15/09/2026
Perdana Pimpin Pembinaan, KPTA Palangka Raya Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Pungli
PALANGKA RAYA — Ketua Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Palangka Raya, Drs. H. Wahyudi, S.H., M.H., memimpin pembinaan perdana bagi aparatur peradilan di lingkungan PTA Palangka Raya, Selasa, 8 September 2026, bertempat di Aula PTA Palangka Raya. Kegiatan diikuti Hakim Tinggi, Ketua Pengadilan Agama, Panitera, dan Sekretaris se-wilayah PTA Palangka Raya.
Dalam arahannya, KPTA menyampaikan pesan Ketua Mahkamah Agung RI bahwa jabatan merupakan amanah yang diberikan kepada seseorang karena diyakini mampu memberikan manfaat bagi kemajuan lembaga yang dipimpinnya.
KPTA menegaskan bahwa integritas merupakan harga mati dalam membangun birokrasi peradilan yang bersih dan tepercaya. Keteladanan harus dimulai dari pimpinan dan diwujudkan melalui keselarasan antara apa yang diyakini, diucapkan, dan dilakukan. Ia juga menekankan bahwa integritas dan kompetensi harus berjalan beriringan dalam pelaksanaan tugas.
Dalam evaluasi kinerja, KPTA mengapresiasi capaian positif 13 satuan kerja di wilayah PTA Palangka Raya. Hingga Agustus 2026, tercatat pengaduan masyarakat dan hasil hukuman disiplin (Kumdis) nihil. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan eksekusi putusan mendapat perhatian serius sehingga putusan pengadilan tidak hanya selesai secara administratif, tetapi dapat dilaksanakan secara nyata.
Menutup pembinaan, KPTA menyampaikan ketegasan Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.Hum., mengenai penerapan prinsip zero tolerance terhadap pungutan liar, suap, gratifikasi, dan pelayanan transaksional di lingkungan peradilan.
Ketegasan tersebut berlaku tanpa memandang besar kecilnya nominal pelanggaran. Aparatur atau hakim yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui pembinaan ini, seluruh aparatur di lingkungan PTA Palangka Raya diharapkan semakin memperkuat integritas, kedisiplinan, dan kualitas pelayanan guna mewujudkan peradilan yang bersih, transparan, akuntabel, dan berkeadilan.