Lapas Kelas III Parigi

Call Directions Website Contact the organization

Lapas Kelas III Parigi Informasi dan Pengaduan : +62 822-1445-7828 , +62 813-3614-6494
Email : [email protected]

Panen Beruntun! WBP Lapas Parigi Kembali Petik 100 Ikat Pakcoy untuk Pasar SentralPARIGI – Produktivitas di bidang perta...
17/09/2026

Panen Beruntun! WBP Lapas Parigi Kembali Petik 100 Ikat Pakcoy untuk Pasar Sentral

PARIGI – Produktivitas di bidang pertanian oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi terus menunjukkan tren yang sangat positif. Belum genap sehari berselang dari panen sebelumnya, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kembali mencatatkan keberhasilan dengan memanen sebanyak 100 ikat tanaman pakcoy segar pada Kamis pagi (17/09) di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) beranggang Lapas Parigi.

Kegiatan panen yang berlangsung penuh semangat ini merupakan wujud nyata dari konsistensi program pembinaan kemandirian yang diterapkan di dalam lapas. Berbekal keterampilan agraris yang terus dilatih, para WBP merawat tanaman tersebut hingga siap dipanen dan memenuhi kuota pasar.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas, hasil panen sebanyak 100 ikat pakcoy ini langsung didistribusikan kepada para mitra pedagang sayuran di Pasar Sentral Parigi. Distribusi lanjutan ini melengkapi kesuksesan sebelumnya, di mana Lapas Parigi secara konsisten memasok hasil pertanian ke pasar yang sama.

Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan Lapas Kelas III Parigi, I Made Yori Andrianto, menyampaikan rasa bangganya atas produktivitas yang ditunjukkan oleh para WBP yang terus berkesinambungan dari hari ke hari.

“Kami sangat bersyukur program pembinaan kemandirian di bidang pertanian ini terus menunjukkan hasil yang produktif dan berkelanjutan. Panen pakcoy yang dilakukan secara beruntun hari ini membuktikan bahwa para WBP memiliki ketekunan dan keseriusan dalam mengelola area SAE beranggang. Hasil panen yang langsung disalurkan ke mitra pedagang di Pasar Sentral Parigi ini juga menjadi indikator bahwa produk binaan Lapas Parigi memiliki kualitas yang diandalkan dan diterima baik oleh masyarakat,” ujar I Made Yori Andrianto.

Salah satu WBP asimilasi yang turut serta dalam proses panen berinisial AL, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas kesempatan serta hasil kerja keras yang mereka peroleh.

“Kami sangat bersyukur dan bersemangat bisa kembali memanen pakcoy hari ini. Pengalaman merawat tanaman dari awal hingga bisa langsung dijual ke Pasar Sentral Parigi memberikan kami banyak pelajaran berharga serta bekal keterampilan yang berguna untuk masa depan kami nanti,” tutur AL.

Melalui keberhasilan panen yang konsisten ini, Lapas Kelas III Parigi berharap para WBP dapat terus mengasah keterampilan kerja mereka, sehingga kelak menjadi bekal yang mandiri, produktif, dan bermanfaat ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.





Komitmen Bersih dari Narkoba, Lapas Kelas III Parigi Gelar Tes Urine Acak bagi Warga BinaanPARIGI – Upaya pencegahan, pe...
17/09/2026

Komitmen Bersih dari Narkoba, Lapas Kelas III Parigi Gelar Tes Urine Acak bagi Warga Binaan

PARIGI – Upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkungan pemasyarakatan terus digelorakan. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba (Zero Halinar) dengan melaksanakan kegiatan tes urine secara acak.

Kegiatan inspeksi mendadak melalui tes urine ini dilangsungkan pada Kamis (17/09) bertempat di Ruang Serba Guna Lapas Kelas III Parigi. Sasaran pemeriksaan ini ditujukan secara acak kepada 4 (empat) orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Pelaksanaan tes urine berjalan dengan tertib, transparan, dan mendapat pengawasan ketat dari petugas. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan alat uji yang digunakan terhadap keempat WBP tersebut, seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Tidak ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika maupun zat terlarang lainnya di kalangan WBP yang diperiksa.

Kepala Lapas Kelas III Parigi, Andar Saenur Warikas, menegaskan bahwa kegiatan tes urine ini merupakan agenda rutin yang menjadi langkah preventif institusinya dalam menjaga keamanan, di mana pemilihan waktu dan tanggal pelaksanaannya sengaja dilakukan secara acak demi efektivitas pengawasan.

