Nagari Koto Rajo

Directions

Nagari Koto Rajo Nagari Koto Rajo adalah sebuah Nagari yang terdiri dari 8 Jorong; Koto Rajo I dan II, Batu Tinggi, Rumbio, Suntongah, Koto Baru, Muaro Mago, & Simamonen.

beralamat di Kecamatan Rao Utara Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.

TRADISI MENAIKKAN AIR SAWAK DI KOTO RAJO===============================Tradisi menaikkan air sawah merupakan salah satu ...
23/08/2026

TRADISI MENAIKKAN AIR SAWAK DI KOTO RAJO
===============================
Tradisi menaikkan air sawah merupakan salah satu bentuk gotong royong pengelolaan irigasi yang dikenal dalam kehidupan masyarakat agraris di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman. Meskipun belum ditemukan penelitian yang secara khusus membahas tradisi ini di Nagari Koto Rajo, keberadaan jaringan irigasi yang luas dan sistem pengairan sawah di nagari tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan air menjadi bagian penting dalam kehidupan petani.

Apa yang dimaksud dengan menaikkan air sawah?

Dalam istilah masyarakat setempat, menaikkan air sawah adalah kegiatan mengalirkan air dari sungai atau saluran irigasi ke petak-petak sawah sebelum musim tanam dimulai. Kegiatan ini dilakukan secara bersama-sama agar seluruh lahan memperoleh pasokan air secara adil.

Air biasanya berasal dari sungai yang dialirkan melalui bendung, kemudian masuk ke saluran primer, dilanjutkan ke saluran sekunder dan tersier hingga mencapai sawah-sawah milik petani. Daerah Irigasi (D.I.) Koto Rajo memang memiliki saluran primer yang menjadi tulang punggung pengairan lahan pertanian di wilayah tersebut.

Pelaksanaan tradisi

Menurut praktik yang umum dikenal di masyarakat pertanian Rao, tahapan kegiatan biasanya meliputi:

musyawarah petani untuk menentukan waktu mulai mengairi sawah;
membersihkan saluran irigasi dari rumput, lumpur, dan kayu;
memperbaiki tanggul atau pintu air yang rusak;
membuka bendung sehingga air mulai mengalir;
mengatur giliran pembagian air agar semua sawah memperoleh bagian.

Tahapan tersebut merupakan praktik umum dalam pengelolaan irigasi tradisional dan dapat berbeda antarjorong maupun antarkelompok tani.

Tujuan

Tradisi menaikkan air sawah bertujuan untuk:

menyediakan air yang cukup sebelum penanaman padi;
menjaga pembagian air secara adil;
menghindari perselisihan antarpetani;
meningkatkan hasil panen;
memperkuat semangat gotong royong masyarakat.
Gotong royong

Kegiatan ini biasanya melibatkan:

pemilik sawah,
kelompok tani,
tokoh masyarakat,
dan warga yang memiliki kepentingan terhadap saluran irigasi.

Semangat kebersamaan menjadi ciri utama karena saluran irigasi dipandang sebagai milik bersama yang harus dipelihara bersama.

Nilai budaya

Tradisi ini mengandung berbagai nilai, yaitu:

Gotong royong, melalui kerja bersama membersihkan dan memperbaiki saluran.
Musyawarah, dalam menentukan jadwal pembukaan air.
Keadilan, melalui pembagian air yang merata.
Kepedulian lingkungan, dengan menjaga saluran irigasi tetap bersih.
Tanggung jawab bersama, karena keberhasilan panen bergantung pada pengelolaan air yang baik.
Hubungan dengan pertanian di Koto Rajo

Nagari Koto Rajo memiliki areal persawahan yang cukup luas dengan sistem irigasi desa, irigasi sederhana, dan irigasi setengah teknis. Infrastruktur tersebut menjadikan pengaturan air sebagai unsur penting dalam kehidupan masyarakat tani. Evaluasi terhadap Daerah Irigasi Koto Rajo juga menunjukkan bahwa saluran primer berperan besar dalam mendukung kebutuhan air pertanian.

alhamdulillah
20/08/2026

alhamdulillah

Daily Vlog Kawo KamilBuat teman2 yang baru gabung, akan semakin in...

