Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB

Directions Website

Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB PPID Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB

Penyelenggaraan ajang balap dunia MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak sekadar menjadi tontonan olahraga ...
11/10/2026

Penyelenggaraan ajang balap dunia MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak sekadar menjadi tontonan olahraga berkelas internasional, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan roda perekonomian serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan perputaran dampak ekonomi pada tahun ini mampu menembus angka Rp5 triliun, dengan tetap memastikan tenaga kerja lokal memegang peranan kunci.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa esensi keberhasilan perhelatan MotoGP harus diukur secara komprehensif, yakni tidak hanya melihat besaran transaksi finansial, tetapi juga sejauh mana event tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan kemandirian daerah.

Dari sisi ekonomi, nilai transaksi yang ditimbulkannya menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Jika pada edisi terdahulu dampak ekonominya berkisar di angka Rp4,7 triliun, maka pada penyelenggaraan 2026 ini perputaran uang diproyeksikan melampaui Rp5 triliun. Lonjakan ini didorong oleh kenaikan tingkat okupansi hotel, geliat sektor transportasi, kuliner, perdagangan, serta keterlibatan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain itu, tingkat kunjungan penonton juga menunjukkan tren positif. Setelah mencatatkan angka sekitar 120 ribu penonton pada dua tahun lalu dan meningkat menjadi 140 ribu penonton pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan pada perhelatan 2026 diperkirakan menembus kisaran 145 ribu hingga 150 ribu orang.
Kendati demikian, bagi Gubernur, capaian material tersebut harus diiringi dengan transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi lokal. Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga marshal yang bertugas mengamankan jalannya balapan di sirkuit kini 100 persen merupakan putra-putri daerah asal NTB.

Tidak hanya itu, sektor layanan kegawatdaruratan medis yang dikoordinasikan oleh RSUD Provinsi NTB juga melibatkan tenaga lokal yang telah mengantongi super license dari Dorna Sports—sebuah pengakuan internasional atas standar keselamatan tingkat dunia.

Keterlibatan penuh tenaga lokal ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi NTB dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berstandar global. Nilai-nilai profesionalisme tersebut diharapkan tidak berhenti selama perhelatan event berlangsung, melainkan teradopsi ke dalam sistem pelayanan publik sehari-hari.

"Yang kita inginkan, standar internasional yang kita pelajari dari MotoGP ini tidak hanya berlaku selama event, tetapi juga bisa kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Gubernur.

Melalui sinergi antara pertumbuhan ekonomi yang masif dan pemberdayaan SDM lokal yang berkelanjutan, Pemprov NTB optimistis perhelatan MotoGP Mandalika 2026 mampu menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan secara luas oleh masyarakat di seluruh wilayah NTB.

Pameran bertajuk Sekardiyu yang digelar Museum Negeri Nusa Tenggara Barat di kawasan Pertamina Mandalika International C...
11/10/2026

Pameran bertajuk Sekardiyu yang digelar Museum Negeri Nusa Tenggara Barat di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, Kabupaten Lombok Tengah, sukses menarik perhatian pengunjung ajang balap dunia MotoGP 2026, Sabtu (10/10). Ajang ini menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan kekayaan warisan budaya lokal kepada penonton domestik maupun mancanegara.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah NTB, Sinta M. Iqbal, mengapresiasi penyelenggaraan pameran tersebut. Menurutnya, momentum perhelatan MotoGP harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperluas pengenalan identitas kultural NTB di panggung internasional.
Ia menilai kawasan Mandalika tidak sekadar menawarkan daya tarik wisata olahraga (sport tourism), melainkan menyimpan kekayaan sejarah dan tradisi luhur yang layak diketahui dunia.

"Kita sangat percaya bahwa setiap kesempatan itu adalah momen di mana kita bisa memperkenalkan banyak hal, kekayaan-kekayaan NTB termasuk budaya yang saat ini dipamerkan bersamaan dengan ajang MotoGP ini," tutur Sinta saat mengunjungi pameran Sekardiyu di galeri sirkuit.

