meyke_p_rangkang

meyke_p_rangkang

Share

This page is made to help people find their way to TP

Photos from meyke_p_rangkang's post 02/04/2023

True Mother

04/08/2021

DIMANA KEADILAN? DIMANA DAMAI ITU?

Setelah menikah dengan pria Purwakarta, saya membeli rumah murah kecil sederhana semi permanen setengan beton dan setengah bambu di Cibungur-Purwakarta arah ke Cikampek dan setahun kemudian membeli rumah bapak mertua yang oleh karena sudah tua, duda dan lumpuh, maka beli melalui anak-anak yang bersama bapak mertua di jalan pertanahan Irigasi Purwakarta kota.
Setelah rumah yang saya beli cicilan dari Bank Tabungan Negara (BTN) yang menjadi tempat pertemuan pertama saya dengan suami di Tangerang-Banten (Jakarta Raya) ada yang beli, maka uang dari 20% sebagian kecil saya donasikan ke yayasan, sebagian lagi saya gunakan membeli 2 tiket pesawat juga urus visa serta persiapan lain untuk suami- istri ke Korea. Namun karena suami tidak mendapat ijin visa jadi uang tiket dikembalikan setelah potongan dan habis buat biaya hidup beberapa lama dan beli motor Mio bekas. Uang sisa 80% saya tabung dan mulai memperbaiki rumah di Tanah Irigasi Purwakarta kota. Mengganti bambu menjadi beton, membangun sisi kiri, kanan, depan belakang rumah serta memasang keramik sederhana untuk seluruh bagian dalam rumah, mengecat hingga sedikit layak dihuni juga ingin digunakan untuk tempat berkumpul terutama keluarga suami di Purwakarta dan untuk pertemuan pelatihan bersama yayasan dan pendidikan nantinya.
Walau semua rumah di atas tanah hanya hak guna bangunan saja, tapi boleh menetap tanpa pinda sana-sini.
Disebelah kanan dan kiri rumah saya, ada tetangga yang membangun diatas tanah yang mereka tebus dari bapak mertua.
Sebelum membangun, saya harus membayar terlebih dahulu pajak tanah yang belum terpisah dengan tetangga kanan dan kiri. Karena saya ingin menolong tetangga yang saat itu kelihatan susah, jadi saya membayar tunggakan empat tahun pajak keseluruhan termasuk kewajiban pajak tetangga kanan dan kiri. Dengan demikiaan boleh sekaligus mengurus pemisahan batas kanan dan kiri. Walau sejak awal sudah diberitahu tapi hingga sekarang ini sudah sekitar 13 tahun, tidak ada satupun dari tetangga kanan dan kiri yang mengembalikan kepada saya kewajiban bayar pajak mereka tersebut karena saya juga tidak pernah menagih. Lagi p**a saya pikir saat itu saya masih kuat kerja mencari nafkah termasuk untuk memenuhi biaya hidup keluarga karena suami masih belum bekerja.
Suatu tengah malam saya pernah bermimpi: di sebelah kiri dan kanan rumah keluar dari dalam tanah dua makhluk hitam berbisa menyerupai kalajengking berukuran besar. Itu sangat mengancam hidup saya dan menakutkan. Bahkan sudah bertahun-tahun hingga sekarang pun saya tidak lupa dengan mimpi itu. Menurut Bapak Sejati, bila mimpi teringat jelas dan tidak mudah terlupakan, itu biasanya inspirasi petunjuk dari Allah.
Saya berdoa bertanya kepada Allah, apa arti mimpiku semalam? Belum berapa hari kemudian, terjadi keributan dengan tetangga sebelah kanan. Saya hanya menegur kepada bapak pemilik rumah sebelah kanan, tolong jangan terus buang dan bakar sampah di depan jalan pekarangan rumah saya yang dipakai mereka sebagai jalan menyerong ke depan rumah saya. Saya tidak bermaksud menguasai tanah pemerintah dan jalan umum, tapi
Hal itu bukan saja saya merasa disepelehkan tapi juga menurut aturan aliran air dan angin yaitu hukum alam semesta yang dikenal dengan istilah orang Timur sebagai Fengshui, tindakan tetangga sebelah kanan itu menyimbolkan menutup jalan rejeki orang penghuni rumahku dengan hal-hal sampah yang kotor. Berkali-kali ditegur halus tidak ditanggapi. Karena tidak sabar lagi terus diabaikan, saya jadi langsung menegur dengan terus-terang.
