17/08/2026
BAB I. The Crush (Part 2)
5JR - We ARe Together, 16082026
Panas terik menyengat, Jessy menyusuri koridor kelas sambil meneguk es kopi lattenya. Pandangan matanya ke segala arah sambil terus tersenyum.
"Jessy...." sapa cewek cewek dari 8C yang sedang asyik ngobrol. Kalo dilihat dari gaya ngobrolnya, pasti lagi ngobrolin make-up atau skin care. Jessy tersenyum sambil melambaikan tangannya terus berjalan menuju kelasnya.
Tiba-tiba, BRUKKKK!!!
Jessy ditubruk oleh seorang cewek yang membawa sekotak kertas soal. Saking banyaknya, cewek itu g liat lagi Jessy lewat karena kotaknya penuh dengan tumpukan kertas.
Kertas itu berhamburan. Gelas berisi es kopi latte yang dipegang Jessy pun ikut terbang menaburkan percikan air berwarna cokelat. Berbahagia kalo airnya tidak tumpah di kertas soal, tapi yahhhh, malang tak dapat dielak, tumpahan air itu banyak yang mengenai kertas soal.
"Ya Allah, maaf ya. Maaf" kata Jessy sedikit panik. Cewek itu menatap Jessy dengan wajah melas.
"Jessy...."katanya dengan wajah memelas. Jessy menarik bibirnya ke p**i kiri dan p**i kanan.
"Sorry banget Olen.... Ini kertas apaan?" tanya Jessy
"Soal Kuisnya Bu Laila..." mata Jessy terbelalak
"Mampus!" umpat Jessy
"Buruan kita angkat dulu yang basah ini, biar g tembus airnya!" kata Jessy sambil dengan cekatan tangannya meraih kertas kerta yang terkena tumpahan air. Cewek yang tadi juga ngikutin tanpa dikomando.
Jessy tersenyum karena tumpahan air itu belum sampai meresap ke dalam serat kertas. Dimiringkan saja kertasnya, airnya sudah turun.
"Alhamdulillah, kering, Len!" pekik Jessy.
"Hahaha..... Iya Jes! Syukurlah!" jawab Olen bahagia.
"Kalo ini sampe basah, tamatlah sudah, riwayat kita" kata Jessy disambut anggukan Olen.
Dari jendela ujung sana, Jacky memperhatikan adegan Kopi Tubruk tadi sambil tersenyum. Cowok ganteng berkacamata itu seperti senang menonton adegan romantis.
Pernah suatu kali, Jacky menatap Jessy dari kejauhan, saat gadis berkacamata itu dengan senang hati menolong teman temannya yang sedang merapikan tempat sampah. Cowok itu memandang Jessy dari ruang kesehatan. Dia memandang Jessy sambil tersenyum lalu segera berlalu saat ada beberapa orang yang datang ke ruang kesehatan.
Jacky adalah cowok ganteng dengan tinggi badan 183cm, berkacamata, pendiam, tenang dan kadang terkesan cuek. Cowok ini baru pindah di awal semester 1 kelas 8.
"Jacky harus ikut pindah karena tugas orangtuanya, Teman-teman. Sebelumnya, Jacky tinggal di Bandung. Tolong dikondisikan ya...."kata Bu Intan, wali kelas 8-1 disambut riuh rendah seisi kelas.
"Tahan ences lu Karen!" teriak Bob, cowok yang duduk di belakang. Bu Intan tertawa dan melihat ke arah Karen yang tersipu malu malu salting karena ledekan Bob.
Dengan ledekan itu, Jacky cuek saja. Masih dengan ekspresi datarnya, wajah coolnya tidak bereaksi apa-apa. Bu Intan celingak celinguk nyari kursi tempat duduk untuk Jacky.
"Kamu boleh duduk di kursi belakang ya Jacky" kata Bu Intan. Jacky mengangguk dan berjalan menuju tempat duduk yang ditunjuk Bu Intan. Rame sekali isi kelas itu, terutama cewek cewek, yang mana mereka sering mencuri curi pandang ke arah Jacky.
Jessy kala itu belom sekelas dengan Jacky. Jessy masih belum kenal dengan Jacky.
Jessy yang anggota klub PMR (Palang Merah Remaja) memang sibuk latihan. Setiap hari latihan bersama teman temannya. Mulai dari Dokter Remaja, latihan pertolongan pertama pada kecelakaan, latihan pemadam kebakaran, latihan senam, latihan medis. Kelas 8 adalah masa masa melelahkan di ekschool.
Pertemuan pertama Jessy dengan Jacky adalah pada saat latihan gabungan. Antara anak basket dengan anak PMR.
Tim olahraga basket yang akan bertanding melawan sekolahan sebelah akan latihan. nah anak anak PMR juga akan latihan untuk mendampingi perlombaan.
Sekitar 30 orang siswa berbaris melingkar di lapangan basket. Ditengah tengah berdirilah pelatih basket dan pelatih PMR.
"Kali ini, kita akan latihan bareng. Selain atlet itu harus kuat, atlet juga harus punya skil P3K dasar. Jadi bisa mencegah, menghindari dan melakukan penanganan pada saat terjadi kecelakaan pada saat olahraga" begitu Coach Sahril berkata ke tim basket.
"Kali ini, saya akan memandu latihan teman teman. Namun sebelumnya saya perkenalkan dulu TIm PMR sekolah kita." Kata Bu Agnes.
"Ini Ketua PMR kita, sudah pada kenal ya.... Iya, Jessica" kata Bu Agnes memperkenalkan Jessy. dengan senyum manisnya Jessy mengangguk kan kepala untuk berkenalan. Saat itu Jacky cuek saja masih memeluk bola basket tanpa ekspresi.
Setelah memperkenalkan tim PMR, Bu Agnes langsung menyuruh siswa masing masing berdiri berhadap hadapan.