15/05/2026
Realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sampai dengan Maret 2026 tetap menunjukkan performa yang kuat di tengah tantangan ekonomi yang dinamis.
Yuk simak infografis berikut ini untuk melihat informasi lengkapnya! โ๐ป
Pencapaian ini juga didukung oleh kontribusi dan partisipasi masyarakat dalam sektor kepabeanan dan cukai.
Terima kasih atas dukungan dan kepercayaannya ya, Sahabat BC!
Mari terus dukung dan kawal untuk performa yang makin baik.
06/05/2026
Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global saat ini, kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga sangat baik. Berdasarkan pengumuman , pada kuartal I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali menguat, mencapai 5,61% yoy, mencetak rekor pertumbuhan tertinggi pasca COVID-19.
Menkeu Purbaya pada Konferensi Pers April 2026 meyakinkan kembali bahwa situasi Indonesia stabil dan aman. Eskalasi geopolitik memang memberikan tekanan, tetapi Pemerintah memastikan akan terus melakukan pengawasan dan sigap melakukan langkah perbaikan agar pembangunan Indonesia terus berjalan.
24/04/2026
Rokok ilegal tanpa pita cukai dengan jumlah setara setengah hampar lapangan bola berhasil digagalkan peredarannya oleh tim gabungan Bea Cukai.
Melalui patroli darat di sejumlah titik mencurigakan, Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Timur II bersinergi dengan Bea Cukai Madiun dan Bea Cukai Kediri mengungkap upaya peredaran barang kena cukai ilegal tersebut.
Simak kronologi selengkapnya pada infografis di atas
Penindakan ini merupakan merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam melindungi penerimaan negara dan menciptakan iklim usaha yang adil.
Kamu juga bisa jadi bagian dengan laporkan indikasi peredarannya ke kantor Bea Cukai terdekat atau melalui beacukai.go.id/pengaduan.
18/04/2026
Dukung Ekspor UMKM Sumut, Bea Cukai Belawan Berikan Asistensi Kepabeanan pada Bimtek DPPESDM
Medan, 16 April 2026 โ Bea Cukai Belawan memberikan asistensi teknis mengenai prosedur dan legalitas ekspor kepada pelaku UMKM dalam kegiatan Bimbingan Teknis Pembinaan Fasilitasi Calon Pelaku Usaha Ekspor yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, Kamis (16/04). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen sebagai trade facilitator untuk membantu produk lokal menembus pasar internasional.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Yazid Khair Harson, yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya pemahaman teknis dari hulu ke hilir. Dalam pemaparannya, pelaku usaha dibekali edukasi mengenai penyusunan kontrak dagang, penggunaan Letter of Credit (L/C) untuk transaksi aman, hingga pemenuhan standar mutu komoditas sesuai permintaan negara tujuan. Sebagai otoritas kepabeanan, Bea Cukai memberikan penekanan khusus pada tata laksana pengiriman barang. Yazid menjelaskan bahwa untuk ekspor barang kiriman dengan berat kurang dari 30 kg, pelaku usaha dapat menggunakan Consignment Note, di mana pengawasannya berada penuh di bawah ranah Bea Cukai.
Lebih lanjut, apabila barang logistik melebihi 30 kg, pelaku usaha wajib menggunakan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). Terkait hal ini, Yazid turut memaparkan secara sistematis alur penyelesaian dokumen ekspor. Ia menjelaskan bahwa proses administrasi dimulai dari pengajuan izin pemuatan, dilanjutkan dengan penyampaian Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), hingga akhirnya diterbitkan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) yang menjadi bukti sah bahwa barang tersebut telah siap dan diizinkan untuk diekspor. Yazid menekankan bahwa pemahaman teknis merupakan fondasi utama bagi pelaku UMKM agar dapat bersaing di pasar global.
"Pelatihan mengenai prosedur ekspor mungkin terasa repetitif atau monoton bagi sebagian orang, namun nilai tambah sesungguhnya dari kegiatan ini adalah hadirnya sarana pertemuan bagi komunitas pelaku usaha. Di sinilah kesempatan emas untuk menyerap inspirasi dari pengalaman rekan sejawat dan menjadikannya pelajaran berharga agar tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam proses bisnis ke depan.", pungkas Yazid Khair Harson.
Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam mendorong potensi lokal. โBea Cukai Belawan memberikan dukungan penuh dan siap memfasilitasi para pelaku UMKM untuk berani melangkah ke pasar ekspor. Kita harus menyadari bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional yang tidak hanya menjadi kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga memiliki peran yang sangat krusial dalam penyerapan tenaga kerja secara masif,โ ujar Agus Sujendro.
Melalui sinergi dengan instansi pemerintah daerah seperti DPPESDM Provinsi Sumatera Utara, Bea Cukai Belawan berharap dapat terus menjalankan fungsinya sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance. Edukasi yang berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan iklim ekspor yang tangguh, aman, dan berdaya saing bagi produk-produk lokal Sumatera Utara di kancah global.
18/04/2026
Kawal Integritas AEO di KEK Sei Mangkei: Bea Cukai Belawan Pastikan Standar Global Unilever Tetap Terjaga
Simalungun, 08 April 2026 โ Memperkuat komitmen dalam menjaga integritas rantai pasok global dan meningkatkan efisiensi logistik nasional, Bea Cukai Belawan mendampingi tim dari Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi mendalam terhadap standarisasi Authorized Economic Operator (AEO) di PT Unilever Oleochemical Indonesia yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.
Kegiatan yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Registrasi Kepabeanan, Program Prioritas, dan AEO, M. Yahyakan, ini merupakan langkah strategis sesuai amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137 Tahun 2023 untuk memastikan bahwa setiap kondisi, persyaratan, serta tanggung jawab sebagai operator ekonomi bersertifikat tetap terpenuhi secara konsisten.