Terkejut saya melihat tanggapan sang bapak yang bersuara keras, disusul dengan suara teriakan istrinya dari dalam rumah ke teras depan sambil meneriaki, mencaci-maki saya dengan teriakan istilah kotor seperti sampah dan nama-nama hewan. Karena terkejut dengan teriakan yang berbahaya, saya jadi terdiam sakit hati sambil berdoa. Seperti disadarkan kalau sebetulnya inilah arti mimpi buruk saya beberapa hari sebelumnya. Saya tersadar dan mengalah diam dan kembali masuk ke rumahku. Saya bersyukur karena sebelum terjadi, hal ini sudah diwahyukan sebelumnya. Kalau tidak, pasti saya juga tidak mau mengalah dan membenarkan diri. Bisa saja saling adu kekerasan yang mungkin mengancam nyawa. Maka saya pilih diam.
Kalau begitu apakah hal yang sama juga akan terjadi lagi pada tetangga sebelah kiri rumah saya?
Saya tidak mau perselisihan yang serupa terjadi dengan tetangga kiri. Apalagi saya sudah diberitahu dari surga sebelumnya agar berhati-hati dengan ancaman berbahaya kanan dan kiri. Saya sadari bahwa Allah Maha mengetahui maka diberitahukan kepada saya lewat mimpi agar berhati-hati dengan menjaga kesabaran dan bahkan harus mengasihi musuh.
Anehnya meskipun saya mengadu kejadian itu kepada suami ketika dia p**ang ke rumah dari jalan-jalan tanpa melihat apa yang terjadi, dia tetap memarahi dan menyalahlan saya. Saya maklum karena besan pemilik rumah tetangga kanan saya menikah dengan adik kakek suami saya. Saya sadar memang saya sedang diuji kesabaran. Hanya saya dan Allah saja yang tahu dengan keadaan sebenarnya.
Sejak kejadian itu saya sering bersabar dengan apa yang diperlakukan oleh tetangga kiri dan kanan. Seperti dalam mimpi kalajengking itu keluar dari tanah, maka setiap kali hal yang dijadikan alasan untuk menuntut kesabaran saya keluar dari permasalahan tanah kanan dan kiri.
Bertahun-tahun telah berlalu. Tetangga kanan pemilik rumah pun sudah terlebih dahulu meninggalkan dunia ini. Didahului oleh istrinya membuat sang suami menjadi murung dan sering melamun bahkan sakit dan pernah saya jenguk di rumahnya dan menolongnya membelikan bubur ke warung. Dalam hal ini saya menjadi kasihan dan sempat memaafkan dia hingga meninggal dunia dengan tenang. Itu tidak terjadi pada istrinya karena tiba-tiba dengar berita dia meninggal dunia ketika saya dan suami bepergian ke kampung halaman saya di Sulawesi Utara.
Kemudian rumah itu diganti penghuni dari salah satu putra mereka yang membawa istri dan anak ditambah mertua atau besan mereka yang pernah menikah dengan adik kakek suami saya.
Umur memang ditangan Tuhan. Suami bilang umurnya hampir seumur aku.Tapi dengan melihat umur mereka lebih pendek, bahkan dari besan mereka yang jauh lebih tua dari.mereka, membuat aku semakin sadar bahwa benar kata Firman Tuhan bahwa "Kasihilah musuhmu." Membenci sama dengan membunuh. Saya berpikir mungkin kalau saya mengikhlaskan tanpa sakit hati ataupun dendam atas semua perbuatan mereka dengan cinta kasih, maka Allah pasti ikut memanjangkan umur mereka dalam kasih-Nya.
Bapak sejati pernah berkata: Selama kamu menjadi orang benar, maka Allah berpihak padamu. Siapa pun yang kamu kasihi, Allah akan ikut mengasihinya, siapa pun yang nemusihimu Allah akan memusuhinya.
Kembali saya menyadari, betapa sulitnya menyangkal diri ini untuk menjadi orang benar. Kemarahan pun harus dirubah menjadi senyum.
"Ternyata memang benar : Mengeluh, iri hati, dengki, dendam dan kepahitan itu merusak hati, merusak diri, membawa penyakit dan memperpendek takdir usia. Sedangkan hati yang gembira adalah obat, menyehatkan tubuh, condong memanjangkan umur.