Luar Biasa Antusias Masyarakat Rao Utara Saat Acara Pawai Alegoris agustus di Koto Baru Muaro Mago
19/08/2026

Luar Biasa Antusias Masyarakat Rao Utara Saat Acara Pawai Alegoris agustus di Koto Baru Muaro Mago

Daily Vlog Kawo KamilBuat teman2 yang baru gabung, akan semakin in...

Sejarah Perayaan 17 Agustus di IndonesiaPerayaan 17 Agustus merupakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ya...
15/08/2026

Sejarah Perayaan 17 Agustus di Indonesia

Perayaan 17 Agustus merupakan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, yang bermula dari Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Pada hari itu, Soekarno didampingi Mohammad Hatta membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta, menandai lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Awal mula perayaan

Perayaan pertama berlangsung secara sederhana pada tahun 1945, ketika rakyat di berbagai daerah mengadakan upacara pengibaran bendera Merah Putih dan doa syukur. Saat itu kondisi keamanan belum stabil karena Indonesia masih harus mempertahankan kemerdekaannya dari upaya Belanda untuk kembali menjajah. Karena itu, peringatan 17 Agustus pada masa awal lebih bernuansa perjuangan daripada pesta rakyat.

Masa Revolusi (1945–1949)

Selama masa Revolusi Fisik, peringatan 17 Agustus menjadi penyemangat perjuangan rakyat. Di banyak daerah, masyarakat tetap mengadakan upacara meskipun dalam situasi perang. Pengibaran bendera Merah Putih dipandang sebagai simbol bahwa Indonesia adalah negara yang merdeka dan berdaulat.

Setelah pengakuan kedaulatan

Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1949, peringatan 17 Agustus berkembang menjadi acara nasional yang lebih teratur. Pemerintah mulai menyelenggarakan:

Upacara kenegaraan di Istana Negara.
Pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih.
Pidato kenegaraan Presiden.
Pemberian tanda kehormatan kepada tokoh berjasa.
Berbagai kegiatan budaya dan hiburan rakyat.
Tradisi lomba 17 Agustus

Seiring waktu, masyarakat mulai memeriahkan Hari Kemerdekaan dengan berbagai perlombaan yang kini menjadi ciri khas perayaan, antara lain:

Panjat pinang
Balap karung
Tarik tambang
Makan kerupuk
Lari kelereng
Memasukkan paku ke botol
Estafet air
Karnaval budaya

Tidak diketahui secara pasti siapa yang pertama kali memperkenalkan lomba-lomba tersebut. Tradisi ini tumbuh secara bertahap di berbagai daerah sebagai bentuk kegembiraan sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat.

Makna perayaan 17 Agustus

Perayaan Hari Kemerdekaan memiliki makna yang mendalam, antara lain:

Mengenang jasa para pahlawan.
Menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
Menanamkan semangat gotong royong.
Mengajarkan generasi muda tentang nilai perjuangan dan pengorbanan.
Tradisi yang berkembang di masyarakat

Di hampir seluruh Indonesia, masyarakat menyambut bulan Agustus dengan berbagai kegiatan seperti:

Memasang bendera Merah Putih di rumah dan tempat umum.
Menghias lingkungan dengan umbul-umbul dan gapura.
Mengadakan kerja bakti.
Menggelar malam tirakatan atau syukuran.
Menyelenggarakan pentas seni, pawai, dan karnaval.
Mengadakan lomba untuk anak-anak hingga orang dewasa.
Perayaan saat ini

Kini, peringatan 17 Agustus dipusatkan pada Upacara Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara yang dihadiri Presiden, Wakil Presiden, pejabat negara, tokoh masyarakat, dan tamu undangan. Di seluruh Indonesia, sekolah, kantor pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat juga menyelenggarakan upacara bendera serta berbagai kegiatan yang mencerminkan semangat nasionalisme.

