07/10/2026
Pengadilan Agama Sekayu Laksanakan Briefing Rabu Pagi dengan Pantun, Sampaikan Pesan Integritas dan Pelayanan Prima
Sekayu, Rabu, 7 Oktober 2026 — Pengadilan Agama Sekayu melaksanakan briefing Rabu pagi yang dipimpin oleh Y.M. Ketua Pengadilan Agama Sekayu Bapak Muhamad Syarif, S.H.I., M.H., didampingi oleh Yth. Panmud Permohonan, Panmud Gugatan, dan PP Tinggi PTA Palembang.
Berbeda dari biasanya, arahan kali ini disampaikan dengan cara yang unik dan menarik. Y.M. Ketua menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh aparatur melalui pantun pada setiap aspek yang menjadi arahannya, sehingga briefing berlangsung dengan suasana yang lebih segar, namun tetap sarat makna.
Sebagai pembuka, beliau menyampaikan:
Dari Mentok berlayar ke Pangkalpinang,
Membawa timah dan juga lada.
Selamat pagi insan yang gemilang,
Mari melayani dengan sepenuh jiwa.
Melalui pantun tersebut, beliau menekankan pentingnya memberikan pelayanan dengan sepenuh hati. Pelayanan kepada masyarakat bukan sekadar melaksanakan tugas, tetapi bagaimana setiap aparatur mampu memberikan pelayanan dengan keramahan, ketulusan, dan tanggung jawab.
Tidak berhenti pada pesan pelayanan, beberapa pantun lainnya juga menjadi sarana untuk menyentil sekaligus mengingatkan seluruh aparatur mengenai hal-hal penting dalam pelaksanaan tugas, di antaranya:
INTEGRITAS — JANGAN MAIN-MAIN
Integritas menjadi pondasi utama dalam menjalankan amanah. Setiap aparatur diingatkan untuk tidak bermain-main dengan tanggung jawab, senantiasa jujur, menjaga amanah, serta menjauhkan diri dari segala bentuk tindakan yang dapat mencederai integritas.
DISIPLIN & ANTI PUNGLI
Disiplin dalam menjalankan tugas merupakan bagian dari profesionalitas. Selain itu, seluruh aparatur harus bersama-sama menjaga pelayanan agar terbebas dari pungutan liar maupun segala bentuk pemberian yang tidak semestinya.
Briefing kemudian ditutup dengan pantun motivasi, sebagai penguat semangat agar seluruh aparatur terus memberikan yang terbaik, saling mengingatkan, dan menjadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.
Dengan cara yang sederhana namun kreatif, pantun menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan-pesan penting tentang pelayanan prima,