Berdasarkan filosofi hidup demikian, maka ancaman serangan yang diturunkan oleh sang ibu tersebut dari alam roh kepada menantu perempuan dan besan mereka, berkali-kali saya ditentang, saya mudah saja memaafkan.
Meskipun hukum ini sudah berulang-ulang diketahui namun tanpa dialami akan selalu lupa.
Jadi sebenarnya apapun keadaannya harus selalu bersyukur dan menerima dengan ikhlas.
Namun Iblis menggunakan kesempatan disaat kita terlena.
Sekarang dengan tetangga kiri.
Semenjak masih baru menghuni rumah di pertanahan Irigasi, tetangga kiri mengklaim bahwa sumur air yang biasanya digunakan bersama dengan tetangga kiri, diambil alih sebagai milik sendiri. Pada suatu musim kering saya dimarahi
menggunakan sumur itu.
Saya dimarahi dengan kerasnya oleh salah satu saudari disitu agar tidak mengambil air disitu.
Kemudian ibu pemilik rumah tetangga kiri berjanji akan bantu tenaga gali sumur oleh anggota keluarganya dengan biaya lebih murah untuk gali sumur baru di depan rumah saya. Walau lebih murah tapi biaya gali sumur bukan hanya seperak dua perak.
Tetap saja saya harus keluarkan banyak biaya. Apalagi tidak dikerjakan maksimal dan tidak ada garansi, beberapa bulan harus biaya orang lain gali lagi hingga tiga kali periode gali lagi. Sekarang setiap tahun kekeringan, saya harus cari air dari tempat lain.
Saya berpikir kenapa saya tidak diijinkan walau tidak mendatangi sumur tapi hanya dengan memasang p**a air ke dalam sumur dengan menggunakan p***a listrik saya sendiri? Tapi itu tidak saya paksakan, ikhlaskan saja.
Tidak berapa lama, batas dapur saya dan sumur itu dipagar tembok disambung fondasi beton hingga ke jalan.
Saluran air depan rumah s**a saya bersihkan termasuk rumput di bawah satu pohon nangka besar yang sudah mulai berbuah karena dilihat dari batas tanah ke depan sebelum di pasang fondasi, pohon nangka itu ada di area depan rumah saya. Juga menurut bapak mertua bahwa pohon nangka itu ditanam olehnya. Tp begitu dipagar beton dan fondasi, mereka klaim itu pohon nangka liar dan ada di area depan mereka. Saya pikir tidak perlu saya klaim walau saya juga s**a nangka. Saya pikir sebaiknya harus tanam sendiri.
Setelah beberapa lama kemudian, ruang sebelah kiri rumah saya dibangun tembok, kelihatannya, lebar area pintu keluar
samping di depan menyempit dari belakang. Tapi luas ruangan samping kiri rumah dari belakang ke depan tidak menyempit.
Apa yang aneh? Ternyata fondasi pagar mereka di sebelah kiri rumah saya menyerong ke kanan. Pantas pohon nangka di depan rumah saya sisi kiri saluran air diklaim milik mereka. Tidak apa-apalah! Saya pun menanam sendiri bibit biji nangka di belakang dan di sisi saluran air depan rumah. Semakin pohon yang aku tanam membesar, malahan yang di belakang rumah dipotong setelah sekali memetik buahnya memenuhi keinginan yang tertunda untuk makan buah nangka dipetik sendiri dari halaman. Pohon itu saya pilih dipotong karena mau membangun ruangan dapur. Satu pohon saja di depan rumah yg dibiarkan tumbuh besar. Semakin pohonnya tinggi, semakin banyak buah nangka terlihat di pohon tetangga kiri karena arah pohonnya condong menjulur ke arah kanan depan rumahku. Tapi saya tidak mau memetiknya, juga kebanyakan buahnya membusuk dan jatuh sebelum dipetik. Kata orang, hal itu disebabkan karena pada saat pertama berbuah, itu dipetik sebelum matang. Jadi buah selanjutnya busuk dan jatuh sebelum dipetik matang.
Kalau kata saya, alam semesta termasuk tumbuhan juga punya dual karakteristik internal dan eksternal sebagaimana Allah, manusia dan ciptaan lain.
