Bappeda Kota Palu

Call Directions Website Contact the organization

Bappeda Kota Palu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai satuan kerja perangkat daerah Kota Palu memiliki peran strategis dalam perencanaan pembangunan daerah.

Bappeda Kota Palu melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Pembangunan Daerah Triwulan III Tahu...
13/10/2026

Bappeda Kota Palu melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pelaksanaan Pembangunan Daerah Triwulan III Tahun 2026.

Fokus monev kali ini menyasar program kerja pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, khususnya unit pelayanan teknis:
🔹 UPT Pengelolaan TPA
🔹 UPT Laboratorium Lingkungan Hidup

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta memastikan seluruh program pengelolaan lingkungan hidup berjalan secara efektif, akuntabel, dan sesuai dengan target perencanaan pembangunan daerah.

Melalui monev berkala ini, Pemerintah Kota Palu terus berkomitmen menjaga kualitas lingkungan hidup demi mewujudkan Kota Palu yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.

📍 Ruang Rapat Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu
🗓️ Triwulan III Tahun 2026

WAKIL WALI KOTA PALU PIMPIN LANGSUNG RAPAT KOORDINASI TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH (TPID) KOTA PALU--PALU — Wakil Wal...
06/10/2026

WAKIL WALI KOTA PALU PIMPIN LANGSUNG RAPAT KOORDINASI TIM PENGENDALIAN INFLASI DAERAH (TPID) KOTA PALU
--
PALU — Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., memimpin langsung Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu, Selasa (6/10/2026), di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu.

Rapat tersebut dihadiri Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, S.STP., M.Si., Bagian Ekonomi Setda Kota Palu, serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfo Santik), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, serta OPD terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut disampaikan perkembangan kondisi inflasi Kota Palu hingga September 2026. Berdasarkan laporan yang dibahas, Kota Palu tercatat masuk dalam 10 daerah dengan tingkat inflasi terendah di Indonesia.

Adapun inflasi Kota Palu secara month to month (m-to-m) tercatat sebesar 0,17 persen, year to date (y-to-d) sebesar 2,82 persen, dan year on year (y-on-y) sebesar 2,80 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Wali Kota Imelda menekankan agar kondisi inflasi yang terkendali dapat terus dipertahankan melalui langkah-langkah konkret dan koordinasi lintas sektor.

“Kita termasuk 10 besar dengan daerah inflasi terendah. Jangan sampai kita terlempar,” ucap Wakil Wali Kota Imelda.

Rapat juga menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai langkah dan program TPID Kota Palu dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Sejumlah program yang dievaluasi antara lain pelaksanaan pasar murah, program Gade Nolumako, pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting), pasar tani, serta berbagai upaya lainnya dalam menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas pasokan.

Selain pengendalian inflasi, rapat koordinasi turut membahas progres pelaksanaan program unggulan Pemerintah Kota Palu, yakni Palu Mapan (Mandiri, Adaptif, dan Stabilitas Pangan), khususnya melalui program Palu Menanam.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Imelda menyampaikan bahwa dirinya pada pagi hari yang sama baru saja memimpin panen komoditas tomat di kawasan pertanian Kelurahan Kawatuna, Kecamatan Mantikulore.

Panen tersebut menjadi salah satu gambaran pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat kelurahan, terutama dalam mendorong pemanfaatan lahan dan produksi komoditas pangan lokal.

“Ini luar biasa walaupun di tengah El Nino. Ukurannya memang agak kecil,” ungkap Wakil Wali Kota.

Program Palu Menanam sendiri dilaksanakan di sejumlah kelurahan dengan berbagai komoditas pertanian yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi wilayah.

Komoditas yang dikembangkan antara lain bawang merah, cabai rawit, tomat, sawi hijau, dan kangkung.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Palu terus mendorong penguatan produksi pangan lokal sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.

Peningkatan produksi komoditas pangan di tingkat kelurahan diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengurangi tekanan harga terhadap komoditas pangan strategis.