Pameran yang mengusung tema "Speed, Energy, and Connection" ini mengangkat figur mitologi Sekardiyu—yang erat kaitannya dengan tradisi wayang Sasak—sebagai fokus utama pameran. Tema tersebut dirancang untuk menjembatani semangat kecepatan dan energi dalam dunia balap modern dengan nilai-nilai filosofis budaya lokal.

Menurut Bunda Sinta, alur cerita dan narasi yang disajikan dalam pameran sangat menarik karena sarat makna serta memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masa kini.

"Jadi bisa kita tarik filosofi dari mitologi kuda Sekardiyu ini. Ini sangat related dengan MotoGP ini karena terkait dengan kecepatan, energi, dan hubungan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Museum NTB, Ahmad Nuralam, menjelaskan bahwa pameran Sekardiyu memang sengaja dirancang untuk merajut benang merah antara warisan budaya Sasak dan atmosfer kompetisi MotoGP. Dalam khazanah pewayangan Sasak, Sekardiyu dikenal sebagai hewan mitologi kendaraan tokoh utama Jayengrana, yang mereimajinasikan simbol kecepatan dan kekuatan.

Filosofi tersebut, kata Nuralam, sangat sepadan dengan karakter olahraga balap motor yang mendewakan kecepatan, sekaligus menjadi medium edukasi budaya bagi generasi masa kini.

"Ini hubungannya. Bagaimana kita menghubungkan budaya yang ada dengan konteks MotoGP ini," kata Nuralam.

Kehadiran pameran tematik ini memberikan warna tersendiri bagi para pelancong, menyuguhkan pengalaman alternatif di luar kemeriahan lintasan balap.

Ketua Panitia Pameran, Gunarti, mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung selama dua hari penyelenggaraan sejak 9 Oktober tercatat sangat tinggi. Berdasarkan data rekapitulasi hingga Sabtu (10/10), pameran tersebut telah dikunjungi oleh 318 orang.

Para pengunjung tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga datang dari sejumlah negara sahabat, seperti Australia, Prancis, Belanda, dan Spanyol.

"Antusias pengunjung dari berbagai daerah dan negara sangat luar biasa. Ada juga pengunjung yang mengaitkan sejarah daerah mereka dengan Sekardiyu ini," pungkas Gunarti.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menjadi saksi sekaligus figur kunci dalam momen emosional yang m...
11/10/2026

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menjadi saksi sekaligus figur kunci dalam momen emosional yang melatari kebangkitan pembalap kawakan Marc Marquez pada ajang MotoGP Mandalika 2026. Sang Gubernur menyaksikan secara langsung bagaimana ritus budaya lokal dan doa tulus masyarakat Lombok turut mengiringi titik balik sejarah karier pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.

Gubernur NTB memahami betul betapa Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika selama bertahun-tahun seolah menjadi mimpi buruk bagi Marquez. Sejak 2023, sang juara dunia delapan kali itu tidak pernah sanggup menyentuh garis finis hingga memicu lahirnya narasi 'kutukan Mandalika'. Bahkan, Marquez sendiri sempat berujar pasrah, "Definitely Mandalika is not my circuit" (Tentu saja Mandalika bukan sirkuitku).

Memasuki musim kelimanya di Lombok pada Oktober 2026, rekam jejak Marquez memang dibayangi rangkaian insiden memilukan. Ia pernah menderita highside hebat pada sesi pemanasan (warm-up) 2022 yang memicu gegar otak ringan, terjatuh beruntun pada 2023, hingga rentetan kecelakaan di musim 2025, mulai dari terperosok di Tikungan 5, mengalami slip ban depan di Tikungan 10, hingga benturan berkecepatan tinggi di Tikungan 7.

Melihat rentetan kesialan yang menimpa sang pembalap, Gubernur NTB tergerak untuk memberikan perlindungan moral melalui tradisi kearifan lokal Suku Sasak. Saat melepas parade pembalap di Kota Mataram menjelang akhir pekan balapan, Gubernur secara khusus menghampiri Marquez dan mengoleskan sembeq di dahinya. Sembeq merupakan ritual adat Sasak menggunakan campuran bahan alami seperti kunyit dan kapur sirih yang disapukan ke dahi sebagai simbol penolak bala, permohonan keselamatan, dan doa restu sebelum seseorang menempuh ikhtiar besar.