Selama lebih dari delapan dekade, perayaan 17 Agustus telah berkembang dari sebuah peringatan sederhana di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan menjadi hari nasional yang mempererat persatuan, menghormati jasa para pahlawan, dan menumbuhkan semangat kebangsaan di seluruh Indonesia.

Sekedar Edukasi: utk kawan kitoIzam Hsn Cubo bedake Jorong dengan Wali/Kepala Jorong;Apa itu Jorong.?Jorong adalah pemba...
11/08/2026

Sekedar Edukasi: utk kawan kito
Izam Hsn

Cubo bedake
Jorong dengan Wali/Kepala Jorong;

Apa itu Jorong.?
Jorong adalah pembagian wilayah administratif di bawah nagari dalam adat Minangkabau di Sumatera Barat, setara dengan dusun atau banjar.

Kata ini juga merujuk pada bentuk bulat panjang dalam KBBI, nama kecamatan di Kalimantan Selatan, atau kue tradisional (jorong-jorong).
Wilayah Administratif (Minangkabau) Berada di bawah Nagari.
Dipimpin oleh Wali Jorong atau Kepala Jorong.
Terdiri dari kumpulan pemukiman yang berdekatan.
======
Jadi, Jorong itu dipimpin oleh Wali Jorong atau Kepala Jorong.
Sedangkan Nagari dipimpin oleh Wali Nagari
======
Jorong Muaro Mago siapo namo Kepala/Wali Jorong'o kok iyo?

Jorong II Koto RajoJorong II Koto Rajo merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara,...
11/08/2026

Jorong II Koto Rajo
Jorong II Koto Rajo merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Nagari Koto Rajo sendiri terdiri atas 8 jorong, yaitu:

Jorong I Koto Rajo
Jorong II Koto Rajo
Jorong III Koto Rajo Baruah
Jorong IV Koto Baru
Jorong V Muaro Mago
Jorong VI Rumbio
Jorong VII Batu Tinggi
Jorong VIII Simamonen Hilir.
Letak Geografis
Berada di Kecamatan Rao Utara.
Sekitar 2 km dari pusat Kecamatan Rao Utara.
Sekitar 66 km dari Lubuk Sikaping sebagai ibu kota Kabupaten Pasaman.
Sejarah dan Budaya

Jorong II Koto Rajo dikenal sebagai lokasi berdirinya Istano Yang Dipertuan Koto Rajo atau Istano Koto Rajo, sebuah bangunan bergaya Rumah Gadang yang menjadi simbol sejarah Kerajaan Minangkabau di wilayah paling utara Sumatera Barat. Bangunan ini menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya di Kabupaten Pasaman.

Mata Pencaharian

Sebagian besar masyarakat Jorong II Koto Rajo menggantungkan hidup pada:

Pertanian padi.
Perkebunan kelapa sawit.
Perkebunan karet.
Perdagangan skala kecil.
Peternakan.

Seperti nagari-nagari lain di Rao Utara, kehidupan masyarakat masih sangat dipengaruhi budaya Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Infrastruktur

Beberapa fasilitas yang tersedia di Nagari Koto Rajo antara lain:

Sekolah dasar negeri.
Masjid dan mushala.
Jalan yang menghubungkan antarjorong.
Program penyediaan air bersih (PAMSIMAS) yang pernah dilaksanakan di Jorong I dan II Koto Rajo.
Potensi Wisata

Daya tarik utama Jorong II Koto Rajo adalah:

Istano Koto Rajo.
Suasana pedesaan Minangkabau yang masih asri.
Kehidupan adat yang masih terpelihara.
Potensi wisata budaya dan sejarah.

Jorong I Koto Rajo merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, ...
11/08/2026

Jorong I Koto Rajo merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Jorong ini termasuk wilayah yang memiliki sejarah adat Minangkabau yang masih kuat dan menjadi pusat awal perkembangan Nagari Koto Rajo.