Wakil Wali Kota menegaskan pentingnya sinergi seluruh OPD dalam mengawal program-program pengendalian inflasi dan ketahanan pangan, sehingga capaian yang telah diraih dapat dipertahankan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat Kota Palu.

KEPALA BAPPEDA KOTA PALU HADIRI TADULAKO INTERNATIONAL CONFERENCE ON ECONOMICS AND BUSINESS (TICEB) 2026 --PALU —  Wali ...
06/10/2026

KEPALA BAPPEDA KOTA PALU HADIRI TADULAKO INTERNATIONAL CONFERENCE ON ECONOMICS AND BUSINESS (TICEB) 2026
--
PALU — Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Dr. Ahmad Rijal Arma, SE.,MM menghadiri Tadulako International Conference on Economics and Business (TICEB) 2026 yang berlangsung di Hotel Best Western Kota Palu, Senin (5/10/2026).

Kegiatan internasional tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad), Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., perwakilan Universitas Abdul Azis Lamadjido (AZLAM), akademisi, peneliti, praktisi, pelaku usaha, perwakilan UMKM, serta sejumlah unsur terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kaban Ahmad Rijal Arma menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada FEB Untad atas terselenggaranya forum akademik bertaraf internasional tersebut.

Menurut Kaban, pelaksanaan TICEB 2026 menjadi bukti komitmen visioner dunia akademik dalam menjembatani hasil kajian ilmiah dengan penyusunan kebijakan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Forum akademik bertaraf internasional seperti ini menunjukkan komitmen visioner dalam menjembatani kecerdasan akademik dengan perumusan kebijakan publik yang nyata,” ujar Kaban.

Kaban juga menyambut baik kehadiran para keynote speaker dan delegasi internasional dari berbagai negara, di antaranya Australia, Turki, India, dan Pakistan, serta peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Kami menyambut baik kehadiran para delegasi internasional yang datang dari Australia, Pakistan, India, Turki, serta berbagai wilayah di Indonesia. Selamat datang di Kota Palu, Tanah Tadulako,” kata Kaban.

Kaban menjelaskan, dunia saat ini tengah menghadapi berbagai perubahan besar yang ditandai dengan disrupsi teknologi yang semakin cepat, dinamika geopolitik global, serta meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Dalam menghadapi tantangan tersebut, perekonomian Kota Palu terus ditopang oleh pertumbuhan sektor informal yang dinamis, kemampuan adaptasi tenaga kerja, khususnya generasi muda terhadap model ekonomi baru seperti gig economy, serta peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pemerintah Kota Palu sangat menghargai kontribusi para peneliti dan ekonom. Dalam menyusun berbagai program seperti pengentasan kemiskinan, revitalisasi pasar, maupun pemberian insentif investasi, kami mengedepankan data dan hasil kajian dari institusi akademik seperti FEB Universitas Tadulako,” jelas Kaban.

Kaban menegaskan, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam memastikan setiap kebijakan yang dirancang benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui momentum TICEB 2026, Pemerintah Kota Palu juga mengajak para akademisi, delegasi internasional, investor, dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang penelitian, pertukaran teknologi, serta pengembangan usaha yang berkelanjutan.

Selain itu, Pemkot Palu membuka peluang kerja sama dalam pengembangan berbagai sektor unggulan daerah, mulai dari ekowisata, industri kreatif, hingga pengolahan hasil pertanian dan kelautan.

Kemitraan dengan UMKM dan koperasi lokal juga dinilai penting untuk terus diperluas, terutama dalam meningkatkan akses pasar, penguatan kapasitas usaha, serta daya saing produk daerah.

“Semoga TICEB 2026 tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga melahirkan kolaborasi dan rekomendasi konkret yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi Kota Palu dan daerah lainnya,” pungkas Kaban.

Wakil Wali Kota Palu Pimpin Langsung Sidak MBG--PALU —  Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., memi...
23/09/2026

Wakil Wali Kota Palu Pimpin Langsung Sidak MBG
--
PALU — Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P., memimpin langsung inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah penerima manfaat, Rabu (23/9/2026).