Sambil mengusapkan sembeq, Gubernur NTB menyampaikan petuah dan doa hangatnya secara langsung kepada Marquez, "I pray for you this time. Ini tanggal ganjil, insyaallah kamu bisa melewati tikungan-tikungan itu dengan lancar. Sudah saya sembeq."

Dukungan publik NTB terhadap Marquez juga diwarnai momen menarik di Sirkuit Mandalika. Saat berada di area sirkuit, kekasih Marquez, Gemma Pinto, sempat dihampiri oleh tim media Kumparan. Ketika ditanyai mengenai peluang sang pacar untuk menyelesaikan balapan hingga menembus podium di Mandalika, Gemma memilih tidak memberikan komentar sepatah kata pun dan hanya merespons pertanyaan tersebut dengan tawa canggung.

Ikhtiar budaya dan doa yang dipanjatkan Gubernur NTB tersebut akhirnya terjawab manis di atas lintasan. Setelah mengamankan posisi start keempat (P4) pada kualifikasi, Marquez tampil perkasa tanpa cela dalam sesi Tissot Sprint pada Sabtu, 10 Oktober 2026, hingga berhasil mengamankan posisi pertama (P1). Gubernur NTB pun menyambut gembira keberhasilan Marquez mematahkan mitos kelam di Mandalika sekaligus membuktikan bahwa semangat persaudaraan dan kearifan lokal Lombok senantiasa menaungi keselamatan para pembalap dunia.

Penyelenggaraan Lombok Sumbawa Festival (LSF) 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan ...
11/10/2026

Penyelenggaraan Lombok Sumbawa Festival (LSF) 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan Nusa Tenggara Barat kepada ribuan pengunjung ajang balap internasional MotoGP Mandalika. Berlangsung pada 9–11 Oktober 2026, festival ini melibatkan 139 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkat dukungan fasilitasi dari Pemerintah Provinsi NTB.

Mewakili Gubernur NTB, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB sekaligus Ketua Panitia Daerah MotoGP, Lalu Moh. Faozal, mengapresiasi pelaksanaan LSF sebagai etalase promosi potensi daerah di panggung dunia. Ia menilai kualitas produk UMKM yang ditampilkan tahun ini semakin matang berkat proses seleksi dan kurasi yang ketat.

"Ini pelaksanaan yang keempat. UMKM semakin menyesuaikan dengan SOP di Mandalika. Produk-produknya sudah makin cantik dan menarik. Karena ini event internasional, suasana yang disajikan pun harus berstandar internasional," ujar Faozal saat membuka Lombok Sumbawa Festival 2026, Sabtu (10/10).

Dari total 139 UMKM yang berpartisipasi, sebanyak 114 UMKM mendapatkan fasilitasi langsung dari pembinaan Dinas Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UMKM NTB. Sementara itu, 25 UMKM lainnya didukung melalui pembiayaan dan fasilitasi BPR NTB. Seluruh pelaku usaha juga mendapat dukungan operasional berupa tabung Bright Gas gratis dari PT Pertamina Patra Niaga.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menambahkan bahwa festival ini dirancang sebagai panggung utama untuk merayakan kekayaan budaya sekaligus menggenjot potensi ekonomi kreatif daerah di hadapan wisatawan domestik maupun mancanegara. Penyelenggaraan LSF yang berkolaborasi dengan Dekranasda NTB ini diharapkan mampu memberikan multiplier effect yang luas, mencakup aspek ekonomi, sosial budaya, hingga pelestarian lingkungan.

Dampak positif dari ajang ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Dewi Ningrum, perajin kuliner tradisional Doro Pajo asal Kabupaten Dompu, serta Ade Fatriana, pemilik usaha Qiran Cake dari Sumbawa Besar, mengapresiasi fasilitas tempat berjualan gratis yang disediakan pemerintah bagi para peserta.