Karakter ganda tumbuhan itu adalah pikiran dan tubuh. Meskipun lebih rendah tingkatannya daripada Hewan apalagi Manusia dan Allah.
Kita tau pikiran tumbuhan lebih jelas pada bunga matahari. Arah bunganya condong mengikuti arah matahari terbit. Matahari adalah simbol Cahaya simbol Allah simbol Kebenaran.
Jadi alam ciptaan ini condong ke arah yang benar.
Aku sangat bersyukur karena bisa hidup di jaman ini berkesempatan bertemu langsung dengan Orang tua Sejati yang mengajarkan Kebenaran Hukum Alam yaitu Prinsip Ilahi dan mengungkapkan semua rahasia Allah internal di alam roh (pikiran) dan Allah eksternal lewat tubuhnya (alam jasmani). Sebagaimana pikiran manusia tidak kelihatan namun tindakan tubuh jasmaninya kelihan dan mencerminkan isi hati dan pikirannya yang tidak kelihatan di alam rohani. Itulah dual karakter manusia.
Dengan mempelajari Prinsip Ilahi, kita semakin akrab dengan Allah internal dan Allah eksternal.
Dengan begitu terkadang Allah internal berkomunikasi dengan kita secara hati nurani dan mimpi di alam roh juga Allah eksternal berbicara dengan kita lewat dunia nyata di alam jasmani termasuk lewat tumbuhan, hewan dan ciptaan lainnya.
Dengan begitu juga kita semakin berhati-hati dalam menjalani hidup yang benar. Dual karakter diciptakan dari Allah sumbernya oleh kasih. Sehingga hidup di dalam kebenaran itu sendiri harus dibawah naungan kasih Ilahi.
Dengan begitu juga kita menjadi orang yang optimis, sabar walaupun diperlakukan jahat. Kita harus kasihan kepada mereka oleh kebodohan mereka yaitu tidak tau apa yang mereka perbuat. Mereka tidak tau apakah itu benar atau salah, baik atau jahat, menguntungkan sesaat dan merugi selamanya atau menguntungkan sebagai hak dari berkat Allah. Hati nurani adalah tempat tinggal Allah di dalam diri kita. Namun hati nurani orang jahat telah ditutup oleh ketamakan dan keegoisannya sendiri.
Itulah mengapa orang benar harus banyak mengalah, merendahkan hati, tunduk seperti padi semakin berbobot semakin menunduk.
Aku menulis ini juga sebagai renungan yang meredamkan kesedihanku sore ini 2 Agustus 2021.
Dari sekian banyak perlakuan-perlakuan yang membutuhkan kesabaran, lama kelamaan saya bisa hidup berdamai dengan tetangga. Apalagi akhir-akhir ini saya membantu bahan bangunan tetangga sebelah kanan untuk membangun jalan nereka sendiri agar jalan menyerong di depan rumah saya ditutup dan tidak menimbulkan masalah. Namun karena saya tidak bisa membantu banyak, jalan nereka sendiri masih juga belum siap digunakan. Jadi saya menawarkan jalan sementara yang baru saya bangun di depan rumah saya dari sebelah kiri menanjak naik ke atas.
Saya berusaha melupakan apa yang sudah terjadi dan pernah mengundang kedua anak mereka yang sudah besar untuk mengikuti kursus gratis bahasa Inggris di rumah saya walau hanya beberapa lama mereka belajar lalu berhenti sendiri. Namun tiga anak tetangga sebelah kiri rumah sudah tiga tahun belajar gratis di Petromera English Class yang saya kelola secara sederhana di rumah saya sejak bulan Juli tahun 2018. Kalau selesai ulangan sering saya berbagi hadiah sederhana buat mereka yang rajin dan bagus nilainya termasuk kepada anak tetangga kiri rumah.
Seiring waktu berlalu, kehidupan tetangga juga tidak lagi terlihat susah tapi semakin juga diberkati Tuhan.
Tanpa aku sadari dan tanpa aku memenuhi kewajiban doa harianku beberapa hari ini, aku menjadi lupa kontrol dan diserang Setan.
Sudah seminggu saya tidak ada di Purwakarta karena urusan di Semarang dan mempersiapkan untuk membuka cabang tempat kursus baru di Semarang, Jawa Tengah. Lagip**a meskipun saya ke Purwakarta, saya selalu tidur malam di Lantai Lima Rumah Susun, Apartemen Transit Purwakarta.
