WUNA FORUM

Directions

WUNA FORUM Menyuguhkan Realitas, Mengungkap Fakta

Pesan dari Bumi yang Menua:Anomali di Pulau Muna, Langit Siang tak Biru Lagi, Bintang Malam Tak Terlihat LagiMUNA — Bagi...
13/10/2026

Pesan dari Bumi yang Menua:
Anomali di Pulau Muna, Langit Siang tak Biru Lagi, Bintang Malam Tak Terlihat Lagi

MUNA — Bagi masyarakat Pulau Muna, langit biru di siang cerah dan hamparan bintang di malam hari adalah pemandangan karib yang menemani kehidupan sehari-hari dari generasi ke generasi. Namun, beberapa hari terakhir ini, ada sesuatu yang tak biasa di atas kepala kita.

Langit Muna tak lagi biru. Di siang hari, permukaannya tampak memucat kelabu, berselimut warna abu kelabu pucat. Saat malam tiba, tiada lagi gemerlap bintang, langit gelap gulita—padahal tak ada mendung, apalagi tanda-tanda akan turun hujan. Bau asap tipis yang sesekali terhirup di udara menguatkan dugaan: Muna sedang diselimuti fenomena anomali atmosfer.

Bagi warga Muna, fenomena seperti ini hampir tak pernah dijumpai sepanjang ingatan. Keheranan pun bermunculan: Mengapa ini bisa terjadi?

Penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa apa yang dialami Muna saat ini adalah kabut asap kiriman lintas wilayah (transboundary haze).

Peristiwa langka ini terjadi akibat kombinasi dua hal:

1• Titik Panas Masif di Pulau Jawa, Kalimantan, & Papua: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berskala besar di wilayah tetangga—seperti Kalimantan dan Papua Selatan—menghasilkan jutaan ton partikel mikro (aerosol) ke udara.

2• Pola Angin Monsun: Angin kencang bertiup melintasi wilayah Nusantara dan membawa gumpalan asap di lapisan atas atmosfer (tropopause). Kebetulan, Pulau Sulawesi berada di jalur lintasan pergerakan angin tersebut, sehingga partikel asap mengumpul dan "terjebak" di atas wilayah Sulawesi Tenggara, termasuk Kepulauan Muna dan Buton.

Mengapa Biru Langit dan Bintang Menghilang?

Secara ilmiah, warna biru langit terjadi karena pemantulan cahaya matahari oleh molekul udara bersih. Saat udara terisi partikel asap mikroskopis cahaya matahari terbiaskan ke segala arah secara tidak merata. Efeknya, langit berubah warna menjadi abu-abu atau putih pudar.

Di malam hari, lapisan asap tipis di ketinggian ini bertindak bagaikan "tirai raksasa". Cahaya redup dari bintang-bintang di luar angkasa terhalang oleh partikel asap tersebut sebelum sempat sampai ke mata kita di bumi, membuat malam terasa lebih pekat walau tanpa awan hujan.

Pesan dari Bumi yang Kian Menua

Fenomena ini sejatinya membawa pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar fenomena cuaca sesaat. Lebih dari empat dekade warga Muna menikmati keasrian dan kejernihan langit pulau ini tanpa pernah terganggu oleh kabut asap. Namun kini, kenyataan itu terenyak.

Ini adalah cerminan nyata dari dunia yang kian menua dan terkoyak oleh pemanasan global (global warming). Perubahan iklim telah mengacak pola cuaca dunia, memperpanjang masa kemarau, dan mengubah daratan hutan menjadi seperti kotak korek api yang mudah terbakar. Asap yang melayang ribuan kilometer dari Papua dan Kalimantan hingga ke Muna menjadi bukti tak terbantahkan bahwa ekosistem bumi ini saling terikat erat.

Kenaikan suhu global kini mulai mengikis benteng perlindungan tempat-tempat yang dulunya tenang dan "aman" dari bencana ekologis. Wilayah yang sebelumnya tak pernah tersentuh kabut asap, kini ikut merasakan kepungan partikelnya.

Bumi yang kian rentan sedang mengirim sinyal darurat: tak ada lagi sudut di planet ini yang benar-benar kebal dari krisis iklim. Hilangnya biru langit Muna dan redupnya bintang di malam hari adalah teguran lembut namun tegas, bahwa menjaga lingkungan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan sebelum keindahan alam kita benar-benar berubah menjadi ingatan.