Selama mengikuti festival, keduanya mengaku mampu meraup omzet penjualan harian rata-rata mencapai Rp3,5 juta. Kendati demikian, mereka berharap ruang atau tenda berjualan pada penyelenggaraan mendatang dapat diperluas agar produk bisa dipajang dengan lebih leluasa. Saat ini, satu tenda berukuran sekitar 3 x 2,5 meter masih digunakan secara bergantian oleh dua pelaku UMKM.

"Alhamdulillah, kami difasilitasi tempat berjualan secara gratis. Harapan kami, ke depan tempatnya bisa lebih luas supaya kami bisa menata dan menampilkan produk dengan lebih leluasa," ungkap Dewi.

Ade menambahkan, Ia berharap pada event selanjutnya satu tenant diberikan untuk satu UMKM. Dengan begitu, produk yang ditampilkan bisa lebih banyak dan lebih beragam.

Melalui kehadiran Lombok Sumbawa Festival, produk-produk lokal NTB tidak hanya mendapat ruang untuk menjangkau pasar global, tetapi juga momentum berharga bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing, memperluas jejaring pasar, dan menaikkan standar kualitas produk ke level yang lebih tinggi.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, bersilaturahmi dengan keluarga besar Nahdlatul Wathan di Pondok Pesant...
10/10/2026

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, bersilaturahmi dengan keluarga besar Nahdlatul Wathan di Pondok Pesantren NW Anjani, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (9/10). Kunjungan tersebut merupakan bentuk penghormatan Gubernur menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-91 Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) pada Minggu (11/10) mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menjelaskan bahwa dirinya bersama Kapolda NTB dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) semula dijadwalkan hadir dalam acara puncak Hultah. Namun, pada tanggal yang sama, puncak ajang balap dunia MotoGP Mandalika juga menuntut kehadiran kepala daerah untuk menyambut para pejabat tinggi negara, termasuk sejumlah menteri dan Ketua MPR RI.

"Sedianya saya bersama Pak Kapolda, Pak Danrem ingin hadir di acara puncak Hultah. Tetapi karena acara puncaknya bertepatan tanggal 11 Oktober itu dengan puncak MotoGP juga, di mana banyak para menteri hadir, Ketua MPR juga hadir, sehingga kami harus berbagi," ungkap Gubernur.

Ia berharap peringatan Hultah ke-91 Madrasah NWDI membawa keberkahan, memperkuat persatuan, serta semakin meningkatkan kontribusi nyata Nahdlatul Wathan bagi umat dan kemajuan masyarakat di NTB. Gubernur juga menegaskan komitmen kuat jajaran pemerintah daerah untuk terus bersinergi dengan ormas Islam terbesar di NTB tersebut.

"Insya Allah kita akan selalu bergandengan dengan Nahdlatul Wathan dalam membangun umat, dalam membangun Provinsi Nusa Tenggara Barat," tegasnya.

Kedatangan Gubernur beserta rombongan—yang turut didampingi oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, Kasrem 162/Wira Bhakti Kolonel Inf. I Made Alit Yudana, dan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) NTB Amirruddin—diterima secara langsung oleh Ketua Panitia Hultah ke-91 Madrasah NWDI, Tuan Guru H. Lalu Gde Muhammad Hairul Fatihin.

Di sela-sela silaturahmi tersebut, Gubernur berkesempatan melepas peserta pawai jalan sehat yang menjadi bagian dari rangkaian semarak Hultah ke-91 Madrasah NWDI. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 3.000 peserta itu berlangsung meriah, di mana Gubernur secara khusus memberikan hadiah utama berupa satu paket umrah bagi peserta yang beruntung.

Di hadapan ribuan peserta pawai, Gubernur mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana menjaga kebugaran jasmani sekaligus memperbanyak zikir dan selawat.

"Semoga sehat beneran. Supaya sehat beneran, banyak-banyak baca selawat," pesan Gubernur disambut antusias peserta

Sebuah momen keakraban dan kebersamaan membuncah dalam silaturahmi antara Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muham...
10/10/2026

Sebuah momen keakraban dan kebersamaan membuncah dalam silaturahmi antara Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena. Pertemuan ini menjadi ajang refleksi, apresiasi, serta ungkapan rasa syukur atas sinergi tanggap darurat pascabencana gempa bumi yang menerpa wilayah Flores, NTT.