Sidak ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Palu dalam memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar, khususnya dari sisi kualitas makanan, keamanan pangan, kebersihan, serta kelengkapan administrasi dan operasional SPPG.

Dalam pelaksanaan sidak, Wakil Wali Kota Imelda didampingi Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Palu yang melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam kesempatan tersebut, rombongan mengunjungi Dapur SPPG Pantoloan, Dapur SPPG Talise 3, SMP Satu Atap Layana Indah, dan SMP Negeri 17 Palu.

Pemerintah Kota Palu sendiri menargetkan sebanyak 11 SPPG dari total 37 SPPG yang saat ini beroperasi di Kota Palu untuk menjadi sasaran pengawasan.

Menurut wakil wali kota, pemantauan secara langsung diperlukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan seluruh penyelenggara MBG menjalankan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dari hasil pemantauan, secara umum makanan yang disajikan kepada peserta didik tidak ditemukan persoalan dari sisi kualitas.

Namun, terdapat sejumlah catatan yang perlu segera ditindaklanjuti, salah satunya menyangkut variasi menu.

“Keluhannya bukan terkait menu sebenarnya, tetapi menu yang kurang bervariasi. Ini menjadi catatan yang nanti akan kami sampaikan kepada SPPG yang menyalurkan MBG ke sekolah,” ujar wakil wali kota.

Selain menu, aspek sanitasi dan pengelolaan limbah menjadi perhatian utama dalam sidak tersebut.

Wakil wali kota mengungkapkan, sejumlah dapur SPPG masih memiliki pekerjaan rumah dalam pengelolaan limbah, terutama terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Wakil wali kota juga meminta agar tata cara pengemasan serta penyimpanan bahan pangan diperbaiki dan disesuaikan dengan standar yang dipersyaratkan.

“Yang paling banyak saya lihat itu pengolahan limbah. IPAL-nya masih menjadi pekerjaan rumah karena belum sesuai ketentuan. Kemudian cara mereka melakukan pengemasan dan penyimpanan barang juga masih minim, sehingga ini menjadi perhatian untuk segera diperbaiki,” kata wakil wali kota.

Wakil wali kota menegaskan, keberadaan SPPG sebagai bagian penting dalam pelaksanaan Program MBG harus dibarengi dengan pemenuhan standar teknis dan administratif.

Setiap SPPG, kata wakil wali kota, harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), tenaga juru masak yang memiliki sertifikasi kompetensi, serta sistem pengelolaan limbah yang sesuai dengan standar kesehatan lingkungan.

“Kita berharap semua SPPG yang berada di Kota Palu sesuai dengan yang dipersyaratkan. Regulasinya juga jelas dan mereka harus memenuhi sertifikasi-sertifikasi yang memang wajib dimiliki. SPPG harus memiliki SLHS, kemudian chef atau kokinya harus memiliki sertifikasi chef, termasuk pengelolaan limbah yang harus sesuai dengan ketentuan,” jelas wakil wali kota.

Wakil Wali Kota Imelda menambahkan, pengawasan tersebut merupakan langkah preventif Pemerintah Kota Palu untuk memastikan potensi persoalan dapat segera diketahui dan diperbaiki sebelum menimbulkan dampak terhadap penerima manfaat.

“Kita mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan kepada anak-anak kita yang menjadi penerima manfaat. Karena itu kami turun lebih awal agar mitigasi bisa dilakukan sedini mungkin,” tutup wakil wali kota.

Melalui pengawasan secara berkala, Pemerintah Kota Palu berharap seluruh SPPG dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga Program MBG dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat bagi peserta didik di Kota Palu.