Dukungan Nyaris Mutlak. Dari Ekonomi hingga Keamanan, Dukungan Batalyon TNI di Warangga Mendominasi di Medsos.RAHA, WUNA...
13/10/2026

Dukungan Nyaris Mutlak. Dari Ekonomi hingga Keamanan, Dukungan Batalyon TNI di Warangga Mendominasi di Medsos.

RAHA, WUNA FORUM — Rencana pembangunan Batalyon TNI di kawasan Warangga, Raha, Kabupaten Muna, mendapat dukungan besar di media sosial. Dalam polling yang digelar WUNA FORUM melalui grup dan halaman Facebook-nya, 99,99 persen respons menyatakan setuju dan mendukung rencana pembangunan tersebut dan hanya 0,01 persen tidak mendukung, dengan total interaksi mencapai lebih dari 3.000 interaksi.

Dukungan yang muncul di beberapa postingan dan kolom komentar juga memperlihatkan sejumlah harapan masyarakat terhadap kehadiran satuan TNI di kawasan tersebut. Beberapa di antaranya menilai pembangunan batalyon dapat meningkatkan perputaran ekonomi, menciptakan rasa aman, serta membantu menjaga kelestarian hutan Warangga.

“ 1000% dukung lah, karena meningkatkan putaran ekonomi di muna,” tulis salah satu komentar dalam polling tersebut.

Komentar lainnya menyebut kawasan Warangga diharapkan tidak lagi terkesan menyeramkan, sementara sebagian warga menilai keberadaan personel TNI dapat meningkatkan rasa aman dan membantu pengawasan kawasan hutan.

Sebelumnya, segelintir warga menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan tersebut. Pernyataan penolakan juga disebut pernah disampaikan oleh Ketua DPRD Muna.

Pihak yang menolak, beralibi bahwa pembangunan batalyon berpotensi merusak kawasan hutan. Namun, mayoritas warga berpandangan bahwa pembangunan fasilitas militer tidak dapat disamakan dengan aktivitas pertambangan atau industri kayu. Mereka justru berharap keberadaan TNI dapat membantu pengawasan dan perlindungan kawasan hutan dari aktivitas perambahan yang tidak sesuai ketentuan.

Bagi masyarakat Muna, Warangga bukan sekadar kawasan hutan. Wilayah ini menyimpan kenangan tentang lingkungan yang dahulu teduh, rindang, dan nyaman dilalui. Namun, kondisi kawasan tersebut kini semakin berubah. Sejumlah bagian hutan disebut mengalami penggundulan..

Dugaan adanya penguasaan lahan kaplingan atau kebun tanpa izin di sekitar Warangga juga menjadi bagian dari perhatian masyarakat. Untuk itu, dugaan tersebut perlu ditelusuri melalui data tata batas kawasan hutan, dokumen pertanahan, serta keterangan instansi berwenang sebelum dapat dinyatakan sebagai fakta.

Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa setiap rencana pembangunan di Warangga benar-benar mempertimbangkan kepentingan publik, keamanan, dan kelestarian lingkungan.

Warangga adalah bagian dari kenangan masyarakat Muna. Menjaganya agar tetap lestari merupakan tanggung jawab bersama, apa pun keputusan yang nantinya diambil mengenai rencana pembangunan batalyon.

Red Wuna Forum

Setuju atau Tidak?Pembangunan Batalyon di kawasan WARANGGA Raha?
10/10/2026

Setuju atau Tidak?
Pembangunan Batalyon di kawasan WARANGGA Raha?

RAHA – Kondisi pekerjaan pengaspalan di ruas Jalan BTN–SMA 1 Raha, Kabupaten Muna, kembali "asal-asalan". Setelah sebelu...
09/10/2026

RAHA – Kondisi pekerjaan pengaspalan di ruas Jalan BTN–SMA 1 Raha, Kabupaten Muna, kembali "asal-asalan". Setelah sebelumnya masyarakat sekitar berinisiatif membersihkan material aspal yang terlepas dan berhamburan di badan jalan, kini butiran material tersebut kembali terlihat berserakan.