"Tes urine bagi warga binaan adalah kegiatan yang rutin kami lakukan secara berkala. Namun, untuk menjaga efektivitas pengawasan dan unsur kejutan sebagai bagian dari deteksi dini (early warning system), pemilihan waktu serta tanggal pelaksanaannya kami tentukan secara acak. Alhamdulillah, hasil pemeriksaan hari ini terhadap keempat WBP menunjukkan hasil negatif. Ini membuktikan bahwa pembinaan dan pengawasan di dalam lapas berjalan dengan baik, serta komitmen kami untuk memerangi narkoba terus terjaga konsistensinya,” ujar Andar Saenur Warikas.

Dengan hasil negatif yang diperoleh, hal ini sekaligus menegaskan bahwa jajaran Lapas Kelas III Parigi terus konsisten mewujudkan pemasyarakatan yang berintegritas, bersih, dan terbebas dari barang terlarang.





16/09/2026

"Halo Sobat Pemasyarakatan! đź‘‹

Sebelum masuk untuk ketemu keluarga atau kerabat tercinta di dalam, yuk bantu petugas kami dengan menyerahkan barang bawaan untuk dicek dulu ya.

Semua ini demi keamanan dan kenyamanan kita bersama. Terima kasih banyak atas kerja samanya ya." 🙏





Panen Berlanjut! 160 Ikat Pakcoy Karya WBP Lapas Parigi Kembali Penuhi Pasar SentralPARIGI – Produktivitas di bidang per...
15/09/2026

Panen Berlanjut! 160 Ikat Pakcoy Karya WBP Lapas Parigi Kembali Penuhi Pasar Sentral

PARIGI – Produktivitas di bidang pertanian oleh jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi terus berlanjut dan menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada Selasa (15/09), giliran komoditas sayur pakcoy sebanyak 160 ikat yang berhasil dipanen di area kebun Lapas Parigi, tepatnya di bagian area beranggang.

Kegiatan panen kali ini berlangsung penuh kebersamaan dan semarak karena diikuti langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Andar Saenur Warikas, Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan I Made Yori Andrianto, jajaran staf pembinaan, para WBP asimilasi, serta rekan-rekan peserta magang.

Sebagai bentuk nyata dari hasil pembinaan kemandirian yang berkelanjutan, sebanyak 160 ikat pakcoy segar tersebut langsung didistribusikan kepada para mitra pedagang sayuran di Pasar Sentral Parigi. Langkah ini menjadi penegas produktivitas Lapas Parigi, menyusul kesuksesan sehari sebelumnya di mana Lapas Parigi juga sukses memasok dan mendistribusikan hasil panen kangkung ke pasar yang sama.

Kepala Lapas Kelas III Parigi, Andar Saenur Warikas, menyampaikan apresiasi atas sinergi dan konsistensi seluruh pihak dalam menjalankan program pembinaan ini.

“Keberhasilan panen pakcoy hari ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian berjalan konsisten dan produktif. Memanfaatkan area beranggang menjadi lahan pertanian yang menghasilkan membuktikan bahwa di balik keterbatasan, WBP tetap bisa berkarya, menghasilkan produk berkualitas, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat luas melalui kemitraan di Pasar Sentral Parigi,” ujar Andar Saenur Warikas.

Salah satu WBP asimilasi yang turut ambil bagian dalam proses panen berinisial AM, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian tersebut.

“Kami sangat senang dan bersyukur bisa kembali memanen sayur pakcoy sebanyak 160 ikat bersama-sama hari ini. Proses merawat dari bibit hingga panen, ditambah melihat hasil jerih payah kami langsung dijual ke Pasar Sentral Parigi, memberikan kami kebanggaan tersendiri serta motivasi besar untuk terus berbuat positif dan siap mandiri saat kembali ke masyarakat nanti,” tutur AM dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan pembinaan kemandirian seperti ini, Lapas Kelas III Parigi berkomitmen untuk terus membekali WBP dengan keterampilan agraris yang aplikatif, sehingga kelak menjadi bekal yang bermanfaat saat mereka kembali berintegrasi di tengah keluarga dan masyarakat.