Berikut informasi mengenai Jorong I Koto Rajo:

1. Letak Administratif
Provinsi: Sumatera Barat
Kabupaten: Pasaman
Kecamatan: Rao Utara
Nagari: Koto Rajo
Jorong: Jorong I Koto Rajo.
2. Penduduk

Berdasarkan penelitian mengenai adat di Nagari Koto Rajo, masyarakat Jorong I Koto Rajo berasal dari beberapa suku utama, yaitu:

Melayu
Ampu
Kandang Kapuah
Mandailing

Jumlah penduduk yang tercatat dalam penelitian tersebut adalah sekitar:

Melayu: 337 jiwa
Ampu: 169 jiwa
Kandang Kapuah: 169 jiwa
Mandailing: 168 jiwa

Total sekitar 843 jiwa pada saat data penelitian dikumpulkan.

3. Mata Pencaharian

Mayoritas masyarakat bekerja sebagai:

Petani padi sawah
Pekebun (karet, sawit, dan tanaman lainnya)
Peternak
Pedagang kecil
Aparatur pemerintahan dan guru

Pertanian masih menjadi sektor utama penggerak ekonomi masyarakat.

4. Kehidupan Adat

Jorong I Koto Rajo dikenal sebagai daerah yang masih mempertahankan adat Minangkabau, seperti:

Tradisi Bojojak Tanah (Turun Tanah) untuk bayi.
Tradisi Mengayun (upacara pemberian nama bayi).
Tradisi Jajapo.
Tradisi Molopek.
Tradisi Motong Kaji pada pesta pernikahan.
Tradisi Dagiang Boradet.
Tradisi pengambilan ikan larangan.
Tradisi membantai kerbau menjelang Idulfitri.

Tradisi-tradisi tersebut masih dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas budaya Nagari Koto Rajo.

5. Pendidikan

Di Nagari Koto Rajo terdapat beberapa sekolah dasar dan sekolah lanjutan. Untuk wilayah Jorong I Koto Rajo sendiri terdapat akses ke:

SD Negeri 01 Koto Rajo
SMP di Nagari Koto Rajo
SMA di Nagari Koto Rajo.
6. Kehidupan Keagamaan

Mayoritas penduduk beragama Islam. Kegiatan yang rutin dilaksanakan antara lain:

Salat berjamaah.
Pengajian.
MTQ tingkat jorong dan nagari.
Peringatan hari-hari besar Islam.

Nagari Koto Rajo juga aktif menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) sebagai bagian dari pembinaan generasi muda.

7. Potensi Wilayah

Potensi yang dimiliki Jorong I Koto Rajo antara lain:

Pertanian sawah.
Perkebunan.
Peternakan.
Budaya dan adat Minangkabau.
Wisata alam di kawasan Nagari Koto Rajo, termasuk kawasan Batang Mongkaih.

Jorong Muaro Mago, Nagari Koto Rajo, Kabupaten PasamanJorong Muaro Mago merupakan salah satu jorong yang berada di Nagar...
10/08/2026

Jorong Muaro Mago, Nagari Koto Rajo, Kabupaten Pasaman

Jorong Muaro Mago merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Muaro Mago adalah salah satu dari 8 jorong di Nagari Koto Rajo.

Profil Administrasi

Nagari Koto Rajo terdiri atas delapan jorong, yaitu:

Koto Rajo I
Koto Rajo II
Koto Rajo Baruah
Koto Baru
Muaro Mago
Rumbio
Batu Tinggi
Simamonen Hilir.
Letak
Provinsi: Sumatera Barat
Kabupaten: Pasaman
Kecamatan: Rao Utara
Nagari: Koto Rajo
Jorong: Muaro Mago.
Kondisi Wilayah

Jorong Muaro Mago berada di wilayah Rao Utara yang didominasi oleh:

Lahan pertanian dan perkebunan.
Persawahan masyarakat.
Perbukitan dengan udara relatif sejuk.
Sungai-sungai kecil yang menjadi sumber air bagi pertanian.
Mata Pencaharian

Sebagian besar masyarakat Muaro Mago bekerja sebagai:

Petani padi.
Pekebun karet.
Pekebun kelapa sawit.
Pedagang kecil.
Aparatur pemerintah dan tenaga pendidik.
Kehidupan Sosial

Masyarakat Muaro Mago dikenal masih memegang kuat adat Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Kehidupan gotong royong masih menjadi bagian penting dalam kegiatan kemasyarakatan, seperti:

Pembangunan fasilitas umum.
Kegiatan keagamaan di masjid.
Alek nagari dan kegiatan adat.
Musyawarah masyarakat.
Pendidikan dan Fasilitas Umum

Secara umum, fasilitas yang melayani masyarakat Nagari Koto Rajo meliputi:

Sekolah Dasar (SD).
Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sekolah Menengah Atas (SMA).
Puskesmas.
Masjid dan mushala. Fasilitas-fasilitas tersebut juga dimanfaatkan oleh warga Jorong Muaro Mago.
Potensi

Muaro Mago memiliki potensi pada bidang:

Pertanian tanaman pangan.
Perkebunan rakyat.
Peternakan.
Pengembangan UMKM berbasis hasil pertanian.
Wisata alam di kawasan Rao Utara yang masih asri.

TRADISI MEMBANATI KERBAU DI KOTO RAJO=============================Tradisi mambantai kerbau menjelang Hari Raya Idulfitri...
09/08/2026

TRADISI MEMBANATI KERBAU DI KOTO RAJO
=============================
Tradisi mambantai kerbau menjelang Hari Raya Idulfitri merupakan salah satu kebiasaan yang dikenal di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, tradisi ini juga dikenal oleh masyarakat sebagai bagian dari persiapan menyambut Lebaran. Namun, belum ditemukan penelitian atau dokumen resmi yang secara khusus mengulas sejarah dan tata cara tradisi tersebut di Nagari Koto Rajo, sehingga beberapa penjelasan berikut berasal dari praktik yang umum dikenal di masyarakat Rao dan tradisi lisan setempat.

Latar belakang tradisi

Masyarakat Koto Rajo sejak dahulu banyak memelihara kerbau sebagai ternak. Kerbau tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang tinggi. Penelitian mengenai peternak kerbau di Koto Rajo menunjukkan bahwa usaha ternak kerbau memang telah lama menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat.

Menjelang Idulfitri, masyarakat bergotong royong membeli seekor atau beberapa ekor kerbau secara bersama-sama. Tradisi ini bertujuan agar seluruh keluarga dapat menikmati daging segar pada hari raya dengan harga yang lebih terjangkau dibanding membeli secara eceran.

Waktu pelaksanaan

Di Nagari Koto Rajo, menurut tradisi lisan masyarakat, penyembelihan umumnya dilakukan sehari sebelum Hari Raya Idulfitri (malam takbiran atau tanggal 29–30 Ramadan, bergantung penetapan awal Syawal). Berbeda dengan beberapa daerah lain di Sumatera Barat yang melaksanakan mambantai kabau setelah salat Idulfitri, pelaksanaan di Koto Rajo dikenal berlangsung sebelum hari raya sehingga daging dapat langsung diolah untuk hidangan Lebaran. Perbedaan waktu ini menunjukkan adanya variasi tradisi antarnagari.

Proses pelaksanaan

Secara umum, rangkaian kegiatan meliputi:

beberapa hari sebelumnya masyarakat mendaftarkan diri sebagai peserta;
panitia atau tokoh masyarakat mengumpulkan iuran;
kerbau dibeli dari peternak lokal atau pasar ternak;
penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam;
daging dipotong dan dibagi;
setiap peserta menerima bagian sesuai kesepakatan.

Di beberapa tempat, pekerjaan ini dilakukan secara gotong royong oleh para pemuda, tokoh adat, dan masyarakat.

