01/06/2026
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pada Senin, 1 Juni 2026, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, bertindak sebagai pembina upacara dalam acara Peringatan Hari Lahir Pancasila. Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini mengusung tema โPancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Duniaโ.
Dalam amanatnya, disampaikan Pidato dari Kepala BPIP yang mengatakan bahwa Pancasila adalah "Bintang Penuntun" yang telah terbukti tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa. Di tengah ketidakpastian global dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bukti bahwa keberagaman dapat dipersatukan dalam ikatan kebangsaan. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi harus disertai landasan moral yang kuat. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, diharapkan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan pedoman dalam membangun masa depan bangsa.
Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam jiwa setiap warga negara. Melalui peringatan ini, kita meneguhkan kembali komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, memperkuat persatuan, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
01/06/2026
Selamat Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.
31/05/2026
Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Provinsi Sumatera Utara
๐
Selasa, 2 Juni 2026
โฐ Pukul 11.00 WIB
Ikuti rilis Berita Resmi Statistik yang membahas:
1. Perkembangan Indeks Harga Konsumen
2. Perkembangan Nilai Tukar Petani
3. Perkembangan Ekspor Impor
4. Perkembangan Pariwisata
5. Perkembangan Transportasi
๐บ Disiarkan langsung melalui YouTube BPS Provinsi Sumatera Utara
๐ s.bps.go.id/rilisSUMUT
31/05/2026
Selamat Memperingati Hari Raya Waisak 2570 BE / 2026
Semoga cahaya kebijaksanaan dan kedamaian selalu menyertai setiap langkah kehidupan kita.
29/05/2026
Pertumbuhan Ekonomi, Membedakan "Yang Tumbuh Cepat" dan "Yang Berkontribusi Besar"
Pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen itu hanya karena belanja pemerintah yang tinggi? Benar nggak sih? Faktanya, menilai kualitas ekonomi itu tidak bisa hanya dari satu komponen. Harus dibedakan mana yang "tumbuh paling cepat" dan mana yang "berkontribusi paling besar".
Siapa penggerak pertumbuhan ekonomi? Kalau melihat kontribusinya, mesin utamanya tetap ada di tangan masyarakat dan dunia usaha. Konsumsi Rumah Tangga menyumbang porsi terbesar hingga 54,36 persen terhadap PDB dan menjadi motor penggerak utama dengan kontribusi 2,94 poin persen. Investasi (PMTB) berkontribusi 1,79 poin persen. Sementara belanja pemerintah kontribusinya 1,26 poin persen.
Lonjakan pertumbuhan konsumsi pemerintah sebesar 21,81 persen juga dipengaruhi oleh rendahnya basis perbandingan (base effect) pada Triwulan I tahun lalu. Pertumbuhan 5,61 persen bukan sekadar cerita tentang pemerintah yang membelanjakan uang, melainkan bukti nyata bergeraknya mesin ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
26/05/2026
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah
Di hari yang suci ini, mari kita ketuk pintu langit dengan doa, dan ketuk hati sesama dengan berbagi. Semoga Allah SWT menerima amalan ibadah kurban kita tahun ini.