Wujud Kota Inklusif, Wali Kota Palu Nobar Film 'Istimewa' Bersama Penyandang Disabilitas--PALU — Bentuk komitmen dan per...
22/09/2026

Wujud Kota Inklusif, Wali Kota Palu Nobar Film 'Istimewa' Bersama Penyandang Disabilitas
--
PALU — Bentuk komitmen dan perhatian besar Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE kepada penyandang disabilitas ditunjukkan dengan hadir sekaligus duduk bersama para penyandang disabilitas nonton bareng (nobar) film berjudul "Istimewa" di XXI Palu Grand Mall, pada Senin malam (21/09/2026).

Acara yang diinisiasi Sikola Mombine, komunitas difabel dan Bappeda Kota Palu tersebut mendapat antusias positif.

Kehadiran Wali Kota di tengah-tengah mereka menjadi momen penuh kehangatan dan kebersamaan. Wali Kota tampak berbaur, menyapa, dan duduk bersama tanpa sekat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Palu H. Hadianto Rasyid, SE menyampaikan bahwa inilah wujud komitmen dan perhatian besar Pemerintah Kota Palu kepada saudara-saudara penyandang disabilitas.

"Mereka pun berhak hadir di tengah kita dan menjadi bagian untuk dirangkul dan diberikan ruang sebagai bagian dari warga Kota Palu. Tidak ada yang berbeda, kita semua sama, warga Kota Palu yang harus saling menguatkan," ujar Wali Kota.

Harapannya, kegiatan seperti ini terus dilakukan untuk membangun Kota Palu yang inklusif, ramah disabilitas, dan tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam pembangunan.

Secara garis besar, film dengan judul "Istimewa" karya Ruben Adrian menceritakan tentang Rumah Istimewa, tempat tinggal bagi anak-anak penyandang disabilitas. Mereka hidup bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus) yang dipanggil Ayah, serta sukarelawan Mbak Kinan (Yanni Melwani).

Keluarga kecil ini diuji ketika Pak Mahendra divonis menderita kanker. Ia memilih pergi diam-diam agar anak-anak tidak melihatnya melemah. Tidak terima ditinggal begitu saja, anak-anak nekat meninggalkan rumah untuk mencari sosok ayah tercinta.

Dalam perjalanan, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro) serta bergabungnya Ella (Salsabila Bella). Perjalanan penuh haru ini menguji persahabatan, ketulusan, dan arti keluarga sejati.

Makna yang bisa dipetik setelah menonton film berjudul Istimewa ini adalah tentang arti ketulusan, cinta tanpa syarat, dan kekuatan keluarga yang tidak diukur dari kesempurnaan fisik, melainkan dari hati yang saling menjaga. Bahwa setiap anak, apapun kondisinya, adalah istimewa dan berhak mendapatkan kasih sayang, kesempatan, dan masa depan yang sama.

Bappeda Kota Palu Gelar Desk Anggaran Kemiskinan Tahun 2026--PALU — Bappeda Kota Palu melaksanakan Desk Anggaran Kemiski...
17/09/2026

Bappeda Kota Palu Gelar Desk Anggaran Kemiskinan Tahun 2026
--

PALU — Bappeda Kota Palu melaksanakan Desk Anggaran Kemiskinan Tahun 2026 dalam rangka evaluasi realisasi Program Pelaksanaan Penanggulangan Kemiskinan Daerah Kota Palu Triwulan II Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kota Palu, Dr. Ahmad Rijal Arma, S.E., M.M.

Desk ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan koordinasi untuk melihat perkembangan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan di Kota Palu. Dalam pelaksanaannya, perangkat daerah diminta menyampaikan realisasi anggaran, capaian output, serta data penerima manfaat by name by address sebagai bahan evaluasi.

Kegiatan ini diikuti oleh perangkat daerah terkait dan para camat se-Kota Palu, dengan harapan pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan dapat terus diperkuat melalui perencanaan, penganggaran, dan evaluasi yang lebih terarah.

