Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II

Share

Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Wilayah Kerja Provinsi Sumatera Utara.

03/04/2026

Selamat Memperingati Jumat Agung.
Semoga Jumat Agung membawa kedamaian di hati kita semua, mengingatkan kita akan kasih dan pengorbanan yang penuh makna.

***rBudaya

Photos from Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II's post 01/04/2026

Saat ini kondisi dari Situs Megalitik Batu Gajah Kab. Simalungun rawan kerusakan, hal ini diketahui dari laporan-laporan juru pelihara yang bertugas maupun hasil kajian tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II pada akhir tahun 2025 kemarin. Di mana sebagian besar arca maupun relief mengalami keausan, retakan akibat akar pohon pinus, cuil, maupun ditumbuhi mikroorganisme seperti algae, lichen, lumut dan tanaman tingkat rendah lainnya seperti paku-pakuan dan rerumputan, serta terdapat tawon dan sarangnya di salah satu arca. Hal ini terjadi dikarenakan faktor internal maupun eksternal yang sangat mempengaruhi adanya kerusakan dan pelapukan, yakni :

Faktor Internal : dikarenakan lokasi situs ini berada di dalam hutan dengan vegetasi campuran dan lebat serta diapit oleh dua aliran Sungai yakni Sungai Bah Kisat dan Sungai Bah Sipinggan. Hal ini menjadi salah satu lembabnya lingkungan dari situs ini, yakni mencapai 90,16%.

Faktor Eksternal : faktor abiotic (pengaruh hujan, fluktuatif suhu dan kelembapan) fluktuasi suhu dan kelembapan dapat menyebabkan retakan akibat ekspansi dan kontraksi material serta kelembapan juga dapat merusak fondasi material serta melunakkan tanah las tempat arca berdiri. Sedangkan factor biotik (pertumbuhan mikroorganisme : algae, lichen, lumut, paku-pakuan dsb) dikarenakan akar rhizoid mampu menyusup ke dalam pori-pori batuan sambil mengeluarkan zat yang bersifat korosif terhadap sebagian mineral batuan sehingga menyebabkan pelapukan.

30/03/2026

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II berkomitmen memberikan pelayanan publik yang efektif, transparan, dan sesuai standar, serta terbuka terhadap evaluasi untuk peningkatan kualitas layanan.

30/03/2026

Ada cerita, nilai, dan potongan budaya yang ikut hidup dan terus dikenang melalui film. Dari layar lebar ini, kita bisa melihat kembali siapa kita, dari mana kita berasal, dan bagaimana keberagaman Indonesia diceritakan dengan cara yang unik dan menghibur 🇮🇩

Selamat Hari Film Nasional!
Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Utara percaya bahwa film juga punya peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan budaya kepada generasi sekarang dan yang akan datang.

Yuk terus dukung karya film Indonesia, karena setiap cerita yang dibuat adalah bagian dari upaya merawat dan melestarikan budaya kita ✨

Photos from Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II's post 25/03/2026

Halo, Sahabat Budaya!
Jika kita menyusuri ramainya kawasan Kesawan, tepat di Jalan Masjid, persis di belakang Masjid Lama Gang Bengkok kita akan menjumpai bangunan Museum Al Washliyah. Museum ini merupakan saksi bisu perjalanan panjang al Jamiyatul al Washliyah di Sumatera Utara.

Bagi masyarakat Medan dan sekitarnya, nama Al Washliyah tentu memiliki tempat khusus di hati. Namun, tahukah Sahabat Budaya bagaimana kondisi "rumah ingatan" dari organisasi Islam terbesar di Sumatera Utara ini sekarang? Mari kita kenal lebih dekat dan lihat apa yang sedang kita upayakan bersama untuk menjaganya!

Mari bergandengan tangan memastikan bangunan penuh nilai juang ini tetap berdiri kokoh menantang zaman! Sahabat Budaya, adakah di antara kalian yang punya kenangan masa kecil atau pernah berkunjung langsung ke area sekitar Museum Al Washliyah dan Masjid Lama Gang Bengkok? Yuk, bagikan ceritamu di kolom komentar di bawah!

***rBudaya

19/03/2026

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948
Saatnya hening sejenak, menenangkan diri, dan menyucikan hati dalam keheningan yang penuh makna. Semoga membawa kedamaian, keseimbangan, dan harapan baru bagi kita semua.

Photos from Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II's post 18/03/2026

Dari pulau Nias, tamboyo mulai disiapkan sehari sebelum Idul Fitri. Tamboyo atau ketupat orang Nias ini, dibuat dari pulut yang sudah dimarinasi dengan santan kental. Tamboyo biasanya disediakan dari hari pertama Idul Fitri dan disajikan dengan lauk gurih dan manis, ada nibini ogo, lauk pepes yang bisa dari ikan laut, daging maupun ayam. Ada juga köfö-köfö, frigadel yang dibuat dari cacahan halus daging ikan dengan bumbu dicetak bulat pipih lalu digoreng, diasapkan atau jika menggunakan cacahan ikan rebus dapat dijemur hingga kering sebelum disantap.