Panen 160 Ikat Kangkung, WBP Asimilasi Lapas Parigi Pasok Kebutuhan Pasar SentralPARIGI – Program pembinaan kemandirian ...
15/09/2026

Panen 160 Ikat Kangkung, WBP Asimilasi Lapas Parigi Pasok Kebutuhan Pasar Sentral

PARIGI – Program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi kembali membuahkan hasil yang membanggakan. Pada Senin (15/09), para WBP yang menjalankan program asimilasi sukses melaksanakan panen tanaman sayur kangkung sebanyak 160 ikat di area kebun Lapas Parigi.

Kegiatan panen yang penuh semangat ini turut didampingi dan diikuti langsung oleh 2 orang staf Subseksi Pembinaan Lapas Kelas III Parigi. Sebagai bentuk konkret dari hasil kerja keras tersebut, sebanyak 160 ikat kangkung segar ini tidak berhenti di dalam tembok Lapas, melainkan langsung didistribusikan kepada para mitra pedagang di Pasar Sentral Parigi guna memenuhi permintaan pasar.

Kepala Lapas Kelas III Parigi, Andar Saenur Warikas, memberikan apresiasi atas keberhasilan pembinaan kemandirian di bidang pertanian tersebut.

“Kegiatan bercocok tanam ini bukan sekadar mengisi waktu luang bagi WBP, tetapi merupakan bentuk pembinaan kemandirian yang terukur dan produktif. Kami ingin memastikan hasil kerja para WBP memiliki nilai manfaat, bernilai ekonomi, dan diterima baik oleh masyarakat luas melalui kemitraan dengan para pedagang di Pasar Sentral Parigi,” ujar Andar Saenur Warikas.

Salah satu WBP asimilasi yang turut serta dalam proses panen berinisial BD, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya bisa menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami sangat senang dan bersyukur bisa terlibat langsung dalam proses dari awal menanam hingga memanen kangkung ini. Pengalaman serta keterampilan bertani yang kami dapatkan selama pembinaan di Lapas Parigi menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus berbuat positif dan siap mandiri saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat nanti,” tutur BD penuh semangat.

Melalui program asimilasi dan pembinaan kemandirian semacam ini, Lapas Kelas III Parigi terus berkomitmen untuk membentuk WBP menjadi pribadi yang produktif, memiliki keahlian nyata, dan siap berintegrasi secara positif.





Pererat Sinergi dan Keakraban, Jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng, PA Parimo, dan PELTI Parimo Gelar Pertandingan Tenis Pe...
14/09/2026

Pererat Sinergi dan Keakraban, Jajaran Kanwil Ditjenpas Sulteng, PA Parimo, dan PELTI Parimo Gelar Pertandingan Tenis Persahabatan

PARIGI – Jalinan sinergitas dan silaturahmi antar-instansi kembali terpatri hangat melalui kegiatan olahraga bersama. Jajaran petugas pemasyarakatan di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah menggelar pertandingan tenis persahabatan melawan para pegawai Pengadilan Agama (PA) Parigi Moutong (Parimo) dan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kabupaten Parigi Moutong.

Aksi sportivitas tersebut dihelat di Lapangan Tenis Pengadilan Agama Parimo pada Sabtu (12/09). Kegiatan ini dilangsungkan dari sore hingga malam hari dalam suasana yang penuh keakraban, kekeluargaan, dan semangat kebersamaan.

Momen istimewa pun tersaji di atas lapangan hijau ketika Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Bapak Herman Mulawarman, A.Md.IP., S.Sos., turun langsung bertanding bersama Ketua Pengadilan Agama Parimo, Bapak Sukahata Wakano, S.H.I., S.H., M.H. Pertandingan persahabatan ini turut diramaikan oleh kehadiran para Kepala Unit Pelaksana Teknis (Ka. UPT) di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah yang berasal dari Kota Palu dan sekitarnya, serta jajaran pengurus PELTI Parimo.

Kemeriahan kegiatan ini semakin lengkap dengan keterlibatan jajaran Lapas Parigi sebagai UPT tuan rumah yang berada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, yang turut berpartisipasi dan memeriahkan jalannya acara.

Melalui kegiatan positif seperti ini, diharapkan koordinasi, kolaborasi, dan hubungan baik antara jajaran Pemasyarakatan dengan lembaga peradilan serta organisasi keolahragaan di Kabupaten Parigi Moutong dapat semakin solid, baik dalam hal kedinasan maupun sinergi pelayanan kepada masyarakat.