Bappeda Kota Palu Gelar Desk Pengisian SIPANTAS untuk Penilaian Kota Sehat--Palu, 21 Agustus 2026 - Bappeda Kota Palu me...
17/09/2026

Bappeda Kota Palu Gelar Desk Pengisian SIPANTAS untuk Penilaian Kota Sehat
--
Palu, 21 Agustus 2026 - Bappeda Kota Palu melaksanakan kegiatan desk penginputan hasil capaian indikator keberhasilan Tahun 2024 dan 2025 ke dalam Aplikasi SIPANTAS sebagai bagian dari persiapan penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS).

Kegiatan yang difokuskan pada pemenuhan dan pengisian 9 tatanan Kota Sehat tersebut dipimpin oleh Wakil Wali Kota Palu dan turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Palu. Kegiatan melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Lingkungan Hidup, DP3A, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, DinkopUMKM, Damkar, Dinsos, DPMPTSP, serta BPBD.

Desk dilaksanakan untuk mengoptimalkan keterisian indikator sekaligus memastikan kelengkapan data dan dokumen pendukung pada masing-masing tatanan dalam Aplikasi SIPANTAS. Data capaian Tahun 2024 dan 2025 diverifikasi serta diselaraskan dengan dokumen pendukung yang menjadi bagian dari penilaian Kota Sehat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Palu menargetkan peningkatan capaian dalam penilaian KKS menuju Swasti Saba Wiwerda, dengan memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah serta memastikan pemenuhan data dukung pada seluruh tatanan yang menjadi komponen penilaian.

Berbagi Praktik Baik, Bappeda Sigi Kunjungi Bappeda Kota Palu Bahas I-SIM SDGs--Palu, 28 Agustus 2026 — Badan Perencanaa...
17/09/2026

Berbagi Praktik Baik, Bappeda Sigi Kunjungi Bappeda Kota Palu Bahas I-SIM SDGs
--
Palu, 28 Agustus 2026 — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sigi melakukan kunjungan kerja ke Bappeda Kota Palu dalam rangka koordinasi dan berbagi informasi terkait pengisian I-SIM SDGs (Indikator Sistem Informasi Monitoring Sustainable Development Goals).

Rombongan Bappeda Sigi diterima oleh Sekretaris Bappeda Kota Palu, Ibu Wahyuni, S.Pd., M.Pd. Pertemuan berlangsung dalam suasana koordinatif dan menjadi wadah untuk bertukar informasi serta pengalaman dalam mendukung proses pengisian I-SIM SDGs.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada berbagai hal yang berkaitan dengan proses pengisian I-SIM SDGs, termasuk ketersediaan data sektoral, dokumen perencanaan, inovasi daerah, serta dokumen lain yang relevan, seperti Rencana Aksi Daerah (RAD) TPB/SDGs yang dibutuhkan dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antardaerah, khususnya dalam pengelolaan data dan informasi pembangunan berkelanjutan. Melalui pertukaran pengalaman antara Bappeda Kabupaten Sigi dan Bappeda Kota Palu, diharapkan proses pengisian I-SIM SDGs dapat dilaksanakan secara lebih efektif dan mendukung ketersediaan data pembangunan yang akurat.

PALU — Wakil Walikota Palu, Imelda Liliana Muhidin, membuka secara resmi Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Akses Perlin...
15/09/2026

PALU — Wakil Walikota Palu, Imelda Liliana Muhidin, membuka secara resmi Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Akses Perlindungan Sosial serta Penghidupan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Selasa 15-09-2026.

Kegiatan yang diinisiasi Bappeda Kota Palu bekerja sama dengan Sikola Mombine ini berlangsung di Ruang Auditorium Kantor Walikota Palu. Pertemuan ini menjadi forum bagi pemerintah, lembaga masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan untuk menyamakan langkah dalam memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi secara menyeluruh.

Hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Kota Palu Moh. Fahri, Kepala Bappeda Kota Palu Dr. Ahmad Rijal Arma, S.E., M.M, Kepala Dinas Sosial Kota Palu Susik, pejabat Bagian Hukum Setda Kota Palu, serta perwakilan Sikola Mombine dan organisasi penyandang disabilitas di Kota Palu.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Palu Imelda Liliana Muhidin menyampaikan bahwa perlindungan sosial bagi penyandang disabilitas bukan hanya soal bantuan, tetapi juga soal akses yang setara dalam pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan ruang publik.