Inisiatif warga membersihkan material yang terlepas itu dilakukan karena kondisi jalan dinilai mengganggu kenyamanan. Butiran material aspal yang tidak merekat dengan baik tersebar di permukaan jalan sehingga perlu disingkirkan agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.

Namun, upaya pembersihan yang dilakukan warga tersebut hanya bertahan sementara. Kini, butiran material aspal yang terlepas kembali berhamburan di badan jalan.

Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pengaspalan di ruas jalan tersebut.

Sebelumnya, Jalan BTN–SMA 1 Raha menjadi salah satu ruas jalan di Kabupaten Muna yang ramai disoroti masyarakat di media sosial akibat kondisi hasil pengaspalan yang dinilai buruk.

Pada Kamis (8/10/2026), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna sudah menyampaikan pernyataan bahwa jalan tersebut telah diperbaiki. Namun, berdasarkan pantauan langsung dan keterangan warga sekitar, hingga Jumat (9/10/2026) belum terlihat aktivitas pengerjaan lanjutan di lokasi tersebut.

Dinas PUPR Kabupaten Muna diharapkan memberikan penjelasan mengenai kondisi terkini Jalan SMA1 Raha - BTN, termasuk "klaim perbaikan" yang sebelumnya dinyatakan telah dilakukan.

Jika perbaikan memang telah dilakukan, publik tentu perlu mendapatkan penjelasan mengenai bentuk perbaikan yang dimaksud, waktu pelaksanaannya, serta bagian jalan yang telah ditangani.

"Mengarang itu. Apa yang diperbaiki, kapan, bagian mana? Sembarangcdiorang bicara" Ujar seorang warga dengan nada tinggi.

RAHA, Sebelumnya ramai keluhan di media sosial menyoroti persoalan kualitas pekerjaan aspal di sejumlah lokasi di Kabupa...
08/10/2026

RAHA, Sebelumnya ramai keluhan di media sosial menyoroti persoalan kualitas pekerjaan aspal di sejumlah lokasi di Kabupaten Muna salah satunya pekerjaan jalan di kawasan SMA1 BTN. Masyarakat menyoroti kualitas pekerjaan pengaspalan jalan yang dinilai buruk hingga material aspal terlepas dan berhamburan di badan jalan.

Menanggapi sorotan tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Muna memberikan klarifikasi. Dalam pemberitaan media online pada Kamis (8/10/2026), Sekretaris Dinas PUPR Muna, Adi Mulya, menyatakan pekerjaan akan dilakukan ulang.
“Aspalnya sudah dibongkar dan akan dikerja ulang sesuai ketentuan kontrak,” kata Adi Mulya, Kamis (8/10/2026).

Dalam pemberitaan yang sama juga disebutkan bahwa pengaspalan di BTN SMA1 telah diperbaiki.

Namun, hasil kroscek di lokasi pada Kamis (8/10/2026) menunjukkan fakta berbeda. Di ruas Jalan SMA1 BTN yang menjadi sorotan, tidak terlihat adanya pekerjaan pembongkaran maupun pengaspalan ulang.

Kondisi badan jalan tidak ada perubahan dari sebelumnya. Tidak terlihat aktivitas pekerjaan ulang di lokasi. Hal tersebut juga diperkuat warga sekitar. Salah seorang warga mengaku belum melihat adanya pekerjaan pengaspalan ulang di ruas jalan tersebut.
“Aspal ulang apa? Tidak ada! Cari untung saja mereka itu,” ujar warga tersebut.

Dengan nilai anggaran yang disebut mencapai Rp359.479.000, masyarakat tentu berhak mendapatkan pekerjaan infrastruktur yang memenuhi kualitas dan ketentuan kontrak.
Kini publik menunggu penjelasan Dinas PUPR Kabupaten Muna terkait perbedaan antara klaim pekerjaan telah diperbaiki dengan kondisi faktual di lapangan.

Selamat memperingatiHari Kesaktian Pancasila.***La Ode GombertoFounder MPS Group
01/10/2026

Selamat memperingati
Hari Kesaktian Pancasila.
***

La Ode Gomberto
Founder MPS Group

24/09/2026

Kutipan ucapan terimakasih Bupati Buton Utara kepada pak Gomberto di acara Pesta Panen, Kioko - Buton Utara

Address

Raha
93615

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when WUNA FORUM posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share