Monitoring ini tidak hanya sekadar pemeriksaan rutin, melainkan sebuah proses validasi holistik untuk menguji efektivitas sistem pengendalian internal, keamanan lokasi, hingga kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan guna mendukung terciptanya keamanan rantai pasok perdagangan internasional.
Sebagai perusahaan penyandang status AEO, PT Unilever Oleochemical Indonesia menikmati berbagai manfaat eksklusif yang mengakselerasi proses bisnis mereka, seperti pemberian predikat sebagai perusahaan berisiko rendah yang berdampak pada prioritas penelitian dokumen serta pemeriksaan fisik berdasarkan manajemen risiko. Manfaat-manfaat tersebut dirancang agar pelaku usaha dapat bersaing lebih kompetitif di kancah perdagangan internasional dengan dukungan penuh dari otoritas kepabeanan.
Di sela-sela peninjauan lapangan, Kepala Subdirektorat Registrasi Kepabeanan, Program Prioritas, dan AEO, M. Yahyakan, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen perusahaan. "Kami mengapresiasi integritas PT Unilever Oleochemical Indonesia yang telah ditunjukkan melalui penerapan safety induction yang ketat sehingga menunjukkan kelayakan sebagai AEO. Kedepannya, kami harap perusahaan dapat menanamkan kesadaran akan status AEO kepada setiap elemen pekerja agar terciptanya rasa memiliki dan rasa bangga sebagai perusahaan penyandang status tertinggi dari fasilitas kepabeanan," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, pada kesempatan terpisah menyatakan kesiapan jajarannya dalam mengawal kepatuhan mitra kerja. "Bea Cukai Belawan siap memberikan dukungan dan komunikasi yang proaktif kepada mitra kerja untuk mendorong persaingan bisnis di pasar global. Melalui fungsi Client Manager, kami berkomitmen memberikan asistensi teknis dan bimbingan kepatuhan yang berkelanjutan, mulai dari pengelolaan data perdagangan yang akurat hingga memastikan tanggung jawab AEO terpenuhi dengan baik," ungkapnya.
Dukungan ini memastikan kolaborasi antara birokrasi dan industri tetap selaras pada pembinaan integritas dan akuntabilitas, sehingga kemitraan yang terjalin mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
18/04/2026
Bea Cukai Belawan Terima Kunjungan ALFI Sumut Bahas Tantangan Logistik di Kawasan Pelabuhan
Belawan, 8 April 2026 - Bea Cukai Belawan menerima kunjungan dari Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sumatera Utara, pada Rabu (8/4). Forum yang dipimpin langsung Kepala Kantor Bea Cukai Belawan, Agus Sujendro, ini membahas sejumlah tantangan logistik dan rantai pasok di kawasan Pelabuhan Belawan.
Dalam pembukaannya, Agus Sujendro mengajak pelaku usaha untuk bersinergi memaksimalkan fungsi pengawasan dan pelayanan kepabeanan. Ketua ALFI Sumut, Suryanto, menyambut positif dan menyatakan kesiapan organisasinya menjadi mitra strategis Bea Cukai Belawan dalam menyosialisasikan regulasi terbaru ke pelaku usaha di lapangan.
Menurut Suryanto Bea Cukai perlu lebih aktif menkomunikasikan prestasi dan perbaikan yang telah dilakukan. Ia menyoroti perlunya edukasi kepada masyarakat bahwa di Pelabuhan itu ada banyak pihak yang terlibat. Suryanto juga meminta Bea Cukai terus mendorong percepatan perbaikan logistik Pelabuhan Belawan melalui komunikasi lintas instansi dan hasil komunikasi tersebut bisa dikomunikasikan ke seluruh pihak yang berkepentingan untuk transparansi.
Diskusi langsung masuk ke substansi. Surya Dharma S. dari Bidang Litbang ALFI menyoroti tantangan ketersediaan kontainer kosong yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran ekspor. Terdapat tiga hal yang perlu di waspadai, pertama dinamikan sosiopolitik global, kedua peningkatan demand kontainer setelah operasional KEK Sei Mangke dan ketiga kelancaran proses logistic Pelabuhan.
Kabid Organisasi ALFI Syawal Lubis mengangkat persoalan tantangan nyata terhadap ekspor. Terdampak perang di timur tengah, biaya kirim container meningkat cukup signifikan dan untuk pengiriman ke negara tertentu tambah dibebani lagi dengan War Risk Surcharge (WRS). Hal ini adalah tantangan nyata untuk ekspor disamping kebutuhan perbaikan pengelolaan logistik di Pelabuhan Belawan. Dia juga mengingatkan bahwa ekosistem pelabuhan melibatkan banyak instansi, sehingga setiap persoalan perlu didudukkan secara proporsional. โJangan semua masalah dialamatkan ke satu pihak. Harus duduk bareng cari solusi,โ tegasnya.
Menutup forum, Agus Sujendro mengapresiasi seluruh masukan peserta. Ia menegaskan bahwa hal-hal yang bisa ditindaklanjuti langsung akan segera dieksekusi, sementara isu yang memerlukan koordinasi lintas instansi akan dibawa ke pembahasan bersama Pelindo dan pihak terkait lainnya. โForum ini membuka perspektif kami bahwa tantangan di pelabuhan menyangkut keseluruhan rantai pasok, bukan hanya soal logistik,โ pungkas Agus. Pertemuan ini diharapkan menjadi awal dari dialog rutin Bea Cukai BelawanโALFI Sumut untuk meningkatkan daya saing Pelabuhan Belawan.