Aksi cepat tanggap Pemprov NTB dalam menerjunkan tim relawan dan bantuan kemanusiaan pada masa-masa krusial bencana tidak hanya mempererat tali persaudaraan dua provinsi tetangga, tetapi juga menguatkan pondasi kerja sama regional Bali-Nusa Tenggara.

Dalam sambutannya, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan alasan utama di balik pergerakan cepat tim relawan NTB yang dikirimkan dalam kurun waktu 24/jam sejak bencana melanda. Menurutnya, respons kilat ini didasari oleh prinsip penanganan bencana internasional, yakni memanfaatkan golden time sebelum hari keempat operasional.

"Daya tahan manusia dalam kondisi bencana tanpa makan, air, dan fasilitas dasar itu ada batasnya. Statistik internasional mencatat empat hari pertama adalah golden time. Karena itu, paling lambat hari ketiga tim NTB sudah harus beroperasi di lapangan," ujar Gubernur Iqbal.

Selain faktor kesiapsiagaan, kunjungan tersebut memberikan pengalaman batin yang mendalam bagi tim NTB. Iqbal menceritakan keharuannya saat menyaksikan keluhuran adab dan ketabahan masyarakat Flores di tengah kemelut bencana. Meski dalam keterbatasan logistik di area terisolir, warga menyikapi bantuan dengan penuh kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur tanpa ada keributan.

"Orang kalau diuji akhlak dan adabnya itu bukan pada saat kondisi normal, melainkan saat kondisi kritis. Waktu kami tiba, warga justru menyambut hangat dan berbagi secara adil. Sungguh rakyat yang luar biasa," kenangnya tersentuh.

Ia juga menegaskan bahwa misi bantuan kemanusiaan ini meretas segala sekat. Dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari jajaran OPD, Basarnas, hingga penyediaan armada penyeberangan bolak-balik oleh PT ASDP, terbukti mampu bergerak cepat berkat semangat solidaritas universal.

Menanggapi kepedulian masyarakat dan Pemprov NTB, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam. Ia menyebut ketangguhan dan kehadiran NTB di hari pertama pascaledakan bencana sebagai dorongan moral yang sangat berarti bagi pemerintah dan warga NTT yang sedang berduka.

"NTB adalah satu-satunya Pemda di luar NTT yang pada hari pertama sudah menyatakan siap masuk memberikan bantuan. Di saat kami sedang gundah-gulana, pernyataan dan aksi nyata dari Pak Gubernur NTB sangat menguatkan kami," ungkap Melkiades Laka Lena.

Gubernur NTT juga memberikan pujian khusus atas gaya kepemimpinan Gubernur NTB yang membumi. Aksi Lalu Muhamad Iqbal yang tak segan menginap di tenda pengungsian bersama para relawan dan warga menjadi keteladanan nyata bagi para pejabat publik.

Ia menilai, aksi nyata ini membuktikan pepatah "yang tertusuk padamu, berdarah padaku" sebuah bentuk empati mendalam antar-saudara sebangsa. Sebagai bentuk penghormatan dan pembelajaran bagi masa depan, Gubernur NTT merencanakan penulisan buku khusus yang merekam jejak perjalanan dan semangat gotong royong tim relawan NTB selama bertugas di Flores.

Sinergi Regional yang Kian Kokoh
Pertemuan hangat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kesiapsiagaan bencana serta mempererat kerja sama pembangunan regional antara Bali, NTB, dan NTT. Pengalaman berharga dari bencana Flores menjadi ikatan sejarah baru bahwa di saat tersulit sekalipun, persaudaraan antar-daerah akan selalu menjadi tumpuan utama.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah progresif dalam mendukung percepatan transisi energi nas...
10/10/2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengambil langkah progresif dalam mendukung percepatan transisi energi nasional dan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT). Komitmen strategis ini dikonkretkan melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan PT VIN Inti Nusa tentang Pengembangan West Nusa Tenggara Green Super Grid, yang berlangsung di Hotel Pullman Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat (9/10).