Photos from Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II's post 16/03/2026

Sahabat Budaya,
Pada tanggal 7-15 Maret, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II melaksanakan kegiatan Monitoring Juru Pelihara (JUPEL) dan Situs, Penyusunan Naskah Kajian C***r Budaya Peringkat Nasional Tahun 2026, Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan PPKD TA 2025, Inventarisasi ODCB dan CB, serta Perhitungan Kompensasi Temuan Situs Bongal. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh empat tim di wilayah yang berbeda-beda.

Tim pertama melaksanakan monitoring juru pelihara dan situs, penyusunan naskah kajian c***r budaya peringkat nasional tahun 2026, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan PPKD TA 2025 di Kepulauan Nias. Tim kedua bergerak di Kabupaten Tapanuli Tengah untuk melakukan monitoring jupel dan situs, penyusunan naskah kajian CB peringkat nasional, pemantauan pelaksanaan PPKD, disertai dengan perhitungan kompensasi temuan Situs Bongal. Tim ketiga melaksanakan monitoring juru pelihara dan situs, penyusunan naskah kajian c***r budaya peringkat nasional tahun 2026, serta pemantauan dan evaluasi pelaksanaan PPKD TA 2025 di Kabupaten Langkat. Adapun tim keempat berfokus pada Inventarisasi ODCB dan CB serta penyusunan naskah kajian c***r budaya peringkat nasional tahun 2026 di Kota Tanjung Balai dan Kabupaten Batu Bara.

Photos from Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II's post 11/03/2026

Kini produksi tembakau Deli tidak lagi seperti dahulu. Ini memberi pengaruh besar bagi ekosistem tembakau Deli, mulai dari tradisi hingga peninggalan dari kebun tembakau. Sedikit demi sedikit warisan dari masa keemasan meredup, gedung-gedung di perkebunan kian menua beberapa rubuh atau dirubuhkan karena tidak ada lagi kegiatan tembakau di dalamnya. Namun wangi nostalgia tembakau Deli yang khas itu masih bertahan menopang kekokohan gudang pemeraman tembakau PTP Nusantara II Bulu Cina itu.

09/03/2026

Musik bukan sekadar suara, bunyi, nada atau irama yang kita dengar tetapi musik adalah kisah tentang hidup. Setiap suara, bunyi , nada, dan iramanya telah meghiasi kehidupan manusia.

Indonesia menetapkan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional, terutama untuk mengenang W.R. Supratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya yang lahir pada 9 Maret 1903. Alunan Indonesia Raya yang diperdengarkan tanpa lirik dari gesekan biola W.R. Supratman pada Kongres Pemuda mampu membangkitkan semangat perjuangan bangsa.

Dari masa perjuangan hingga generasi sekarang, musik selalu menjadi bahasa universal termasuk bahasa perjuangan yang mampu menyatukan perbedaan, menyampaikan rasa, dan menghidupkan kenangan.

Hari ini kita merayakan musik bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai warisan, identitas, dan inspirasi untuk terus berkarya.
Selamat Hari Musik Nasional.

Mari terus menjaga, mencintai, dan menghidupkan musik Indonesia. 🎶🇮🇩

Photos from Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II's post 09/03/2026

Pada 7 Maret 2026, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., mengunjungi Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Kunjungan ini dalam rangka penyerahan bantuan kepada komunitas dan masyarakat di kawasan Maktab Jam'iyah Mahmudiyah.
Menteri juga meninjau sejumlah situs c***r budaya di sekitarnya, seperti Kompleks Masjid Azizi, bekas Kolam Kesultanan Langkat, Kompleks Makam Kesultanan Langkat, serta makam Tengku Amir Hamzah, tokoh nasional Indonesia. Pemerintah mendukung revitalisasi dan penetapan kawasan ini sebagai c***r budaya nasional karena nilai sejarahnya yang penting serta perannya dalam melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa.

Melanjutkan rangkaian kunjungan kerja di Sumatera Utara, pada 8 Maret 2026 Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., berkeliling Kota Medan untuk mengunjungi sejumlah museum dan ruang budaya. Kegiatan diawali dengan peresmian Museum Al-Qur’an, sebagai upaya memperkuat literasi dan pelestarian khazanah keislaman.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Masjid Raya Al-Mashun untuk menunaikan salat Zuhur, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Region Sumatera Utara. Menteri juga mengapresiasi pameran lukisan Walter Spies, meresmikan Pameran Museum Uang, serta menutup rangkaian kegiatan dengan kunjungan ke Museum Perkebunan Indonesia.

***rbudaya

Want your business to be the top-listed Government Service in Medan?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Website

https://drive.google.com/file/d/1G_j208CgWQ9R3VcceJcL645NI3K0a3zp/view?usp=drive_link

Address


Jalan Seroja Raya Gang Arkeologi No. 1, Kel. Tanjung Selamat, Kec. Medan Tuntungan
Medan
20134

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:00
Tuesday 07:30 - 16:00
Wednesday 07:30 - 16:00
Thursday 07:30 - 16:00
Friday 07:30 - 16:30