur untuk meningkatkan populasi guna memenuhi kebutuhan masyarakat Desa Sambelia dan mengentaskan kemiskinan di desanya.

Desa Sugian juga memilih budidaya ayam petelur dengan rencana populasi 500 ekor. Pengelolaannya diserahkan pada Bumdes desa setempat dengan bekerjasana dgn peternak yg profesional. Progres pelaksanaan pembangunan kandangnya sekitar 80%.

*[UPAYA PENGENDALIAN INFLASI & UPDATE HARGA KOMODITAS PETERNAKAN NTB]*Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB ...
07/09/2026

*[UPAYA PENGENDALIAN INFLASI & UPDATE HARGA KOMODITAS PETERNAKAN NTB]*

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB terus berkomitmen mendukung stabilitas pangan serta keseimbangan harga pasar daerah.

Dalam rangka memantau pergerakan harga komoditas dan mendukung program pengendalian inflasi nasional, Kepala Bidang Tata Niaga Peternakan Disnakkeswan Prov. NTB, *Nurul Huda, S.Pt., M.Si.*, turut serta mewakili dinas dalam *Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah* pada Senin (07/09/2026).

Sinergi berkelanjutan lintas instansi menjadi kunci utama dalam menjaga keseimbangan pasokan serta ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat.

πŸ“Š *RANGKUMAN PIP KOMODITAS PETERNAKAN NTB*
*(Periode 01 – 06 September 2026)*

πŸ₯© *Daging Sapi Murni*
β€’ *Produsen:* Rata-rata Rp57.078 /kg bh
β€’ *Konsumen:*
* P. Lombok: Rp145.000 – Rp160.000 /kg *(Di atas HAP)*
* P. Sumbawa: Rp125.000 – Rp130.000 /kg *(Masih di bawah HAP)*
* Rata-rata Provinsi: Rp137.083 /kg

πŸ— *Daging Ayam (Karkas Ayam Broiler)*
β€’ *Produsen:* Rata-rata Rp26.898 /kg bh
β€’ *Konsumen:* Rata-rata Rp46.650 /kg *(Di atas HAP)*

πŸ₯š *Telur Ayam Ras*
β€’ *Produsen:* Rata-rata Rp25.487 /kg
β€’ *Konsumen:* Rata-rata Rp28.764 /kg *(Masih di bawah HAP)*

Gerakan Pangan Murah (GPM)_______________Mataram, 2 September 2026 – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak...
03/09/2026

Gerakan Pangan Murah (GPM)
_______________

Mataram, 2 September 2026 – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi NTB diwakili oleh Kepala Bidang Tata Niaga Peternakan, Nurul Huda, S.Pt., M.Si menghadiri Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Badang Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB dalam rangka memperingati HUT ke-64 LPP TVRI, HUT ke-19 TVRI NTB, dan HUT ke-33 Kota Mataram.

Kegiatan GPM sebagai upaya pengendalian inflasi daerah dan Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan Pokok Strategis. Disnakkeswan NTB berperan dalam menghadirkan langsung supplier komoditas peternakan seperti telur ayam serta produk olahan peternakan seperti nugget, abon, dan lainnya dengan harga terjangkau.

GPM yang berlangsung di halaman LPP TVRI NTB ini turut dihadiri Wali Kota Mataram, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB (Lalu Mirza Amir Hamzah B., SP., MM.), serta Kepala LPP TVRI Stasiun NTB (Ina Djara) sebagai wujud sinergi lintas sektor menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Yuk, dukung terus langkah pemerintah menekan inflasi dan berbelanja bijak sesuai kebutuhan! 🌾✨

Sudah tahukah Anda aturan terbaru mengenai pengeluaran dan pemasukan ternak serta produk hewan di NTB berdasarkan Pergub...
02/09/2026

Sudah tahukah Anda aturan terbaru mengenai pengeluaran dan pemasukan ternak serta produk hewan di NTB berdasarkan Pergub NTB No. 80 Tahun 2023? πŸ€”πŸ’­

Geser slide untuk lihat poin-poin pentingnya! πŸ‘‰

πŸ”‘ Highlight Utama:
β€’ Wajib Miliki SP3 & Rekomendasi Resmi
β€’ Rekomendasi berlaku 14 Hari (1x pengiriman)
β€’ Ternak potong WAJIB masuk RPH/TPH
β€’ Laporan realisasi maksimal 10 hari setelah pengiriman

πŸ‘‡ Ada pertanyaan seputar pengurusan izin/rekomendasi? Tulis di kolom komentar ya!

πŸ“Š INFO HARGA KOMODITAS PETERNAKAN NTBPeriode 24–30 Agustus 2026Tingkat Produsen:πŸ„ Sapi hidup: rata-rata Rp57.000/kgπŸ” Aya...
31/08/2026

πŸ“Š INFO HARGA KOMODITAS PETERNAKAN NTB
Periode 24–30 Agustus 2026

Tingkat Produsen:
πŸ„ Sapi hidup: rata-rata Rp57.000/kg
πŸ” Ayam broiler hidup: rata-rata Rp26.659/kg
πŸ₯š Telur ayam ras: rata-rata Rp25.148/kg

Tingkat Konsumen:
πŸ₯© Daging sapi murni: rata-rata Rp135.357/kg
πŸ— Karkas ayam broiler: rata-rata Rp46.319/kg
πŸ₯š Telur ayam ras: rata-rata Rp28.601/kg

Harga komoditas peternakan di NTB relatif stabil sepekan terakhir, baik di tingkat produsen maupun konsumen. Pantau terus perkembangan harga bersama SIMPONI-Ternak! πŸ“ˆ

Rakor Desa Berdaya Transformatif 2026 Dorong Penguatan Usaha Desa__________Mataram, 28 Agustus 2026 – Dalam rangka mempe...
28/08/2026

Rakor Desa Berdaya Transformatif 2026 Dorong Penguatan Usaha Desa
__________

Mataram, 28 Agustus 2026 – Dalam rangka memperkuat pendampingan dan keberlanjutan program Desa Berdaya Transformatif Tahun 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB melaksanakan Rapat Koordinasi Desa Berdaya Transformatif Tahun 2026 di Aula Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Jumat (28/8/2026).

Rapat dipimpin oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhamad Riadi, S.P., M.Ec.Dev., dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Masyhuri, S.H., Tim Ahli Gubernur Prof. Dahlanuddin, Prof. Basuki, dan Prof. Giri, serta Tim Teknis Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB.

Dalam rapat tersebut ditekankan pentingnya penguatan pendampingan untuk memastikan usaha Penerima Manfaat (KK Miskin extrim) dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Beberapa langkah strategis yang menjadi perhatian, antara lain :
1). Meningkatkan kapasitas Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM).
2). Melibatkan petugas UPT Puskeswan dalam memberikan bimbingan teknis usaha peternakan kepada penerima manfaat.
3) Mendorong PKM membangun kemitraan dgn pelaku usaha peternakan yg sudah berhasil.

Melalui koordinasi lintas sektor dan penguatan pendamping Desa Berdaya Transformatif 2026 diharapkan mampu mengentaskan penerima manfaat (KK Miskin extrim) dari kemiskinan.

Address

Mataram

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Disnakkeswan NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Disnakkeswan NTB:

Shortcuts

Share