Kolaborasi ini diajukan oleh PT VIN Inti Nusa sebagai langkah awal pemerakarsaan koridor East-West Green Super Grid, sebuah konsep interkoneksi kelistrikan hijau berskala masif. Konsep tersebut dirancang untuk mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), Battery Energy Storage System (BESS), jaringan transmisi darat dan bawah laut, hingga sistem pengendalian gardu induk guna menghubungkan sistem kelistrikan wilayah Flores, Sumbawa, Lombok, dan Bali.

Berdasarkan kajian konseptual awal, megaproyek ramah lingkungan ini memiliki potensi pengembangan hingga 2,34 GW PLTS dan 4.950 MWh BESS. Kapasitas raksasa tersebut diharapkan mampu menekan emisi karbon, menguatkan ketahanan energi nasional, serta memicu lonjakan investasi hijau di kawasan Nusa Tenggara.

Meski menjanjikan potensi besar, proyek ini masih berada pada tahap pemerakarsaan (project initiation). Tahapan awal ini difokuskan pada pengumpulan data, penyusunan studi kelayakan menyeluruh dari aspek teknis, ekonomi, hukum, lingkungan, tata ruang, hingga sinkronisasi dengan kebijakan pemerintah pusat dan PT PLN (Persero). Secara prinsip, pengembangan ini akan menggunakan dua pendekatan utama, yakni optimalisasi aset pembangkit eksisting tanpa penghentian dini, serta kajian substitusi dan kombinasi rencana pembangkit berbasis fosil dengan infrastruktur EBT.

Melalui MoU ini, Pemprov NTB dan PT VIN Inti Nusa menyepakati enam fokus kolaborasi utama. Fokus tersebut meliputi penyelarasan konsep awal proyek, pertukaran data untuk penyusunan studi kelayakan, penyelarasan strategi dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN, hingga penjajakan calon investor dan mitra strategis. Lebih jauh, kolaborasi ini juga disiapkan sebagai bahan usulan resmi kepada Kementerian ESDM guna menciptakan nilai tambah, lapangan kerja baru, dan ekosistem industri hijau di NTB.

Status Nota Kesepahaman ini berfungsi murni sebagai kerangka kerja sama awal (framework for cooperation). Kesepakatan ini tidak serta-merta menimbulkan kewajiban investasi fisik, pembiayaan, atau konstruksi, melainkan menjadi fondasi pengkajian ilmiah dan legal sebelum proyek ini memperoleh penetapan atau penugasan resmi dari instansi berwenang.

Penandatanganan bersejarah yang menjadi tonggak baru arsitektur energi masa depan NTB ini dihadiri langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. Turut hadir menyaksikan kesepakatan tersebut Group CEO of Bomba Grup Alvin Reynaldi Setiawan, Presiden Direktur PT VIN Inti Nusa Wahyu Sofiadi, perwakilan PT VIN Inti Nusa Sonny, Kepala Dinas PMPTSP NTB Irnadi Kusuma, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB Ervan Anwar, serta Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda NTB Jamaluddin.

Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika bukan sekadar menghadirkan tontonan balap kelas dunia selama tiga hari. Lebih dari i...
09/10/2026

Gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika bukan sekadar menghadirkan tontonan balap kelas dunia selama tiga hari. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat UMKM, dan memperpanjang daya tarik pariwisata NTB sepanjang tahun.

Pesan itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat membuka secara resmi Mandalika Street Food Festival Vol. 2, Jumat (9/10). Gubernur hadir didampingi Ketua Dekranasda NTB Sinta M. Iqbal.

Festival kuliner ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan gelaran MotoGP 2026 sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan menjangkau lebih banyak konsumen.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, serta jajaran pemerintah daerah dan mitra penyelenggara.

Gubernur menegaskan, keberadaan MotoGP harus dilihat sebagai momentum untuk menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. Tugas pemerintah dan masyarakat adalah memastikan manfaat dari penyelenggaraan ajang internasional tersebut tidak berhenti ketika balapan selesai.