Tujuan tradisi

Tradisi ini memiliki beberapa tujuan, antara lain:

mempererat hubungan kekeluargaan;
memudahkan masyarakat memperoleh daging menjelang Lebaran;
membantu peternak lokal menjual ternaknya;
melestarikan semangat gotong royong;
menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebersamaan.
Nilai budaya

Tradisi mambantai kerbau mengandung berbagai nilai, yaitu:

Gotong royong, karena pembelian dan penyembelihan dilakukan bersama.
Kebersamaan, sebab seluruh masyarakat terlibat dalam kegiatan.
Musyawarah, melalui penentuan harga, jumlah peserta, dan pembagian daging.
Ekonomi, karena memberi manfaat bagi peternak sekaligus memudahkan warga memperoleh daging.
Silaturahmi, karena menjadi ajang berkumpulnya keluarga dan masyarakat sebelum Idulfitri.
Hidangan khas

Daging hasil penyembelihan biasanya diolah menjadi berbagai masakan Minangkabau, seperti:

rendang,
gulai,
dendeng,
dan aneka olahan daging lainnya yang disajikan pada Hari Raya Idulfitri.
Catatan penting

Perlu dibedakan antara fakta yang terdokumentasi dan tradisi lisan. Sampai saat ini belum ditemukan sumber akademik yang menjelaskan secara rinci tradisi membantai kerbau khusus di Nagari Koto Rajo. Yang dapat dipastikan dari sumber yang tersedia adalah bahwa:

Nagari Koto Rajo memiliki tradisi peternakan kerbau yang kuat.
Tradisi mambantai kabau merupakan budaya yang dikenal luas di berbagai wilayah Sumatera Barat dengan variasi tata cara dan waktu pelaksanaan di masing-masing nagari.

Jorong Koto BaruJorong Koto Baru merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabup...
09/08/2026

Jorong Koto Baru
Jorong Koto Baru merupakan salah satu jorong yang berada di Nagari Koto Rajo, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat. Jorong ini menjadi salah satu pusat permukiman dan aktivitas masyarakat di Nagari Koto Rajo.

Gambaran umum
Berada di wilayah Kecamatan Rao Utara.
Mayoritas penduduk merupakan masyarakat Minangkabau yang masih memegang kuat adat istiadat dan budaya gotong royong.
Mata pencaharian utama penduduk meliputi:
Pertanian padi sawah
Perkebunan (karet, kelapa sawit, dan tanaman lainnya)
Peternakan skala rumah tangga
Perdagangan dan usaha kecil.
Pembagian wilayah Nagari Koto Rajo

Nagari Koto Rajo terdiri atas 8 jorong, yaitu:

Koto Rajo I
Koto Rajo II
Koto Rajo Baruah
Koto Baru
Muaro Mago
Rumbio
Batu Tinggi
Simamonen Hilir.
Pendidikan

Di sekitar Jorong Koto Baru tersedia beberapa fasilitas pendidikan, antara lain:

SD Negeri 09 Koto Rajo (berlokasi di Koto Baru)
TK Khairul Ummah (Jorong IV Koto Baru)
PKBM Bunda (Jorong Koto Baru).
Kesehatan

Pelayanan kesehatan masyarakat didukung oleh Puskesmas Koto Rajo, yang melayani wilayah Nagari Koto Rajo dan sekitarnya di Kecamatan Rao Utara.

Pertanian dan irigasi

Jorong Koto Baru termasuk daerah yang memanfaatkan Daerah Irigasi (D.I.) Koto Rajo. Air irigasi berasal dari Sungai Batang Asik dan mengairi lahan pertanian di Jorong Koto Rajo, Koto Rajo Baruah, dan Koto Baru. Irigasi ini menjadi penopang utama produksi padi masyarakat setempat.

Kehidupan sosial dan budaya

Sebagai bagian dari Nagari Koto Rajo, masyarakat Jorong Koto Baru masih aktif melaksanakan berbagai kegiatan adat dan keagamaan, seperti:

Gotong royong kampung.
Perayaan hari-hari besar Islam.
Kegiatan di masjid dan musala.
Tradisi adat Minangkabau dalam pernikahan, khatam Al-Qur'an, dan kegiatan sosial lainnya.

Address

Rao, Pasaman
Rao
26353

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nagari Koto Rajo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share