21/10/2026
Mewakili Bupati, Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya menghadiri Rapat Koordinasi dan Seremoni Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) NTB Rabu, (21/10). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah itu mengangkat tema "SIGAP PANGAN: Sinergi Penguatan dan Akselerasi Produksi-Hilirisasi Pangan NTB". Kegiatan ini berfokus pada penguatan sinergi antardaerah, peningkatan produksi, dan percepatan hilirisasi pangan demi menjaga stabilitas harga serta kesejahteraan masyarakat.
Menyampaikan arahan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat H. Lalu Muhammad Iqbal, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB H. Lalu Moh. Faozal, menegaskan bahwa potensi sektor pertanian kini menjadi perhatian utama, mengingat posisi strategis NTB yang telah tumbuh menjadi penyangga pangan nasional.
Meski menyimpan potensi besar, Gubernur meminta seluruh pemangku kepentingan untuk mencermati dinamika inflasi NTB. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa inflasi September 2026 sebesar 0,36% (mtm), 2.72% (ytd), dan 4,18% (yoy). Angka tahunan tersebut berada di atas batas sasaran inflasi rasional 12,5 % dan Iebih tinggi dari inflasi riasional September 2026 sebesar 3.28% (yoy). Inflasi tahunan NTB meningkat dari 3,01% pada Juli menjadi 4,03% pada Agustus dan 4,18%, pada September 2026. Tekanan harga ini didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Mengantisipasi gejolak harga komoditas seperti daging ayam dan telur, pemerintah telah melakukan intervensi aktif, salah satunya melalui sinergi Kerja Sama Antar-Daerah (KAD) pasokan telur bersama Pemerintah Kota Bima.
Baca selengkapnya di portal.lomboktimurkab.go.id