11/10/2026
Penyelenggaraan ajang balap dunia MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak sekadar menjadi tontonan olahraga berkelas internasional, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan roda perekonomian serta memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Barat. Pemerintah Provinsi NTB menargetkan perputaran dampak ekonomi pada tahun ini mampu menembus angka Rp5 triliun, dengan tetap memastikan tenaga kerja lokal memegang peranan kunci.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengungkapkan bahwa esensi keberhasilan perhelatan MotoGP harus diukur secara komprehensif, yakni tidak hanya melihat besaran transaksi finansial, tetapi juga sejauh mana event tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan kemandirian daerah.
Dari sisi ekonomi, nilai transaksi yang ditimbulkannya menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Jika pada edisi terdahulu dampak ekonominya berkisar di angka Rp4,7 triliun, maka pada penyelenggaraan 2026 ini perputaran uang diproyeksikan melampaui Rp5 triliun. Lonjakan ini didorong oleh kenaikan tingkat okupansi hotel, geliat sektor transportasi, kuliner, perdagangan, serta keterlibatan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, tingkat kunjungan penonton juga menunjukkan tren positif. Setelah mencatatkan angka sekitar 120 ribu penonton pada dua tahun lalu dan meningkat menjadi 140 ribu penonton pada tahun sebelumnya, jumlah kunjungan pada perhelatan 2026 diperkirakan menembus kisaran 145 ribu hingga 150 ribu orang.
Kendati demikian, bagi Gubernur, capaian material tersebut harus diiringi dengan transfer pengetahuan dan peningkatan kompetensi lokal. Ia menegaskan bahwa seluruh tenaga marshal yang bertugas mengamankan jalannya balapan di sirkuit kini 100 persen merupakan putra-putri daerah asal NTB.
Tidak hanya itu, sektor layanan kegawatdaruratan medis yang dikoordinasikan oleh RSUD Provinsi NTB juga melibatkan tenaga lokal yang telah mengantongi super license dari Dorna Sports—sebuah pengakuan internasional atas standar keselamatan tingkat dunia.
Keterlibatan penuh tenaga lokal ini dinilai sebagai investasi jangka panjang bagi NTB dalam membangun budaya kerja yang disiplin, profesional, dan berstandar global. Nilai-nilai profesionalisme tersebut diharapkan tidak berhenti selama perhelatan event berlangsung, melainkan teradopsi ke dalam sistem pelayanan publik sehari-hari.
"Yang kita inginkan, standar internasional yang kita pelajari dari MotoGP ini tidak hanya berlaku selama event, tetapi juga bisa kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari dan pelayanan kepada masyarakat," tegas Gubernur.
Melalui sinergi antara pertumbuhan ekonomi yang masif dan pemberdayaan SDM lokal yang berkelanjutan, Pemprov NTB optimistis perhelatan MotoGP Mandalika 2026 mampu menghadirkan manfaat nyata yang dirasakan secara luas oleh masyarakat di seluruh wilayah NTB.