"Satu Hening, Ribuan Doa: Duka Lapas Kelas III Parigi untuk Rekan ASN di Jayawijaya." 🤲​Keluarga Besar Lapas Kelas III P...
14/09/2026

"Satu Hening, Ribuan Doa: Duka Lapas Kelas III Parigi untuk Rekan ASN di Jayawijaya." 🤲

​Keluarga Besar Lapas Kelas III Parigi turut berduka cita yang mendalam atas gugurnya 3 rekan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya.

Semoga pengabdian terbaik para almarhum dan almarhumah bernilai ibadah, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi ketabahan dan kekuatan.





Apakah Urusan Penjara Hanyalah Tentang Menjaga Tembok Tinggi dan Mengunci Pintu Sel?Tidak! Urusan di dalam Lembaga Pemas...
14/09/2026

Apakah Urusan Penjara Hanyalah Tentang Menjaga Tembok Tinggi dan Mengunci Pintu Sel?

Tidak! Urusan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ternyata tidak sesederhana itu. Kenyataannya jauh lebih kompleks dan humanis. Jika Anda berpikir petugas pemasyarakatan hanya berdiam diri mengawasi blok hunian, mari lihat apa yang terjadi pada Senin (14/09) pagi.

Tiga petinggi Lapas Kelas III Parigi tiba-tiba "turun gunung" mendatangi tiga instansi berbeda secara maraton. Ada misi besar apa yang sebenarnya sedang mereka kejar?
Jawabannya bermuara pada dua hal fundamental: keamanan infrastruktur dan masa depan warga binaan.

Hari itu, rombongan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Parigi bersama Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) dan Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan menyambangi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parigi, Kantor Kecamatan Parigi, hingga Kantor Desa Olaya.

Di perhentian pertama, yakni Dinas PU Parigi, pihak Lapas berkonsultasi mengenai kelayakan teknis bangunan penunjang. Mengingat fasilitas Lapas membutuhkan standar keamanan ekstra yang berbeda dari bangunan biasa, koordinasi ini sangat krusial. Pihak Dinas PU menyambut baik dan siap menurunkan tim teknis untuk survei lapangan setelah menerima surat permohonan resmi.

Sementara itu, kunjungan ke Kecamatan Parigi dan Pemerintah Desa Olaya berfokus pada sisi kemanusiaan. Menyadari bahwa Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kelak akan kembali ke masyarakat, Lapas Parigi proaktif meminta dukungan penuh dari pemerintah setempat untuk menyukseskan program pembinaan kemandirian. Bak gayung bersambut, Camat Parigi dan Kepala Desa Olaya menyatakan kesiapan penuh untuk berkolaborasi.

Kepala Lapas Kelas III Parigi, Andar Saenur Warikas, menegaskan bahwa tugas pemasyarakatan sangat membutuhkan sinergi lintas sektoral.

“Membina warga binaan dan memastikan kelayakan fasilitas pemasyarakatan tidak bisa kami lakukan sendirian. Kunjungan ke Dinas PU adalah wujud kehati-hatian kami agar infrastruktur Lapas benar-benar aman. Sementara itu, kolaborasi dengan Pak Camat dan Pak Kades adalah kunci utama untuk mendukung program kemandirian WBP kita," tegas Andar Saenur Warikas.

Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata bahwa Lapas Kelas III Parigi terus berbenah dan membuka diri. Ke depannya, melalui sinergi yang terbangun ini, diharapkan fasilitas pembinaan menjadi semakin layak. Lebih dari itu, saat para warga binaan bebas nanti, lingkungan dan pemerintah daerah diharapkan sudah sepenuhnya siap menerima mereka kembali sebagai individu yang baru, mandiri, dan berdaya guna bagi masyarakat. (Humas Lapas Kelas III Parigi)





Halo Sahabat Pemasyarakatan! 📢 Ingin mengunjungi keluarga atau kerabat di Lapas Kelas III Parigi?Yuk, pastikan untuk men...
14/09/2026

Halo Sahabat Pemasyarakatan! 📢

Ingin mengunjungi keluarga atau kerabat di Lapas Kelas III Parigi?

Yuk, pastikan untuk mengetahui dan mematuhi Ketentuan Kunjungan. Aturan ini dibuat demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan kita bersama, terutama bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan.

