Montong Betok

Directions

Montong Betok Desaku tercinta Montong betok Kecil tapi aman dan damai

01/10/2026

Hidup DANIYAL GYM
berat

04/09/2026

Di antara rangka besi dan bayang tembok masjid, ada suara Pak Iron yang menyatukan setiap peluh menjadi senyum. Sebab rumah Tuhan tak hanya dibangun dari adukan semen, tapi juga tawa yang merawat kebersamaan.
berat

Wiji Thukul sebenarnya seorang pemenang. Tapi ia pemenang yg tak membawa pialanya ke rumah. Ketika rezim yg dilawannya r...
27/08/2026

Wiji Thukul sebenarnya seorang pemenang. Tapi ia pemenang yg tak membawa pialanya ke rumah. Ketika rezim yg dilawannya runtuh, ia hilang.

Di sinilah letak kepedihannya. Ketika kemenangan itu tiba dan pintu demokrasi terbuka, Wiji Thukul justru raib secara misterius—diculik menjelang detik-detik kejatuhan rezim. Raganya tidak pernah kembali ke rumah kontrakannya di Solo, tidak sempat memeluk istrinya (Dyah Sujirah / Mbak Pon), dan tidak sempat menyaksikan anak-anaknya tumbuh dewasa di alam yang bebas.

27/08/2026

Selamat Ulang Tahun Wuji Thukul.

Dapat kiriman foto dari masa depan. Tepatnya pada tahun 2070.Penampakan jalanan di Montong Betok 44 tahun yang akan data...
23/08/2026

Dapat kiriman foto dari masa depan. Tepatnya pada tahun 2070.
Penampakan jalanan di Montong Betok 44 tahun yang akan datang!
Ternyata saudara Okel Hoki adalah time traveler, beliau menjelajah waktu ke masa depan!
berat

17/08/2026

Di atas podium itu, kata 'kemiskinan' dikutip dengan bahasa statistik yg rapi dan steril. Tapi di bawah jembatan layang, ia adalah bau lumpur, pakaian yg lapuk oleh keringat, dan anak-anak yg belajar mengerti bahwa "kemerdekaan" hanyalah pawai yg lewat tanpa pernah berhenti di rumah mereka.
berat

Untuk berkuasa hanya diperlukan tindakan, sedang untuk menjadi baik diperlukan kebiasaan – sebuah proses yg tak putus-pu...
07/08/2026

Untuk berkuasa hanya diperlukan tindakan, sedang untuk menjadi baik diperlukan kebiasaan – sebuah proses yg tak putus-putusnya.
Dan kekuasaan sering kali lupa bahwa ia memiliki tepi. Padahal, kesadaran tentang batas adalah awal dari kewarasan bernegara.

Pukul 09.45 pagi tadi, Abah Halil berpulang.​Di luar, dunia berjalan dengan kebisingannya yang biasa. Bangsa ini terus m...
04/08/2026

Pukul 09.45 pagi tadi, Abah Halil berpulang.

​Di luar, dunia berjalan dengan kebisingannya yang biasa. Bangsa ini terus meraba-raba arah, berjalan dalam kabut panjang penuh tanda tanya, seolah kehilangan kompas moral di antara ambisi kekuasaan dan riuhnya pasar kata-kata.

​Dan di tengah ketidakpastian itu, Abah memilih sunyi. Semasa hidupnya, ia adalah seorang penghulu yang kerap mendamaikan dua hati di pelaminan, sekaligus guru ngaji yang tahu betul bagaimana cara menertawakan dunia yang kian kehilangan akal sehat. Gurauannya di serambi surau maupun ketegasannya di meja akad bukan sekadar rutinitas, melainkan cermin tajam untuk menelanjangi kepalsuan zaman—cara jenaka seorang alim merajut kerukunan dan menuntun sesama agar tak ikut gila di tengah hiruk-pikuk keramaian.

​Kini, ia berangkat meninggalkan panggung fana ini, tepat saat orang-orang masih sibuk memperdebatkan nasib, tanpa pernah benar-benar tahu ke mana angin sejarah hendak membawa kita. Abah telah usai dengan perjalanannya, meninggalkan kita di stasiun kemelut ini—tempat di mana petuah tulus, gelak tawa, dan keteduhan seorang guru sekaligus pencatat ikrar suci kian langka dicari.

​Selamat jalan, Abah Halil. Pulanglah ke keheningan yang sejati. Biarlah kami yang tertinggal ini terus menatap nanar, merindukan suaramu di antara remang-remang zaman.

berat

Innalillahi wainna ilaihi raji'un.​Pukul 09.45 pagi ini, di tengah riuhnya bangsa yang kehilangan arah, Abah Halil—guru ...
04/08/2026

Innalillahi wainna ilaihi raji'un.

​Pukul 09.45 pagi ini, di tengah riuhnya bangsa yang kehilangan arah, Abah Halil—guru ngaji yang humoris dan selalu menuntun dengan senyuman—memilih pulang dengan tenang. Selamat jalan, Abah. Candamu di balik ayat-ayat suci kini abadi. Sugeng tindak.

berat

03/08/2026

4.Di republik yang katanya berdasarkan Pancasila ini, moralitas seolah menjadi barang langka. Korupsi merajalela, merampas hak-hak rakyat yang paling dasar. Kebebasan berpendapat dibungkam, dan kebenaran dianggap sebagai ancaman.
​Kita merdeka dari kolonialisme, tapi kehilangan jati diri sebagai bangsa yang beradab dan bermartabat. Kemerdekaan kita barangkali baru sebatas pergantian wajah tuan, dari tangan asing ke tangan sendiri yang terkadang lupa cara merawat manusia. Inilah ironi pahit kemerdekaan kita.

Address

Montong Gading
Selong
83663

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Montong Betok posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share