Saya tadinya menyewa Rumah susun untuk membamtu keluarga suami yang menjadi korban rumah kontrakan merrka kebakaran. Tapi karena mereka tidak nau naik turun tangga 5-lantai jadi saya menempatinya untuk tidur malam. Juga karena sedang bermasalah dengan suami yang ingin cerai agar bisa nikah lagi untuk punya anak sendiri, jadi perabotan saya pindahkan ke Rusun agar rumah bisa dijual. Namun karena akhir-akhir ini dia berbalik ingin tinggal di rumah yang menurut dia banyak kenangan masa lalu dengan keluarganya maka setiap hari dia disitu, saya di Rusun.
Sambil saya menggalang dana dan nafkah sendiri untuk memperbaiki rumah yang membuat saya putus asa karena selalu merongrong bergantian rusak sana-sini, tambahan p**a saya sudah cukup tua untuk mencari nafkah sendiri.
Belum juga siap rumah itu untuk dijual atau dipersembahkan kepada pengelola sekolahku.
Untuk menjadi pengelola sekolah kecilku juga belum ada orang yang bisa diandalkan. Aku masih harus terus memperbaiki yang rusak, mendamdani rumah tersebut.
Ruang bagian belakang baru saja diperbaiki oleh saya sendiri hanya dengan memaku potongan kayu tambahan kecil dengan kayu penopang asbes ruang belakang yang hampir patah. Aku juga baru saja menambah genteng untuk menutup kebocoran sisi kanan ruang belakang rumah bila hujan. Walau ada orang di rumah tapi diluar saya yang mengerjakan perbaikan, pasti harus ada bayaran. Untuk menghemat biaya, saya sendiri harus menaiki stager, mengaduk semen dan pasir 2-3 ember untuk menambal kebocoran dan mengembalikan genteng yang hilang setelah diperbaiki dengan cara yang sama 2-tahun lalu. Anehnya genteng sikut untuk bumbungan yang detambal semen dua tahun lalu bisa hilang. Saya hanya mengganggap itu dijatuhkan kucing. Walau aneh karena tidak jatuh di tempat seharusnya tapi jauh ke sebelah kanan rumah.Mungkin dicabut oleh tangan manusia dari tempatnya dan dipindahkan. Tapi saya tidak lihat dan tidak boleh menuduh karena ditemukan lagi ada di atas kamar mandi tetangga kanan dipakai mengganjal bekas spanduk untuk menutup atap kamar mandi mereka yang bocor. Sekaligus dari atas stager saya memperbaiki letak spanduk bekas mereka dengan mengganti ganjalan yang lain.
Baru seminggu sebelum waktu terakhir ke Semarang, saya lelah berpeluh kepanasan di atas stager memperbaiki atap samping kanan yang bocor karena genteng sikutnya berpindah. Karena hujan turun meski musim panas, saya mengecek lagi ruang belakang. Ternyata sudah ada lagi yang rusak menyebabkan air hujan masuk ke ruangan. Sebagian kecil asbes di atap ruang paling belakang hancur sepertinya tertimpa beban atau benturan atau dipaksa dorong ke atas.
Saya bertanya kepada orang di rumah ingin tau apa yang tetjadi. Dijawab mungkin orang tetangga kiri memotong pohon pisang di belakang rumah yang berbatasan dengan kebun mereka di tanah orang lain yang mereka jaga..
Besoknya saya keliling ke belakang rumah, mengecek kalau ada pohon pisang yang di tebang. Kelihatannya sudah beberapa hari bekas ditebang. Saya periksa arah batang yang ditebang tergeletak di tanah mengarah ke tengah kebun. Jadi mungkin bukan itu penyebabnya. Saya mulai melangkah pergi meninggalkan kebun tapi di hati kecil saya berkata balik lagi dan lihat pohonnya. Saya pun berbalik dan melihat batang pohon yang masih berdiri tersisa hampir satu meter, di ujungnya ada sekitar 25 cm terpotong mengarah ke ujung asbes saya yang hancur. Logikanya ini menandakan potongan pohonnya jatuh menyambar atap asbes ruang belakang.