Simak detail ketentuannya di slide/gambar di bawah ini. Terima kasih atas pengertian dan kerjasamanya! 🤝




Penuhi Hak Integrasi, Lapas Kelas III Parigi Bebaskan Dua Warga Binaan Melalui Program Pembebasan BersyaratPARIGI – Lemb...
14/09/2026

Penuhi Hak Integrasi, Lapas Kelas III Parigi Bebaskan Dua Warga Binaan Melalui Program Pembebasan Bersyarat

PARIGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi kembali memenuhi hak integrasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada Minggu (13/9/2026), sebanyak dua orang WBP berinisial AY dan R resmi menghirup udara bebas setelah mendapatkan program Pembebasan Bersyarat (PB).

Pelaksanaan program Pembebasan Bersyarat ini diberikan kepada WBP yang telah memenuhi seluruh persyaratan, baik secara administratif maupun substantif, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan ketentuan Permenkumham Nomor 7 Tahun 2022, persyaratan pemberian Pembebasan Bersyarat meliputi telah menjalani masa pidana sekurang-kurangnya dua pertiga dengan ketentuan paling singkat 9 bulan, menunjukkan kelakuan baik yang dibuktikan dengan tidak tercatat dalam buku pelanggaran tata tertib (Register F) atau tidak sedang menjalani hukuman disiplin, aktif mengikuti program pembinaan, telah menjalani program Asimilasi, serta menyampaikan kelengkapan dokumen administratif seperti salinan putusan pengadilan, laporan perkembangan pembinaan, laporan penelitian kemasyarakatan (Litmas) dari Bapas, surat pemberitahuan ke Kejaksaan Negeri, surat pernyataan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum, serta surat jaminan kesanggupan dari keluarga, wali, atau lembaga terkait.

Setelah resmi keluar dari Lapas Kelas III Parigi, status hukum AY dan R secara otomatis beralih menjadi Klien Pemasyarakatan. Perlu diketahui bahwa kebebasan yang didapatkan bukanlah kebebasan mutlak. Keduanya kini berada di bawah pengawasan ketat Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan diwajibkan untuk melakukan pelaporan diri secara berkala. Apabila selama masa percobaan keduanya kembali melakukan pelanggaran hukum atau meresahkan masyarakat, maka hak Pembebasan Bersyarat tersebut akan dicabut dan mereka wajib kembali menjalani sisa masa pidana di dalam Lapas.

Kepala Subseksi (Kasubsi) Pembinaan Lapas Kelas III Parigi, I Made Yori Andrianto, menjelaskan bahwa pemenuhan hak integrasi ini merupakan hasil nyata dari berjalannya sistem pembinaan pemasyarakatan yang terukur, sekaligus wujud komitmen Lapas terhadap wilayah bebas dari korupsi.

“Pembebasan Bersyarat ini merupakan hak yang diberikan negara kepada WBP yang telah berdedikasi mengikuti program pembinaan kami dengan baik. Kami pastikan seluruh proses pengurusannya di Lapas Parigi berjalan sesuai SOP dan dijamin gratis tanpa pungutan liar. Kami berharap pembinaan yang telah didapatkan di sini menjadi bekal bagi AY dan R untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka adalah individu yang lebih baik, produktif, dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu,” tegas I Made Yori Andrianto.

Salah satu WBP yang memperoleh program Pembebasan Bersyarat, AY, menyampaikan rasa syukur dan harunya setelah bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada jajaran Lapas Kelas III Parigi yang sudah membimbing kami selama menjalani masa pidana di sini. Selama pembinaan, kami tidak hanya dibimbing secara kepribadian, tetapi juga mendapatkan pelajaran berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama dan ingin segera menata hidup kembali bersama keluarga,” ujar AY penuh haru.

Melalui pemberian Pembebasan Bersyarat ini, Lapas Kelas III Parigi berharap program pembinaan kemandirian dan kepribadian yang telah diberikan selama masa pidana dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi WBP untuk kembali berintegrasi dan berbaur secara positif di tengah masyarakat. (Humas Lapas Kelas III Parigi)




Address

Jalan Kuda Laut Nomor 2
Parigi
94471

Opening Hours

Monday 07:30 - 14:30
Tuesday 07:30 - 14:30
Wednesday 07:30 - 14:30
Thursday 07:30 - 14:30
Friday 07:30 - 11:30
Saturday 07:30 - 13:30

Telephone

+6281543364406

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Lapas Kelas III Parigi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Lapas Kelas III Parigi:

Shortcuts

Share