“Jangan serahkan semua urusan ini kepada Mandalika. Tugasnya Mandalika adalah menciptakan momentumnya. Setelah momentum ini tercipta, sekarang tugas kita masyarakat dan pemerintah daerah untuk memanfaatkan momentum ini dan memperpanjang dampaknya,” ujarnya.

Menurut Gubernur, dampak MotoGP perlu diperluas dari yang semula hanya terasa selama beberapa hari menjadi aktivitas ekonomi yang berlangsung lebih lama. Kunjungan wisatawan diharapkan dapat mendorong peningkatan transaksi UMKM, okupansi penginapan, kunjungan destinasi wisata, hingga pergerakan ekonomi di berbagai wilayah NTB.

Ia juga mengapresiasi berbagai upaya yang membuat MotoGP Mandalika memiliki karakter tersendiri dibandingkan penyelenggaraan di negara lain. Selain balapan, pengunjung dapat menikmati produk UMKM, pertunjukan seni tradisional, serta museum yang memperkenalkan sejarah dan kebudayaan NTB.

“Tahun ini temanya adalah Skardiu, patung kuda yang digunakan untuk mengangkat raja atau orang yang dihormati. Itu juga menjadi lambang kecepatan. Jadi, antara DNA kami dengan MotoGP ini memang sudah nyambung sejak berabad-abad lalu,” ungkapnya.

Gubernur turut mengajak masyarakat NTB menjadikan momentum MotoGP sebagai kesempatan menunjukkan keramahan daerah. Menurutnya, kenyamanan lingkungan, kebersihan, penerangan, dan sikap ramah kepada pengunjung harus menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika event berlangsung.

“Bisa tidak bersih dan terang benderangnya ini berlangsung setahun, jangan hanya empat hari,” pesannya.

Ia mengingatkan, masyarakat NTB yang mayoritas Muslim memiliki nilai luhur untuk memuliakan tamu. Semangat tersebut perlu diwujudkan melalui pelayanan yang baik dan pengalaman berkesan bagi setiap wisatawan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan, Mandalika Street Food Festival merupakan bagian dari upaya menghadirkan dampak ekonomi langsung dari penyelenggaraan MotoGP.

Menurutnya, pengembangan Mandalika tidak cukup hanya sebagai destinasi penyelenggaraan acara, tetapi perlu diarahkan menjadi kawasan yang hidup sepanjang tahun. Keterlibatan UMKM menjadi salah satu elemen penting untuk mencapai tujuan tersebut.

“Yang penting adalah bagaimana menciptakan living destination selama 365 hari di NTB ini, terutama di Mandalika,” ujarnya.

Melalui Mandalika Street Food Festival Vol. 2, Pemprov NTB bersama ITDC dan para mitra berharap semakin banyak pelaku usaha lokal memperoleh manfaat dari kunjungan wisatawan. Dengan begitu, kemeriahan MotoGP tidak hanya terasa di sirkuit, tetapi juga hadir di tengah kehidupan ekonomi masyarakat.

Momentum ini menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan pariwisata NTB yang semakin berkualitas, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menuju NTB Makmur Mendunia.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa penguatan pertahanan keluarga merupakan kunci uta...
08/10/2026

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menegaskan bahwa penguatan pertahanan keluarga merupakan kunci utama dalam mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat, termasuk dalam mencegah perilaku koruptif. Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dalam kegiatan Diseminasi Keluarga Indonesia Berintegritas bertema “Membangun Budaya Integritas Melalui Kolaborasi Komunitas” yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI di Gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (8/10).

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa berbagai dinamika sosial yang terjadi belakangan ini bersumber dari mengikisnya nilai-nilai dasar dalam keluarga.

"Apapun masalah sosial yang kita hadapi di daerah ini, solusinya adalah keluarga. Semua persoalan sosial yang ada di masyarakat, termasuk semakin terbiasanya orang dengan tindakan-tindakan koruptif, itu semua muncul karena hilangnya nilai-nilai keluarga yang dulu kita saling menjaga, dulu kita saling mengingatkan," ujarnya.