Saya lupa dengan kesabaran. Belum lama tetangga kiri membangun kamar mandi berbatasan dengan kamar mandi saya, butuh untuk menggeser asbes kamar mandi saya yang tidak terpaku. Ada asbes saya yang pecah menyebabkan kebocoran ke ruang dapur tapi mereka tidak melaporkan hal itu jadi saya diamkan saja. Saya pikir sabar saja karena nanti sekaligus dibetulkan dengan renovasi kamar mandi saya.
Tapi kalau hancurnya asbes saya ini karena ulah mereka yang tidak mau melaporkannya maka berarti saya membiarkan mereka untuk tetap menyembunyikan kesalahan. Saya dalam hal ini salah. Saya lalu mendatangi rumah mereka memberi salam dan menanyakan kabar, lalu langsung bertanya, siapa yang memotong pohon pisang di kebun mereka belakang rumah saya. Seorang saudara mengakui menebang pohon pisang tersebut tapi berkeras tidak memgakui kalau menyebabkan kerusakan atap ruang belakang rumah saya. Saya jelaskan apa yang baru saja saya lihat dengan arah jatuhnya pohon. Sebaliknya mereka dua orang bersaudara dan satu saudari menyerang saya dengan tantangan kasar mengerikan. Dari ucapannya berkata : "Hanya satu asbes saja yang rusak mau bikin ribut." Dari ucapan ini seolah satu asbes bagi mereka tidak berharga, jadi tidak perlu diurusi.
Sebetulnya tidak maksud hati saya untuk meributkan hal kecil. Tapi yang saya butuh saling menghargai dengan komunikasi yang baik. Dengan kata- kata seorang saudara yang berang itu saya menyimak bahwa bagi mereka hanya kerusakan kecil dipihak saya tidak perlu dibicarakan. Ini mengisyaratkan bahwa aku bukan hanya berprasangka kepada mereka tapi itu benar terjadi kerusakan dari mereka terhadap atap rumahku bagian belakang. Anehnya cara mereka adalah berang menyerang dengan mengerikan.
Saya pun langsung terdiam sambil berdoa dan teringat lagi dengan mimpi saya dulu tentang kalajengking yang mengerikan dari tanah sebelah kiri rumah saya.
Saya pun setelah lama terdiam tanpa menjawab apa-apa lagi hanya menjawab mereka dengan ucapan terima kasih langsung dengan sedih saya p**ang ke rumah.
Sejak semalam p**ang ke Rusun saya menuliskan kisahku ini. Hanya tertidur beberapa jam dari sekitar jam tiga subuh, bangun sekitar jam 7 pagi, beres-beres, makan minum dan melanjutkan tulisan kisahku ini.
Saya berdoa apa yang harus saya lakukan dengan mereka bila kapan-kapan saya berjalan ke rumah saya dan bertemu mereka? Saya pasti masih berdiam diri karena ada sedikit dendam oleh sakit hati. Tapi, hati nuraniku berkata, kasihilah musuhmu.
Jadi apa lagi yang harus aku lakukan?
Berusaha membuang segala dendam dan kepahitan. Serahkan segala masalah hanya kepada Allah, agar hatiku tetap putih bersih. Menjadi manusia Ilahi yang rela membayar ganti rugi dosa dan kesalahan diri dan tetangga atau orang lain
demi untuk perdamaian. Aku mengikuti perkataan
Orangtua Sejati bahwa Damai itu sebenarnya dimulai dari diri sendiri " PEACE STARTS WITH ME."
Apapun kejahatan orang yang memancing dan menjangkitkan kejahatan di hati saya, seharusnya serahkan kepada keadilan Tuhan sambil memaafkan dan diam- diam mengasihi agar hati selalu suci. Seperti itu jugalah perjalanan hidup orang-orang suci dan para Nabi.Bahkan lebih sengsara namun tetap memaafkan. Seperti pedoman dari Ajaran True Parents yaitu Kasih adalah hidup demi untuk orang lain. Termasuk kasihilah musuhmu. Biarkan Allah yang menghakimi. Aku harus tetap bersih. Amin.

Photos from meyke_p_rangkang's post 03/06/2019

Happy True Day of All Things...and Happy Birthday my physical Mother Nonie Mudeng...Happy Blessed Day ...June 3rd...😊😊😊🙏🙏💕🍦🍰🌹

Want your business to be the top-listed Government Service in Purwakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Jalan Irigasi Raya No. 90, Rt 04/06 Sukamulya 1 , Ciseureuh
Purwakarta
41118