"Pemerintah Kota Palu berkomitmen memastikan tidak ada warga yang tertinggal, termasuk penyandang disabilitas. Kita harus memperkuat data, memperluas akses layanan, dan memastikan setiap program pembangunan inklusif sejak perencanaan," ujar Imelda.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara OPD, lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas. Menurutnya, kolaborasi seperti dengan Sikola Mombine menjadi kunci agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Harapannya, pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret berupa penguatan basis data penyandang disabilitas, peningkatan akses bantuan sosial, pelatihan vokasi, serta dukungan usaha mikro agar penyandang disabilitas memiliki kemandirian ekonomi.

"Harapan kami, dari forum ini lahir kebijakan dan program yang benar-benar menjawab kebutuhan. Penyandang disabilitas di Kota Palu harus bisa hidup mandiri, produktif, dan dilibatkan dalam setiap proses pembangunan," harap Imelda.

Kepala Bappeda Kota Palu, Dr. Ahmad Rijal Arma, menambahkan bahwa hasil pertemuan ini akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah ke depan, agar prinsip inklusivitas benar-benar terintegrasi dalam RPJMD Kota Palu.

Pertemuan ditutup dengan diskusi kelompok dan penyusunan komitmen bersama antara pemerintah dan mitra untuk penguatan layanan inklusif di Kota Palu.

BAPPEDA KOTA PALU GELAR RAPAT PENINGKATAN KAPASITAS PERENCANA DAERAH UNTUK OPTIMALISASI RKPD 2027__PALU -- Dalam rangka ...
02/09/2026

BAPPEDA KOTA PALU GELAR RAPAT PENINGKATAN KAPASITAS PERENCANA DAERAH UNTUK OPTIMALISASI RKPD 2027
__

PALU -- Dalam rangka mendukung optimalisasi penyusunan Rencana Kerja Pemerintahan Daerah (RKPD) Kota Palu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu menggelar Rapat Peningkatan Kapasitas Perencana Perangkat Daerah.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 1-3 September 2026, ini dipusatkan di Ruang Rapat Bappeda Kota Palu dan diikuti oleh perwakilan dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Palu.

Rapat ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan perencanaan dan penganggaran daerah. Hasil dari kegiatan tersebut akan ditindaklanjuti dan dipresentasikan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Tahun 2027.

Peserta yang hadir merupakan ujung tombak perencanaan di masing-masing OPD, meliputi Pejabat Kepala Sub Bagian Perencanaan Program, Fungsional Perencana Ahli Muda, serta Operator SIPD.

Kepala Bappeda Kota Palu, Dr. Ahmad Rijal Arma, S.E., M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas ini sangat penting agar dokumen perencanaan daerah dapat lebih berkualitas, terukur, dan selaras dengan prioritas pembangunan.

"Kita ingin memastikan setiap program dan kegiatan yang diusulkan OPD benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dapat diimplementasikan dengan baik melalui SIPD. Dengan kapasitas perencana yang meningkat, diharapkan RKPD dan RAPBD 2027 Kota Palu menjadi lebih optimal dan akuntabel,"ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Bappeda Kota Palu berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antar OPD dalam proses perencanaan, sehingga target pembangunan Kota Palu tahun 2027 dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Address

D. A Sekretariat Daerah Kota Palu (Kantor Wali Kota Palu), Jalan Balaikota No. 1
Palu
94111

Opening Hours

Monday 07:30 - 16:45
Tuesday 07:30 - 16:45
Wednesday 07:30 - 16:45
Thursday 07:30 - 16:45
Friday 07:30 - 11:30

Telephone

+6281285001483

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bappeda Kota Palu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Bappeda Kota Palu:

Shortcuts

Share