Gubernur mengutip tuntunan Al-Qur'an mengenai kewajiban menjaga diri dan keluarga agar terhindar dari benteng keburukan, yang dimulai dari kesadaran pribadi lalu meluas ke lingkungan keluarga. Ia menceritakan komitmen pribadi di keluarganya sendiri, saat putri-putrinya memberikan syarat tegas terkait integritas sebelum merestuinya maju memimpin daerah.

"Anak saya datang dua, bilang 'Buy, adik ama kakak setuju Buya pulang maju jadi gubernur, syaratnya Buya berjanji bahwa kalau Buya korupsi, Buya tidak boleh menjadi wali nikah kami berdua'. Waduh berat banget itu. Di luar semua hal yang mengingatkan saya untuk menjalankan tugas ini dengan amanah dan secara akuntabel, yang selalu terngiang-ngiang adalah ancaman anak-anak. Jadi saya yakin keluarga adalah penjaga terbaik," tuturnya.

Senada dengan Gubernur, Wakil Ketua KPK RI, Ibnu Basuki Widodo, menyampaikan bahwa pemberantasan korupsi tidak hanya berfokus pada penindakan hukum, melainkan melalui pendekatan pendidikan serta pencegahan sejak dini.

"Pemberantasan tindak pidana korupsi itu bukan hanya yang terlihat nangkapin orang saja kemudian memasukkan ke penjara, tetapi lebih utama lagi ada yang namanya pendidikan antikorupsi (by education) dan pencegahan tindak pidana korupsi (by prevention)," ungkap Ibnu Basuki Widodo saat menyampaikan keynote speech berjudul Keluarga Indonesia Berintegritas: Tindak Pidana Korupsi dan Permasalahannya.

Ibnu menjelaskan bahwa pada dasarnya masyarakat telah memahami definisi korupsi dan perbuatan koruptif. Sikap menyimpang sekecil apapun dari aturan seperti memasukkan anggota keluarga yang tidak berhak ke dalam kuitansi perjalanan dinas sudah dikategorikan sebagai tindakan koruptif. Ia memaparkan sembilan nilai integritas yang harus terus ditanamkan sejak dini, yaitu mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, kerja keras, adil, disiplin, peduli, dan jujur. Peran ibu dan organisasi wanita sangat strategis sebagai benteng pertama dalam menanamkan kejujuran serta membentengi keluarga dari godaan tindak pidana korupsi. Terkait kesederhanaan, ia menekankan agar gaya hidup sesuai dengan penghasilan agar terhindar dari korupsi.

"Di dalam sembilan nilai integritas itu ada hidup sederhana. Artinya hidup sederhana itu sesuai dengan penghasilan. Ketidaksederhanaan itu yang dapat memicu terjadinya tindak pidana korupsi," jelasnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua KPK memaparkan bahwa berdasarkan data penanganan kasus KPK sejak 2004 hingga Triwulan II 2026, tercatat sebanyak 1.851 kasus telah ditangani dengan mayoritas modus berupa gratifikasi dan suap-menyuap. Faktor penyebab pejabat tergelincir korupsi umumnya dipicu oleh rasionalisasi (pembenaran), arogansi, kapabilitas, tekanan, hingga adanya kesempatan.

Sebagai penutup, ia mengajak agar semua orang berpartisipasi dalam pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Jadi untuk melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, kita hanya berpartisipasi, tidak harus menjadi jaksa, tidak harus polisi, tidak harus menjadi hakim, dan tidak harus menjadi KPK”, imbaunya.

Kegiatan diseminasi ini turut dihadiri oleh Wakil Kepala Satgas 2 Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Dion Hardika Sumarto, Sekretaris Daerah Provinsi NTB Abul Chair, Kepala BKKBN NTB Lalu Makripuddin, Kepala Dinsos NTB Ahmad Masyhuri, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal, serta sekitar 150 peserta dari organisasi wanita, elemen masyarakat, dan komunitas pengasuhan se-NTB.

Address

Jalan Pejanggik Nomor 12 Mataram
Mataram

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Biro Umum dan Adpim Setda Provinsi NTB posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share